Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Tempat Wisata’ Category

Kota Kembang julukannya, Bandung adalah salah satu destinasi yang populer untuk dituju ketika liburan. Selain dimanjakan oleh tempat-tempat wisatanya, para pelancong juga dimanjakan oleh kulinernya. Mulai dari tempat makan kaki lima hingga resto-resto mewah tersebar banyak menambah ramai variasi kuliner di kota ini.

Biasanya, warga Bandung atau wisatawan menikmati jajanan Bandung di alun-alun. Letaknya tepat di sebelah Masjid Agung Bandung. Keadaan yang ramai dan banyak terdapat pedagang makanan menambah asyik suasana nongkrong atau bersantai, apalagi di sore hari.

Selain bersantai, pelancong juga bisa menikmati suasana kota Bandung dari atas, karena terdapat dua menara berlantai 19 yang mengapit Masjid Agung Bandung. Menara ini biasanya dibuka hari Sabtu dan Minggu, dan keindahan Kota Bandung akan terlihat 360 derajat jika dilihat dari atas menara ini.

mesjid

Suasana alun-alun dan Masjid Agung Bandung (gulalives.com)

Jika ingin menikmati liburan seru dengan wahana bermain, Bandung juga memiliki wahana hiburan yang populer di Trans Studio Bandung. Berbagai macam tempat bermain, seperti jet Yamaha racing Coaster, ayunan Giant Swing, Negeri Raksasa yang tinggi dan putaran Vertigo siap memacu adrenalin pengunjung. Letaknya tidak jauh dari alun-alun.

Beralih dari Trans Studio, tempat lain yang terkenal dan sering dikunjungi adalah Lembang. Di Lembang terdapat Farm House, yaitu tempat yang menawarkan konsep Eropa Klasik mulai dari peternakan, perkebunan dan desa kurcaci. Di daerah ini juga pengunjung bisa menikmati kuliner tahu susu Lembang yang sangat enak dengan harga yang terjangkau.

hobbit

Rumah kurcaci di Farmhouse Lembang (merdeka.com)

Sebagai salah satu kota yang sering dijadikan tujuan wisata, tentu Bandung memiliki banyak penginapan di area pusat kota dan sekitar obyek wisatanya dengan harga jujur dan termurah.Salah satu hotel yang akan memanjakan pengunjungnya dengan wisata kulinernya adalah Hotel Harris Bandung, karena menu-menunya yang beragam mulai dari nasional hingga internasional.

Selain makanan dan tempat wisata, Bandung juga dipenuhi dengan tempat-tempat perbelanjaan fashion. Salah satu tempat belanja yang cukup terkenal di Bandung adalah di sepanjang Cihampelas. Pengunjung akan dimanjakan oleh FO yang menawarkan produk-produk fashion yang hits. Pengunjung juga bisa berbelanja sambil menikmati aneka jajanan karena di sepanjang jalan terdapat banyak pedagang jajanan ataupun tempat makan.

Tempat wisata lain yang tidak boleh dilewatkan jika berkunjung ke Bandung adalah Sendang Geulis Kahuripan. Tempat ini sedang naik daun karena di sini terdapat mata air yang sangat bening dan jernih. Suasananya di pedesaan, sehingga udaranya masih sangat terasa sejuk dan jauh dari hiruk pikuk kota.

Wisatawan biasanya selfie atau narsis sambil menyelam di dalam air. Airnya yang jernih membuat spotnya terlihat indah hingga dasarnya dapat terlihat.

sendang-geulis

Air yang jernih di Sendang Geulis Kahuripan (blog.reservasi.com)

Masih berhubungan dengan alam, Bandung memiliki dua kawah favorit wisatawan, yaitu kawah putih Ciwidey dan kawah Gunung Tangkuban Perahu. Kalau kawah putih memiliki keunikan berupa tanahnya yang berwarna putih karena memiliki kandungan belerang dan airnya yang suka berubah warna, sedangkan Tangkuban Perahu memiliki dinding kawah yang unik dan eksotis.

Tidak jauh dari Ciwidey, terdapat hamparan kebun strawberry yang indah dan memikat mata. Pengunjung bisa berjalan-jalan sambil foto-foto, bahkan bisa memetik buah strawberry langsung lho di sini. Kemudian buahnya ditimbang dan harus membayar sesuai dengan berat strawberry yang dipetik untuk bisa membawa pulang buahnya.

starwberry

Kebun strawberry Ciwidey (waterwaterfall.blogspot.com)

Bandung juga punya tempat wisata budaya, namanya Saung Angklung Udjo. Yaitu tempat pelestarian Angklung dan budaya Sunda. Pengunjung dapat juga menikmati pertunjukan angklung di sini pada setiap siang atau sore hari. Tempatnya khas karena didominasi oleh bambu dan alunan suara angklung selalu mengalir di sini.

Acara yang sering ditampilkan di Saung Angklung Udjoa dalah tari topeng, helaran, orchestra angklung dan wayang golek. Jika lapar, di sini juga terdapat Saung dan Dapur Udjo, yang menyediakan macam-macam makanan khas Sunda dengan cita rasa yang enak. Dan untuk melengkapi kunjungan, di sini juga terdapat tempat suvenir khas Saung Angklung Udjo.

pesta-angklung

Pentas seni Angklung di Saung Angklung Udjo (Djedjalanan.wordpress.com)

Nah, selain tempat-tempat wisata, bandung juga terkenal dengan banyak taman kecil yang masing-masing memiliki keunikan tersediri. Misalnya Taman Jomblo, Taman Lansia, Taman Filem, Taman Fotografi, Pet Park, Taman Super Hero dan lain-lain.

Untuk melengkapi keseruan liburan di Bandung, jangan lupa bersantai di salah satu tamannya ya dan pastikan jangan lupa dibawa jajanannya. Selamat jalan-jalan sambil icip-icip!

Advertisements

Read Full Post »

IMG_0479Tak salah jika penyair dan budayawan Emha Ainun Najib pernah merangkai kata menjadi puisi Antara Tiga Kota. Seolah setiap kota yang dia gambarkan itu adalah berjenis kelamin. Ada kota yang keras dan jantan, ada yang lemah lembut gemulai penuh keperempuanan.Tapi perlu saya jelaskan Emha tidak cerita Bandung atau Medan kok. Dalam puisinya adalah Surabaya, Jakarta dan Yogya. Tapi saya setuju dengan penggambaran sifat kota tersebut. Menurut saya ada juga kota yang cantik pesolek penuh daya tarik dan suka mengerlingkan mata dengan bulu panjang yang lentik, kadang judes kadang lembut menggoda. Bandung misalnya. Saya selalu menganggap Bandung adalah kota yang feminin. Kadang genit, menarik dan juga cantik.

Tapi tidak begitu dengan kota Medan. Medan adalah kota yang lelaki. Saya merasakan nafas kota yang penuh vitalitas. Panas, garang, gagah dan tampan (andaikan lebih banyak pohon disana dan lebih rapi) kota maskulin yang sangat ganteng ini mengingatkan saya pada pemeran Pandawa dalam film Mahabharata versi terbaru.

Camera 360

Minum milo dingin sesampainya di Kualanamu

Mengunjungi Medan sangat membuat saya senang dan bahagia. Terbayang sudah keindahan alam di Danau Toba, durian, kue-kue yang legit, dan makanan-makanan yang enak disana. Lagipula saya pun penasaran ingin melihat bandara Kualanamu yang belum lama beroperasi ini. Benarkah semegah yang diceritakan orang.

Saya bersama teman-teman pergi ke Medan dari Bandung jam 9 pagi, bertolak dari Bandara Husen yang sudah tua dan lelah ini. Kabarnya sih akan segera direnovasi. Pergi dari bandara kecil mungil dan tiba di Kualanamu yang memiliki luas terminal penumpang sekitar 6,5 hektaree dengan fasilitas area komersial seluas 3,5 hektaree & fasilitas kargo seluas 1,3 hektaree, cukup membuat terasa banget perbedannya. Banyak fasilitas belum beroperasi di bulan saya pergi kesana. Yang saya sayangkan toilet di bandara ini kok sudah kotor dan mulai rusak. Loh kan baru ya? Kok sudah rusak lagi?. Padahal toilet perempuan loh. Apakah sebegitu ganasnya penggunaan toilet ini sampai-sampai secepat itu kotor dan berubah jorok? Padahal bandaranya luas, bersih dan bagus. Saya memang suka sensitif dengan yang namanya toilet.

Kami menggunakan bis yang disediakan agen travel untuk berangkat dari bandara menuju kota Medan. Sebenarnya disediakan juga transportasi kereta api. Ini yang saya ingin coba sebenarnya. Kapan-kapan mungkin. Menuju kota Medan, terasa udara yang panas dan matahari yang garang. Sepanjang jalan banyak terlihat perkebunan yang luas. Di dalam kota Medan menuju hotel, kami melewati Istana Maimun yang indah. Sayang terlihat kurang terurus, tamannya kurang rapi dan kurang rimbun. Istana Maimun ini sangat unik karena didesain oleh arsitek Italia untuk Sultan Deli, Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah pada 1888, Istana Maimun memiliki luas sebesar 2.772 m2 dan 30 ruangan. Konon saat ini masih dihuni oleh para keturunan dari Sultan Deli.

Malam hari saya dan teman-teman lain berangkat menuju tempat membinasakan duren yang paling terkenal di kota Medan. Duren Ucok yang legendaris! Ih sebagai penyuka duren, momen ini benar-benar menggairahkan buat saya. Duren yang legit, manis, kuning, harum, lembut, khas dari duren Sumatera sudah membayang-bayang rasanya di ujung lidah.20140218_210352

Sesampainya di Duren Ucok yang berlokasi di jalan Iskandar Muda ini kami terkagum dengan jumlah duren yang membentuk gunung-gunung kecil di seantero depan halaman ini. Banyak betul. Menurut pramusaji yang disana, duren disini tak kenal musim karena didatangkan dari berbagai pelosok Sumatera, dari kampung-kampung dan desa, dimana mereka memiliki musim durian yang berbeda sehingga pasokan duren ini selalu terpenuhi. Wah, kabar baik bagi penggemar duren. Kami tidak akan kehabisan stok!.

20140218_210230 (1)

Beliau bukan tukang duren, melainkan bos saya

Menurut penggemar duren, banyak yang menggemari duren jenis ini karena berbeda dengan duren monthong yang tebal dagingnya, ketebalan duren ini sedang-sedang saja. Rasanya manis namun disebut cenderung ‘pahit’ tapi saya sendiri tidak menemukan pahitnya dimana. Yang ada sih enak enak saja. Tapi memang kalau makan duren monthong kayaknya kita seperti dijejali dengan rasa yang penuh dan tebal sekaligus, makan duren Medan ini berbeda. Kita bisa santa-santai memangsa duren ini sampai satu kepala tanpa neg di biji pertama.

Walau saya mengkategorikan diri sebagai penggemar duren tingkat akut, namun saya membatasi diri dalam melahapnya. Puyeng gara-gara duren tidak lucu deh, apalagi sampai mabuk durien, berhenti sebelum kenyang adalah prinsip yang saya anut, demi kesehatan perut dan jiwa tentu saja.

Esok hari kami menuju Danau Toba! Karena perjalanan dari Medan, katanya bisa mencapai 6 jam perjalanan, kami diminta siap-siap sejak pagi untuk berangkat kesana menggunakan bis kecil. Tidak semua teman dalam rombongan kami ikut ke Danau Toba, sebagian ada yang main golf, dan setelah saya investigasi tanpa menyeluruh dan selewat saja, yang main golf ini adalah teman-teman saya yang aslinya adalah orang Medan.

Screenshot_2014-02-19-09-23-17

 

Terlihat di maps yang saya capture ini, perjalanan menuju Danau Toba ini lumayan jauh. Untungnya jalanan cukup bagus dimana membuat supir melarikan bis dengan cukup maksimal. Sinyal Telkomsel juga tokcer sehingga sepanjang jalan saya bisa browsing internetan menghilangkan bosan di perjalanan.

Di tengah perjalanan kami mampir ke Toko Paten di Pematang Siantar. Tepatnya di Jalan Bandung 28 Siantar Barat. Loh ada nama Bandung juga ya disini. Saya mengingat-ingat apakah di Bandung ada jalan bernama Jalan Siantar. Rasanya tidak ada. Toko Paten ini terkenal bagi turis, yaitu tempat penjualan oleh-oleh kacang tumbuk (ting-ting, teng-teng, tong-tong, tang-tang) juga aneka penganan khas lainnya dan sirup markisa. Kacang tumbuk dengan suara berulang ini rasanya enak sekali. Banyak turis asing juga saat saya berada disana sedang membeli berbagai oleh-oleh. Muka mereka tampak memerah kepanasan. Tak heran, udara begitu panas, namun kadang terasa angin yang sepot berhembus yang menyejukan tubuh kami. Saran bagi pelancong, untuk pergi ke Danau Toba ini jangan lupa memakai pakaian yang nyaman dan menyerap keringat. Namun jangan lupa jaket dan penahan dingin lainnya, angin di kapal perahu menuju Pulau Samosir bukan main dingin.

Sampai di Parapat, terasa sejuknya udara di pegunungan. Ya, Danau Toba ini berada di ketinggian. Bayangkan! Danau yang sangat teramat luas ada di ketinggian. Jelas ini adalah super volcano. Danau Toba merupakan danau terbesar di Indonesia dan merupakan danau volcano terbesar di dunia. danau dan Supervolcano. Danau ini memiliki luas berupa 100 kilometer panjang, lebar 30 kilometer, dan sampai 505 meter (1.666 kaki)  kedalaman. Hih serem. Terletak di tengah-tengah bagian utara pulau Sumatera Indonesia. Letusan super volcano yang membentuk  Danau Toba ini menurut perkiraan terjadi 69.000 atau 70.000 tahun yang lalu. Saking dahsyatnya disebutkan para ahli bahwa letusan volcano ini nyaris menghapuskan  kehadiran kehidupan manusia dari muka bumi.

Jelas banyak turis asing datang ke Medan karena daya tarik Danau Toba ini, bukan hanya karena  ingin makan kacang tumbuk ting tung tang teng itu tentu saja.

Camera 360

 

Karena eksistensi dan selfie bukan hanya milik Princess Syahrini, sayapun berfoto-foto dalam perjalanan menggunakan kapal ferry  ke Pulau Samosir. Tidak hanya saya, teman seperjalanan saya pun tercengang melihat betapa luasnya Danau Toba ini. Rasanya bukan danau, tapi laut. Mengingat dalamnya mencapai 500 meter lebih, saya bertanya-tanya apakah ada makhluk monster sejenis Lochness yang hidup disini? Tapi air tampak begitu menyenangkan dan ramah, mustahil tiba-tiba muncul monster berkepala panjang bergigi tajam muncul dari danau rasanya.

Kami sampai di desa Tomok di Pulau Samosir. Tomok menurut guide kami, artinya semok atau montok. Tidak heran karena sesuatu yang montok dan semok pada payudara wanita ini dianggap sebagai lambang kesuburan bahkan dijadikan lambang, tidak hanya dua malah empat. Lambang kesuburan ini dipasang di pintu gerbang menuju makam Raja-raja Samosir.

Turun dari kapal Ferry, tampak tugu selamat datang dan plang besar peta pulau Samosir. Tugu ini unik karena diukirkan pasangan laki dan perempuan dengan pakaian adat masing-masing, diantaranya terdapat Batak Karo, Batak Pakpak-Dairi, Batak Simalungun, Batak Angkola, Batak Mandailing, dan Batak Toba.

Saya melihat jalan aspal mulus sepanjang pinggir pulau, wah asik sekali kalau digunakan untuk bersepeda keliling Pulau Samosir! Yah tidak sekeliling banget lah, itu bisa memakan waktu lema, paling tidak beberapa tempat sepanjang pulau akan menarik sekali dilakukan dengan wisata sepeda.

IMG_20140219_142751

Makam Raja Sidabutar di Pulau Samosir

Menuju makam Raja Sidabutar di Desa Tomok ini kami melewati toko-toko suvenir yang padat dengan barang dagangan. Jalan sempit beraspal sedikit menanjak menuju komplek pemakaman, di gerbang tampak lambang cicak dan juga  empat payudara di pilarnya. Cicak ini lambang dari kemampuan orang Batak untuk beradaptasi dengan lingkungan dan hidup dimana saja.  Masuk kompleks pemakaman, kami diharuskan mengenakan ulos. Ulos untuk pria motifnya lebih sederhana dibanding untuk wanita.

Makam raja-raja ini berupa sarcophagus, yaitu makam batu di atas tanah yang diukir dan diberi penutup.  Yang paling besar dalam foto di atas adalah makam makam Raja Ompu Naibatu Ni Ujung Barita Sidabutar.  Yang kira-kira artinya Raja yang perkasa sekeras batu yang terkenal beritanya sampai ujung dinia. Raja Naibatu ini memang terkenal sangat sakti mandra guna, Adapun ukiran di bagian belakang tutup batunya adalah ukiran wanita yang paling dicintai raja yaitu Anting Malela. Raja terkenal sangat sakti dengan rambutnya yang gimbal. Tampak di ukiran batu tersebut rambutnya yang tebal diukir. Warna hitam merah dan putih mendominasi warna pada lambang-lambang yang ada di makam kuno ini. Mengingatkan kepada ukiran dan warna di Toraja. Padahal jaraknya jauh ya. Melambangkan hal yang sama yaitu dunia bawah, dunia tengah yaitu alam ini, dan dunia akhirat.

Dari komplek makam, kami beranjak ke komplek rumah adat Batak, rumah adat batak disebut Rumah Bolon. Rumahnya dari kayu yang arsitekturnya cantik sekali.  Tampak ada ulos tersampir di dekat tangga kayu. Warnanya sungguh menarik hati. Di depan rumah-rumah adat Batak ini terdapat Patung Kayu Sigale-gale. Konon menurut hikayat, Raja Harahap yang sangat sedih kehilangan putra kesayangannya bernama Manggale dalam peperangan. Ia lalu memerintahkan pembuatan patung yang diberi pakaian dan menyerupai putranya, patung itu disebut Sigale-gale. Patung ini bisa bergerak dan menari secara mistis setelah dilakukan upacara tertentu, namun saat ini patung ini digerakan dengan tali sebagaimana marionette.

IMG_0525

Sigale-gale

IMG_0528-Resize

Camera 360
Sungguh menarik sekali perjalanan ke Medan ini, dua hari saja sudah banyak mendapatkan hal-hal yang menarik, masih banyak tempat wisata dan budaya yang sangat menarik untuk dieksplorasi di Sumatera Utara ini. Belum lagi bila bicara wisata kuliner. Saya masih sangat lapar, sangat haus, akan perjalanan untuk menyusuri keindahan alam dan budaya Nusantara ini, semoga masih banyak diberi kesempatan untuk berjalan-jalan dan menceritakannya.

Read Full Post »

Rumah Adat Batak di Pulau Samosir

Rumah Adat Batak di Pulau Samosir

Sudah lama. Lama sekali. Lama banget dah pokoknya, dari dulu saya ingin berkunjung ke Medan. Belum pernah soalnya. Sudah beberapa kali batal. Padahal sudah beli tiket pesawat promo. Gegara macam-macam sebab. Ada karena di kantor mendadak dangdut..eh mendadak sibuk. Ada juga karena ga boleh cuti. Sama saja sih.

Akhirnya pucuk dicinta ulam tiba, adean ku kuda beureum, alias beruntung dan tak disangka saya bisa berangkat ke Medan dengan urusan dari kantor yang bahkan bukan untuk bekerja. Setidaknya saya tidak diharapkan untuk bekerja. Something like that. Bingung ya? Sama.

Akhir bulan Pebruari lalu, saya berangkat bersama rekan-rekan lain, bisa dibilang banyakan lah. Sekitar 20 orang lebih dikit kalau ditotal. Kami menggunakan Garuda Citylink dari Bandung. Berangkat jam 9 lebih. Sebagian ada juga yang berangkat dari Jakarta.

(more…)

Read Full Post »

umroh plus

Paket Umroh Plus? Sudah lama saya ingin banget. Tanpa plus pun saya ingin. Apalagi pakai plus. Sudah lama juga saya mencari-cari paket umroh plus yang sekiranya cocok dan dengan keinginan hati ini, juga biro perjalanan yang memiliki nama baik dan jelas memberikan keterangan dan detail yang diperlukan untuk keperluan perjalanan ibadah (dan sekaligus wisata) yang nyaman, aman dan sekaligus menyenangkan.  Apalagi setelah saya baru sembuh dari sakit sekarang ini, keinginan untuk melakukan perjalanan ibadah semakin menjadi.

(more…)

Read Full Post »

Annyeongsehayo!

Touch Korea Tour dan Buzz Korea yang diselenggarakan oleh Korea Tourism Organization Indonesia adalah program promosi wisata Korea Selatan. Saat ini Korea Tourism Organization (Indonesia) atau disingkat KTO menyelenggarakan lomba penulisan blog dengan berbagai tema namun merupakan bagian tak terpisahkan dari program promosi tempat wisata Korea Selatan.  Promosi tempat wisata Korea Selatan ini adalah sebagai efek dari Gelombang Korea, atauHallyu (Korean Wave),  seringkali disebut juga Korean Fever atau Demam Korea. Dimana awalnya adalah maraknya Korean Pop atau K-Pop dan program entertainmen berupa Film dan Drama Korea, yang sangat diminati dan digemari berbagai bangsa di berbagai belahan dunia, menjadikan banyaknya minat yang tertuju kepada budaya dan bahasa Korea, serta tempat-tempat di Korea Selatan khususnya sebagai  tujuan dari paket tour dan wisata Korea. Posting blog ini ditujukan sebagai keikutsertaan program Touch Korea Tour. Dapat pembaca baca selengkapnya di halaman Facebook dari Korean Tourism Organization (Indonesia)Yuk ikutan yuk!!

Ini adalah bagian kelima dari tulisan saya dalam program Touch Korea Tour. Dan tulisan saya terakhir dalam keikutsertaan saya dalam lomba menulis dalam event Touch Korea Tour yang diselenggarakan Korean Tourism Organization Indonesia (KTO). Karena membuat rencana itu sesuatu yang harus dipikirkan mateng-mateng, pertama-tama saya akan tidur dulu dengan nyenyak dan bahagia sebelum membuat perencanaan ini. Karena tidur nyenyak akan membuat saya fresh dan siap membuat rencana-rencana. 

Nah pagi ini setelah tidur nyenyak dengan baik dan berkualitas, saya memikirkan rencana promosi Korea dimana semisalnya saya adalah anggota Tim Pengalaman Touch Korea Tour ini sebagai berikut:

Rencana Promosi Korea Selatan

Saya mengikuti pola pemikiran yang awalnya dicetuskan oleh Hermagoras Temnos. Siapa tuh? Itu tetangga saya yang suka jualan kue pancong.  Hehehe bukan sih, dia adalah orang Yunani jaman kuno,  tapi bukan sodaraan dengan Phytagoras. Walaupun namanya mirip.  Beliau mendefinisikan seven “circumstances” (μόρια περιστάσεως ‘elements of circumstance’. Quis, quid, cur, quomodo, ubi, quando, quibus auxiliis (Who, what, whyhowwhere,when, with what).  Mungkin tujuh kebanyakan. Sekarang lebih dikenal sebagai Lima W Satu H. What and Why and When and Where and Who and How.

Jadi kesatu, What. Apa sih rencana saya. Jawabannya Promosi Korea Selatan. Kedua, Why -kenapa? Karena saya keren. Eh bukan, karena Korea Selatan itu indah dan keren dan saya suka untuk mempromosikannya sebagai pertukaran kunjungan wisata ke Indonesia yang juga indah dan tak kalah keren. Apa yang akan saya promosikan? Banyak. Sejarah, budaya, adat istiadat, pemandangan alam atau panorama indah Korea Selatan, wisata kuliner Korea, fashion, K-pop, drama Korea, pelem Korea dan shopping dan art market di Korea Selatan, bahkan mungkin promosi operasi plastik di Korea Selatan, katanya murah lho. Banyak sekali bahan-bahan promosi Korea. Ibaratnya mempromosikan seorang cowok cakep, akan lebih mudah dipromosikan dibanding dengan cowok dengan wajah yang kurang bagus dan tak pernah tersenyum. Ngilu kalau mikirin cara promosi sesuatu yang sulit dipromosikan. Perjalanan saya ke Korea juga, nah ini dia, ini akan jadi cerita yang saya jadikan tonggak sejarah dalam apa yang akan saya canangkan dalam program blogging mengenai Wisata Korea Selatan ini. Nantikan kejutannya ya…ya entar ya, kalau saya kepilih.

Lalu When -kapan saya akan mempromosikan Korea Selatan? Jawabannya: sudah saya promosikan dari dulu tanpa sengaja

Akang Kasep pujaan Eneng

dalam blog ini, dikarenakan saya suka akan produk dan budaya Korea Selatan, juga musiknya yang unik, dan dramanya yang banyak menayangkan aktor yang cakep-cakep dan bikin kepala kleyengan. Dan selanjutnya dan seterusnya akan saya promosikan Korea Selatan ini secara kontinyu (menang tidak menang saya akan tetap menulis apa yang saya suka tulis tentang Korea).

Lalu untuk Where. Dimana. Di blog. Blog saya ada beberapa, kebanyakan yang gratisan (blogspot, blogdetik, wordpress, kompasiana, dagdigdug, mypulau dari Telkomsel) dan juga ada yang bayar domainnya. Blog saya yang paling ngetop ya yang ini (ngetop kok, beneraaan, cek aja pageranknya, yah jujur sih ga ngetop-ngetop banget soalnya yang komen suka dikit, pada pemalu kali kalo ngasih komen). Tapi yang paling keurus sih yang blog miramarsellia.com ini. Lalu saya akan promosi di Facebook. Di Twitter, didaftarkan ke Blog directory list. Lalu di…dimana lagi ya? Dan lain-lain di media online lainnya.  Misalnya di grup Blackberry. Line di Android. Apa lagi ya? Oh ya Youtube juga. Disana saya akan upload video-video perjalanan saya ke Korea, untuk mempromosikan Korea Selatan dengan visualisasi yang lebih hidup.

Soal Who, siapa. Siapa sih sasaran yang akan saya promosikan ini. Orang-orang macam apa. Usia berapa. Kalangan seperti apa.  Penentuan kriteria ini akan menentukan bagaimana penyajian promosi saya, bahasa yang akan saya gunakan untuk promosi di blog, dan keyword-keyword yang tepat untuk niche, atau target market yang saya tuju. Saya engga akan mempromosikan fashion dan accessories Korea yang girly ke teman-teman saya penggemar motor Harley misalnya. Lagian saya memang tidak punya teman-teman penggemar motor Harley Davidson sih. Intinya saya akan menyesuaikan apa-apa yang sedang trend dan digemari dalam Gelombang Korea atau Hallyu ini, untuk menarik hati orang-orang yang membaca apa yang saya promosikan lewat blog dan jejaring sosial, dengan cara yang keren dan ngepas (uhuk), untuk orang-orang atau kalangan yang tepat dengan minat yang sesuai dengan apa yang saya sajikan.

Cherry Blossom South Korea

Sekarang menginjak pada bagaimana. Bagaimana cara saya mempromosikan Korea ini. Melalui blog dan Social Network Services (SNS). Bagaimana sih cara promosi lewat blog dan SNS?  Bagaimana cara membuat pembaca, teman di Facebook dan follower SNS agar tertarik? Bahkan bagaimana cara membuat orang yang tidak dikenal ikut tertarik?. Saya akan membuat tulisan di blog dengan cara yang enak dibaca oleh pemirsa sekalian (emang radio RRI). Sehingga yang baca ga pusing mencari informasi, dan mendapatkan apa yang mereka cari dari internet di blog atau media sosial yang saya jadikan alat untuk promosi dengan tepat dan berguna serta puas dengan informasi yang mereka dapatkan. Saya pun akan menjalin hubungan baik dengan teman-teman saya yang bekerja di Agency Tour and Travel, siapa tau ada promosi diskon Paket Tour Travel Hemat ke Korea Selatan yang dapat saya informasikan di blog saya dan jejaring sosial yang saya gunakan. Kalau saya sampai terpilih ikut jadi tim pengalaman Touch Korea Tour ini, tentu saja pengalaman saya disana akan jadi bahan-bahan yang bagus yang akan saya gunakan untuk promosi Wisata Korea Selatan ini.

Annyeongsehayo!

gambar Cherry Blossom dari TravelskyLine

Read Full Post »

Touch Korea Tour Bagian Kedua – Buzz Korea
Dalam rangka mengikuti program penulisan blog mengenai Wisata Korea Selatan yang diselenggarakan oleh Korean Tourism Organization (Indonesia), saya memposting tulisan mengenai tiga benda yang ingin dibeli di Korea. Sebenarnya  saya yakin akan beli sesuatu lebih dari tiga jenis kalau saya berwisata ke Korea. And I am very sure about this.

Dae Jang GeumHallyu. Apakah arti kata Hallyu? Sebelum saya sampai pada topik sesuai judul di atas, saya akan bercerita sedikit tentang Hallyu ini. Nah, pernahkah Anda mendengar kata ini? Kata ini populer pada tahun 1999, dimana istilah Hallyu yang berarti Korean Wave ini dipublikasikan oleh media Cina yang terkesima atas cepatnya puplaritas entertainmen kebudayaan dan setelah album HOT dirilis di Cina demikian juga dengan film dan drama Korea yang sangat banyak digemari disana. Hallyu sering diartikan sebagai Demam Korea atau Korean Wave – Gelombang Korea. K-Pop, atau musik Korean Pop, adalah bagian yang tak terpisahkan dari Hallyu ini.  Fenomena Hallyu ini tidak terbatas pada wabah musik K-pop, saja tetapi juga film dan drama Korea, masakan Korea, barang elektronik, sampai dengan fashion. Kegemaran akan produk entertainmen Korea, memicu banyak masyarakat berbagai bangsa di dunia untuk mempelajari budaya dan bahasa Korea. Di Indonesia, Hallyu sangat terasa gelombangnya melalui K-Pop dan Drama Korea. Suami saya saja adalah penggemar film Dae Jang Geum. Terbukti Hallyu tidak hanya melanda kaum muda, tapi meliputi tua muda, ABG, ABG palsu, bahkan anak-anak pun mengenal Korean Pop Culture ini. Saya saja tadi pagi memasak ditemani lagu Super Boy  Junior. Suwer, ga boong. Menurut saya, menyukai dan mempelajari kebudayaan bangsa lain adalah hal yang sangat positif. Menyadarkan bagaimana kita adalah makhluk hidup sebagai manusia yang  harus memiliki hubungan sosial yang baik antar individu, antar RT, RW, Kelurahan  maupun sampai dengan antar bangsa. Membuat kita menyadari arti pentingnya untuk hidup berbangsa dan bernegara yang damai dan sejahtera di muka bumi ini. Namun yang penting pula kita sendiri  untuk tidak kehilangan identitas sebagai bangsa Indonesia yang memiliki kebudayaan dan harga diri bangsanya sendiri pula. Demikian. Indah sekali ya pemikiran saya, bukankah begitu para pembaca?

Setelah mengenal Hallyu, mari sekarang kita lanjutkan dengan pembahasan sesuai judul di atas. Andaikan saya pergi berwisata ke Korea Selatan…Tentu saja selain mengunjungi tempat-tempat wisata yang indah dan penuh sejarah disana,  dan tentu saya pun ingin membeli cinderamata, atau sesuatu yang berguna dan bermanfaat,  atau benda-benda lain yang menarik dan memiliki ciri khas Korea.  Tapi sebelum kita membicarakan wisata Korea Selatan dan benda-benda yang menarik atau karya seni Korea yang memiliki sejarah ribuan tahun, ada baiknya kita membicarakan, sesuatu yang harus kita siapkan untuk berbelanja, yaitu…mata uang Korea Selatan…. ! Mata uang Korea Selatan disebut dengan Won. Kursnya pada saat blog ini ditulis, terhadap Rupiah adalah 1 KRW (Korean Won) adalah sebesar 8 .05 Rupiah. Sebagai referensi harga makanan semisal Kimbap (sushi ala Korea) adalah 2500 – 3000 Won, atau sekitar Rp 20.000,- s.d Rp 24.000,- . Kata Won sendiri berarti “round shape” dan terdiri dari 100 Jeon. Namun satuan Jeon sudah tidak digunakan untuk transaksi keuangan sehari-hari dan hanya muncul pada perhitungan kurs dengan mata uang asing.

Nah setelah memiliki bekal pengetahuan kurs untuk berbelanja barang di Korea Selatan ini dengan mata uang Won, saya putuskan apabila saya diberi kesempatan dan umur panjang untuk dapat berwisata kesana dalam program Touch Korea Tour ini, atau program wisata lainnya dimana hal tersebut tergantung rejeki dan kesempatan yang saya dapat (tentu saja), saya akan membeli tiga barang sebagai berikut, my lovelies, ini dia …tadaa…..:

Traditional Korean Clothing. Dalam bahasa Korea Selatan disebut Hanbok, pakaian tradisional yang sekarang umum digunakan oleh bangsa Korea adalah mengikuti model dari Dinasti Joseon. Dalam kekuasaan Dinasti Joseon banyak hal yang membawa hal yang direpresentasikan dalam bangsa Korea yang telah modern saat ini, baik dalam hal etika, norma-norma budaya, pakaian adat dan bahkan bahasa Korea dan dialeknya berasal dari pemikiran dan pola yang dibentuk pada jaman Dinasti Joseon ini. Pakaian tradisional Korea ini sangat indah. Warnanya cerah dengan potongan yang elegan. Untuk pakaian tradisional wanita disebut dengan Chima Jeogori, terdiri dari rok panjang dan atasan. Sedangkan untuk pria disebut Baji Jeogori, Baji berarti celana. Membeli pakaian tradisional ini dapat dilakukan di Dongdaemun Market. Pasar Dongdaemun ini adalah pasar tradisional dan juga sebuah tempat shopping center yang lengkap, terletak di distrik Jongno-gu, Seoul, Korea Selatan. Di pasar Dongdaemun ini menjual berbagai macam pakaian, Hanbok, Food Court, Food Center, sepatu, dan berbagai benda-benda lain yang menarik. Dongdaemun berarti “a neighborhood for learning politeness”, nama yang sangat berkarakter menurut saya.  Adapun saya sendiri, apabila karena satu dan lain hal tidak kesampaian membeli Hanbok ini, bila dapat saya akan membeli sepasang boneka dengan pakaian Hanbok. Dan ini pun akan membuat saya sangat bahagia. Membeli hanbok itu sendiri ataupun boneka dengan pakaian tradisional Korea adalah representasi kekaguman saya akan keragaman budaya berbagai bangsa di dunia.

Korean Pottery. Korean Pottery adalah karya seni yang dikagumi orang dari seluruh penjuru dunia. Ratu Elizabeth 2 dari Inggris pernah mengunjungi Insadong dan jatuh cinta setengah mati pada keindahan keramik Korea ini. Adapun Celadon adalah sebutan bagi warna keramik yang khusus dibuat dengan teknik tersendiri sehingga memiliki warna biru hijau yang indah, yang disebut dengan sebagai warna celadon. Celadon atau Goryeo Cheongja atau Keramik Hijau Goryeo adalah inovasi pada jaman Dinasti Goryeo di Korea pada tahun  (935-1392). Menurut hikayat keramik Goryeo ini memiliki warna hijau tercantik di dunia.  Adapun teknik pembuatan keramik Celadon Korea yang sangat terkenal dimana Korea mencapai puncak kejayaannya dalam teknik pembuatan celadon ini yaitu pembuatan desain yang disebut Sanggam.  Keramik Korea ini memiliki nilai sejarah, nilai seni dan harga yang tinggi sehingga bahkan merupakan harta negara. Adapun Maebyeong adalah sejenis vas dengan bentuk yang disebut menyerupai bentuk wanita. Dimana Cheongja-unhak-sanggam-mun-maebyeong adalah sebuah jenis maebyeong yang sekarang tersimpan di museum seni di Seoul.  Maebyong ini  dikenal sebagai keramik hijau sanggam paling bermutu sehingga dijadikan sebagai Harta Nasional Korea Selatan Nomor 68. 

Kalau saya mah untuk membeli keramik antik sih jelas tidak sanggup. Lagipula dilarang membawa keluar keramik yang berusia lebih dari 50 tahun keluar dari Korea. Nah lho. Namun paling tidak bisa membeli barang satu piece keramik Korea, yang merupakan keramik dengan ciri khas Korea di pasar seni Korea akan sangat membahagiakan bagi saya. Soal keramik Korea ini jujur saja awal ketertarikan saya justru akibat menonton drama Korea. Yaitu Drama Boys Before Flower, drama ulangan Meteor Garden yang diproduksi oleh Korea. Kim Bum  yang berperan sebagai So Yi Jeong adalah seorang master dalam pembuatan keramik. Dari film itu saya mengetahui bahwa seni pembuatan keramik adalah seni yang sangat dihargai di Korea.

Ginseng KoreaGinseng Korea dan K-Pop Merchandise….Yah ini mah bukan tiga jenis lagi. Tapi mau gimana lagi coba. Saya ingin sekali beli ginseng dari Korea. Tahu kan, Korea terkenal akan ginsengnya. Masakan saja ada Sup Ayam Ginseng-Samgyetang yang terkenal. Ginseng adalah makanan dan obat yang sudah dikenal ribuan tahun. Jadi, saya benar-benar ingin membeli ginseng Korea. Jenis ginseng Korea atau Korean ginseng (Panax schinsen) yang asli tumbuh di Korea disebut Goryeo Ginseng untuk membedakannya dengan ginseng yang tumbuh di tempat lain. Ginseng asli Korea dikenal dengan khasiatnya yang lebih, dikarenakan iklim dan kondisi tanah di Korea memungkinkan untuk menghasilkan ginseng dengan kualitas terbaik di dunia. Adapun K-pop Merchandise, saya,  anak-anak saya, keluarga, teman-teman, adalah penggemar K-pop. Bagaimana nasib saya bila saya tidak membawakan mereka oleh-oleh berupa K-pop merchandise? Saya tidak akan sanggup menghadapi amukan massa. Anak saya yang kecil waktu saya tanya saja, kalau saya pergi ke Korea mau dibeliin apa, langsung menjawab: syal bulu dan hoodie.. Tuh kaaan…

Demikian posting blog saya mengenai 3 jenis barang yang ingin saya beli di Korea. Sampai jumpa di posting blog saya berikutnya.

Annyeonghaseyo!

Read Full Post »

%d bloggers like this: