Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Tentang Kamu dan Waktu Sebelumnya

Seperti dialog punya sinetron.

Adegan di ruang tiga kali empat. Cahaya temaram saja. Suara jalanan yang samar terdengar. Suara angin. Sedikit suara cuit burung malam. Dan gonggong anjing di kejauhan.

Pertanyaan si perempuan.

“Kamu sedang apa?”

Jawaban si lelaki.

“Aku sedang menatapmu”

Perempuan menatap lekat si lelaki. Matanya yang tahun dulu tanpa perhatian kini tertuju pada dirinya seorang. Tatap mata hangat penuh sayang. Tangannya terulur menyentuh pipi lelakinya. Mengelus rambutnya.

Lanjut si lelaki.

“Aku menatapmu, perempuan yang aku cinta, yang aku sayang, tempatku berbagi, istriku, my partner in crime, my half life, aku menatapmu dan meyakinkan diri berulang kali bahwa kamu milik aku”.

Tuh kan seperti dialog sinetron.

Tapi dalam hati perempuan terasa hangat dan jantungnya dipenuhi perasaan yang melonjak.

Tubuh lelaki mendekat. Melingkarkan tangannya di sekitar punggung dan dada.

“Aku ingin memelukmu erat ke tubuhku…aku suka sekali memelukmu. Rasanya tenang dan damai”

Mungkin baginya dada si perempuan adalah hamparan sawah dan perbukitan. Dimana matahari senja tampak indah tenggelam dan burung-burung melayang kembali ke sarang.

Advertisements

Read Full Post »

Soundrenalin at Bali 2017

jadwal-soundrenaline-2016-800x450

Sebelum saya lupa untuk posting lagi, sebelum tahun 2017 berganti jadi tahun 2018, sebelum saya males nulis lagi..sebelum..dan sebelum… entah apapun yang bikin blog ini blog bulukan karena jarang diisi.

September 2017. Ih udah kelewat 2 bulan. Parah nih. Saya dan teman-teman berangkat ke Bali untuk nonton Soundrenalin. HOREEE..!!. Ini terkait dengan keingintahuan saya untuk produksi sebuah acara gelar musik karena terkait dengan pekerjaan saya juga. Emang kerjaan saya menyenangkan. Engga jauh dari musik dan makanan. Makanya saya cakep dan awet muda.

Berangkat ke Bali hari Jumat. Tiba di Denpasar sudah malam lalu kita pergi makan dulu di Laota. Eh ketemu dengan Andra. And the Backbone. Tapi engga tau kemana bekbon yang lain sih. Karena teman-teman saya adalah para manusia yang sering bergelimang dengan acara dan para talent maka mereka langsung akrab menyapa.

Andra dan backbonenya ini memang salah satu pengisi acara Soundrenalin yang sering disingkat dengan Sondre saja. Besok malam adalag giliran Andra. Makan malam sampai jam 12 dan saya sudah teler mengantuk. Kembali ke Kuta kami menginap di The Stone Hotel by Mariott.

Ih kamar saya bagus banget. Ada bathtub di balkon yang menghadap pemandangan ke kolam renang. Sempat engga yah mandi berendam disitu? Kamarnya besar dan nyaman. Lebih nyaman dari Hardrock yang baru minggu kemarin saya menginap juga disitu.

Tidur nyenyak sampai kayak orang pingsan saking lelahnya. Bangun subuh seperti biasa untuk lanjut tidur lagi dong. Ternyata teman-teman pagi hari sudah siap sarapan karena ingin jalan-jalan ke pantai. Mau belajar surfing katanya. Saya sih mending surfing di kasur saja.

Jelang siang setelah sarapan kita berangkat ke Gelato. Nyoba es yang lagi heits itu. Dan saya kalap untuk coba 3 rasa dan kekenyangan. Untung ada Ariel teman saya yang senang hati membantu untuk menghabiskan. Dari Gelato karena menunggu sore masih lama, kami pergi ke Potato Head Seminyak. Minum cairan kuning dengan es dan ditabur bunga kemboja. Sebelumnya saya tidak pernah berpikir bunga bergetah tersebut bisa aman nyemplung di minuman. Ternyata bunga itu tidak merusak minuman dalam kerang besar berharga di atas hampir dua ratus ribu rupiah sebelum pajak itu.

Berangkat ke daerah GWK jelang sore. Matahari cerah ceria dan udara terasa hangat, Bali selalu dalam cuaca ramah penuh kehangatan setiap saya datang. Katakanlah saya geer tapi bagi saya Bali selalu hangat menyambut seperti kekasih yang lama tidak bertemu.

Di GWK kami berpisah dengan yang lainnya. Ada beberapa panggung disana, jadi menarik untuk pindah-pindah dari satu panggung ke panggung lain untuk menikmati performance band yang menjadi favorit kita masing-masing. Tema yang diusung kali ini adalah United we Loud dengan kombinasi warna-warni yang mengingatkan merk kosmetik jaman dulu, United Colour of Benetton.

Panggung dari A Stage, United We Loud Stage, Burst Stage, dan Slim Refined Stage tertata rapi dengan lighting yang ciamik. Ciamik bukan Ciamis, kalau Ciamis tempat asal orangtua saya. Saya banyak nongkrong di United We Loud, enak soalnya duduk di paving block yang hangat di bokong. Celingukan melihat yang datang menonton yang makin sore makin banyak. Angin berhembus kencang tapi hangat, membuat perut saya yang gampang lapar terasa kembung. Sementara tadi obat penangkal masuk angin saya sudah dibuang petugas karena tidak boleh bawa makanan. Emangnya jamu tolak angin itu jenis minuman apa ya? Aneh deh.

Beberapa video dan foto hasil jepretan saya tampilkan disini, karena visual lebih mudah dinikmati tentunya. .. Voila..

 

 

Read Full Post »

IMG_0652Kota tua Edinburgh di Skotlandia, banyak mengatakan sebagai kota tua tercantik di seluruh Inggris Raya. Walaupun orang Skotlandia ternyata tidak sudi menyebut diri mereka sebagai British, mereka selalu menyebut diri mereka Scottish. Kata pemandu wisata kuburan yang saya dengar ceritanya, itu adalah masalah prinsip.

Menyusuri Edinburgh tidak cukup sehari. Bahkan saya tidak tahu harus berapa hari saking menyenangkannya menyusuri kota tersebut bagi saya, yang mana melihat tumpukan batu atau setangkai bunga saja bisa bikin saya terpesona. Apalagi kota cantik seperti Edinburgh.

Kota Edinburgh terbagi dua bagian yang mudah untuk pemetaan. Old Town dan New Town. Dari namanya saja ketahuan mana yang bangunan baru dan mana bagian dari kota tua peninggalan abad lalu. Kota ini pun dekat dengan teluk sehingga camar-camar banyak beterbangan di antara gedung-gedung melintasi jalan. Hinggap di patung-patung raja yang bercelana ketat itu dan tanpa dosa membuang kotoran di kepala patungnya.

Princess Street yang terbentang panjang dari stasiun kereta sampai terus melewati monumen Skotlandia, taman, dan museum, merupakan jalan yang ramai dengan wisatawan, hotel, dan toko-toko aneka jenis. Juga mall. Primark. Mall standar di UK yang menjual berbagai produk fashion murah meriah.

Banyak spot di Edinburgh dimana kita dapat menemukan pengamen jalanan dengan rok Skotlandia kotak-kotak yang disebut kilt itu dan memainkan alat musik bagpipe yang suaranya mirip terompet orang Baduy. Dimana-mana juga bisa berpapasan dengan sekelompok orang di jam berapapun yang entah pulang dari pesta apa, mabuk dan berteriak-teriak. Ada istilah yang saya temukan di kertas larangan di hotel yaitu ‘No stag and hen party’. Apaan tuh…pesta kijang jantan dan ayam betina? Oh ternyata istilah untuk bachelor dan bachelorette party.

Di bulan Mei yang agak sedikit basah tapi agak dingin dan agak hangat, Edinburgh penuh dengan turis. Harga hotel naik 2 sampai dengan 3 kali lipat untuk week end. Jadi kamar hotel kecil yang biasanya bertarif IDR 1 sd 1.5 juta menjadi hampir IDR 3 sd 4 juta. Ampun dije deh. Di jalan banyak lewat bis model hop and hop yang membawa kita sepuasnya berkeliling kota untuk turun di tempat mana kita suka dan naik lagi di jadwal bis berikutnya yang lewat. Jadi kalau mau naik turun bis seharian juga bisa.

Di siang hari pertama datang, tanpa banyak beristirahat lagi kami langsung berangkat untuk jalan-jalan setelah check in dan ganti pakaian. Karena sana sini pemandangan indah dan enak untuk berjalan kaki, kami berempat berjalan jauh sekali rasanya.

IMG_0620

perut gede. lupa tahan napas

Dari Princess Street melewati taman lalu ke daerah Grass Market, St Giles Cathedral, Cowgate, dan tahu-tahu kami melewati sebuah cafe kecil bernama Elephant Cafe dimana banyak orang berfoto di depan kaca etalase. Saya pun sempat berfoto. Kafe kecil tempat JK Rowling menulis itu tampak menyenangkan. Kafe ini disebutkan sebagai tempat kelahiran Harry Potter. Setelah jauh berjalan kami sampai di University of Edinburgh dengan taman rumput yang luas dan hijau dimana banyak orang sedang berjemur, tiduran, duduk-duduk, bakar-bakar sesuatu mungkin barbeque, baca buku, dan aneka kegiatan lainnya yang bisa dilakukan di lahan luas berumput.

IMG_20170527_185730

Castle Edinburgh yang berdiri kokoh di bukit karang juga sangat menarik untuk dikunjungi. Pawai pria meniup bagpipe dengan pakaian khas dan memakai rok itu tidak boleh dilewatkan! Rugi banget kalau tidak sempat lihat. Dimana-mana kalau ada bubaran pesta atau acara resmi selalu dapat dilihat para pria ganteng memakai rok ini. Kadang atasan pakaiannya model tradisional tapi untuk acara resmi atasannya adalah kemeja dan jas. Dan menurut pegawai toko yang saya tanya, menurutnya dilarang keras pakai celana dalam! Ih, beneran nih? Kan jadi penasaran.

IMG_20170526_215023_BURST9

Makanan khas Scotlandia adalah haggis. Ini adalah cacahan jeroan domba. Rasanya, ya gitu deh. Jangan sampai tidak mencicipinya ya. Robert Burn penyair terkenal bahkan membuat puisi tentang haggis ini. Selain haggis, Scotland adalah negara penghasil whiskey, jadi ada wisata khusus untuk tour ke tempat distilasi whiskey juga. Toko-toko yang menjual aneka jenis whiskey bertebaran di penjuru kota. Menyusuri Edinburgh sungguh tak cukup cuma seminggu.

img_20170526_215259.jpg

 

Read Full Post »

Blogger Apakah Saya?

C360_2014-03-30-16-52-09-320Saya suka puyeng kalau misalnya ada yang minta mengkategorikan blog saya ini blog berjenis kelamin apa. Sejauh ini emang engga ada yang nanya sih. Tapi kalau tiba-tiba ada yang iseng nanya gimana. Gawat kan. Padahal saya sudah lama ngeblog, sejak 2000 tahun sebelum Masehi  tahun 2006 kalau tidak salah. Edun kan, mungkin saya bisa dikategorikan memfosil. 

Tapi sejauh ini saya tidak tahu blog ini apakah masuk kategori blog jalan-jalan, blog makan, blog curhat, atau blog fesyen. Saya suka asik aja gitu kalau liat blog punya orang lain. Keren-keren jeh!

Ada Travel Blogger, banyak malah yang udah bikin buku. Ada Food Blogger, yang ini nih yang selalu bikin laper. Juga Fashion Blogger yang masih pada remaja yang nulisnya tapi kreatif banget. 

Halah. 

Da saya mah apa atuh. 

Apakah ada judul khusus buat blog gado-gado? Soalnya saya senang menulis apa saja yang menurut saya menarik. Masa kudu bikin satu blog untuk satu topik. Satu biji blog aja lieur, gimana kalau harus mengelola banyak blog. Mending kalau bahan tulisannya banyak, ini kan byar pet kayak kasus PLN di Medan.

Kadang ada ide, kadang padam. Malah banyakan padamnya. 

So..is anyone can help me?

 

Read Full Post »

Annyeongsehayo!

Touch Korea Tour dan Buzz Korea yang diselenggarakan oleh Korea Tourism Organization Indonesia adalah program promosi wisata Korea Selatan. Saat ini Korea Tourism Organization (Indonesia) atau disingkat KTO menyelenggarakan lomba penulisan blog dengan berbagai tema namun merupakan bagian tak terpisahkan dari program promosi tempat wisata Korea Selatan.  Promosi tempat wisata Korea Selatan ini adalah sebagai efek dari Gelombang Korea, atauHallyu (Korean Wave),  seringkali disebut juga Korean Fever atau Demam Korea. Dimana awalnya adalah maraknya Korean Pop atau K-Pop dan program entertainmen berupa Film dan Drama Korea, yang sangat diminati dan digemari berbagai bangsa di berbagai belahan dunia, menjadikan banyaknya minat yang tertuju kepada budaya dan bahasa Korea, serta tempat-tempat di Korea Selatan khususnya sebagai  tujuan dari paket tour dan wisata Korea. Posting blog ini ditujukan sebagai keikutsertaan program Touch Korea Tour. Dapat pembaca baca selengkapnya di halaman Facebook dari Korean Tourism Organization (Indonesia)Yuk ikutan yuk!!

Ini adalah bagian kelima dari tulisan saya dalam program Touch Korea Tour. Dan tulisan saya terakhir dalam keikutsertaan saya dalam lomba menulis dalam event Touch Korea Tour yang diselenggarakan Korean Tourism Organization Indonesia (KTO). Karena membuat rencana itu sesuatu yang harus dipikirkan mateng-mateng, pertama-tama saya akan tidur dulu dengan nyenyak dan bahagia sebelum membuat perencanaan ini. Karena tidur nyenyak akan membuat saya fresh dan siap membuat rencana-rencana. 

Nah pagi ini setelah tidur nyenyak dengan baik dan berkualitas, saya memikirkan rencana promosi Korea dimana semisalnya saya adalah anggota Tim Pengalaman Touch Korea Tour ini sebagai berikut:

Rencana Promosi Korea Selatan

Saya mengikuti pola pemikiran yang awalnya dicetuskan oleh Hermagoras Temnos. Siapa tuh? Itu tetangga saya yang suka jualan kue pancong.  Hehehe bukan sih, dia adalah orang Yunani jaman kuno,  tapi bukan sodaraan dengan Phytagoras. Walaupun namanya mirip.  Beliau mendefinisikan seven “circumstances” (μόρια περιστάσεως ‘elements of circumstance’. Quis, quid, cur, quomodo, ubi, quando, quibus auxiliis (Who, what, whyhowwhere,when, with what).  Mungkin tujuh kebanyakan. Sekarang lebih dikenal sebagai Lima W Satu H. What and Why and When and Where and Who and How.

Jadi kesatu, What. Apa sih rencana saya. Jawabannya Promosi Korea Selatan. Kedua, Why -kenapa? Karena saya keren. Eh bukan, karena Korea Selatan itu indah dan keren dan saya suka untuk mempromosikannya sebagai pertukaran kunjungan wisata ke Indonesia yang juga indah dan tak kalah keren. Apa yang akan saya promosikan? Banyak. Sejarah, budaya, adat istiadat, pemandangan alam atau panorama indah Korea Selatan, wisata kuliner Korea, fashion, K-pop, drama Korea, pelem Korea dan shopping dan art market di Korea Selatan, bahkan mungkin promosi operasi plastik di Korea Selatan, katanya murah lho. Banyak sekali bahan-bahan promosi Korea. Ibaratnya mempromosikan seorang cowok cakep, akan lebih mudah dipromosikan dibanding dengan cowok dengan wajah yang kurang bagus dan tak pernah tersenyum. Ngilu kalau mikirin cara promosi sesuatu yang sulit dipromosikan. Perjalanan saya ke Korea juga, nah ini dia, ini akan jadi cerita yang saya jadikan tonggak sejarah dalam apa yang akan saya canangkan dalam program blogging mengenai Wisata Korea Selatan ini. Nantikan kejutannya ya…ya entar ya, kalau saya kepilih.

Lalu When -kapan saya akan mempromosikan Korea Selatan? Jawabannya: sudah saya promosikan dari dulu tanpa sengaja

Akang Kasep pujaan Eneng

dalam blog ini, dikarenakan saya suka akan produk dan budaya Korea Selatan, juga musiknya yang unik, dan dramanya yang banyak menayangkan aktor yang cakep-cakep dan bikin kepala kleyengan. Dan selanjutnya dan seterusnya akan saya promosikan Korea Selatan ini secara kontinyu (menang tidak menang saya akan tetap menulis apa yang saya suka tulis tentang Korea).

Lalu untuk Where. Dimana. Di blog. Blog saya ada beberapa, kebanyakan yang gratisan (blogspot, blogdetik, wordpress, kompasiana, dagdigdug, mypulau dari Telkomsel) dan juga ada yang bayar domainnya. Blog saya yang paling ngetop ya yang ini (ngetop kok, beneraaan, cek aja pageranknya, yah jujur sih ga ngetop-ngetop banget soalnya yang komen suka dikit, pada pemalu kali kalo ngasih komen). Tapi yang paling keurus sih yang blog miramarsellia.com ini. Lalu saya akan promosi di Facebook. Di Twitter, didaftarkan ke Blog directory list. Lalu di…dimana lagi ya? Dan lain-lain di media online lainnya.  Misalnya di grup Blackberry. Line di Android. Apa lagi ya? Oh ya Youtube juga. Disana saya akan upload video-video perjalanan saya ke Korea, untuk mempromosikan Korea Selatan dengan visualisasi yang lebih hidup.

Soal Who, siapa. Siapa sih sasaran yang akan saya promosikan ini. Orang-orang macam apa. Usia berapa. Kalangan seperti apa.  Penentuan kriteria ini akan menentukan bagaimana penyajian promosi saya, bahasa yang akan saya gunakan untuk promosi di blog, dan keyword-keyword yang tepat untuk niche, atau target market yang saya tuju. Saya engga akan mempromosikan fashion dan accessories Korea yang girly ke teman-teman saya penggemar motor Harley misalnya. Lagian saya memang tidak punya teman-teman penggemar motor Harley Davidson sih. Intinya saya akan menyesuaikan apa-apa yang sedang trend dan digemari dalam Gelombang Korea atau Hallyu ini, untuk menarik hati orang-orang yang membaca apa yang saya promosikan lewat blog dan jejaring sosial, dengan cara yang keren dan ngepas (uhuk), untuk orang-orang atau kalangan yang tepat dengan minat yang sesuai dengan apa yang saya sajikan.

Cherry Blossom South Korea

Sekarang menginjak pada bagaimana. Bagaimana cara saya mempromosikan Korea ini. Melalui blog dan Social Network Services (SNS). Bagaimana sih cara promosi lewat blog dan SNS?  Bagaimana cara membuat pembaca, teman di Facebook dan follower SNS agar tertarik? Bahkan bagaimana cara membuat orang yang tidak dikenal ikut tertarik?. Saya akan membuat tulisan di blog dengan cara yang enak dibaca oleh pemirsa sekalian (emang radio RRI). Sehingga yang baca ga pusing mencari informasi, dan mendapatkan apa yang mereka cari dari internet di blog atau media sosial yang saya jadikan alat untuk promosi dengan tepat dan berguna serta puas dengan informasi yang mereka dapatkan. Saya pun akan menjalin hubungan baik dengan teman-teman saya yang bekerja di Agency Tour and Travel, siapa tau ada promosi diskon Paket Tour Travel Hemat ke Korea Selatan yang dapat saya informasikan di blog saya dan jejaring sosial yang saya gunakan. Kalau saya sampai terpilih ikut jadi tim pengalaman Touch Korea Tour ini, tentu saja pengalaman saya disana akan jadi bahan-bahan yang bagus yang akan saya gunakan untuk promosi Wisata Korea Selatan ini.

Annyeongsehayo!

gambar Cherry Blossom dari TravelskyLine

Read Full Post »

Musik Siang-siang

Biasanya saya di kantor jarang mendengarkan musik. Bukannya tidak suka, dan bukannya belagu (oke deh..sedikit belagu), soalnya suka mendadak dangdut. Maksudnya mendadak sibuk. Tiba-tiba ditelepon user, ditelepon vendor, ditelepon boss (ini dia yang paling bikin heboh dan kalang kabut), atau ditelepon anak-anak untuk urusan yang rupanya penting sekali buat mereka (tapi beneran sebenernya ga penting, misalnya: rebutan shampoo). Jadi urusan menikmati musik kadang terganggu banget. Saya seringkali memandang sedih harddisk berisi lagu-lagu saya. Kalau Ipod kan sekarang saya ga punya, sudah diembat dua anak saya yang beberapa tahun ini pindah kasta, dari anak kecil menjadi abege.

Hari ini setelah hampir berbulan-bulan hanya menikmati musik dari PC tetangga sebelah. Oh ya mereka cukup variatif, ada yang sangat suka menyetel lagu Sunda degung, lagu-lagu lama seperti Panbers, dengan tiba-tiba diselingi musik Senam Pagi Indonesia. Bisa ditebak kan usia teman saya ini? Lalu ada PC sebelah lagi yang bener-bener menyetel satu lagu itu saja (lagunya Vierra pokoknya mah) padahal dia cowok, dari pagi sampai pulang, sampai kadang saya matiin saja kalo orangnya meleng saking kalutnya saya mendengar lagu itu-itu saja dari pagi jedur sampai sore jeder. Begitulah, kantor kami Telkomsel Regional Jabar ini, memang berisi orang-orang unik yang sangat menarik. Kapan-kapan saya cerita deh satu-satu.

Jam istirahat siang ini orang-orang pada keluar makan siang, jadi saya menyetel lagu sambil kerja. Rasanya nikmat banget yah kalau udah lama engga menikmati sesuatu yang kita suka. Tapi karena saya takut selera musik saya engga sejalan, jadi saya menggunakan earphone saja biar damai. Lagu-lagu yang saya putar adalah Queen, entah kenapa Freddie Mercury selalu membuat saya terharu. Lalu U2, lanjut ke Van Halen, karena Van Halen selalu bisa bikin saya pingin lompat-lompat di meja kerja saya.

Ini dia lirik lagu Under Pressure – Queen, enak banget disetel kalau kita lagi banyak kerjaan yah?

Mm ba ba de
Um bum ba de
Um bu bu bum da de
Pressure pushing down on me
Pressing down on you no man ask for
Under pressure – that burns a building down
Splits a family in two
Puts people on streets
Um ba ba be
Um ba ba be
De day da
Ee day da – that’s o.k.
It’s the terror of knowing
What this world is about
Watching some good friends
Screaming ‘Let me out’
Pray tomorrow – gets me higher
Pressure on people – people on streets
Day day de mm hm
Da da da ba ba
O.k.
Chippin’ around – kick my brains around the floor
These are the days it never rains but it pours
Ee do ba be
Ee da ba ba ba
Um bo bo
Be lap
People on streets – ee da de da de
People on streets – ee da de da de da de da
It’s the terror of knowing
What this world is about
Watching some good friends
Screaming ‘Let me out’
Pray tomorrow – gets me higher high high
Pressure on people – people on streets
Turned away from it all like a blind man
Sat on a fence but it don’t work
Keep coming up with love
but it’s so slashed and torn
Why – why – why ?
Love love love love love
Insanity laughs under pressure we’re cracking
Can’t we give ourselves one more chance
Why can’t we give love that one more chance
Why can’t we give love give love give love give love
give love give love give love give love give love
‘Cause love’s such an old fashioned word
And love dares you to care for
The people on the edge of the light
And love dares you to change our way of
Caring about ourselves
This is our last dance
This is our last dance
This is ourselves
Under pressure
Under pressure
Pressure

Read Full Post »

Horeee saya pulang pake travel

Setelah pagi yang penuh tragedi dalam perjalanan Bandung Jakarta yang full music dangdut koplo dan dijahili anak perempuan nakal berkaki kurus panjang -mirip banget dengan gambaran Pippi Langstrump-nya Astrid Lindgren. Tapi Pippi Si Kaus Kaki Panjang mah ada lucu-lucunya paling tidak. Ini mah -for God sake, sumpah henteu.

Maka dari itu, in the name of all holy things, good and pure in this world, untuk kebaikan jiwa saya di kemudian hari, maka saya memutuskan naik travel pulang nanti dari kidzania. Anak saya tidak keberatan, toh kami memang naik bus yang berbeda.

Rombongan ibu-ibu melanjutkan perjalanan ke Ancol. Katanya akan berenang. Saya agak tidak enak hati juga engga ikut sama mereka. Apalagi saya dijanjikan semur jengkol kesukaan saya. Hati saya sempat tergetar karenanya. Dengan segala jurus basa basi saya melompat dari bis dan menghambur ke Pacific Place. Untuk satu tujuan. Kopi. Gosh, i really need it! Sakaw gini kali ya rasanya.

Di lift ada sepasang bule perancis. Si wanita cantik sekali, tinggi langsing, rambut panjang, pakaian seluruhnya hitam dan chic. Tau darimana saya mereka wong perancis? Soalnya mereka ngomong bahasa perancis. Saya yang bercelana jins pudar, kemeja flanel kotak, dan bersandal cepit, ransel kumal berisi selimut, merasa tubuh saya mengecil dan mengkerut. Mungkin ini yang dinamakan minder berdiri disebelah makhluk cantik. Gimana coba kalau saya sebelahan dengan Monica Belucci. Mungkin saya akan mengubur diri saya seperti binatang undur-undur.

Setelah segelas kopi, sepotong ayam, seporsi broccoli potato cheese dan salad -ya saya lapar!- setelah menemukan anak saya kemudian saya…..tidur di Mushalla.

Read Full Post »

Tautan 8

Saya dapat tautan ini dari Dodi, berhubung saya emang narsis, dan senang bercerita dan mengagumi  diri sendiri (percayalah, saya memang begitu orangnya), untuk itu saya dengan senang hati menuliskan 8 hal tentang diri saya. Tautannya sih sudah lama. Sekitar lebih dari satu tahun lalu. Maafkan saya ya Dod, saya emang blogwalker kambuhan, saya bisa berminggu-minggu baca blog teman-teman satu persatu. Lalu bisa jadi berbulan-bulan tidak pernah baca blog. Dilanjutkan tidak pernah buka facebook, tidak pernah main game. Lalu bisa jadi berminggu-minggu, berbulan-bulan saya main game Simssocial. Itu terus tiap pagi tiap malam, bahkan di kamar mandi. Lalu tiba-tiba berhenti, lalu ganti jadi hobi masak, menyulam dan berkebun. Begitulah. Jangan pernah mengerti kebiasaan saya dan hobi saya. Orangtua saya pun tidak mengerti. Begitupun diri saya sendiri. Manusia memang multi dimensi. Mari kita bersama-sama pahami itu. Amin.

Pertama. Saya cantik. Oke, oke. Saya memang jerawatan. Terus kenapa? Tetap saja saya cantik. Saya juga tidak tinggi. Tapi kan saya juga engga bercita-cita jadi model. Terus saya berkulit putih, walau tidak bisa dikatakan bersih. Saya memang pernah panuan, bahkan kena kurap. Tapi itu kan manusiawi. Saya menggunakan salep kulit cap kaki tiga atau kalpanax kok untuk mengobatinya. Rambut saya juga bagus, setidaknya walau ketombean sekali-kali, itu untuk tetap menjaga kecantikan saya tetap membumi. Down to earth, begitu selalu nenek buyut saya bilang. 

Kedua, saya anak pertama. Cikal. Artinya ya Licik ya Nakal. Kondisi lahir sebegai anak pertama memungkinkan saya memiliki akses tidak terbatas untuk memalak adik-adik saya sewaktu kami masih bersekolah dulu.  Segi positifnya, adik-adik saya mengenal bahwa dunia luar itu kejam. Seperti lagu Mr Big, Wild World. Oh baby baby it’s a wild world It’s hard to get by just just upon a smile… Saya mengenalkan kekerasan dari usia dini kepada adik-adik saya, terbukti mereka tumbuh menjadi manusia-manusia yang tegar saat ini. 

Ketiga, saya tidak suka baca tipi dan nonton berita. Saya ngeri baca soal korupsi dan langsung mules kalau nonton sinetron. Tapi saya suka baca komik dan nonton film. Komik favorit saya, Dora Emon. Film favorit saya, semua film yang menurut saya bagus. Avatar-nya James Cameron saya nonton lebih dari 10 kali. Tenang pemirsa, belum ngalahin banyaknya saya nonton Star Wars dan God Father. Sudah tak terhitung berapa kali. Saya juga hobi baca buku yang sama berkali-kali. Misalnya Memoirs of Geisha, Gone with the Wind, Harry Potter, adalah buku yang saya baca berulang-ulang. Tak terhitung. Saya suka menghapal quote dari film dan buku. Saya juga senang menghapal latin quote, walau tidak tahu artinya apa.  Cuma biar kelihatan keren saja sih niatnya.  

Keempat, saya sering ketauan teman saya kalau sedang ngupil. Damn. 

Kelima, saya senang bernyanyi Qasidahan kalau sedang sendiri. Juga saya senang menyenandungkan lagu-lagu Meggy Z, saat saya merasa diri saya sedang sendu dan dirundung kesedihan.  Menurut ibu saya, saya tidak jujur pada diri sendiri. Sering bilang tidak suka Rhoma Irama, kenyataan menunjukkan saya hapal lagu-lagunya. 

Keenam, saya pernah naksir berat Flash Gordon waktu kecil dulu. Saya menangis waktu dia ditawan Kaisar Ming. Dan sampai sekarang saya masih trauma mengingat tebalnya bulu ketek Flash Gordon waktu tangannya dirantai keatas sehingga ketiaknya terekspose. Dan saya masih sangat suka lagu Flash  yang diciptakan Freddie Mercury pentolan Queen itu.

Ketujuh, saya senang makanan apa saja. Yang penting makanan yang bisa dimakan. Saya tidak punya makanan favorit. Saya tidak bisa memilah enak mana: semur jengkol atau lamb chop saus barbeque. Cemilan favorit saya di kantor, daun-daunan lalapan dari meja makan. Dibilang mirip kambing membuat saya bangga. Itulah saya.

Kedelapan, saya terobsesi baca sejarah British Kingdom dan Sundanese Kingdom. Dan keinginan saya akhir-akhir ini ingin kuliah lagi jurusan Sejarah dan Seni. Tapi sepertinya membaca saja saya sulit.  Eh. Ya gitu deh, manusia kan boleh saja berandai-andai. Kalaupun saya punya keinginan ingin keliling dunia, juga memelihara kambing dan mengembangbiakkan kalong untuk menambah jumlah populasi kalong di situ Panjalu dan Astana Gede Kawali kan sah-sah saja. Lagipula memang sepertinya populasi kalong disana mengalami penurunan yang sangat drastis akibat perubahan alam dan campur ulah manusia. Hiks.

Demikian Tautan 8 saya kali ini. Nantikan Tautan-tautan saya berikutnya. Ciao.

 

Read Full Post »

Baca kata Koreaan pada judul di atas itu bukan Koreaaaaan dengan a panjang, tapi di penggal seperti ini : Ko-rea-an. Tambahan an pada suatu kata benda dalam bahasa Sunda  memberikan arti “berbau” atau dalam bahasa Inggris mungkin “get into”. Mungkin yah ini hanya mungkin saja. Kan saya pun bukan ahli linguistik. Hanya kesurupan sesaat soal penelaahan bahasa. Nah, kembali pada bentukan an tadi, kalau di depan kata bendanya ditambah lagi satu suku kata yang berulang dari suku kata awal, misalnya Kokoreaan, maka artinya berusaha atau berpura-pura atau bertingkah laku ala Korea. Itu masih pendapat dan karangan saya saja ya. Benar atau tidak, entahlah. Jadi untuk awalan dan akhiran ini, kita bisa membuat kata seperti ini dalam bahasa Sunda : “Make topi Memeksikoan” ini artinya adalah “Memakai topi ala Meksiko”.  Atau kembali soal Korea, misalnya “Berdandan Kokoreaan”. Artinya berdandan ala Korea. Tapi kalo kita menggunakan bentukan ini pada kata benda “meja” lalu kita mengatakaan “memejaan” artinya bukan berarti ala meja, memejaan artinya meja bohong-bohongan alias palsu. Ini tidak berlaku pada kata “Bogoh” yang berarti “Cinta” karena “bobogohan” bukan berarti “cinta palsu-palsuan” arti Bobogohan adalah Pacaran. Bagaimana? Sudah cukup bingung? Kalau sudah, akan saya sudahi bahasan bentukan kata yang memusingkan ini.

Rasanya dimana-mana sekarang orang ramai membicarakan segala-gala yang berbau Korea. Film drama Korea, pakaian ala Korea, Boyband dan Girlband Korea, potongan rambut Korea. Makanan Korea. Eh emang baru sekarang gitu? Rasanya dari sedari dulu kedekatan kita dengan produk bangsa Korea ini sudah ada. Misalnya emmm…Taekwondo? Taekwondo pan dari dulu sudah jadi olahraga yang sering diikuti oleh pemuda pemudi kita sedari dulu. Oh ya kalau pengen kurus ikutlah olahraga Taekwondo. Anak saya yang tadinya bulet tembam sekarang turun 10-12 kg setelah ikutan latihan Taekwondo selama 4-5 bulan. Tapi saya tidak jamin ya soal penurunan berat badan ini. Karena jaman saya masih unyu-unyu dulu, ikutan Taekwondo malah naik berat badan sekitar 8 kg. Anomali. Tapi mungkin kebanyakan makan nasi goreng berlemak di warung sebelah gedung latihan ketimbang latihannya. Selain olahraga, restoran Korea, dari dulu juga sudah banyak. Oke deh kalo banyak mah tidak. Tapi saya ingat dulu waktu saya masih SMA, di Jl Setiabudi Bandung, ada restoran Korea berjudul Gang Gang Sulai. Dan saya belum pernah makan disana sekalipun. Ngeri. Takut mahal. Dulu saya engga berani menggadaikan KTP kalau ternyata uang yang saya bawa kurang untuk bayar. Sampai sekarang juga ga berani sih kalau menggadaikan KTP. Kalau menggadaikan teman mah boleh deh.

Sebenarnya saya mau nulis apa ya di posting blog ini. Terus terang lagi tidak ada ide. Hanya karena bengong di rumah sendiri menunggu anak-anak pulang latihan Taekwondo dan suami yang malam-malam begini belum pulang kerja. Emang kalau sesuatu itu jangan dipaksakan. Nanti hasilnya kayak poni Andika Kangen Band, udah tau ga pantes. Maksa.  Oh ya soal masalah Korea ini, saya waktu kecil bertetangga sebelah rumah dengan keluarga Korea, dan keluarga Jepang. Yang Korea punya anak perempuan bernama Co Nga, dan yang Jepang punya anak kembar bernama Reiyo dan Akira. Mereka semua sebaya. Tapi jarang dibolehkan main sama saya. Soalnya saya selain nakal juga suka jahil mungkin. Belum lagi  saya dekil. Kalau kata bahasa Sunda, istilahnya adalah “caludih”. Dekil mendekati jorok. Hehehehe. Ini foto saya dengan anak-anak tetangga. Lihat saja yang paling kucluk. Itulah saya.

 

 

 

 

 

Read Full Post »

Older Posts »

%d bloggers like this: