Feeds:
Posts
Comments

I am in love with Kyoto.

I want to ride my bicycle.

Kyoto – Hari Pertama
Apa hubungannya Kyoto ibu kota lama Jepang ini dengan lagu Queen? Jadi menurut informasi dari hasil tanya-tanya dan browsing katanya menjelajah Kyoto itu paling enak dengan bersepeda. Waduh. Saya sih suka bersepeda. Tapi sedang tidak dalam mood untuk cape. Saya ingin menyimpan tenaga saya untuk makan-makan dan foto-foto.

Setelah mencari beberapa alternatif ternyata banyak sewa sepeda di Kyoto itu sepeda listrik. Horayy! Engga usah mikir keringetan dan cape nanjak di jalanan. Dan ternyata tempat sewa sepedanya banyak di sekitar hotel saya yang tidak jauh dari Stasiun Kyoto.

Oh ya dalam menyusun itinerary jalan-jalan ke Jepang ini saya mencari hotel yang jaraknya bisa koprol dari stasiun utama. Hotel dan penginapan yang saya booking rata-rata hotel harga sedang yang jaraknya radius 400 meter dan maksimal 1 km dari stasiun utama, atau paling tidak dekat subway. Karena jalan-jalan saya kali ini bukan ala backpacker. Mungkin lain waktu backpackeran deh, kalau untuk sekarang koper friendly route aja deh.

Hotel kami dekat Stasiun Kyoto dengan berjalan kaki sekitar 400 meter. Trotoar mulus sehingga tidak sulit membawa koper beroda. Setelah menitipkan koper, kami menyewa sepeda listrik. Saat itu sepeda-sepeda sedang laku disewa, banyak temat sudah sold out, kami beruntung ada dua orang yang mengembalikan sepeda saat kami tiba.

Tempat sewa sepeda kami bernama Kyoto Ecotrip. Biaya sewa sebesar Y1800 sampai dengan Y2000 untuk sepeda listrik. Kami diberi peta lengkap dan petunjuk jalur mana yang boleh dilewati sepeda dan tidak. Tujuan pertama kami adalah daerah Gion, lalu akan lanjut ke Nishiki Market. Tapi si mas rental sepeda bilang kalau di Nishiki Market sepeda tidak boleh dinaiki harus dituntun. Ok deh.

Bila tidak ingin bersepeda tentunya banyak alternatif lainnya seperti bis dan subway. Berikut adalah tempat-tempat menarik di Kyoto untuk dikunjungi sesuai itinerary saya:

09.00 berangkat ke Kyoto dari Osaka dengan Hikari kurang lebih hanya 18 menit, kereta lain sekitar 30 menit.
09.30 Tiba di Kyoto
10.00 Menitipkan koper di hotel
10.30 Menyewa sepeda
11.00 Menuju Gion dengan sepeda waktu tempuh sekitar 30 menit
12.00 Tiba di Yasaka Shrine
13.00 Makan siang
14.00 Berjalan-jalan dan menyusuri tempat menarik sekitar area Gion
15.00 Menyusuri Kamo River dengan sepeda
16.00 Menyusuri Nishiki Market
17.00 Mengembalikan sepeda

Ternyata area Gion sangat nyaman untuk bersepeda, banyak sekali orang bersepeda. Hanya saja tidak boleh parkir sembarangan atau melalui jalur sembarangan. Jadi tetap harus tertib mengikuti aturan lalu lintas. Banyak pula tempat sewa kimono di daerah Gion, kisaran sewa mulai harga IDR 300.000, tambah mahal tergantung jenis kimono dan asesoris yang ingin dikenakan termasuk hairdo.

Karena lelah, kami memutuskan untuk melanjutkan menelusuri Kyoto esok hari. Dengan moda transportasi kereta dan bis. Dekat stasion Kyoto juga ada mall Aeon, kita bisa mampir sejenak untuk ngopi-ngopi cantik. Untuk membeli snack dan lainnya, banyak terdapat 7 Eleven, Family Mart, dan Lawson. Bisa membeli onigiri atau nasi instant buat yang kangen makan nasi, hehehe.

Kyoto – Hari Kedua

Ginkakuji Kuil Perak

Tujuan pertama kami hari ini adalah Ginkakuji atau Kuil Perak. Menuju kesana menggunakan bis nomor 100 dari Kyoto Stasiun. Perjalanan cukup lama, hampir 1 jam karena melewati banyak halte. Kalau ingin lebih cepat bisa naik subway kemudian ganti dengan bis. Tapi kami males ganti moda transportasi mending sekali naik saja walaupun lebih lama.

Turun dari bis ternyata kami berjalan menyusuri Philosopher Path menuju Ginkakuji Shrine. Bunga Sakura sudah lewat musimnya disini..daun-daun hijau sudah menggantikannya. Bila sedang musim bunga sakura, Philospher Path adalah salah satu tempat menikmati keindahan bunga sakura di Kyoto.

Sampai di Ginkakuji, kami menikmati taman yang sangat indah. Ada jalan setapak ke atas bukit pula dimana kita bisa menikmati pemandangan kuil dan tamannya, dilatar belakangi dengan pemandangan kota Kyoto dari kejauhan. Cantik sekali.

Dari Ginkakuji kami lalu berangkat ke Kinkakuji, kuil emas. Naik bis satu kali dengan nomor 102. Memang saat saya berlibur ini sedang musim libur. Orang Jepangnya sendiri sedang liburan. Kebayang dimana-mana antri dan penuh.

Advertisements

Hari pertama- Osaka

First time traveler alias baru pertama kali jalan-jalan ke Jepang? Sama dong dengan saya. Nah untuk itu saya ingin berbagi pengalaman bikin itinerary selama satu minggu di Jepang, dan sebenarnya saya jadinya malah lebih, engga seminggu malah jadi sebelas hari. Tapi plan awal adalah seminggu, jadi here we go …

Sebagai seorang yang baru pertama kali pergi ke Jepang, tentu saja yang saya siapkan adalah nyari info sebanyak-banyaknya. Walau banyak teman saya bilang, gak bakal kesasar di Jepang mah, soalnya transportasi jelas dan mudah. Tetap saja saya merasa kudu dan wajib menyusun itinerary biar pede pas jalan-jalan.Sebelum pergi tentunya yang kita siapkan adalah tiket!

Saat ini banyak tiket promo ke Jepang, jadi pantau saja sering-sering apalagi kalau travel fair. Cuma bagi saya yang kerja bikin pas pergi di tanggal-tanggal yang promo kok susah ya. Karena saya prefer untuk pergi di minggu-minggu yang ada libur kejepit.Tiket yang cukup miring harganya di tahun 2019 ini adalah Cathay Pasific, Air Asia, dan Garuda. Enak sih pakai Garuda, soalnya kan direct, pergi tengah malam bisa sampai pagi di Osaka. Langsung bisa cuss jalan-jalan.

Namun apa daya, pas saya mau beli tiket Garuda kemarin di hari Jumat tiba-tiba ada pemberitahuan tidak ada penerbangan Jumat dan berubah menjadi Sabtu. Looh…. akhirnya saya beli Cathay Pasific. Biarpun transit di Hongkong 4 jam tak apa lah. Yang penting sampai Osaka pagi-pagi di hari Sabtu.Saya berangkat bertiga dengan teman-teman. Pesawat berangkat jam 2 siang hari Jumat dan kami check in jam 12 siang.

Setelah proses imigrasi selesai dan hal-hal lainnya, berangkat ke Hongkong dan tiba disana untuk transit selama 4 jam. Jam 1 malam kami berangkat lagi menuju Osaka dan tiba jam 6.30 pagi keesokan harinya. Jepang berbeda 2 jam lebih dahulu dari Indonesia.Tiba di KIX atau Kansai Airport, kami menukarkan tiket JR Pass atau Japan Rail Pass di kantor JR yang ada di bandara. Japan Rail Pass yang kami beli adalah tiket untuk menggunakan kereta api cepat (shinkansen) dan yang tidak cepat (yang penting dilayani oleh provider JR) selama seminggu.

Shinkansen yang kami bisa gunakan dengan JR Pass adalah kedua tercepat. Yang paling cepat adalah Nozomi, tidak include dalam list yang boleh dipakai. Tapi Hikari yang mana adalah kedua tercepat juga udah cepat juga sih. Tokyo Osaka ditempuh dalam waktu kurang lebih 3 jam saja. Kan jaraknya lebih dari 500 km tuh.

Untuk perjalanan kami ini, saya dan teman-teman dibantu oleh Astrindo Tour, tapi perginya sih sendiri, jadi dokumen-dokumen perjalanan dan persiapan untuk transportasi dan hotel dibantu oleh mereka. Nah untuk lebih jelas tentang JR Pass dapat dibaca infonya di Japan Rail Pass, sedangkan untuk jadwal-jadwal kereta saya menggunakan aplikasi Hyperdia. Aplikasi ini membantu sekali untuk melihat jadwal-jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta. Jadi engga bingung saat di stasiun. Ga pakai acara celingukan cari-cari jadwal dan platform.

Ini itinerary hari pertama saya di Osaka.06.30 tiba di Kansai Airport (KIX)

07.00 proses imigrasi dan bagasi
08.11 Kansaikuko line (JPY 1.100) atau dengan JR Pass menggunakan Nankai Express.

Bila tidak menggunakan JR Pass, alternatif dengan osaka amazing pass buka jam 8.30 untuk penggunaan subway, bis dan diskon atau free ke tempat-tempat wisata dan makan. Bisa juga naik limousine bis ke herbis hotel (bus stop dekat dengan Osaka Station) Biaya tiket Limousine Bus sekitar IDR 300.000 perjalanan 1 jam ke Osaka. Lebih mudah bila membawa-bawa koper dan hotel dekat dengan bus stop. Soalnya naik turun subway cape banget, apalagi kalau tidak aa eskalator.10.30 Tiba di osaka station

10.40 Menuju hotel Mystays Premier Dojima 2 chome 4 1 sonezakishinchi kita ward osaka
11.00 Menitipkan tas bila belum bisa check in
11.30 Jalan kaki ke Kita Shinchi station 6 menit 400 meter
12.00 Makan siang sekitar stasiun/subway
12.15 JR Touzai Gakkentoshi Line platform 2
12.20 Tiba di Osakajokitazume Station
12.30 Jalan kaki 1.6 km 20 menit
13.00 Tiba di Osaka Castle, bila memiliki Osaka Amazing Pass bisa gratisan masuk.
15.00 Ke stasiun Osakajokoen jalan kaki 19 menit 1.3 km
15.30 Menuju Dotonburi naik JR Osaka Loop Line turun di Tsuruhashi ganti jalur kintetsu nara line platform 3
15.40 Turun di Osaka Namba Station
15.50 Jalan kaki ke Dotonburi 450 meter
16.00 Wisata kuliner dan foto2 di sekitar Dotonburi
17.00 Menyusuri sungai Tombori River Walk dan berjalan kaki ke Shinshaibashi
18.00 Shinshaibashi shopping arcade tempat belanja macam-macam oleh-oleh khas Osaka
19.00 Makan sekitar Shinsaibashi atau Dotonburi
20.00 Yotsubashi station platform 2 ride 3 stops atau kembali ke Namba Stasiun
20.10 Tiba di station Nishi umeda jalan kaki ke hotel 400 meter

Hotel yang saya pilih ini karena dekat dengan stasiun subway, Limousine Bus Stop, dan juga ke Osaka Stasiun, jadi cukup strategis untuk pergi ke kota lainnya atau untuk berjalan-jalan di kota Osaka. Untuk pemesanan bisa melalui Agoda.com atau partner lainnya seperti Booking.com.

Untuk destinasi menarik di Osaka berikut daftar tempat yang wajib dikunjungi buat yang pertama kali jalan-jalan di Osaka. Saya sih engga sempat semua, tinggal kita tentukan saja yang mana yang akan menjadi prioritas. Soalnya jalan-jalan solo, sama teman, keluarga, dan anak-anak tentunya membuat prioritas kita menjadi berbeda. Misalnya untuk liburan keluarga, tentunya anak-anak akan suka banget kalau diajak ke Universal Studio. Umeda Sky Building juga menarik sekali untuk berfoto-foto.

20190427_123046.jpgOsaka Castle

Osaka Castle atau Osakajo selesai dibangun di tahun 1590. Konon dibangun pertama kali di zaman Sengoku (tahun 1583), Oda Nobunaga membangun istana di lokasi yang menempati reruntuhan kuil Osaka Honganji. Saya sendiri sangat mengagumi bebatuan yang menjadi benteng istana tersebut. Terlihat sangat kokoh dan megah! Castle juga nampak menjulang dan sangat anggun. Siapkan alas kaki yang nyaman untuk berkeliling Castle Osaka. Angin juga cukup kencang di musim semi walaupun matahari bersinar cerah. Akhir bulan April jadi masih terasa dingin karena hembusan angin.Sekitar Osaka Castle banyak orang berpiknik. Rupanya orang Jepang memang senang piknik. Padahal musim bunga Sakura di Osaka sudah lewat.

Cape memutari kastil, kita bisa membeli eskrim green tea seharga Y500 di kios-kios penjual makanan. Ada juga rebung bakar, cuma bakar, yakitori alias sate ayam, juga makanan lainnya.  Saya sempat duduk-duduk dan membiarkan roti bekal saya dirampok burung-burung gereja langsung dari tangan saya. Lucu sekali,

20190503_145238

Dotonbori dan Shinsaibashi – Kuliner dan Belanja

Kayaknya engga lengkap kalau ke Osaka bila tidak mampir ke daerah Dotonbori yang penuh dengan neonlight. Malam hari terasa begitu berwarna selain penuh dengan orang yang berjalan hilir mudik menikmati suasana dan kuliner, lampu-lampu billboard Dotonburi sungguh meriah!Setelah memutari Osaka Castle, -sebenernya ga niat muterin tapi engga sengaja karena mikir jalan yang lebih dekat keluar ternyata salah jalan malah muter, cape bener bok!, kita kembali ke subway menuju Dotonburi.

Karena sepagian tadi sudah membiasakan diri mencari arah subway, perjalanan ke Dotonburi terasa lebih mudah dan cepat. Ya lagia dibantu google map. Kadang saya juga pakai aplikasi rome2rio kalau engga yakin sama platform yang diarahkan google map.Tiba di Dotonbori jelang sore. Dimana lampu billboard mulai menyala dengan meriah.Cuma pas saya kesana si Glico Man lagi mati lampunya. Mungkin belum bayar listrik sudah nunggak 2 bulan.

Orang luar biasa banyak berjalan-jalan di daerah Dotonbori dan Shinsaibashi. Karena pas saya kesini lagi Golden Week. Orang Jepangnya juga lagi liburan. Musim ini disebut juga Shoulder Season. Pundak bersenggolan terus dengan pundak orang lain saking padatnya. Ga perlu ke Shibuya deh buat lihat orang berjejal-jejal di jalan. disini juga banyak. Selain Glico Man, ada Kani Doraku. Restoran dengan kepiting raksasa yang bergerak-gerak di sebagai reklame di depan restaurantnya. Pas dekat restoran ada board bertulisan Welcome to Osaka.

Banyak orang berfoto meniru pose Glico Man atau berdiri berpose depan Kani Doraku dan tulisan Welcome ini. Jalan tak jauh dari situ ada kios makanan Takoyaki yang terkenal dengan gurita raksasa di depannya. Nama restaurant takoyaki tersebut adalah Kukuru.Takoyaki memang makanan yang terkenal berasal dari Osaka. Bahkan disebut sebagai soulfoodnya Osaka. Saya membeli 1 kotak untuk saya nikmati dengan teman saya. Rasanya begitu lembut dan meleleh di mulut. Takoyaki terlezat yang pernah saya rasakan.

Tak jauh dari Kukuru ada toko makanan khas Osakan untuk oleh-oleh. Kuidaore Taro maskot Osaka yang berupa badut berpakaian garis merah putih sambil memukul drum ada di depan toko itu. Jadi mudah dicari. Kuidaore sendiri berarti “eat till you bankrupt”. Orang Osaka memang terkenal punya rasa humor yang tinggi juga senang makan. Oh ya saya pun sempat makan di Kani Doraku. Lumayan juga harganya. Berdua untuk makan malam aneka kepiting sekitar Y 7400. Mahal yah untuk sebuah pengalaman kuliner.

Menunya adalah aneka masakan kepiting. Ada yang digoreng, ada yang direbus, ada yang mentah. Tapi porsinya kecil-kecil. Kalau ingin kenyang tambah sushi saja. Nah sushinya gede-gede. Malah kekenyangan jadinya.

Dekat dari Dotonbori ada arcade Shinsaibashi yang ramai dengan aneka toko. Bisa belanja kosmetik atau perawatan tubuh juga fashion. Aneka toko berjejal disana. Cuci mata doang juga ok kayaknya, saya berusaha tidak tergoda beli ini itu. Kalau kalap belanja gimana dengan nasib koper saya nanti. Tapi akhirnya engga tahan juga untuk tidak belanja! Saya membeli beberapa snack Osaka, juga KitKat aneka rasa. Gemes soalnya. Bukan buat oleh-oleh loh tapi buat saya makan sendiri.

Banyak aneka produk makanan dengan rasa green tea. Bikin emesssh banget dah..soalnya saya penggemar green tea.Buat penyuka perawatan kecantikan sudah tradisi untuk belanja aneka produk perawatan tubuh dan wajah di Jepang. Belum lagi banyak toko dengan label tax free. Belanja di atas Y 5000 akan mendapat harga diskon tanpa pajak.

Universal Studio Osaka dan Umeda Sky Building

Gerbang masuk Universal Studios Jepang terletak lima menit berjalan kaki dari
Stasiun Universal City di Jalur JR Yumesaki (juga disebut sebagai Jalur JR Sakurajima).
Dari Stasiun Osaka, ada beberapa kereta langsung per jam (lama perjalanan 15 menit, 180 yen) dan banyak lagi koneksi yang membutuhkan transfer mudah di Stasiun Nishikujo. Dari Bandara Kansai, ambil bandara JR cepat ke Stasiun Nishikujo dan transfer ke Jalur JR Yumesaki ke Stasiun Universal City.

Kalau mau naik bis, Universal Studios Jepang terhubung dengan bus ke Bandara Kansai (50-70 menit, 1550 yen, 1 bus / jam) dan Bandara Itami (45 menit, 930 yen, sekitar 1 bus / jam). Dari kota-kota lain pun banyak bis yang langsung menuju ke Universal Studio.

Untuk mengunjungi Umeda Sky Building dapat ditempuh dengan berjalan kaki 10 sampai dengan 15 menit dari Stasiun Osaka.

Tentang Kamu dan Waktu Sebelumnya

Seperti dialog punya sinetron.

Adegan di ruang tiga kali empat. Cahaya temaram saja. Suara jalanan yang samar terdengar. Suara angin. Sedikit suara cuit burung malam. Dan gonggong anjing di kejauhan.

Pertanyaan si perempuan.

“Kamu sedang apa?”

Jawaban si lelaki.

“Aku sedang menatapmu”

Perempuan menatap lekat si lelaki. Matanya yang tahun dulu tanpa perhatian kini tertuju pada dirinya seorang. Tatap mata hangat penuh sayang. Tangannya terulur menyentuh pipi lelakinya. Mengelus rambutnya.

Lanjut si lelaki.

“Aku menatapmu, perempuan yang aku cinta, yang aku sayang, tempatku berbagi, istriku, my partner in crime, my half life, aku menatapmu dan meyakinkan diri berulang kali bahwa kamu milik aku”.

Tuh kan seperti dialog sinetron.

Tapi dalam hati perempuan terasa hangat dan jantungnya dipenuhi perasaan yang melonjak.

Tubuh lelaki mendekat. Melingkarkan tangannya di sekitar punggung dan dada.

“Aku ingin memelukmu erat ke tubuhku…aku suka sekali memelukmu. Rasanya tenang dan damai”

Mungkin baginya dada si perempuan adalah hamparan sawah dan perbukitan. Dimana matahari senja tampak indah tenggelam dan burung-burung melayang kembali ke sarang.

Ini versi saya loh ya. Versi tiap orang pasti beda. Yang jelas kalau pergi wisata jangan cuma mikir belanja dan oleh-oleh, kalau zaman now oleh-oleh gampang, bisa beli online soalnya.

Makan fish and chips. Terdiri dari ikan goreng (tradisionalnya sih ikan cod, haddock atau flounder) dalam adonan atau remah roti disajikan dengan kentang goreng yang digoreng dengan renyah dan kuning keemasan. Porsinya besar! jadi kalau sok sok diet kayak saya siap-siap bagi dengan teman. Bisa kekenyangan soalnya. Saat itu sore di jalan berbatu seputaran Cowgate di Edinburgh sehabis hujan  dimana cuaca sangat dingin, saya masuk ke sebuah cafe yang hangat dan nyaman. Menikmati sepiring besar fish and chips dan caffe latte. Heaven!

IMG_20170527_171034

maaf fotonya burem, kayaknya lupa lap lensa kameranya

Menikmati haggis, neeps and tatties. Ini makanan khas Scotland. Katanya sih jangan tanya haggis dibikin dari apa sebelum selesai memakannya.  Haggis sendiri sih menurut saya rasanya aneh. Dibilang enak, ya enak. Dibilang engga, ya lumayan lah. Susah kalau lagi lapar mah.  Ini postingan saya tahun 2014,

“Kalau saya sampai bisa pergi ke Inggris, tepatnya ke Skotlandia…… saya berharap bisa makan haggis. Nama makanan yang mendapat kehormatan diiris dengan dibacakan puisi itu adalah Haggis. Makanan tradisional Skotlandia. Cacahan jeroan itu dicampur dengan bawang, oatmeal, lemak dan garam. Sepertinya masih kurang rempah ya kalau buat orang Indonesia. Harusnya ditambah pala, merica, jahe, bawang putih, sereh, daun salam dan rempah lainnya. Hihi. Ditambah cabe jadilah rendang jeroan. Cacahan jeroan bernama Haggis ini dihidangkan dengan turnip dan kentang yang dihaluskan”  

Saat itu saya mimpi pun tidak bahwa 3 tahun berikutnya saya bisa menginjak Scotlandia,

14280452051427368757HaggisNeepsandTatties

via campbellsprime.com

Jalan-jalan wisata bawah tanah dan kuburan seram di kota tua Edinburgh. Ini seru lho. Daripada datang jauh-jauh ke Edinburgh cuma belanja di Primark.  Tiket untuk tour bisa dipesan jauh-jauh hari biar lebih murah dan memastikan mendapatkan slot. Banyak yang pengen ikutan ditolak karena terbatasnya jumlah rombongan yang diperbolehkan. Rutenya adalah menyusuri lorong dan ruangan bawah kota tua, katanya jaman pertengahan dulu banyak orang disana hidup seperti tikus dalam got. Serem tapi seru banget. Gelap luar biasa, dan sepertinya yang jantungan dan claustrophobia mending jangan ikut. Lanjut dari bawah tanah kita mendapat cerita seram di kuburan tua di Greyfriar Kirkyard.

img_20170526_214806.jpg

DSCN1428

C360_2017-06-10-22-19-51-521

tiduran di pekuburan tua

C360_2017-06-11-14-13-32-940

bunga-bunga kecil di rumput kuburan

Ngopi-ngopi cantik di Elephant House. Tempat ini disebut sebagai tempat kelahiran Harry Potter karena JK Rowling mendapat insipirasi disini. Paling nyaman duduk-duduk di sore dan malam hari dimana udara dingin dan secangkir coklat hangat menjadi luar biasa enaknya.  Duduk-duduk disini dan melihat remaja-remaja lewat dengan pakaian seragam khas dan rok kilt lucu. Dekat dari situ ada toko yang menjual pakaian seragam sekolah Hogwarts dan atribut di film Harry Potter.

IMG_20170527_200434

Melihat-lihat toko wiski. Scotlandia terkenal dengan whiskeynya. Mau tidak mau saya jadi teringat Kapten Haddock yang sangat suka whiskey Loch Lomond. Eh disini ada loh merk tersebut. Ada tour yang juga mengantar wisatawan untuk melihat-lihat pembuatan whiskey dan mencicipinya. Kalau saya sih tidak minum whiskey, jadi cuma senang melihat-lihat tokonya saja. Berbagai merk dan berbagai jenis tersedia di toko-toko yang tersebar di kota ini. Penggemar whiskey akan sangat bahagia di tempat ini.

Belanja oleh-oleh khas Scotlandia. Kilt adalah pakaian khas Scotlandia. Ada banyak sekali motif kotak-kotak khas ini yang menunjukkan dari klan mana untuk motif tersebut. Syal wool, bagpipes, kaos kaki hangat, batu-batu perhiasan dari batuan Scotland, short cakes, haggis dalam kaleng, perhiasan dan pajangan perak, whiskey, adalah oleh-oleh yang bisa dibeli sebagai buah tangan dari sana.  Di Princess Street ataupun di Royal Mile, Cowgate dan lainnya banyak ditemukan toko-toko soevenir. Oh ya untuk penggemar Hardrock jangan lupa beli T-Shirt Hardrock Edinburgh dan juga ada Harley Davidson Edinburgh tapi agak di luar kota sih jadi bisa naik bis kalau malas jalan kaki kesana.

Berfoto di Monumen Scotlandia. Ini bangunan monumen yang khas banget sebagai monumen kota. Terletak di Princess Street monumen ini juga berada dekat Princess Garden yang indah permai. Banyak bangku-bangku taman dekat monumen dimana kita bisa duduk santai.

C360_2017-05-26-09-38-33-159

Monumennya mirip candi prambanan ya

Jalan-jalan pakai bis hop and hop, cuma bayar sekali bisa naik turun bis berkali-kali untuk berhenti di tempat wisata yang diinginkan. Bisa turun di tempat-tempat terkenal di Edinburgh seperti di Edinburgh Castle, Palace of Holyrood, Dynamic Earth, Carlton Hill, Museum of Childhood. Tuh kan banyak, sekali naik berapa tempat bisa langsung disasar sekaligus. Saya naik bis ini dari Princess Street dekat stasiun kereta Waverley.

Meludah di Heart of Midhlothian.  Jujur aja saya sih engga suka meludah. Jadi saya engga meludah. Cuma difoto aja dekat situ.  Letaknya di jalan dekat Katedral St Giles. Konon tolbooth (penjara) berdiri di lokasi, di mana hukuman mati biasanya terjadi. Lambang hati menandai ambang pintu dimana titik eksekusi dilakukan depan publik.  Beberapa orang meludah di  paving bentuk hati tersebut. Meski sekarang dikatakan hal itu dilakukan demi keberuntungan, pada awalnya memang dilakukan sebagai tanda penghinaan terhadap bekas penjara tersebut. Tempat itu terletak tepat di luar pintu masuk penjara, jadi kebiasaan itu mungkin telah dimulai saat orang  dibebaskan dari penjara.

C360_2017-06-01-05-00-59-057

Nonton pengamen main bagpipes. Ini juga pengalaman unik. Banyak orang merekam pengamen berbaju khas Scotlandia itu yang tentu saja memakai rok kotak-kotak dan mendengarkan sampai selesai lagu-lagu rakyat yang dimainkan. Terkadang mereka juga memainkan lagi yang lagi ngetop saat ini. Keren banget deh pokoknya. Serasa di Scotland banget.

Kalau dirinci tentu saja lebih dari sepuluh hal. Namun tentu saja kalau ditulis jadi kepanjangan. Oh ya untuk penggemar jalan kaki, jalan-jalan lah sejauh mungkin mumpung disana. Hati-hati kesasar. Bis jarang lewat soalnya. Rumah-rumah lucu, kafe dan penginapan yang cantik menjadi pemandangan. Bisa juga bermain dan bersantai di taman-taman. Karena dekat dengan teluk, berjalan-jalan sampai ke pantai pun menjadi alternatif menyenangkan untuk menyusuri Edinburgh.

 

 

 

 

Soundrenalin at Bali 2017

jadwal-soundrenaline-2016-800x450

Sebelum saya lupa untuk posting lagi, sebelum tahun 2017 berganti jadi tahun 2018, sebelum saya males nulis lagi..sebelum..dan sebelum… entah apapun yang bikin blog ini blog bulukan karena jarang diisi.

September 2017. Ih udah kelewat 2 bulan. Parah nih. Saya dan teman-teman berangkat ke Bali untuk nonton Soundrenalin. HOREEE..!!. Ini terkait dengan keingintahuan saya untuk produksi sebuah acara gelar musik karena terkait dengan pekerjaan saya juga. Emang kerjaan saya menyenangkan. Engga jauh dari musik dan makanan. Makanya saya cakep dan awet muda.

Berangkat ke Bali hari Jumat. Tiba di Denpasar sudah malam lalu kita pergi makan dulu di Laota. Eh ketemu dengan Andra. And the Backbone. Tapi engga tau kemana bekbon yang lain sih. Karena teman-teman saya adalah para manusia yang sering bergelimang dengan acara dan para talent maka mereka langsung akrab menyapa.

Andra dan backbonenya ini memang salah satu pengisi acara Soundrenalin yang sering disingkat dengan Sondre saja. Besok malam adalag giliran Andra. Makan malam sampai jam 12 dan saya sudah teler mengantuk. Kembali ke Kuta kami menginap di The Stone Hotel by Mariott.

Ih kamar saya bagus banget. Ada bathtub di balkon yang menghadap pemandangan ke kolam renang. Sempat engga yah mandi berendam disitu? Kamarnya besar dan nyaman. Lebih nyaman dari Hardrock yang baru minggu kemarin saya menginap juga disitu.

Tidur nyenyak sampai kayak orang pingsan saking lelahnya. Bangun subuh seperti biasa untuk lanjut tidur lagi dong. Ternyata teman-teman pagi hari sudah siap sarapan karena ingin jalan-jalan ke pantai. Mau belajar surfing katanya. Saya sih mending surfing di kasur saja.

Jelang siang setelah sarapan kita berangkat ke Gelato. Nyoba es yang lagi heits itu. Dan saya kalap untuk coba 3 rasa dan kekenyangan. Untung ada Ariel teman saya yang senang hati membantu untuk menghabiskan. Dari Gelato karena menunggu sore masih lama, kami pergi ke Potato Head Seminyak. Minum cairan kuning dengan es dan ditabur bunga kemboja. Sebelumnya saya tidak pernah berpikir bunga bergetah tersebut bisa aman nyemplung di minuman. Ternyata bunga itu tidak merusak minuman dalam kerang besar berharga di atas hampir dua ratus ribu rupiah sebelum pajak itu.

Berangkat ke daerah GWK jelang sore. Matahari cerah ceria dan udara terasa hangat, Bali selalu dalam cuaca ramah penuh kehangatan setiap saya datang. Katakanlah saya geer tapi bagi saya Bali selalu hangat menyambut seperti kekasih yang lama tidak bertemu.

Di GWK kami berpisah dengan yang lainnya. Ada beberapa panggung disana, jadi menarik untuk pindah-pindah dari satu panggung ke panggung lain untuk menikmati performance band yang menjadi favorit kita masing-masing. Tema yang diusung kali ini adalah United we Loud dengan kombinasi warna-warni yang mengingatkan merk kosmetik jaman dulu, United Colour of Benetton.

Panggung dari A Stage, United We Loud Stage, Burst Stage, dan Slim Refined Stage tertata rapi dengan lighting yang ciamik. Ciamik bukan Ciamis, kalau Ciamis tempat asal orangtua saya. Saya banyak nongkrong di United We Loud, enak soalnya duduk di paving block yang hangat di bokong. Celingukan melihat yang datang menonton yang makin sore makin banyak. Angin berhembus kencang tapi hangat, membuat perut saya yang gampang lapar terasa kembung. Sementara tadi obat penangkal masuk angin saya sudah dibuang petugas karena tidak boleh bawa makanan. Emangnya jamu tolak angin itu jenis minuman apa ya? Aneh deh.

Beberapa video dan foto hasil jepretan saya tampilkan disini, karena visual lebih mudah dinikmati tentunya. .. Voila..

 

 

Apa yang tebersit di benak Anda ketika mendengar tentang Yogyakarta? Pastinya, gambaran kawasan ini lebih dari sekadar indah dan sarat budaya. Banyak kata yang bisa melukiskan Jogja. Misalnya; Jogja itu rindu, kenangan, dan keromantisan.

Rindu, seolah ingin kembali untuk menikmati nuansa hangat di Yogyakarta. Kenangan; mungkin ada selembar kisah masa lalu tak terlupakan di sana. Keromantisan; ini yang dirasakan setiap detik ketika berada di kota seribu pantai. Bahkan, menjelang malam hari, sisi romantis Jogja semakin terlihat.

Lalu, adakah tempat wisata malam di Jogja? Sekali lagi, Yogyakarta itu komplet. Mulai dari rekreasi pegunungan, pantai, hingga perkotaan. Berikut ini rekomendasi tempat yang bisa dikunjungi saat malam hari.

1.       Bukit Bintangyogya

Sumber : naradatour.com

Objek wisata Bukit Bintang berjarak 30 km dari pusat kota. Tempat ini dapat ditempuh dengan berkendara selama 60 menit. Kawasan tersebut menyajikan pemandangan lautan lampu dari ketinggian 150 meter di atas permukaan laut. Pengunjung bisa menyaksikannya ketika malam hari sambil duduk di kursi berbahan beton.

2.       Alun-Alun Kidul

Alun-alun kidul terletak di belakang Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Saat malam hari, alun-alun disulap menjadi tempat wisata yang asyik. Banyak orang mengunjungi kawasan tersebut untuk sekadar berkumpul, menyewa mobil kayuh, atau mencicipi kuliner khas Jogja.

3.       Taman Pelangi Monjali

Anda ingin melihat pelangi di malam hari? Cobalah mengunjungi Taman Pelangi Monjali. Kawasan wisata ini berlokasi di Jalan Lingkar Utara, Yogyakarta. Untuk memasuki area, setiap pengunjung harus membeli tiket senilai Rp10.000 per orang.

4.       Titik Nol Kilometer

Titik nol kilometer merupakan denyut jantung Jogja sekaligus tempat wisata malam yang paling berkesan. Area ini menawarkan pemandangan gedung-gedung tua bergaya art deco. Selain itu, pengunjung bisa mencicipi aneka jajanan tradisional dan alunan musik di sana.

5.       Sindu Kusuma Edupark

Sindu Kusuma Edupark adalah kawasan wisata yang menghadirkan berbagai jenis permainan di wahana luar ruangan. Mulai dari kincir ria, segway, trampolin, bumper car, kereta, hingga komidi putar. Ada pula wahana di dalam ruangan, seperti Teater 7 Dimensi, Tengoro Budoyo, dan Kampung Seni.

6.       Plengkung Gading

Plengkung Gading berada satu lokasi dengan alun-alun kidul di Keraton Ngayogyakarta. Bentuknya berupa tembok yang difungsikan sebagai benteng keraton. Bagian atas bangunan ini digunakan untuk area berkumpul pengunjung. Mereka harus melewati anak tangga supaya mencapai tempat tersebut.

7.       Malioboro

Malioboro merupakan nama sebuah jalan di jantung Kota Jogja. Kawasan tersebut menjadi pusat perbelanjaan favorit para wisatawan lokal maupun mancanegara. Bahkan, ketika malam hari, Malioboro tak pernah sepi. Tempat ini dijadikan sentra kuliner, pertunjukan seni, serta area pertemuan. Selain itu, pengunjung bisa menyewa delman atau becak untuk mengelilingi Malioboro hingga alun-alun keraton.

8.       Pasar Seni Gabusan

Pasar Seni Gabusan adalah sentra perdagangan kerajinan tangan terbesar di Yogyakarta. Lokasinya di Jalan Parangtritis, Bantul. Di pintu masuk pasar terdapat replika pesawat dan gong. Saat malam hari, replika tersebut menjadi spot paling menarik untuk berfoto. Tak hanya itu, Pasar Seni Gabusan kerap kali digunakan sebagai tempat penyelenggaraan perhelatan besar, seperti Bantul Expo dan upacara sekaten.

Itulah delapan tempat wisata di Yogyakarta yang paling ramai ketika malam hari. Jika memerlukan tempat menginap, Anda bisa mencari hotel murah di Jogja. Untuk menemukan referensi terbaik, silakan kunjungi situs web Airy Rooms.

Airy Rooms menyediakan kamar hotel bertarif ramah kantong. Setiap kamar dibekali tujuh fasilitas wajib, seperti televisi, AC, pancuran air hangat, perlengkapan mandi, air minum kemasan, sambungan WiFi gratis, dan tempat tidur bersih. Nah, mengenai transaksi pembayaran, bisa menggunakan Mobile Banking, lewat gerai Indomaret, atau kartu kredit. Praktis, kan? Jadi, kapan liburan ke Jogja?

Minggu depan saya akan pergi ke Yogya.. nantikan kisah seru saya selanjutnya yaa….

 

IMG_0652Kota tua Edinburgh di Skotlandia, banyak mengatakan sebagai kota tua tercantik di seluruh Inggris Raya. Walaupun orang Skotlandia ternyata tidak sudi menyebut diri mereka sebagai British, mereka selalu menyebut diri mereka Scottish. Kata pemandu wisata kuburan yang saya dengar ceritanya, itu adalah masalah prinsip.

Menyusuri Edinburgh tidak cukup sehari. Bahkan saya tidak tahu harus berapa hari saking menyenangkannya menyusuri kota tersebut bagi saya, yang mana melihat tumpukan batu atau setangkai bunga saja bisa bikin saya terpesona. Apalagi kota cantik seperti Edinburgh.

Kota Edinburgh terbagi dua bagian yang mudah untuk pemetaan. Old Town dan New Town. Dari namanya saja ketahuan mana yang bangunan baru dan mana bagian dari kota tua peninggalan abad lalu. Kota ini pun dekat dengan teluk sehingga camar-camar banyak beterbangan di antara gedung-gedung melintasi jalan. Hinggap di patung-patung raja yang bercelana ketat itu dan tanpa dosa membuang kotoran di kepala patungnya.

Princess Street yang terbentang panjang dari stasiun kereta sampai terus melewati monumen Skotlandia, taman, dan museum, merupakan jalan yang ramai dengan wisatawan, hotel, dan toko-toko aneka jenis. Juga mall. Primark. Mall standar di UK yang menjual berbagai produk fashion murah meriah.

Banyak spot di Edinburgh dimana kita dapat menemukan pengamen jalanan dengan rok Skotlandia kotak-kotak yang disebut kilt itu dan memainkan alat musik bagpipe yang suaranya mirip terompet orang Baduy. Dimana-mana juga bisa berpapasan dengan sekelompok orang di jam berapapun yang entah pulang dari pesta apa, mabuk dan berteriak-teriak. Ada istilah yang saya temukan di kertas larangan di hotel yaitu ‘No stag and hen party’. Apaan tuh…pesta kijang jantan dan ayam betina? Oh ternyata istilah untuk bachelor dan bachelorette party.

Di bulan Mei yang agak sedikit basah tapi agak dingin dan agak hangat, Edinburgh penuh dengan turis. Harga hotel naik 2 sampai dengan 3 kali lipat untuk week end. Jadi kamar hotel kecil yang biasanya bertarif IDR 1 sd 1.5 juta menjadi hampir IDR 3 sd 4 juta. Ampun dije deh. Di jalan banyak lewat bis model hop and hop yang membawa kita sepuasnya berkeliling kota untuk turun di tempat mana kita suka dan naik lagi di jadwal bis berikutnya yang lewat. Jadi kalau mau naik turun bis seharian juga bisa.

Di siang hari pertama datang, tanpa banyak beristirahat lagi kami langsung berangkat untuk jalan-jalan setelah check in dan ganti pakaian. Karena sana sini pemandangan indah dan enak untuk berjalan kaki, kami berempat berjalan jauh sekali rasanya.

IMG_0620

perut gede. lupa tahan napas

Dari Princess Street melewati taman lalu ke daerah Grass Market, St Giles Cathedral, Cowgate, dan tahu-tahu kami melewati sebuah cafe kecil bernama Elephant Cafe dimana banyak orang berfoto di depan kaca etalase. Saya pun sempat berfoto. Kafe kecil tempat JK Rowling menulis itu tampak menyenangkan. Kafe ini disebutkan sebagai tempat kelahiran Harry Potter. Setelah jauh berjalan kami sampai di University of Edinburgh dengan taman rumput yang luas dan hijau dimana banyak orang sedang berjemur, tiduran, duduk-duduk, bakar-bakar sesuatu mungkin barbeque, baca buku, dan aneka kegiatan lainnya yang bisa dilakukan di lahan luas berumput.

IMG_20170527_185730

Castle Edinburgh yang berdiri kokoh di bukit karang juga sangat menarik untuk dikunjungi. Pawai pria meniup bagpipe dengan pakaian khas dan memakai rok itu tidak boleh dilewatkan! Rugi banget kalau tidak sempat lihat. Dimana-mana kalau ada bubaran pesta atau acara resmi selalu dapat dilihat para pria ganteng memakai rok ini. Kadang atasan pakaiannya model tradisional tapi untuk acara resmi atasannya adalah kemeja dan jas. Dan menurut pegawai toko yang saya tanya, menurutnya dilarang keras pakai celana dalam! Ih, beneran nih? Kan jadi penasaran.

IMG_20170526_215023_BURST9

Makanan khas Scotlandia adalah haggis. Ini adalah cacahan jeroan domba. Rasanya, ya gitu deh. Jangan sampai tidak mencicipinya ya. Robert Burn penyair terkenal bahkan membuat puisi tentang haggis ini. Selain haggis, Scotland adalah negara penghasil whiskey, jadi ada wisata khusus untuk tour ke tempat distilasi whiskey juga. Toko-toko yang menjual aneka jenis whiskey bertebaran di penjuru kota. Menyusuri Edinburgh sungguh tak cukup cuma seminggu.

img_20170526_215259.jpg

 

Menjadi salah satu hewan terlucu di dunia, cukup banyak orang yang memiliki impian bertemu panda. Saking terkenalnya hewan ini, beragam koleksi boneka ataupun aksesoris berbau panda sangat diminati oleh sebagian besar orang. Intinya, ikonik banget deh! Jadi, kalau kamu punya kesempatan mengunjungi Negeri Tirai Bambu alias China atau Tiongkok, yuk, jangan lupa mengunjungi penangkaran Panda. Sekarang makin gampang untuk sampai ke negeri ini karena sudah ada China Airlines yang sediakan maskapai penerbangan dengan harga terjangkau.

panda

via: chinadiscovery.com

Jalan-jalan ke Chengdu China untuk Kunjungi Penangkaran Panda

Sebenarnya tidak hanya di Chengdu saja sih, China punya beberapa tempat penangkaran panda di beberapa provinsi lainnya. Akan tetapi, salah satu tempat yang paling populer adalah Panda Base Chengdu, China. Bagaimana sih tempatnya dan bagaimana cara ke sana?

Berada di provinsi Sichuan, kota Chengdu cukup mudah untuk dicapai. Dari Indonesia sendiri sudah terdapat maskapai langsung ke Chengdu atau bisa pula transit dan rute pulangnya menggunakan maskapai China Airlines. Sementara itu, lokasi penangkaran panda berada sekitar 10 km saja dari pusat kota. Alamatnya berada di Nothern Suburb, tepatnya Panda Base Road no. 26. Di kawasan ini terdapat penangkaran, laboratorium serta museum panda. Oh ya, asyiknya di kawasan ini adalah sekelilingnya asri dan tenang. Sebagai informasi, masuk ke kawasan ini bisa bayar tiket dengan sejumlah biaya sekitar 58 CNY jika belum naik atau berkunjung bersama grup karena harganya akan lebih murah lagi. Jadwal buka dari jam 8 pagi sampai dengan 6 sore.

panda1

via: chinadiscovery.com

Di Panda Base Chengdu terdapat dua jenis panda yaitu Giant Panda yaitu panda yang biasa kamu kenal dengan karakteristik warna bulu hitam-putih dan Red Panda yakni hewan langka panda merah berukuran lebih kecil daripada Giant Panda serta memiliki ekor panjang. Wah, baru tahu, ya, ada Red Panda?

panda2

via: weekendnotes.com

Tempat penangkaran panda disana juga didesain dengan konsep menggemaskan. Kandang Giant Panda dan Red Panda tersebar di berbagai sudut. Kandang-kandang tersebut dibentuk menyerupai rumah-rumah buatan seperti goa dengan banyak pintu dan jendela. Di bagian halamannya disediakan bilik-bilik bambu bersamaan dengan potongan bambu muda yang memang sengaja ditaruh disana agar mudah dimakan oleh panda. Tingkah polah panda-panda tersebut sangat menggemaskan! Namun, berbeda dengan Red Panda yang cenderung lebih aktif di siang hari, Giant Panda lebih sering beristirahat sehingga bisa jadi tidak terlihat oleh pengunjung.

Kamu bisa menelisik lebih jauh lagi ke kandang-kandang anak panda yang dikarantina di kandang kaca yang ditutup gorden. Ada juga yang dikandang di tempat teralis besi. Lucu! Anak-anak panda tersebut bermain mainan anak-anak seperti misanya kuda-kudaan dari bahan plastik dan lainnya. Hihihi. Meski terkesima dengan tingkah-polah lucu dari panda-panda ini, kamu dan teman-teman sebaiknya tetap tenang dan tidak berisik, ya. Petugas bakal menegur kalian kalau dianggap mengganggu para panda yang ada di penangkaran.

Juga Kunjungi Tempat Lainnya di Chengdu!

panda4

via: chinadiscovery.com

Selesai melihat-lihat panda, saatnya kamu kunjungi bagian lain dari Panda Base ini, seperti misalnya museum atau laboratorium. Di luar objek wisata ini, ada banyak lagi spot wisata menarik lainnya di Chengdu. Jadi, pastikan kamu sediakan waktu beberapa hari disana. Jika memungkinkan sediakan waktu lima atau enam hari. Contohnya saja, ada Dujiangyan yaitu sungai irigasi yang sudah dibangun sejak 256 SM. Lalu ada pula situs sejarah Jinsha hingga wisata alam Gunung Qingcheng serta beberapa wisata religi. Sedikit tips lagi bagi yang ingin jalan-jalan ke Chengdu China, sebaiknya berangkat sekitar September atau Oktober karena saat itu merupakan peralihan dari musim panas ke gugur. Mulai sekarang bisa cek tiket China Airlines buat tahun depan, ya!

 

Tahun 2017 akan segera berlalu dan saya yang berubah menjadi pemalas dalam updating blog ini menjadi terlupa untuk sedikit bercerita. Padahal dari semua perjalanan saya di tahun 2017 ini, kota tua Edinburgh menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Engga gampang kalau ngemodal sendiri kesana soalnya. Belum lagi waktu untuk pergi. Susah bingits deh. #lirik bos besar di kantor.

Tanggal 19 Mei 2017 saya berangkat ke London. Tidak gampang juga menuju kesana. Soalnya waktunya kepepet abis untuk bikin visa. Belum lagi rekening yang setipis kulit bawang membuat saya degdegan untuk pengajuan kesana. Bayangkan, pokoknya bayangkan saja deh isi buku tabungan yang seuprit. Namun undangan perusahaan disana dan bantuan rekening koran perusahaan yang angkanya fantastis rupanya membuat pengajuan visa UK ini selancar jalan tol di waktu subuh tanpa ada truk gandeng.

Cerita persiapan ke UK ini bisa menjadi tulisan blog sendiri. Tapi saya skip dulu karena ingin cerita pengalaman ke Edinburgh. Tempat dimana JK Rowling dapat ide menulis Harry Potter di Elephant Cafe. Tempat dimana jaman dulu banyak cerita seram, dan wisata kuburan menjadi salah satu tujuan wisata yang ngehits disana

Kami, saya dan teman-teman satu kantor, berangkat ke Edinburgh setelah mampir semalam di Manchester. Kami naik kereta dari stasiun di Manchester yang jaraknya cuma sekoprol saja dari hotel Double Tree. Berangkat pagi jam 8, dan tiba di Edinburgh sekitar jam 12 siang. Perjalanan sangat menyenangkan di kereta, karena saya banyak melihat pemandangan ladang-ladang dan rumah-rumah model Inggris yang banyak diceritakan di buku-buku Enyd Blyton dan Harry Potter.

Begitu keluar dari stasiun Waverly Edinburgh, kami diterpa udara dingin sejuk, pemandangan langit yang biru sebiru-birunya, awan yang berarak putih dan pemandangan kota tua yang sangat indah. Kami menginap di hotel Mercure di Princess Street yang ramai, ramai oleh turis dan ramai dengan toko-toko.

IMG_20170527_185119DSCN1425

Wisata kuburan dan bawah tanah yang ingin saya ceritakan ini sudah jauh hari saya pesan sebelum berangkat ke UK. Saya temukan rekomendasi ini setelah browsing di beberapa site tentang wisata di Edinburgh.

Bila beli tiket online lumayan dapat potongan harga. Dan ternyata saat saya di Edinburgh banyak wisatawan yang ingin ikut serta ditolak untuk buy on the spot karena slotnya sudah penuh.

Saya sengaja memilih Kamis malam untuk jalan-jalan ke vault atau ruang bawah tanah ini dan ke kuburan tua di Royal Mile yang katanya banyak hantu. Dari tiga teman sekantor saya yang pergi bareng hanya satu orang yang mau menemani saya untuk jalan malam ke kuburan ini. Itupun tiketnya saya yang bayarin. Harga tiketnya GBP 12 sekitar IDR 150.000 lah kira-kira pada saat itu.

Saya dan teman saya itu berdua paling kuat jalan kaki kemana-mana. Bukan soal kuat kuatan sih. Cuma mikirnya mumpung di negeri orang sedapat mungkin keluyuran sebanyaknya agar mendapat experience yang maksimal. Sebenernya lemes juga jalan kaki melulu. Dan bikin cepat lapar.

Siang hari sambil menunggu jam empat sore dimana kami menunggu sebuah restoran khas Kathmandu buka, dua teman saya yang lain balik ke hotel dulu untuk istirahat. Sementara saya dan teman saya yang jangkung dan bertattoo memilih untuk jalan-jalan seputaran Royal Mile dan Katedral St Giles.

Di sebelah restoran Bobby Friar dengan patung anjing di depannya ada jalan masuk ke kuburan. HAH KUBURAN! Pikir saya girang. Entah kenapa saya memang punya hobi untuk masuk jalan-jalan ke kuburan. Kuburan kuno sih. Kalau yang baru sih yah agak-agak males.

DSCN1429

Saya ajak teman saya untuk masuk dan melihat-lihat. Suasana sepi dan menyenangkan. Lah kok? Iya memang menyenangkan. Di antara batu-batu nisan dan patung malaikat terhampar rumput hijau dengan bunga putih kecil-kecil yang cantik. Bulan Mei memang musim semi. Banyak orang tiduran di rumput sambil berjemur dan membaca buku.

Saya ikutan tiduran di rumput dekat sebuah batu nisan besar. Nyaman sekali menikmati angin yang sejuk dan sinar matahari yang hangat. Teman saya sih ikutan saja duduk-duduk sebelah saya sambil bengong. Suara burung berkicau di sebuah pohon dan saya bilang itu suara burung jalak bali. Teman saya protes…masa iya jauh-jauh dari Bali itu burung sampai ke Edinburgh. Menurutnya itu suara burung murai.

Oh ya di Edinburgh ini kami menemukan restoran khas makanan Nepal yang rasa nasi kambingnya bukan main enak. Satu porsinya besar sekali sehingga beberapa porsi yang kami pesan kami habiskan berempat. Teh susu dengan rempahnya pun sangat memuaskan. Enak diminum di udara Edinburgh yang dingin.

Jam enam sore sesuai petunjuk tiket yang saya beli online tersebut, kami menunggu di depan gereja. Di depan di jalanan berbatu ada Heart of Midhlothian. Suatu blok paving berbentuk hati. Banyak orang yang lewat di bentuk hati tersebut meludahinya. Ih jorok!. Saya keheranan dan langsung browsing mencari tahu kenapa.

Ternyata Heart of Midhlothian adalah spot dimana di jaman dulu penjahat dihukum mati disana. Orang meludahi spot tersebut agar mendapat keberuntungan. Setelah membaca itu apakah saya ikut meludah? Tentu tidak. Saya tidak suka meludah sembarangan. Walau di Edinburgh sekalipun.

Tour Kuburan yang saya ikuti berdua dengan teman saya ini adalah City Of the Dead Tour, tour guidenya pria tinggi besar dan memakai pakaian hitam serta jaket kulit hitam yang melebihi lutut. Orangnya sih ganteng dan baik hati, dan lucu pula. walaupun setengah mati mengartikan bahasa Inggris dengan logat Scottish tak urung saya bisa ikut tertawa juga.

img_20170526_213852.jpg

Setelah menyusuri ruangan bawah tanah yang seram di bawah jalanan Royal Mile, kami naik menyusuri jalan berbatu untuk pergi ke …lah kuburan yang tadi siang saya tidur-tiduran di halaman rumputnya. Tapi dengan tour guide ini bisa melihat lebih jauh karena dia punya kunci pintu gerbang ke kuburan-kuburan dengan peti-peti batu dan ternyata ada penjara bawah tanah di dalamnya. Untung kami pergi jelang musim panas. Jam 8 malam masih terang. Kebayang di musim lain, tentunya gelap banget nih di kuburan.

%d bloggers like this: