Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Wisata’ Category

Apa yang tebersit di benak Anda ketika mendengar tentang Yogyakarta? Pastinya, gambaran kawasan ini lebih dari sekadar indah dan sarat budaya. Banyak kata yang bisa melukiskan Jogja. Misalnya; Jogja itu rindu, kenangan, dan keromantisan.

Rindu, seolah ingin kembali untuk menikmati nuansa hangat di Yogyakarta. Kenangan; mungkin ada selembar kisah masa lalu tak terlupakan di sana. Keromantisan; ini yang dirasakan setiap detik ketika berada di kota seribu pantai. Bahkan, menjelang malam hari, sisi romantis Jogja semakin terlihat.

Lalu, adakah tempat wisata malam di Jogja? Sekali lagi, Yogyakarta itu komplet. Mulai dari rekreasi pegunungan, pantai, hingga perkotaan. Berikut ini rekomendasi tempat yang bisa dikunjungi saat malam hari.

1.       Bukit Bintangyogya

Sumber : naradatour.com

Objek wisata Bukit Bintang berjarak 30 km dari pusat kota. Tempat ini dapat ditempuh dengan berkendara selama 60 menit. Kawasan tersebut menyajikan pemandangan lautan lampu dari ketinggian 150 meter di atas permukaan laut. Pengunjung bisa menyaksikannya ketika malam hari sambil duduk di kursi berbahan beton.

2.       Alun-Alun Kidul

Alun-alun kidul terletak di belakang Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Saat malam hari, alun-alun disulap menjadi tempat wisata yang asyik. Banyak orang mengunjungi kawasan tersebut untuk sekadar berkumpul, menyewa mobil kayuh, atau mencicipi kuliner khas Jogja.

3.       Taman Pelangi Monjali

Anda ingin melihat pelangi di malam hari? Cobalah mengunjungi Taman Pelangi Monjali. Kawasan wisata ini berlokasi di Jalan Lingkar Utara, Yogyakarta. Untuk memasuki area, setiap pengunjung harus membeli tiket senilai Rp10.000 per orang.

4.       Titik Nol Kilometer

Titik nol kilometer merupakan denyut jantung Jogja sekaligus tempat wisata malam yang paling berkesan. Area ini menawarkan pemandangan gedung-gedung tua bergaya art deco. Selain itu, pengunjung bisa mencicipi aneka jajanan tradisional dan alunan musik di sana.

5.       Sindu Kusuma Edupark

Sindu Kusuma Edupark adalah kawasan wisata yang menghadirkan berbagai jenis permainan di wahana luar ruangan. Mulai dari kincir ria, segway, trampolin, bumper car, kereta, hingga komidi putar. Ada pula wahana di dalam ruangan, seperti Teater 7 Dimensi, Tengoro Budoyo, dan Kampung Seni.

6.       Plengkung Gading

Plengkung Gading berada satu lokasi dengan alun-alun kidul di Keraton Ngayogyakarta. Bentuknya berupa tembok yang difungsikan sebagai benteng keraton. Bagian atas bangunan ini digunakan untuk area berkumpul pengunjung. Mereka harus melewati anak tangga supaya mencapai tempat tersebut.

7.       Malioboro

Malioboro merupakan nama sebuah jalan di jantung Kota Jogja. Kawasan tersebut menjadi pusat perbelanjaan favorit para wisatawan lokal maupun mancanegara. Bahkan, ketika malam hari, Malioboro tak pernah sepi. Tempat ini dijadikan sentra kuliner, pertunjukan seni, serta area pertemuan. Selain itu, pengunjung bisa menyewa delman atau becak untuk mengelilingi Malioboro hingga alun-alun keraton.

8.       Pasar Seni Gabusan

Pasar Seni Gabusan adalah sentra perdagangan kerajinan tangan terbesar di Yogyakarta. Lokasinya di Jalan Parangtritis, Bantul. Di pintu masuk pasar terdapat replika pesawat dan gong. Saat malam hari, replika tersebut menjadi spot paling menarik untuk berfoto. Tak hanya itu, Pasar Seni Gabusan kerap kali digunakan sebagai tempat penyelenggaraan perhelatan besar, seperti Bantul Expo dan upacara sekaten.

Itulah delapan tempat wisata di Yogyakarta yang paling ramai ketika malam hari. Jika memerlukan tempat menginap, Anda bisa mencari hotel murah di Jogja. Untuk menemukan referensi terbaik, silakan kunjungi situs web Airy Rooms.

Airy Rooms menyediakan kamar hotel bertarif ramah kantong. Setiap kamar dibekali tujuh fasilitas wajib, seperti televisi, AC, pancuran air hangat, perlengkapan mandi, air minum kemasan, sambungan WiFi gratis, dan tempat tidur bersih. Nah, mengenai transaksi pembayaran, bisa menggunakan Mobile Banking, lewat gerai Indomaret, atau kartu kredit. Praktis, kan? Jadi, kapan liburan ke Jogja?

Minggu depan saya akan pergi ke Yogya.. nantikan kisah seru saya selanjutnya yaa….

 

Advertisements

Read Full Post »

Menjadi salah satu hewan terlucu di dunia, cukup banyak orang yang memiliki impian bertemu panda. Saking terkenalnya hewan ini, beragam koleksi boneka ataupun aksesoris berbau panda sangat diminati oleh sebagian besar orang. Intinya, ikonik banget deh! Jadi, kalau kamu punya kesempatan mengunjungi Negeri Tirai Bambu alias China atau Tiongkok, yuk, jangan lupa mengunjungi penangkaran Panda. Sekarang makin gampang untuk sampai ke negeri ini karena sudah ada China Airlines yang sediakan maskapai penerbangan dengan harga terjangkau.

panda

via: chinadiscovery.com

Jalan-jalan ke Chengdu China untuk Kunjungi Penangkaran Panda

Sebenarnya tidak hanya di Chengdu saja sih, China punya beberapa tempat penangkaran panda di beberapa provinsi lainnya. Akan tetapi, salah satu tempat yang paling populer adalah Panda Base Chengdu, China. Bagaimana sih tempatnya dan bagaimana cara ke sana?

Berada di provinsi Sichuan, kota Chengdu cukup mudah untuk dicapai. Dari Indonesia sendiri sudah terdapat maskapai langsung ke Chengdu atau bisa pula transit dan rute pulangnya menggunakan maskapai China Airlines. Sementara itu, lokasi penangkaran panda berada sekitar 10 km saja dari pusat kota. Alamatnya berada di Nothern Suburb, tepatnya Panda Base Road no. 26. Di kawasan ini terdapat penangkaran, laboratorium serta museum panda. Oh ya, asyiknya di kawasan ini adalah sekelilingnya asri dan tenang. Sebagai informasi, masuk ke kawasan ini bisa bayar tiket dengan sejumlah biaya sekitar 58 CNY jika belum naik atau berkunjung bersama grup karena harganya akan lebih murah lagi. Jadwal buka dari jam 8 pagi sampai dengan 6 sore.

panda1

via: chinadiscovery.com

Di Panda Base Chengdu terdapat dua jenis panda yaitu Giant Panda yaitu panda yang biasa kamu kenal dengan karakteristik warna bulu hitam-putih dan Red Panda yakni hewan langka panda merah berukuran lebih kecil daripada Giant Panda serta memiliki ekor panjang. Wah, baru tahu, ya, ada Red Panda?

panda2

via: weekendnotes.com

Tempat penangkaran panda disana juga didesain dengan konsep menggemaskan. Kandang Giant Panda dan Red Panda tersebar di berbagai sudut. Kandang-kandang tersebut dibentuk menyerupai rumah-rumah buatan seperti goa dengan banyak pintu dan jendela. Di bagian halamannya disediakan bilik-bilik bambu bersamaan dengan potongan bambu muda yang memang sengaja ditaruh disana agar mudah dimakan oleh panda. Tingkah polah panda-panda tersebut sangat menggemaskan! Namun, berbeda dengan Red Panda yang cenderung lebih aktif di siang hari, Giant Panda lebih sering beristirahat sehingga bisa jadi tidak terlihat oleh pengunjung.

Kamu bisa menelisik lebih jauh lagi ke kandang-kandang anak panda yang dikarantina di kandang kaca yang ditutup gorden. Ada juga yang dikandang di tempat teralis besi. Lucu! Anak-anak panda tersebut bermain mainan anak-anak seperti misanya kuda-kudaan dari bahan plastik dan lainnya. Hihihi. Meski terkesima dengan tingkah-polah lucu dari panda-panda ini, kamu dan teman-teman sebaiknya tetap tenang dan tidak berisik, ya. Petugas bakal menegur kalian kalau dianggap mengganggu para panda yang ada di penangkaran.

Juga Kunjungi Tempat Lainnya di Chengdu!

panda4

via: chinadiscovery.com

Selesai melihat-lihat panda, saatnya kamu kunjungi bagian lain dari Panda Base ini, seperti misalnya museum atau laboratorium. Di luar objek wisata ini, ada banyak lagi spot wisata menarik lainnya di Chengdu. Jadi, pastikan kamu sediakan waktu beberapa hari disana. Jika memungkinkan sediakan waktu lima atau enam hari. Contohnya saja, ada Dujiangyan yaitu sungai irigasi yang sudah dibangun sejak 256 SM. Lalu ada pula situs sejarah Jinsha hingga wisata alam Gunung Qingcheng serta beberapa wisata religi. Sedikit tips lagi bagi yang ingin jalan-jalan ke Chengdu China, sebaiknya berangkat sekitar September atau Oktober karena saat itu merupakan peralihan dari musim panas ke gugur. Mulai sekarang bisa cek tiket China Airlines buat tahun depan, ya!

 

Read Full Post »

Kota Kembang julukannya, Bandung adalah salah satu destinasi yang populer untuk dituju ketika liburan. Selain dimanjakan oleh tempat-tempat wisatanya, para pelancong juga dimanjakan oleh kulinernya. Mulai dari tempat makan kaki lima hingga resto-resto mewah tersebar banyak menambah ramai variasi kuliner di kota ini.

Biasanya, warga Bandung atau wisatawan menikmati jajanan Bandung di alun-alun. Letaknya tepat di sebelah Masjid Agung Bandung. Keadaan yang ramai dan banyak terdapat pedagang makanan menambah asyik suasana nongkrong atau bersantai, apalagi di sore hari.

Selain bersantai, pelancong juga bisa menikmati suasana kota Bandung dari atas, karena terdapat dua menara berlantai 19 yang mengapit Masjid Agung Bandung. Menara ini biasanya dibuka hari Sabtu dan Minggu, dan keindahan Kota Bandung akan terlihat 360 derajat jika dilihat dari atas menara ini.

mesjid

Suasana alun-alun dan Masjid Agung Bandung (gulalives.com)

Jika ingin menikmati liburan seru dengan wahana bermain, Bandung juga memiliki wahana hiburan yang populer di Trans Studio Bandung. Berbagai macam tempat bermain, seperti jet Yamaha racing Coaster, ayunan Giant Swing, Negeri Raksasa yang tinggi dan putaran Vertigo siap memacu adrenalin pengunjung. Letaknya tidak jauh dari alun-alun.

Beralih dari Trans Studio, tempat lain yang terkenal dan sering dikunjungi adalah Lembang. Di Lembang terdapat Farm House, yaitu tempat yang menawarkan konsep Eropa Klasik mulai dari peternakan, perkebunan dan desa kurcaci. Di daerah ini juga pengunjung bisa menikmati kuliner tahu susu Lembang yang sangat enak dengan harga yang terjangkau.

hobbit

Rumah kurcaci di Farmhouse Lembang (merdeka.com)

Sebagai salah satu kota yang sering dijadikan tujuan wisata, tentu Bandung memiliki banyak penginapan di area pusat kota dan sekitar obyek wisatanya dengan harga jujur dan termurah.Salah satu hotel yang akan memanjakan pengunjungnya dengan wisata kulinernya adalah Hotel Harris Bandung, karena menu-menunya yang beragam mulai dari nasional hingga internasional.

Selain makanan dan tempat wisata, Bandung juga dipenuhi dengan tempat-tempat perbelanjaan fashion. Salah satu tempat belanja yang cukup terkenal di Bandung adalah di sepanjang Cihampelas. Pengunjung akan dimanjakan oleh FO yang menawarkan produk-produk fashion yang hits. Pengunjung juga bisa berbelanja sambil menikmati aneka jajanan karena di sepanjang jalan terdapat banyak pedagang jajanan ataupun tempat makan.

Tempat wisata lain yang tidak boleh dilewatkan jika berkunjung ke Bandung adalah Sendang Geulis Kahuripan. Tempat ini sedang naik daun karena di sini terdapat mata air yang sangat bening dan jernih. Suasananya di pedesaan, sehingga udaranya masih sangat terasa sejuk dan jauh dari hiruk pikuk kota.

Wisatawan biasanya selfie atau narsis sambil menyelam di dalam air. Airnya yang jernih membuat spotnya terlihat indah hingga dasarnya dapat terlihat.

sendang-geulis

Air yang jernih di Sendang Geulis Kahuripan (blog.reservasi.com)

Masih berhubungan dengan alam, Bandung memiliki dua kawah favorit wisatawan, yaitu kawah putih Ciwidey dan kawah Gunung Tangkuban Perahu. Kalau kawah putih memiliki keunikan berupa tanahnya yang berwarna putih karena memiliki kandungan belerang dan airnya yang suka berubah warna, sedangkan Tangkuban Perahu memiliki dinding kawah yang unik dan eksotis.

Tidak jauh dari Ciwidey, terdapat hamparan kebun strawberry yang indah dan memikat mata. Pengunjung bisa berjalan-jalan sambil foto-foto, bahkan bisa memetik buah strawberry langsung lho di sini. Kemudian buahnya ditimbang dan harus membayar sesuai dengan berat strawberry yang dipetik untuk bisa membawa pulang buahnya.

starwberry

Kebun strawberry Ciwidey (waterwaterfall.blogspot.com)

Bandung juga punya tempat wisata budaya, namanya Saung Angklung Udjo. Yaitu tempat pelestarian Angklung dan budaya Sunda. Pengunjung dapat juga menikmati pertunjukan angklung di sini pada setiap siang atau sore hari. Tempatnya khas karena didominasi oleh bambu dan alunan suara angklung selalu mengalir di sini.

Acara yang sering ditampilkan di Saung Angklung Udjoa dalah tari topeng, helaran, orchestra angklung dan wayang golek. Jika lapar, di sini juga terdapat Saung dan Dapur Udjo, yang menyediakan macam-macam makanan khas Sunda dengan cita rasa yang enak. Dan untuk melengkapi kunjungan, di sini juga terdapat tempat suvenir khas Saung Angklung Udjo.

pesta-angklung

Pentas seni Angklung di Saung Angklung Udjo (Djedjalanan.wordpress.com)

Nah, selain tempat-tempat wisata, bandung juga terkenal dengan banyak taman kecil yang masing-masing memiliki keunikan tersediri. Misalnya Taman Jomblo, Taman Lansia, Taman Filem, Taman Fotografi, Pet Park, Taman Super Hero dan lain-lain.

Untuk melengkapi keseruan liburan di Bandung, jangan lupa bersantai di salah satu tamannya ya dan pastikan jangan lupa dibawa jajanannya. Selamat jalan-jalan sambil icip-icip!

Read Full Post »

Jalan-Jalan Hemat Ke Singapura

Pergi ke Singapura buat sebagian orang identik dengan belanja. Atau juga komentar beberapa orang tentang jalan-jalan ke Singapura adalah, misalnya “Ngapain ke Singapura, sepulau cuma Mall”. Ya padahal engga gitu juga sih. Ke Singapura belum tentu buat belanja. Ada juga yang memang ingin jalan-jalan, melihat kondisi negara lain selain negeri sendiri. Sightseeing atau ngukur jalan-jalan, sah sah saja.

Bagi yang ingin mencoba jalan-jalan hemat ke Singapura, saya akan coba hitungkan budgetnya. Bukan yang sehemat mungkin, tapi sewajar mungkin. Kalau mau hemat banget sih ya nebeng aja di apartemen temen lah. Tapi kan engga begitu ceritanya buat sebagian orang lain sih.

Pertama-tama pesanlah penerbangan jauh-jauh hari agar mendapat tiket promo. Tigerair atau Airasia kerap mengeluarkan tiket promo. Sering-sering saja dipantengin. Biasanya kalau beli untuk setahun kedepan, bisa dapat harga yang lumayan. Untuk AirAsia, tiket bolak-balik dari Bandung ke Singapura, ditotal sekitar Rp 500.000-an kalau lagi promo. Itu tanpa bagasi. Bisa sampai Rp 400.000-an tapi tergantung hoki. Kalau lebih murah dari itu sekarang susah kayaknya.

Untuk biaya transportasi selama di Singapore, sangat saya sarankan untuk membeli Singapore Tourist Pass, untuk 3 hari harga kartunya $30 dan bisa direfund sebesar $10. Selama 3 hari bisa naik bis, MRT, LRT kemana suka. Ini murah banget, apalagi kalau sering salah jurusan naik bis atau MRT (seperti saya), bisa tekor jebol kalau tidak pakai kartu ini. Tiket sekali jalan kurang lebih antara $0.9 sd $1.2 bayangkan kalau seharian salah jurusan.

20141003_075650_resized

Hostel dengan ranjang bertingkat dan kamar mandi di dalam

STP ini bisa dibeli di Changi Airport di stasiun MRTnya, di Harbour Front, atau di Orchard MRT Station Exit E. Untuk detail lengkap cara pembelian dan fasilitasnya bisa dilihat disini. Kitapun bisa beli online dan nanti tinggal diambil di antara ketiga tempat tersebut sesampai di Singapore.

Menginap murah bisa di hostel tempat backpacker. Untuk muslim saya sarankan di daerah Bugis, ada mesjid soalnya dan mencari makanan murah dan halal juga gampang.  Tapi di daerah-daerah lain seperti Chinatown, Little India, dan lainnya juga banyak. Tarif untuk dorm baik campuran maupun perempuan saja dengan kurs dollar Singapore saat ini, kira-kira yang paling murah sekitar 120.000,-, kurang dari harga segitu, agak mencemaskan juga untuk lokasi dan kebersihannya.

about_home_top

stp

Singapore-MRT-Map

Saya sarankan sih daerah Bugis di jalan dekat Sultan Mosque, tempatnya nyaman soalnya. Hostel backpacker juga banyak disana. Lagipula dekat ke stasiun MRT Bugis yang gampang ke jurusan lainnya, dan ada pemberhentian bis juga yangn kalau jalan kaki tidak terlalu jauh.  Anggarkan budget Rp 200.000 sampai dengan Rp 250.000 untuk hostel yang aman dan nyaman. Kamar mandi dan toilet ada yang di dalam kamar, ada juga yang digunakan secara bersama. Kamar sudah dilengkapi dengan AC dan locker untuk barang pribadi. Biasanya hostel sudah menyediakan sarapan pagi berupa roti, sereal, buah dan susu. Untuk kopi dan teh juga sering disediakan secara gratis selama 24 jam, ambil sendiri tentunya. Mesin cuci, seterika, jemuran, kulkas untuk menitipkan makanan juga tersedia. Wifi  biasanya free dan PC untuk pengunjung diletakkan di common room dan dapat digunakan kapan saja.

Untuk kebersihan dan kenyamanan serta kemudahan akses bis dan MRT, saya sarankan 5Footway Inn. Ada 3 hostel ini, yaitu di daerah Bugis, China Town dan Boat Quay. Di Bugis yaitu di jalan Aaliwal Street, 5Footway bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 400 meter dari Bugis MRT dan Lavender MRT , dan 300 meter -an dari Nicholl Highway MRT.  Kalau naik bis turun di Stamford Primary School, Victoria Street dekat Jalan Kubor, pemakaman muslim kuno. Kalau turun malam-malam disitu, dan kita lagi apes bisa lihat orang pacaran di kegelapan. Haiayahh!. Itu sih saya hehehe. Beberapa kali turun disitu lihat melulu orang pacaran.

20141004_164834_resized

Hostel di Aaliwal Street dekat Sultan Mosque, Bugis

Terus ngapain dong di Singapore kalau minim budget? Nah kalau menginap di daerah Bugis, kita bisa berjalan-jalan di seputaran Kampong Glam. Daerah bersejarah di kawasan Bugis. Nama sebeneranya adalah Kampung Gelam. Dulunya adalah pemukiman orang Bugis dari Indonesia. Di daerah ini ada mesjid Sultan dan Istana Kampung Glam dan Taman Warisan Melayu. Seperti juga kawasan Little Indida dan China Town yang menjadi daerah bersejarah yang dilestarikan oleh pemerintah Malaysia, Kampong Glam pun demikian adanya. Menarik sekali untuk berjalan-jalan di kawasan Arab Street, Baghdad Street dan Bussorah Street ini. Banyak restoran dan kafe-kafe di sepanjang jalan, art gallery dan berbagai toko dengan dagangan khas.  Suasananya sangat nyaman. Saat saya duduk depan mesjid, saya melihat beberapa anak bule bermain skate board. Bersepeda di daerah ini pun menjadi acara menarik. Jalanan cenderung sepi. Mobil yang lewat tidak terlalu banyak.

PhotoGrid_1412512573403_resized

Kampong Glam

 

Penikmat suasana seperti saya bisa duduk-duduk depan istana dan melihat burung merpati yang iseng sambil membaca buku. Makanan pun menarik untuk dinikmati disini. Banyak makanan Timur Tengah yang tersedia, demikian juga makanan Melayu dan Padang.  Memang untuk biaya makan ini yang agak lumayan. Kita harus menyediakan $5 sd$10 untuk sekali makan. Minum pun berkisar $2. Saat ini kurs rupiah pun sedang cakep banget melawan dollar Singapore. Sekitar Rp 9200,- untuk kurs SGD 1. Nah hampir Rp 100.000 sekali makan. Kalau mau hemat bisa beli roti atau mashed potato di 7Eleven. Sekitar $2. Tapi kan masih lapaaar…. apalagi kalau tukang makan seperti saya. Susah deh berhemat kalau urusannya adalah perut.  Kalau mau menghemat minum, sering-sering saja isi botol minuman di tempat menginap atau di tap water yang biasanya ada di stasiun atau tempat wisata.

Jalan-jalan ke Chinatown dan Little India pun tidak kalah menarik. Banyak objek foto yang cantik untuk kita abadikan. Kalau mau lebih iseng lari sore sepanjang Marina Bay (dari statsiun MRT) sampai dengan patung Merlion bolak-balik juga asik dan bisa menjadi pilihan. Kalau cape nanti bisa duduk dekat Fullerton melihat perairan dan kapal boat wisata yang lalu lalang. Jangan lupa bawa tongsis buat difoto depan Merlion. Tapi kalau mau lari sore sih engga praktis bawa tongsis. Nanti disangka mau lari estafet.

Kalau mau jalan-jalan menyusuri Orchard Road dan mengukur lebarnya trotoar disana juga diperbolehkan. Lagian siapa juga yang mau larang. Kalau mau iseng masuk Lucky Plaza dan makan di food courtnya itu juga bisa jadi pilihan karena banyak makanan yang enak-enak dan halal. Bisa juga kalau mau iseng masuk ke House of Condom di Lucky Plaza dan melihat aneka ragam kondom berbagai warna dan kemasan. Barangkali saja mau beli untuk oleh-oleh buat suami di rumah. Ada yang glow in the dark loh..

Jadi berapa budget untuk jalan-jalan gak terlalu hemat ke Singapore? Yuk kita hitung bersama.

Tiket pesawat bolak-balik plus pajak bandara Rp 700.000 (bisa dapat Rp 500.000 kalau anda beruntung).

Kartu STP untuk 3 hari USD 30,- atau sama dengan  Rp 276.000 (bisa direfund SGD 10)

Biaya menginap di hostel 3 malam x SGD 25 atau Rp 230.000,- x 3 sama dengan Rp 690.000,-

Biaya makan dan minum 3 x SGD 10 untuk 3 hari per hari Rp 276.000 totalnya Rp 828.000,-

Biaya deposit kunci hostel SGD 20,- (dikembalikan saat check out) Rp 184.000,-

Beli oleh-oleh gantungan kunci SGD 10 dapat 36 pcs di Chinatown Rp 92.000,-

Biaya lain-lain (obat, balsem kalau kaki sakit karena jalan kaki, dll yang tidak terduga) SGD 20 atau Rp 184.000,-

Beli eskrim di Orhard (2 kali kalo masih penasaran) rasa kopyor dan chocolate mint saya sarankan SGD 1.2 x 2 jadinya Rp 22.000

Beli minuman sehabis jalan-jalan dan engga nemu tap water (3 x SGD 2) Rp 55.200,-

Nah kita lihat totalnya berapa, ternyata  Rp 3.031.200,-  nantinya dikurangi uang refund yang SGD 20 deposit kunci plus refund dari STP card SGD 10, jadi kembali sebesar SGD 30. Hmmm bisa buat beli fishball mee atau kopi dan roti sambil nunggu pesawat pulang di bandara atau beli oleh-oleh lagi.

Itulah hitungan jalan-jalan ke Singapore secara hemat tapi engga hemat banget. Kalau ingin masuk Universal Studio sediakan lagi biaya untuk tiket sekitar SGD 68 sd SGD 74 tergantung promo atau hari,- tiket masuk pulau Sentosa SGD 1, kalau jalan kaki. Pakai Skytrain dari VEVO City di Harbour Front, biayanya SGD 3 tapi kalau kita pakai STP ya tidak dihitung.

Kalau ingin jalan-jalan saja tanpa masuk wahana di Pulau Sentosa bisa berkeliling sampai gempor dan banyak acara-acara yang free untuk dinikmati tanpa bayar. Singapore Botanic Garden juga menarik untuk jalan-jalan, terutama yang suka wisata alam. Banyak tumbuhan unik khas tropis yang dikumpulkan sejak jaman penudukan Inggris disini. Cuma 5 menit dari Orchard Street, tempat belanja paling ngetop di Singapore.

 

 

 

 

 

Read Full Post »

IMG_0479Tak salah jika penyair dan budayawan Emha Ainun Najib pernah merangkai kata menjadi puisi Antara Tiga Kota. Seolah setiap kota yang dia gambarkan itu adalah berjenis kelamin. Ada kota yang keras dan jantan, ada yang lemah lembut gemulai penuh keperempuanan.Tapi perlu saya jelaskan Emha tidak cerita Bandung atau Medan kok. Dalam puisinya adalah Surabaya, Jakarta dan Yogya. Tapi saya setuju dengan penggambaran sifat kota tersebut. Menurut saya ada juga kota yang cantik pesolek penuh daya tarik dan suka mengerlingkan mata dengan bulu panjang yang lentik, kadang judes kadang lembut menggoda. Bandung misalnya. Saya selalu menganggap Bandung adalah kota yang feminin. Kadang genit, menarik dan juga cantik.

Tapi tidak begitu dengan kota Medan. Medan adalah kota yang lelaki. Saya merasakan nafas kota yang penuh vitalitas. Panas, garang, gagah dan tampan (andaikan lebih banyak pohon disana dan lebih rapi) kota maskulin yang sangat ganteng ini mengingatkan saya pada pemeran Pandawa dalam film Mahabharata versi terbaru.

Camera 360

Minum milo dingin sesampainya di Kualanamu

Mengunjungi Medan sangat membuat saya senang dan bahagia. Terbayang sudah keindahan alam di Danau Toba, durian, kue-kue yang legit, dan makanan-makanan yang enak disana. Lagipula saya pun penasaran ingin melihat bandara Kualanamu yang belum lama beroperasi ini. Benarkah semegah yang diceritakan orang.

Saya bersama teman-teman pergi ke Medan dari Bandung jam 9 pagi, bertolak dari Bandara Husen yang sudah tua dan lelah ini. Kabarnya sih akan segera direnovasi. Pergi dari bandara kecil mungil dan tiba di Kualanamu yang memiliki luas terminal penumpang sekitar 6,5 hektaree dengan fasilitas area komersial seluas 3,5 hektaree & fasilitas kargo seluas 1,3 hektaree, cukup membuat terasa banget perbedannya. Banyak fasilitas belum beroperasi di bulan saya pergi kesana. Yang saya sayangkan toilet di bandara ini kok sudah kotor dan mulai rusak. Loh kan baru ya? Kok sudah rusak lagi?. Padahal toilet perempuan loh. Apakah sebegitu ganasnya penggunaan toilet ini sampai-sampai secepat itu kotor dan berubah jorok? Padahal bandaranya luas, bersih dan bagus. Saya memang suka sensitif dengan yang namanya toilet.

Kami menggunakan bis yang disediakan agen travel untuk berangkat dari bandara menuju kota Medan. Sebenarnya disediakan juga transportasi kereta api. Ini yang saya ingin coba sebenarnya. Kapan-kapan mungkin. Menuju kota Medan, terasa udara yang panas dan matahari yang garang. Sepanjang jalan banyak terlihat perkebunan yang luas. Di dalam kota Medan menuju hotel, kami melewati Istana Maimun yang indah. Sayang terlihat kurang terurus, tamannya kurang rapi dan kurang rimbun. Istana Maimun ini sangat unik karena didesain oleh arsitek Italia untuk Sultan Deli, Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah pada 1888, Istana Maimun memiliki luas sebesar 2.772 m2 dan 30 ruangan. Konon saat ini masih dihuni oleh para keturunan dari Sultan Deli.

Malam hari saya dan teman-teman lain berangkat menuju tempat membinasakan duren yang paling terkenal di kota Medan. Duren Ucok yang legendaris! Ih sebagai penyuka duren, momen ini benar-benar menggairahkan buat saya. Duren yang legit, manis, kuning, harum, lembut, khas dari duren Sumatera sudah membayang-bayang rasanya di ujung lidah.20140218_210352

Sesampainya di Duren Ucok yang berlokasi di jalan Iskandar Muda ini kami terkagum dengan jumlah duren yang membentuk gunung-gunung kecil di seantero depan halaman ini. Banyak betul. Menurut pramusaji yang disana, duren disini tak kenal musim karena didatangkan dari berbagai pelosok Sumatera, dari kampung-kampung dan desa, dimana mereka memiliki musim durian yang berbeda sehingga pasokan duren ini selalu terpenuhi. Wah, kabar baik bagi penggemar duren. Kami tidak akan kehabisan stok!.

20140218_210230 (1)

Beliau bukan tukang duren, melainkan bos saya

Menurut penggemar duren, banyak yang menggemari duren jenis ini karena berbeda dengan duren monthong yang tebal dagingnya, ketebalan duren ini sedang-sedang saja. Rasanya manis namun disebut cenderung ‘pahit’ tapi saya sendiri tidak menemukan pahitnya dimana. Yang ada sih enak enak saja. Tapi memang kalau makan duren monthong kayaknya kita seperti dijejali dengan rasa yang penuh dan tebal sekaligus, makan duren Medan ini berbeda. Kita bisa santa-santai memangsa duren ini sampai satu kepala tanpa neg di biji pertama.

Walau saya mengkategorikan diri sebagai penggemar duren tingkat akut, namun saya membatasi diri dalam melahapnya. Puyeng gara-gara duren tidak lucu deh, apalagi sampai mabuk durien, berhenti sebelum kenyang adalah prinsip yang saya anut, demi kesehatan perut dan jiwa tentu saja.

Esok hari kami menuju Danau Toba! Karena perjalanan dari Medan, katanya bisa mencapai 6 jam perjalanan, kami diminta siap-siap sejak pagi untuk berangkat kesana menggunakan bis kecil. Tidak semua teman dalam rombongan kami ikut ke Danau Toba, sebagian ada yang main golf, dan setelah saya investigasi tanpa menyeluruh dan selewat saja, yang main golf ini adalah teman-teman saya yang aslinya adalah orang Medan.

Screenshot_2014-02-19-09-23-17

 

Terlihat di maps yang saya capture ini, perjalanan menuju Danau Toba ini lumayan jauh. Untungnya jalanan cukup bagus dimana membuat supir melarikan bis dengan cukup maksimal. Sinyal Telkomsel juga tokcer sehingga sepanjang jalan saya bisa browsing internetan menghilangkan bosan di perjalanan.

Di tengah perjalanan kami mampir ke Toko Paten di Pematang Siantar. Tepatnya di Jalan Bandung 28 Siantar Barat. Loh ada nama Bandung juga ya disini. Saya mengingat-ingat apakah di Bandung ada jalan bernama Jalan Siantar. Rasanya tidak ada. Toko Paten ini terkenal bagi turis, yaitu tempat penjualan oleh-oleh kacang tumbuk (ting-ting, teng-teng, tong-tong, tang-tang) juga aneka penganan khas lainnya dan sirup markisa. Kacang tumbuk dengan suara berulang ini rasanya enak sekali. Banyak turis asing juga saat saya berada disana sedang membeli berbagai oleh-oleh. Muka mereka tampak memerah kepanasan. Tak heran, udara begitu panas, namun kadang terasa angin yang sepot berhembus yang menyejukan tubuh kami. Saran bagi pelancong, untuk pergi ke Danau Toba ini jangan lupa memakai pakaian yang nyaman dan menyerap keringat. Namun jangan lupa jaket dan penahan dingin lainnya, angin di kapal perahu menuju Pulau Samosir bukan main dingin.

Sampai di Parapat, terasa sejuknya udara di pegunungan. Ya, Danau Toba ini berada di ketinggian. Bayangkan! Danau yang sangat teramat luas ada di ketinggian. Jelas ini adalah super volcano. Danau Toba merupakan danau terbesar di Indonesia dan merupakan danau volcano terbesar di dunia. danau dan Supervolcano. Danau ini memiliki luas berupa 100 kilometer panjang, lebar 30 kilometer, dan sampai 505 meter (1.666 kaki)  kedalaman. Hih serem. Terletak di tengah-tengah bagian utara pulau Sumatera Indonesia. Letusan super volcano yang membentuk  Danau Toba ini menurut perkiraan terjadi 69.000 atau 70.000 tahun yang lalu. Saking dahsyatnya disebutkan para ahli bahwa letusan volcano ini nyaris menghapuskan  kehadiran kehidupan manusia dari muka bumi.

Jelas banyak turis asing datang ke Medan karena daya tarik Danau Toba ini, bukan hanya karena  ingin makan kacang tumbuk ting tung tang teng itu tentu saja.

Camera 360

 

Karena eksistensi dan selfie bukan hanya milik Princess Syahrini, sayapun berfoto-foto dalam perjalanan menggunakan kapal ferry  ke Pulau Samosir. Tidak hanya saya, teman seperjalanan saya pun tercengang melihat betapa luasnya Danau Toba ini. Rasanya bukan danau, tapi laut. Mengingat dalamnya mencapai 500 meter lebih, saya bertanya-tanya apakah ada makhluk monster sejenis Lochness yang hidup disini? Tapi air tampak begitu menyenangkan dan ramah, mustahil tiba-tiba muncul monster berkepala panjang bergigi tajam muncul dari danau rasanya.

Kami sampai di desa Tomok di Pulau Samosir. Tomok menurut guide kami, artinya semok atau montok. Tidak heran karena sesuatu yang montok dan semok pada payudara wanita ini dianggap sebagai lambang kesuburan bahkan dijadikan lambang, tidak hanya dua malah empat. Lambang kesuburan ini dipasang di pintu gerbang menuju makam Raja-raja Samosir.

Turun dari kapal Ferry, tampak tugu selamat datang dan plang besar peta pulau Samosir. Tugu ini unik karena diukirkan pasangan laki dan perempuan dengan pakaian adat masing-masing, diantaranya terdapat Batak Karo, Batak Pakpak-Dairi, Batak Simalungun, Batak Angkola, Batak Mandailing, dan Batak Toba.

Saya melihat jalan aspal mulus sepanjang pinggir pulau, wah asik sekali kalau digunakan untuk bersepeda keliling Pulau Samosir! Yah tidak sekeliling banget lah, itu bisa memakan waktu lema, paling tidak beberapa tempat sepanjang pulau akan menarik sekali dilakukan dengan wisata sepeda.

IMG_20140219_142751

Makam Raja Sidabutar di Pulau Samosir

Menuju makam Raja Sidabutar di Desa Tomok ini kami melewati toko-toko suvenir yang padat dengan barang dagangan. Jalan sempit beraspal sedikit menanjak menuju komplek pemakaman, di gerbang tampak lambang cicak dan juga  empat payudara di pilarnya. Cicak ini lambang dari kemampuan orang Batak untuk beradaptasi dengan lingkungan dan hidup dimana saja.  Masuk kompleks pemakaman, kami diharuskan mengenakan ulos. Ulos untuk pria motifnya lebih sederhana dibanding untuk wanita.

Makam raja-raja ini berupa sarcophagus, yaitu makam batu di atas tanah yang diukir dan diberi penutup.  Yang paling besar dalam foto di atas adalah makam makam Raja Ompu Naibatu Ni Ujung Barita Sidabutar.  Yang kira-kira artinya Raja yang perkasa sekeras batu yang terkenal beritanya sampai ujung dinia. Raja Naibatu ini memang terkenal sangat sakti mandra guna, Adapun ukiran di bagian belakang tutup batunya adalah ukiran wanita yang paling dicintai raja yaitu Anting Malela. Raja terkenal sangat sakti dengan rambutnya yang gimbal. Tampak di ukiran batu tersebut rambutnya yang tebal diukir. Warna hitam merah dan putih mendominasi warna pada lambang-lambang yang ada di makam kuno ini. Mengingatkan kepada ukiran dan warna di Toraja. Padahal jaraknya jauh ya. Melambangkan hal yang sama yaitu dunia bawah, dunia tengah yaitu alam ini, dan dunia akhirat.

Dari komplek makam, kami beranjak ke komplek rumah adat Batak, rumah adat batak disebut Rumah Bolon. Rumahnya dari kayu yang arsitekturnya cantik sekali.  Tampak ada ulos tersampir di dekat tangga kayu. Warnanya sungguh menarik hati. Di depan rumah-rumah adat Batak ini terdapat Patung Kayu Sigale-gale. Konon menurut hikayat, Raja Harahap yang sangat sedih kehilangan putra kesayangannya bernama Manggale dalam peperangan. Ia lalu memerintahkan pembuatan patung yang diberi pakaian dan menyerupai putranya, patung itu disebut Sigale-gale. Patung ini bisa bergerak dan menari secara mistis setelah dilakukan upacara tertentu, namun saat ini patung ini digerakan dengan tali sebagaimana marionette.

IMG_0525

Sigale-gale

IMG_0528-Resize

Camera 360
Sungguh menarik sekali perjalanan ke Medan ini, dua hari saja sudah banyak mendapatkan hal-hal yang menarik, masih banyak tempat wisata dan budaya yang sangat menarik untuk dieksplorasi di Sumatera Utara ini. Belum lagi bila bicara wisata kuliner. Saya masih sangat lapar, sangat haus, akan perjalanan untuk menyusuri keindahan alam dan budaya Nusantara ini, semoga masih banyak diberi kesempatan untuk berjalan-jalan dan menceritakannya.

Read Full Post »

Rumah Adat Batak di Pulau Samosir

Rumah Adat Batak di Pulau Samosir

Sudah lama. Lama sekali. Lama banget dah pokoknya, dari dulu saya ingin berkunjung ke Medan. Belum pernah soalnya. Sudah beberapa kali batal. Padahal sudah beli tiket pesawat promo. Gegara macam-macam sebab. Ada karena di kantor mendadak dangdut..eh mendadak sibuk. Ada juga karena ga boleh cuti. Sama saja sih.

Akhirnya pucuk dicinta ulam tiba, adean ku kuda beureum, alias beruntung dan tak disangka saya bisa berangkat ke Medan dengan urusan dari kantor yang bahkan bukan untuk bekerja. Setidaknya saya tidak diharapkan untuk bekerja. Something like that. Bingung ya? Sama.

Akhir bulan Pebruari lalu, saya berangkat bersama rekan-rekan lain, bisa dibilang banyakan lah. Sekitar 20 orang lebih dikit kalau ditotal. Kami menggunakan Garuda Citylink dari Bandung. Berangkat jam 9 lebih. Sebagian ada juga yang berangkat dari Jakarta.

(more…)

Read Full Post »

Bulguksa Temple. pic from http://english.visitkorea.or.kr

If I can go to Korea, what I want to do there? I often ask myself. Once I see a lot about Korea through drama, sitcom and film, heard happy Korean pop songs (e.g Gangnam Style), also read a lot about tourist destinations in Korea, I come to a conclusion. There are so many beautiful places, so many things I want to see, so many foods I want to eat, so many things I want to buy (and so many handsome actors I want to meet *blushing*). But most of all, I like to explore Gyeongju by cycling in Korea!. That’s my number one priority. I really want to visit BULGUKSA TEMPLE!  My dear God, Father, Mother, Holy Ghost, all my ancients, and Kim Hyung Joong oppa, and Lee Min Hoo too! Please help me, I really want to go to Korea! Yes Korea, the land of the morning calm! In the name of all holy things, good and pure in this world, for the good of my soul at a later date, please answer my pray!

Before I tell you all my readers, the reasons why I do want explore Gyeongju above shopping and eating, I want to tell you this blog post is intended to participate in Asian On Air Program created by Korean Tourism Organization and Korean Air. By join the contest (by blog photo content or video content), we’ll gonna have chance to enjoy the beautiful scenery, unique taste, dynamic culture, including K-Pop, in Korea for FREE. Is that very great? The links of the details could be found in the bottom of this blog post. Okay, let’s continue…

choosing Kim Hyung Joon in this comics is just because I love him so much, (but actually I love Lee Min Hoo equally)

Go Green at Gyeongju!

And here is my story and plan. Why cycling? Is that a plain and simple thing to do? Yes indeed, but cycling in Korea would be extraordinary. Because, I want to cycling in the ancient city part of Gyeongju. Gyeongju was the capital of the Silla Kingdom for a thousands year. So, it is very very great, right? Moreover, cycling is one of the greenest and cheapest methods of travel. Get on your bike and reap the environmental and health benefits of cycling, and for the best part, in Gyeongju you can also take a lots of incredible pictures of many historical sites and by then also get fresh air by cycling around. Get multiple benefit by rejuvenate our body and soul, from getting fresh air and from  seeing the beautiful scenery around there.

First by cycling in Gyeongju, I would like to go and enjoy specialties in Ssambap Alley, which is located close to Daereung-won Tumuli Park and Cheomseongdae Observatory. Ssambab is soft rice and eaten with sauce wrapped by different kinds of vegetables and lettuce. Also enjoy the banchan, various kinds of side dish, as a supplementary food Ssambab. It is important, I need energy to cycling around, so I put eating as the first thing to do in order. Tumuli park (known as Daereungwon in Korean) has more than 20 large and small tombs from the Silla period and has been designated Historic site #175. The tombs are presumed to be those of kings and court officials. The dimensions of the tombs vary with heights range from less than 1 meter to 23 meters. Most of them are earthen and mound-shaped. Very exhilarate to see there by cycling around.

No bikes were harmed in making this comics …

Now I want to tell you about Gyeongju. What are interesting facts about Gyeongju? Gyeongju was the capital of the Silla Kingdom in the year 57 BC – 935 AD. It is located on the coast of the East Sea in South Korea. The distance is about 370 km from the South Korea capital, Seoul. In the past Silla kingdom standing on the 1st century AD, and Silla was the ruler of almost the entire Korean peninsula. Prosperity and greatness of the kingdom of Silla spread far to another countries, even to Persia, based on the historical record of the 9th century. Gyeongju has the meaning of the word itself literally  as “congratulation city”.

For the peace of the kingdom of Silla, King Munmu the Great, king of Silla to the thirty who was born in the year 661 AD, declared to his successor before his death,

Even after death, I will never cease to protect Silla. After I die, burn my body and spread my ashes cremation on a rock in the East Sea so I could thwart the Japanese attack on our country. After my death, I will become a dragon and protection to  Silla will never stops.

The place where King Munmu or spread his ashes buried in the East Sea is called the Underwater Tomb of King Munmu. Rocks just off the beach in the fall is very famous for its beauty. Not only the place where King Munmu interred known for beauty, Gyeongju attract a lot of tourists who are interested in Korean history and culture, especially the historical relics of the Silla kingdom, and a beautiful and distinctive architecture of the Joseon Dynasty. Gyeongju National Museum, has recorded a collection of 16,333 artifacts. Gyeongju is a place called ‘Museum without Walls’. So many historic relics there spreading all over the city.

Silla kings burial ancient form of Tumuli Park, tombs shaped hillock overgrown grass .From Daerung-won we could come to Cheongseongdae Observatory, an observation tower built in the era star whose reign of Queen Seondeok is between 632 AD to 647 AD, then cycling trip up to Gyerim Forest, an ancient forest with old zelkova trees and willow forest, is known as the Roosters Forest. The ancient forest where a child was found in a gold box and accompanied by a rooster, the child was adopted by the king and given the name Kim Alji , who became the ancestors in Gyeongju, the Kim clan.

Happy cycling continues to Seokbinggo Ice Storage House ice storage building which was established in 1738 in the reign of Joseon Dynasty. Around this palace there Balwolseong Archery Fun activities – we could learn archery with approximately 10 minutes, participants can try their own ten arrows a shot. Further cycling towards Anapji Pond, a very picturesque with buildings and a pond that was built to resemble the sea as though in a limited area. Anapji Pond has made it the object image which is very famous for its incredible beauty.This pool was built in the reign of King Munmu in 632, located at the northeast end of the site Balwolseong palace and in the city of Gyeongju.

Bike adventure continues to the Gyeongju National Museum which is not far from Anapji Pond, as we could took a break and look around. Cycling continues to the famous Hwangnyongsa Temple Site with stories of sacrifice and the place of execution Ichadon, in his attempt for Buddhist to be accepted by the kingdom. The journey continues to Bunhwangsa Temple which was built in the reign of Queen Seondeok, buildings made of andesite stone shaped like a brick, is listed as National Treasure No. 30. After that, a cycling trip ends in the downtown area of ​​Gyeongju.Trips in the afternoon allows attractions can be seen in the beauty of twilight and streetlights installed there.

The route of cycling can be change in order, because many sites located in the same area. Back to the hotel for rest, I would not forget to buy local specialty snacks , ie Hwangnamppang, Gyeongjuppang, or Chalborippang. Hwangnamppang and Gyeongjuppang snack of bread is very interesting because it contains red beans inside, and Chalborippang feels like sponge cake and it would be very soft in the mouth.

In October, Korea would be incredibly astonishingly beautiful by the colour of the autumn. Especially in Bulguksa Temple which is number one the most visit in Gyeongju. Bulguksa is a very very very beautiful place. Many postcards, paintings, and postal stamps are picturing the beauty of Bulguksa. I DO WANT TO GO THERE. Oh, please God be kind and good to me! I would be regret if I have not ever been in Korea for just once before I die, especially in autumn season. And especially in Bulguksa. But honestly, I would like to be there in any kind of seasons, winter, spring, or summer. But autumn will be very very very special for me. I want to go there and see every beauty scenery with my very own eyes!.

Back from Gyeongju, it would be very nice, of course, if I could go shopping and buy some of my favourite cosmetics and do facial treatments in Seoul. I really like the famous Faceshop cosmetics and other Korean cosmetics. I have been using Korean costmetics and has got incredible benefit from them. So if there any CRAZY SALE in Seoul,  I want to shop till I drop!. I would like to buy famous BB cream for my beloved friends, and also buy many thing make up for fun and cute things from cosmetics shop. If we get tired after go around for shopping, we could refresh our body and have some indulging treatment in jjimjilbang. A Jjimjilbang (찜질방) is a large, gender-segregated public house, furnished with nice hot tubs, showers, Finnish-style saunas, and massage tables. We could also sleep over there. Most jjimjilbangs are open 24 hours.

Also in Seoul, to satisfy the taste of culinary adventure in Korea, I wanted to visit and taste the various foods on the Gwangjang Market. Meals are plentiful there. Assorted sausages, various snacks, special food. There mungbean tasty pancakes known as bindaetteok, which I am eager to try. From the picture alone I’d imagine the fragrance and flavor. The Gwangjang Market is worth to visit and it was an overwhelming site of gastronomic beauty.

Comics by Mira Marsellia using comiclife

The last but not least, I WANNA DO GANGNAM STYLE IN KOREA WITH OTHERS PARTICIPANTS!. On the street!. That will be great experience!.

Pictures source:
my private documents
https://www.facebook.com/Koreatourismorganizationindonesiaoffice
https://www.facebook.com/koreanairsoutheastasia
http://visitkorea.or.kr
http://en.wikipedia/
http://allkpop.com
http://www.thefaceshop.co.id
REUTERS / Brendan McDermid
http://asianpopcorn.com

 

PS: If you want to participate in this program, you can visit
https://www.facebook.com/koreanairsoutheastasia, or
http://www.ibuzzkorea.com for the details.

Read Full Post »

Tongkonan adalah rumah adat Toraja, yang menurut saya incredibly beautiful. Ini foto-foto rumah adat Toraja yang saya ambil sewaktu berkesempatan jalan-jalan ke Toraja beberapa tahun lalu (engga pake ngedit-ngedit karena ga bisa). Masih terkenang suasana mistisnya dan keindahan alam disana. I Love Toraja!

 

 

Beautiful Traditional House of Toraja

Skulls at Toraja Grave

I am the far right

Me at the far right, wearing black T-shirt

Read Full Post »

Annyeongsehayo!

Touch Korea Tour dan Buzz Korea yang diselenggarakan oleh Korea Tourism Organization Indonesia adalah program promosi wisata Korea Selatan. Saat ini Korea Tourism Organization (Indonesia) atau disingkat KTO menyelenggarakan lomba penulisan blog dengan berbagai tema namun merupakan bagian tak terpisahkan dari program promosi tempat wisata Korea Selatan.  Promosi tempat wisata Korea Selatan ini adalah sebagai efek dari Gelombang Korea, atauHallyu (Korean Wave),  seringkali disebut juga Korean Fever atau Demam Korea. Dimana awalnya adalah maraknya Korean Pop atau K-Pop dan program entertainmen berupa Film dan Drama Korea, yang sangat diminati dan digemari berbagai bangsa di berbagai belahan dunia, menjadikan banyaknya minat yang tertuju kepada budaya dan bahasa Korea, serta tempat-tempat di Korea Selatan khususnya sebagai  tujuan dari paket tour dan wisata Korea. Posting blog ini ditujukan sebagai keikutsertaan program Touch Korea Tour. Dapat pembaca baca selengkapnya di halaman Facebook dari Korean Tourism Organization (Indonesia)Yuk ikutan yuk!!

Ini adalah bagian kelima dari tulisan saya dalam program Touch Korea Tour. Dan tulisan saya terakhir dalam keikutsertaan saya dalam lomba menulis dalam event Touch Korea Tour yang diselenggarakan Korean Tourism Organization Indonesia (KTO). Karena membuat rencana itu sesuatu yang harus dipikirkan mateng-mateng, pertama-tama saya akan tidur dulu dengan nyenyak dan bahagia sebelum membuat perencanaan ini. Karena tidur nyenyak akan membuat saya fresh dan siap membuat rencana-rencana. 

Nah pagi ini setelah tidur nyenyak dengan baik dan berkualitas, saya memikirkan rencana promosi Korea dimana semisalnya saya adalah anggota Tim Pengalaman Touch Korea Tour ini sebagai berikut:

Rencana Promosi Korea Selatan

Saya mengikuti pola pemikiran yang awalnya dicetuskan oleh Hermagoras Temnos. Siapa tuh? Itu tetangga saya yang suka jualan kue pancong.  Hehehe bukan sih, dia adalah orang Yunani jaman kuno,  tapi bukan sodaraan dengan Phytagoras. Walaupun namanya mirip.  Beliau mendefinisikan seven “circumstances” (μόρια περιστάσεως ‘elements of circumstance’. Quis, quid, cur, quomodo, ubi, quando, quibus auxiliis (Who, what, whyhowwhere,when, with what).  Mungkin tujuh kebanyakan. Sekarang lebih dikenal sebagai Lima W Satu H. What and Why and When and Where and Who and How.

Jadi kesatu, What. Apa sih rencana saya. Jawabannya Promosi Korea Selatan. Kedua, Why -kenapa? Karena saya keren. Eh bukan, karena Korea Selatan itu indah dan keren dan saya suka untuk mempromosikannya sebagai pertukaran kunjungan wisata ke Indonesia yang juga indah dan tak kalah keren. Apa yang akan saya promosikan? Banyak. Sejarah, budaya, adat istiadat, pemandangan alam atau panorama indah Korea Selatan, wisata kuliner Korea, fashion, K-pop, drama Korea, pelem Korea dan shopping dan art market di Korea Selatan, bahkan mungkin promosi operasi plastik di Korea Selatan, katanya murah lho. Banyak sekali bahan-bahan promosi Korea. Ibaratnya mempromosikan seorang cowok cakep, akan lebih mudah dipromosikan dibanding dengan cowok dengan wajah yang kurang bagus dan tak pernah tersenyum. Ngilu kalau mikirin cara promosi sesuatu yang sulit dipromosikan. Perjalanan saya ke Korea juga, nah ini dia, ini akan jadi cerita yang saya jadikan tonggak sejarah dalam apa yang akan saya canangkan dalam program blogging mengenai Wisata Korea Selatan ini. Nantikan kejutannya ya…ya entar ya, kalau saya kepilih.

Lalu When -kapan saya akan mempromosikan Korea Selatan? Jawabannya: sudah saya promosikan dari dulu tanpa sengaja

Akang Kasep pujaan Eneng

dalam blog ini, dikarenakan saya suka akan produk dan budaya Korea Selatan, juga musiknya yang unik, dan dramanya yang banyak menayangkan aktor yang cakep-cakep dan bikin kepala kleyengan. Dan selanjutnya dan seterusnya akan saya promosikan Korea Selatan ini secara kontinyu (menang tidak menang saya akan tetap menulis apa yang saya suka tulis tentang Korea).

Lalu untuk Where. Dimana. Di blog. Blog saya ada beberapa, kebanyakan yang gratisan (blogspot, blogdetik, wordpress, kompasiana, dagdigdug, mypulau dari Telkomsel) dan juga ada yang bayar domainnya. Blog saya yang paling ngetop ya yang ini (ngetop kok, beneraaan, cek aja pageranknya, yah jujur sih ga ngetop-ngetop banget soalnya yang komen suka dikit, pada pemalu kali kalo ngasih komen). Tapi yang paling keurus sih yang blog miramarsellia.com ini. Lalu saya akan promosi di Facebook. Di Twitter, didaftarkan ke Blog directory list. Lalu di…dimana lagi ya? Dan lain-lain di media online lainnya.  Misalnya di grup Blackberry. Line di Android. Apa lagi ya? Oh ya Youtube juga. Disana saya akan upload video-video perjalanan saya ke Korea, untuk mempromosikan Korea Selatan dengan visualisasi yang lebih hidup.

Soal Who, siapa. Siapa sih sasaran yang akan saya promosikan ini. Orang-orang macam apa. Usia berapa. Kalangan seperti apa.  Penentuan kriteria ini akan menentukan bagaimana penyajian promosi saya, bahasa yang akan saya gunakan untuk promosi di blog, dan keyword-keyword yang tepat untuk niche, atau target market yang saya tuju. Saya engga akan mempromosikan fashion dan accessories Korea yang girly ke teman-teman saya penggemar motor Harley misalnya. Lagian saya memang tidak punya teman-teman penggemar motor Harley Davidson sih. Intinya saya akan menyesuaikan apa-apa yang sedang trend dan digemari dalam Gelombang Korea atau Hallyu ini, untuk menarik hati orang-orang yang membaca apa yang saya promosikan lewat blog dan jejaring sosial, dengan cara yang keren dan ngepas (uhuk), untuk orang-orang atau kalangan yang tepat dengan minat yang sesuai dengan apa yang saya sajikan.

Cherry Blossom South Korea

Sekarang menginjak pada bagaimana. Bagaimana cara saya mempromosikan Korea ini. Melalui blog dan Social Network Services (SNS). Bagaimana sih cara promosi lewat blog dan SNS?  Bagaimana cara membuat pembaca, teman di Facebook dan follower SNS agar tertarik? Bahkan bagaimana cara membuat orang yang tidak dikenal ikut tertarik?. Saya akan membuat tulisan di blog dengan cara yang enak dibaca oleh pemirsa sekalian (emang radio RRI). Sehingga yang baca ga pusing mencari informasi, dan mendapatkan apa yang mereka cari dari internet di blog atau media sosial yang saya jadikan alat untuk promosi dengan tepat dan berguna serta puas dengan informasi yang mereka dapatkan. Saya pun akan menjalin hubungan baik dengan teman-teman saya yang bekerja di Agency Tour and Travel, siapa tau ada promosi diskon Paket Tour Travel Hemat ke Korea Selatan yang dapat saya informasikan di blog saya dan jejaring sosial yang saya gunakan. Kalau saya sampai terpilih ikut jadi tim pengalaman Touch Korea Tour ini, tentu saja pengalaman saya disana akan jadi bahan-bahan yang bagus yang akan saya gunakan untuk promosi Wisata Korea Selatan ini.

Annyeongsehayo!

gambar Cherry Blossom dari TravelskyLine

Read Full Post »

Older Posts »

%d bloggers like this: