Feeds:
Posts
Comments

Sesekali Tentang Relationship

Seiring berjalan waktu, kadang kita berpikir tentang hubungan yang sudah berjalan sekian lama, akan kah terus bertahan atau selesai sampai disini saja? Apalagi jelang usia hubungan yang sudah berjalan terhitung tahun. Ketidakpastian tentang hubungan umumnya adalah hal terbesar yang membuat perempuan merasa gelisah. Banyak yang bilang perempuan itu terlalu banyak menganalisa tentang perasaan dan perubahan sikap pasangannya, sementara yang laki-laki merasa biasa saja, tidak ada yang berubah, dan tuntutan perhatian dari pasangannya adalah berlebihan.

Lalu apakah yang harus dilakukan kedua belah pihak agar hubungan tetap berjalan dengan baik atau istilahnya “healthy relationship”?. Berikut tips-tipsnya.

Mau meluangkan waktu untuk pasangannya.  Menurut saya pribadi ini hal yang penting, untuk menjaga hubungan tetap berjalan dengan baik,  tentunya harus ada komitmen. Perhatian dan hal-hal kecil mungkin yang sering diabaikan oleh pasangan yang sudah merasa seiring waktu sudah tidak perlu lagi untuk menyempatkan diri lagi untuk memberikan atensi, atau berpikir bahwa perhatian hanya penting di awal saja.  Bila terpisah jauh hendaknya mengabari atau menelepon beberapa menit saja sudah bisa membuat pasangan merasa dihargai dan diingat.

Seperti Ivan Lanin tweetkan, ” Cinta itu urusan hati. Sebaik apapun struktur kalimatmu, hati yang tertutup tidak akan dapat menerimanya. Luluhkan dengan perhatian dan waktu”.

Take and Give. Jangan hanya selalu menuntut, tapi juga selalu siap untuk berbagi. Baik itu mendengarkan atau berbagi sesuatu.  Pasanganmu selalu memasak untukmu? Sesekali gantian dong, atau bantu. Dan tidak ada salahnya sekali tempo mengajak dine out di tempat istimewa.

Upgrade Diri.  Jangan sok cantik tapi bloon, yang laki-laki juga sama, kalau pasangan kita lebih terpelajar,  pintar,  lebih baik dalam networking, dan punya kapabilitas dan kemampuan, ya kita jangan cuma jadi orang yang bisa planga plongo doang. Kudu bisa mengimbangi pasangan, jadi engga memalukan dong di depan kolega dan keluarga pasangan.

Saya engga akan nulis soal Corona. Sudah banyak yang nulis.  Saya tidak akan nulis soal kesedihan, keprihatinan, atau koar-koar nyalahin pemerintah atau siapapun, karena saya merasa itu tidak akan mengubah situasi. Cukup lah menurut untuk tinggal di rumah, tidak pergi kemana-mana, tidak belanja makanan atau hand sanitizer seperti orang kalap, secukupnya saja  makanan biasa untuk seminggu atau dua minggu, dan menyumbang semampu kita untuk tenaga medis kita (untuk ini saya sungguh berdoa dan bersimpati semoga mereka diberi keselamatan, kesehatan, dan untuk jasa mereka sungguh Tuhan yang dapat membalasnya).

Ini hari ke-9 kami mengisolasi diri di rumah sejak Corona merebak di Indonesia. Bagaimana kami sekeluarga? Baik-baik saja, puji syukur kepada Allah pemilik alam semesta ini.  Apakah kita bete tinggal di rumah? Tidak sama sekali. Kami semua adalah penganut aliran home sweet home. Tidak ada tempat yang lebih nyaman selain di rumah, asal tidak mati listrik, air, ada internet, dan ada makanan.  Cukup sedih bila mengingat mungkin tidak semua orang beruntung seperti kami. Ada yang masih harus keluar rumah untuk tetap memenuhi kebutuhan hidupnya. Ya ampun, mau nulis yang happy balik lagi ke kesedihan dan keprihatinan. Duh, bagaimana ya. Sulit memang rasanya tidak memikirkan kondisi orang-orang lain saat ini.

Anak saya yang laki-laki mengisi hari-hari dengan belajar, mengerjakan tugas, main gitar, main game, olahraga ringan macam push up dan skipping, chatting dengan temannya di Cina dan US. Yang di Cina bercerita kalau mereka obey the government, so mereka rupanya berhasil melalui wabah ini dengan selamat. Yang di US cerita kalau sudah menimbun makanan seharga $5000 dan katanya cukup untuk dua bulan, bahkan berbaik hati mengirim uang ke anak saya via paypal, kasihan takut ga bisa bayar rent atau buy some food katanya.  Terharu juga atas solidaritas antar negara walau engga kenal sama sekali ini. Cuma kenal di chat games dan order gambar saja, tapi sangat peduli.

Anak saya yang kedua, mengerjakan tugas kuliah, main piano, nyetel musik, masak, tidur, bikin lagu, begitu saja bolak-balik. Dan yang bungsu, nah ini yang rada tidak jelas bentuk rupanya. Kadang dia melukis, menggambar, bikin tugas video dari sekolah, atau main biola.  Perlu diketahui anak saya yang bungsu ini sejak bayi hobinya tidur. Sampai SMA pun masih hobi tidur.  Tidur tidak masuk kategori hobi sebenernya, tapi anak saya ini mengkategorikannya sebagai hobi. Tidur buat dia adalah setengah dari 24 jam dalam sehari.

Saya sendiri? Saya hanya berharap setelah diam di rumah aja ini berakhir, berat badan saya tidak bertambah, dan bangsa Indonesia dan juga orang-orang baik di bumi ini selamat sampai wabah ini berakhir.

Saya pribadi berpendapat mungkin kita sudah terlalu jahat pada bumi yang kita tempati ini, bukan corona virusnya, tapi kita adalah virus bagi bumi kita, kita sudah menyakiti bumi kita sedemikian rupa sehingga bumi mempertahankan diri dengan Covid ini. Maafkan kami ini.

Remember Happiest Moment

“This ancient and mysterious charm conjures a magical guardian, a projection of all your most positive feelings. The Patronus Charm is difficult, and many witches and wizards are unable to produce a full, corporeal Patronus, a guardian which generally takes the shape of the animal with whom they share the deepest affinity. You may suspect, but you will never truly know what form your Patronus will take until you succeed in conjuring it.”—Miranda Goshawk

Sebenarnya banyak happiest-happiest moment saya, kalau dulu ya pas komplit nenek kakek saya masih ada, saudara-saudara kumpul semua saat lebaran. Itu salah satu happiest moment saya, mengingat orang-orang yang sudah tiada itu. Lalu pas saat anak-anak saya lahir dan mencium kening mereka di menit-menit setelah dilahirkan. Itu juga.

Tapi kalau soal happy place, rasanya sulit menemukan tempat di dunia ini yang bikin sebahagia saya selain saat menginjakkan kaki di Edinburgh.  Mungkin seperti paman saya sebelum meninggal, saya bawakan dia buah peach. Dia genggam erat sambil mencium wangi buah peach itu dan dia bilang, wangi buah itu mengingatkan saat-saat dia sangat berbahagia saat bersekolah di Birmingham, dimana bunga peach bermekaran dan dia sering memetik buah peach di kebun disana.  Ada momen-momen bahagia disana, mungkin sama seperti yang saya rasakan.

Masih terbayang saat 3 tahun lalu itu, momen kami turun dari stasiun kereta dan terpana memandang langit yang biru sekali dengan awan putihnya, udara campuran sejuk dan hangat khas musim semi, dan kami terpapar indahnya pemandangan kota Edinburgh.

Hari itu hari Kamis dan kami tiba di Edinburgh setelah menginap semalam di Manchester.  Kami tiba siang hari di Edinburgh lalu check in di hotel Mercure di Princess Street yang ramai tak jauh dari Sir Walter Scott Monument.  Setelah beristirahat sejenak kami memutuskan untuk berjalan-jalan.

 

Sesekali nulis sesuatu yang beda.

Jaman sekarang kalau katanya kalau nulis yang ilmiah-ilmiah mah kagak laku. Kudu nyari topik-topik receh yang menjual. Karena kebanyakan di kita banyak yang suka tontonan receh dan follow sesuatu yang receh. Tapi saya nulis ini sebenernya bukan karena pengen laku, justru hanya ingin mengemukakan curiosity saya kecenderungan receh dan pencarian jalan pintas bagi sebagian orang-orang yang ogah usaha, maunya serba instant.’

Konon hari gini masih ada lho orang yang terlibat dengan hal-hal seperti ini. Jangan kira cuma dalam film, atau cerita-cerita jadul. Banyak orang yang maunya solusi instant minta tolong pada so called ‘orang pinter’ untuk solusi masalah hidup mereka.

Kenapa ada orang berusaha menggunakan hal-hal magis untuk mencapai tujuannya? Dalam hal ini pembahasan saya adalah orang-orang receh yang pakai magis untuk guna-guna, pelet, dan santet, atau ingin menguasai dan mencapai sesuatu ya, bukan buat ilmu batin demi pengobatan atau hal lainnya demi kebaikan dan kesehatan jiwa bersama.

Menurut pendapat saya, orang terlibat dengan orang-orang so called berilmu karena hal-hal berikut:

Kurang Percaya Diri.

Rasa kurang percaya diri bahkan rendah diri ini membuat orang jadi nekat pakai susuk atau guna-guna demi mendapatkan orang yang dia sukai atau ingin kelihatan muda dan cantik. Disangkanya penampilan itu segala-galanya. Kasihan sekali orang-orang yang kurang cerdas seperti ini. Alih-alih meningkatkan kualitas diri dan kepribadian, malah lari ke orang ‘pinter’.

Berpikiran Sempit dan Pendek

Orang yang ingin hasil instant tanpa usaha, larinya ya ke dukun. Ingat kan tagline “cinta ditolak dukun bertindak”? Misalnya juga ingin naik jabatan, disukai orang, berhasil dalam pilkada, bukannya usaha bener malah minta bantuan orang pinter. Mandi kembang tengah malam, baca-baca pengasihan, siram-siram air, campur ke makanan dan minuman, barang-barang aneh, adalah praktek orang-orang yang ingin hasil instant ini.

Konyolnya orang-orang begini, dia suka juga nuduh orang-orang lain main dukun juga.

Sirik Tanda Tak Mampu

Orang-orang berhati iri dengki pada orang lain, tidak suka melihat orang lain lebih sukses, lebih baik, lebih pintar, lebih cantik, atau lebih mandiri hidupnya. Rasa persaingan bukan menjadi hal positif untuk berkompetisi malah mencari cara-cara curang untuk mencelakakan orang lain, nabok nyilih tangan istilahnya, ini hanya dilakukan oleh orang-orang pengecut dan bermental pecundang.

Serakah

Orang-orang serakah tidak mau bekerja dan berusaha, ingin hasil cepat tanpa susah payah. Niatnya menguasai harta. Menguasai orang lain untuk kemauan mereka. Malah ada istri yang menyantet suaminya atau suami menyantet istrinya. Buat apa? alasannya untuk ketenteraman rumah tangga, padahal untuk menguasai pasangannya agar menurut dan mengikuti kehendaknya, termasuk kadang untuk menguasai hartanya.

Mana ada demi kebaikan pake jalan beginian kan?

Bukan instruktur senam ya. Ini bahasan instrospeksi, yaitu tentang menilai diri kita sendiri. Kenapa kemampuan menilai diri sendiri itu penting? Tentu saja penting, tanpa mampu menilai diri sendiri kita akan mudah memberikan judgement pada orang lain. Padahal ternyata kita ternyata tidak lebih baik dari orang yang kita nilai. Nah kan malu.

Intinya dengan introspeksi, kita akan dapat memperbaiki kualitas diri. Bisa bersikap dan bertingkah laku dengan baik dan sepantasnya dalam lingkungan social dan masyarakat. Kenapa pula hal itu penting? Karena manusia adalah mahluk social. Tidak hanya penting dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar, tentunya berinteraksi dengan orang terdekat dan keluarga pun penting untuk menjalin hubungan yang harmonis.

Kalau ada yang mengatakan pada kita bahwa kita harus introspeksi diri, tentunya ada sikap kita yang mungkin salah atau tidak berkenan di mata orang lain. Kita jangan egois dalam menerima kritikan tersebut, kritikan kadang lebih baik dari pujian. Tergantung kita menyikapinya.

Sebelum mengkritisi dengan maksud mencela orang lain, lihat lah diri kita sendiri. Sudah kah kita lebih baik dari yang kita cela? Ingat selalu bahwa mulutmu adalah harimaumu. Saat kita mencela orang lain, tentunya kita tidak mengharapkan celaan itu berbalik kepada diri kita sendiri, dan ternyata sungguh memalukan apabila ternyata sikap dan perilaku kita juga dibawah standar, alias tidak layak dan tidak punya prestasi yang membanggakan.

Berpikirlah dua kali, tiga kali, bahkan empat kali, sebelum menelurkan pernyataan dari mulut yang tidak dapat ditarik kembali. Sungguh menyedihkan kiranya seseorang yang mencela orang lain ternyata dirinya tidak lebih dari benalu di masyarakat, tidak punya prestasi, tidak bisa dibanggakan bahkan oleh keluarganya sendiri.

Yang diperlukan seorang tukang cela, adalah cermin, dan lem untuk mengerem mulutnya.

I am in love with Kyoto.

I want to ride my bicycle.

Kyoto – Hari Pertama
Apa hubungannya Kyoto ibu kota lama Jepang ini dengan lagu Queen? Jadi menurut informasi dari hasil tanya-tanya dan browsing katanya menjelajah Kyoto itu paling enak dengan bersepeda. Waduh. Saya sih suka bersepeda. Tapi sedang tidak dalam mood untuk cape. Saya ingin menyimpan tenaga saya untuk makan-makan dan foto-foto.

Setelah mencari beberapa alternatif ternyata banyak sewa sepeda di Kyoto itu sepeda listrik. Horayy! Engga usah mikir keringetan dan cape nanjak di jalanan. Dan ternyata tempat sewa sepedanya banyak di sekitar hotel saya yang tidak jauh dari Stasiun Kyoto.

Oh ya dalam menyusun itinerary jalan-jalan ke Jepang ini saya mencari hotel yang jaraknya bisa koprol dari stasiun utama. Hotel dan penginapan yang saya booking rata-rata hotel harga sedang yang jaraknya radius 400 meter dan maksimal 1 km dari stasiun utama, atau paling tidak dekat subway. Karena jalan-jalan saya kali ini bukan ala backpacker. Mungkin lain waktu backpackeran deh, kalau untuk sekarang koper friendly route aja deh.

Hotel kami dekat Stasiun Kyoto dengan berjalan kaki sekitar 400 meter. Trotoar mulus sehingga tidak sulit membawa koper beroda. Setelah menitipkan koper, kami menyewa sepeda listrik. Saat itu sepeda-sepeda sedang laku disewa, banyak temat sudah sold out, kami beruntung ada dua orang yang mengembalikan sepeda saat kami tiba.

Tempat sewa sepeda kami bernama Kyoto Ecotrip. Biaya sewa sebesar Y1800 sampai dengan Y2000 untuk sepeda listrik. Kami diberi peta lengkap dan petunjuk jalur mana yang boleh dilewati sepeda dan tidak. Tujuan pertama kami adalah daerah Gion, lalu akan lanjut ke Nishiki Market. Tapi si mas rental sepeda bilang kalau di Nishiki Market sepeda tidak boleh dinaiki harus dituntun. Ok deh.

Bila tidak ingin bersepeda tentunya banyak alternatif lainnya seperti bis dan subway. Berikut adalah tempat-tempat menarik di Kyoto untuk dikunjungi sesuai itinerary saya:

09.00 berangkat ke Kyoto dari Osaka dengan Hikari kurang lebih hanya 18 menit, kereta lain sekitar 30 menit.
09.30 Tiba di Kyoto
10.00 Menitipkan koper di hotel
10.30 Menyewa sepeda
11.00 Menuju Gion dengan sepeda waktu tempuh sekitar 30 menit
12.00 Tiba di Yasaka Shrine
13.00 Makan siang
14.00 Berjalan-jalan dan menyusuri tempat menarik sekitar area Gion
15.00 Menyusuri Kamo River dengan sepeda
16.00 Menyusuri Nishiki Market
17.00 Mengembalikan sepeda

Ternyata area Gion sangat nyaman untuk bersepeda, banyak sekali orang bersepeda. Hanya saja tidak boleh parkir sembarangan atau melalui jalur sembarangan. Jadi tetap harus tertib mengikuti aturan lalu lintas. Banyak pula tempat sewa kimono di daerah Gion, kisaran sewa mulai harga IDR 300.000, tambah mahal tergantung jenis kimono dan asesoris yang ingin dikenakan termasuk hairdo.

Karena lelah, kami memutuskan untuk melanjutkan menelusuri Kyoto esok hari. Dengan moda transportasi kereta dan bis. Dekat stasion Kyoto juga ada mall Aeon, kita bisa mampir sejenak untuk ngopi-ngopi cantik. Untuk membeli snack dan lainnya, banyak terdapat 7 Eleven, Family Mart, dan Lawson. Bisa membeli onigiri atau nasi instant buat yang kangen makan nasi, hehehe.

Kyoto – Hari Kedua

Ginkakuji Kuil Perak

Tujuan pertama kami hari ini adalah Ginkakuji atau Kuil Perak. Menuju kesana menggunakan bis nomor 100 dari Kyoto Stasiun. Perjalanan cukup lama, hampir 1 jam karena melewati banyak halte. Kalau ingin lebih cepat bisa naik subway kemudian ganti dengan bis. Tapi kami males ganti moda transportasi mending sekali naik saja walaupun lebih lama.

Turun dari bis ternyata kami berjalan menyusuri Philosopher Path menuju Ginkakuji Shrine. Bunga Sakura sudah lewat musimnya disini..daun-daun hijau sudah menggantikannya. Bila sedang musim bunga sakura, Philospher Path adalah salah satu tempat menikmati keindahan bunga sakura di Kyoto.

Sampai di Ginkakuji, kami menikmati taman yang sangat indah. Ada jalan setapak ke atas bukit pula dimana kita bisa menikmati pemandangan kuil dan tamannya, dilatar belakangi dengan pemandangan kota Kyoto dari kejauhan. Cantik sekali.

Dari Ginkakuji kami lalu berangkat ke Kinkakuji, kuil emas. Naik bis satu kali dengan nomor 102. Memang saat saya berlibur ini sedang musim libur. Orang Jepangnya sendiri sedang liburan. Kebayang dimana-mana antri dan penuh.

Hari pertama- Osaka

First time traveler alias baru pertama kali jalan-jalan ke Jepang? Sama dong dengan saya. Nah untuk itu saya ingin berbagi pengalaman bikin itinerary selama satu minggu di Jepang, dan sebenarnya saya jadinya malah lebih, engga seminggu malah jadi sebelas hari. Tapi plan awal adalah seminggu, jadi here we go …

Sebagai seorang yang baru pertama kali pergi ke Jepang, tentu saja yang saya siapkan adalah nyari info sebanyak-banyaknya. Walau banyak teman saya bilang, gak bakal kesasar di Jepang mah, soalnya transportasi jelas dan mudah. Tetap saja saya merasa kudu dan wajib menyusun itinerary biar pede pas jalan-jalan.Sebelum pergi tentunya yang kita siapkan adalah tiket!

Saat ini banyak tiket promo ke Jepang, jadi pantau saja sering-sering apalagi kalau travel fair. Cuma bagi saya yang kerja bikin pas pergi di tanggal-tanggal yang promo kok susah ya. Karena saya prefer untuk pergi di minggu-minggu yang ada libur kejepit.Tiket yang cukup miring harganya di tahun 2019 ini adalah Cathay Pasific, Air Asia, dan Garuda. Enak sih pakai Garuda, soalnya kan direct, pergi tengah malam bisa sampai pagi di Osaka. Langsung bisa cuss jalan-jalan.

Namun apa daya, pas saya mau beli tiket Garuda kemarin di hari Jumat tiba-tiba ada pemberitahuan tidak ada penerbangan Jumat dan berubah menjadi Sabtu. Looh…. akhirnya saya beli Cathay Pasific. Biarpun transit di Hongkong 4 jam tak apa lah. Yang penting sampai Osaka pagi-pagi di hari Sabtu.Saya berangkat bertiga dengan teman-teman. Pesawat berangkat jam 2 siang hari Jumat dan kami check in jam 12 siang.

Setelah proses imigrasi selesai dan hal-hal lainnya, berangkat ke Hongkong dan tiba disana untuk transit selama 4 jam. Jam 1 malam kami berangkat lagi menuju Osaka dan tiba jam 6.30 pagi keesokan harinya. Jepang berbeda 2 jam lebih dahulu dari Indonesia.Tiba di KIX atau Kansai Airport, kami menukarkan tiket JR Pass atau Japan Rail Pass di kantor JR yang ada di bandara. Japan Rail Pass yang kami beli adalah tiket untuk menggunakan kereta api cepat (shinkansen) dan yang tidak cepat (yang penting dilayani oleh provider JR) selama seminggu.

Shinkansen yang kami bisa gunakan dengan JR Pass adalah kedua tercepat. Yang paling cepat adalah Nozomi, tidak include dalam list yang boleh dipakai. Tapi Hikari yang mana adalah kedua tercepat juga udah cepat juga sih. Tokyo Osaka ditempuh dalam waktu kurang lebih 3 jam saja. Kan jaraknya lebih dari 500 km tuh.

Untuk perjalanan kami ini, saya dan teman-teman dibantu oleh Astrindo Tour, tapi perginya sih sendiri, jadi dokumen-dokumen perjalanan dan persiapan untuk transportasi dan hotel dibantu oleh mereka. Nah untuk lebih jelas tentang JR Pass dapat dibaca infonya di Japan Rail Pass, sedangkan untuk jadwal-jadwal kereta saya menggunakan aplikasi Hyperdia. Aplikasi ini membantu sekali untuk melihat jadwal-jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta. Jadi engga bingung saat di stasiun. Ga pakai acara celingukan cari-cari jadwal dan platform.

Ini itinerary hari pertama saya di Osaka.06.30 tiba di Kansai Airport (KIX)

07.00 proses imigrasi dan bagasi
08.11 Kansaikuko line (JPY 1.100) atau dengan JR Pass menggunakan Nankai Express.

Bila tidak menggunakan JR Pass, alternatif dengan osaka amazing pass buka jam 8.30 untuk penggunaan subway, bis dan diskon atau free ke tempat-tempat wisata dan makan. Bisa juga naik limousine bis ke herbis hotel (bus stop dekat dengan Osaka Station) Biaya tiket Limousine Bus sekitar IDR 300.000 perjalanan 1 jam ke Osaka. Lebih mudah bila membawa-bawa koper dan hotel dekat dengan bus stop. Soalnya naik turun subway cape banget, apalagi kalau tidak aa eskalator.10.30 Tiba di osaka station

10.40 Menuju hotel Mystays Premier Dojima 2 chome 4 1 sonezakishinchi kita ward osaka
11.00 Menitipkan tas bila belum bisa check in
11.30 Jalan kaki ke Kita Shinchi station 6 menit 400 meter
12.00 Makan siang sekitar stasiun/subway
12.15 JR Touzai Gakkentoshi Line platform 2
12.20 Tiba di Osakajokitazume Station
12.30 Jalan kaki 1.6 km 20 menit
13.00 Tiba di Osaka Castle, bila memiliki Osaka Amazing Pass bisa gratisan masuk.
15.00 Ke stasiun Osakajokoen jalan kaki 19 menit 1.3 km
15.30 Menuju Dotonburi naik JR Osaka Loop Line turun di Tsuruhashi ganti jalur kintetsu nara line platform 3
15.40 Turun di Osaka Namba Station
15.50 Jalan kaki ke Dotonburi 450 meter
16.00 Wisata kuliner dan foto2 di sekitar Dotonburi
17.00 Menyusuri sungai Tombori River Walk dan berjalan kaki ke Shinshaibashi
18.00 Shinshaibashi shopping arcade tempat belanja macam-macam oleh-oleh khas Osaka
19.00 Makan sekitar Shinsaibashi atau Dotonburi
20.00 Yotsubashi station platform 2 ride 3 stops atau kembali ke Namba Stasiun
20.10 Tiba di station Nishi umeda jalan kaki ke hotel 400 meter

Hotel yang saya pilih ini karena dekat dengan stasiun subway, Limousine Bus Stop, dan juga ke Osaka Stasiun, jadi cukup strategis untuk pergi ke kota lainnya atau untuk berjalan-jalan di kota Osaka. Untuk pemesanan bisa melalui Agoda.com atau partner lainnya seperti Booking.com.

Untuk destinasi menarik di Osaka berikut daftar tempat yang wajib dikunjungi buat yang pertama kali jalan-jalan di Osaka. Saya sih engga sempat semua, tinggal kita tentukan saja yang mana yang akan menjadi prioritas. Soalnya jalan-jalan solo, sama teman, keluarga, dan anak-anak tentunya membuat prioritas kita menjadi berbeda. Misalnya untuk liburan keluarga, tentunya anak-anak akan suka banget kalau diajak ke Universal Studio. Umeda Sky Building juga menarik sekali untuk berfoto-foto.

20190427_123046.jpgOsaka Castle

Osaka Castle atau Osakajo selesai dibangun di tahun 1590. Konon dibangun pertama kali di zaman Sengoku (tahun 1583), Oda Nobunaga membangun istana di lokasi yang menempati reruntuhan kuil Osaka Honganji. Saya sendiri sangat mengagumi bebatuan yang menjadi benteng istana tersebut. Terlihat sangat kokoh dan megah! Castle juga nampak menjulang dan sangat anggun. Siapkan alas kaki yang nyaman untuk berkeliling Castle Osaka. Angin juga cukup kencang di musim semi walaupun matahari bersinar cerah. Akhir bulan April jadi masih terasa dingin karena hembusan angin.Sekitar Osaka Castle banyak orang berpiknik. Rupanya orang Jepang memang senang piknik. Padahal musim bunga Sakura di Osaka sudah lewat.

Cape memutari kastil, kita bisa membeli eskrim green tea seharga Y500 di kios-kios penjual makanan. Ada juga rebung bakar, cuma bakar, yakitori alias sate ayam, juga makanan lainnya.  Saya sempat duduk-duduk dan membiarkan roti bekal saya dirampok burung-burung gereja langsung dari tangan saya. Lucu sekali,

20190503_145238

Dotonbori dan Shinsaibashi – Kuliner dan Belanja

Kayaknya engga lengkap kalau ke Osaka bila tidak mampir ke daerah Dotonbori yang penuh dengan neonlight. Malam hari terasa begitu berwarna selain penuh dengan orang yang berjalan hilir mudik menikmati suasana dan kuliner, lampu-lampu billboard Dotonburi sungguh meriah!Setelah memutari Osaka Castle, -sebenernya ga niat muterin tapi engga sengaja karena mikir jalan yang lebih dekat keluar ternyata salah jalan malah muter, cape bener bok!, kita kembali ke subway menuju Dotonburi.

Karena sepagian tadi sudah membiasakan diri mencari arah subway, perjalanan ke Dotonburi terasa lebih mudah dan cepat. Ya lagia dibantu google map. Kadang saya juga pakai aplikasi rome2rio kalau engga yakin sama platform yang diarahkan google map.Tiba di Dotonbori jelang sore. Dimana lampu billboard mulai menyala dengan meriah.Cuma pas saya kesana si Glico Man lagi mati lampunya. Mungkin belum bayar listrik sudah nunggak 2 bulan.

Orang luar biasa banyak berjalan-jalan di daerah Dotonbori dan Shinsaibashi. Karena pas saya kesini lagi Golden Week. Orang Jepangnya juga lagi liburan. Musim ini disebut juga Shoulder Season. Pundak bersenggolan terus dengan pundak orang lain saking padatnya. Ga perlu ke Shibuya deh buat lihat orang berjejal-jejal di jalan. disini juga banyak. Selain Glico Man, ada Kani Doraku. Restoran dengan kepiting raksasa yang bergerak-gerak di sebagai reklame di depan restaurantnya. Pas dekat restoran ada board bertulisan Welcome to Osaka.

Banyak orang berfoto meniru pose Glico Man atau berdiri berpose depan Kani Doraku dan tulisan Welcome ini. Jalan tak jauh dari situ ada kios makanan Takoyaki yang terkenal dengan gurita raksasa di depannya. Nama restaurant takoyaki tersebut adalah Kukuru.Takoyaki memang makanan yang terkenal berasal dari Osaka. Bahkan disebut sebagai soulfoodnya Osaka. Saya membeli 1 kotak untuk saya nikmati dengan teman saya. Rasanya begitu lembut dan meleleh di mulut. Takoyaki terlezat yang pernah saya rasakan.

Tak jauh dari Kukuru ada toko makanan khas Osakan untuk oleh-oleh. Kuidaore Taro maskot Osaka yang berupa badut berpakaian garis merah putih sambil memukul drum ada di depan toko itu. Jadi mudah dicari. Kuidaore sendiri berarti “eat till you bankrupt”. Orang Osaka memang terkenal punya rasa humor yang tinggi juga senang makan. Oh ya saya pun sempat makan di Kani Doraku. Lumayan juga harganya. Berdua untuk makan malam aneka kepiting sekitar Y 7400. Mahal yah untuk sebuah pengalaman kuliner.

Menunya adalah aneka masakan kepiting. Ada yang digoreng, ada yang direbus, ada yang mentah. Tapi porsinya kecil-kecil. Kalau ingin kenyang tambah sushi saja. Nah sushinya gede-gede. Malah kekenyangan jadinya.

Dekat dari Dotonbori ada arcade Shinsaibashi yang ramai dengan aneka toko. Bisa belanja kosmetik atau perawatan tubuh juga fashion. Aneka toko berjejal disana. Cuci mata doang juga ok kayaknya, saya berusaha tidak tergoda beli ini itu. Kalau kalap belanja gimana dengan nasib koper saya nanti. Tapi akhirnya engga tahan juga untuk tidak belanja! Saya membeli beberapa snack Osaka, juga KitKat aneka rasa. Gemes soalnya. Bukan buat oleh-oleh loh tapi buat saya makan sendiri.

Banyak aneka produk makanan dengan rasa green tea. Bikin emesssh banget dah..soalnya saya penggemar green tea.Buat penyuka perawatan kecantikan sudah tradisi untuk belanja aneka produk perawatan tubuh dan wajah di Jepang. Belum lagi banyak toko dengan label tax free. Belanja di atas Y 5000 akan mendapat harga diskon tanpa pajak.

Universal Studio Osaka dan Umeda Sky Building

Gerbang masuk Universal Studios Jepang terletak lima menit berjalan kaki dari
Stasiun Universal City di Jalur JR Yumesaki (juga disebut sebagai Jalur JR Sakurajima).
Dari Stasiun Osaka, ada beberapa kereta langsung per jam (lama perjalanan 15 menit, 180 yen) dan banyak lagi koneksi yang membutuhkan transfer mudah di Stasiun Nishikujo. Dari Bandara Kansai, ambil bandara JR cepat ke Stasiun Nishikujo dan transfer ke Jalur JR Yumesaki ke Stasiun Universal City.

Kalau mau naik bis, Universal Studios Jepang terhubung dengan bus ke Bandara Kansai (50-70 menit, 1550 yen, 1 bus / jam) dan Bandara Itami (45 menit, 930 yen, sekitar 1 bus / jam). Dari kota-kota lain pun banyak bis yang langsung menuju ke Universal Studio.

Untuk mengunjungi Umeda Sky Building dapat ditempuh dengan berjalan kaki 10 sampai dengan 15 menit dari Stasiun Osaka.

Ini versi saya loh ya. Versi tiap orang pasti beda. Yang jelas kalau pergi wisata jangan cuma mikir belanja dan oleh-oleh, kalau zaman now oleh-oleh gampang, bisa beli online soalnya.

Makan fish and chips. Terdiri dari ikan goreng (tradisionalnya sih ikan cod, haddock atau flounder) dalam adonan atau remah roti disajikan dengan kentang goreng yang digoreng dengan renyah dan kuning keemasan. Porsinya besar! jadi kalau sok sok diet kayak saya siap-siap bagi dengan teman. Bisa kekenyangan soalnya. Saat itu sore di jalan berbatu seputaran Cowgate di Edinburgh sehabis hujan  dimana cuaca sangat dingin, saya masuk ke sebuah cafe yang hangat dan nyaman. Menikmati sepiring besar fish and chips dan caffe latte. Heaven!

IMG_20170527_171034

maaf fotonya burem, kayaknya lupa lap lensa kameranya

Menikmati haggis, neeps and tatties. Ini makanan khas Scotland. Katanya sih jangan tanya haggis dibikin dari apa sebelum selesai memakannya.  Haggis sendiri sih menurut saya rasanya aneh. Dibilang enak, ya enak. Dibilang engga, ya lumayan lah. Susah kalau lagi lapar mah.  Ini postingan saya tahun 2014,

“Kalau saya sampai bisa pergi ke Inggris, tepatnya ke Skotlandia…… saya berharap bisa makan haggis. Nama makanan yang mendapat kehormatan diiris dengan dibacakan puisi itu adalah Haggis. Makanan tradisional Skotlandia. Cacahan jeroan itu dicampur dengan bawang, oatmeal, lemak dan garam. Sepertinya masih kurang rempah ya kalau buat orang Indonesia. Harusnya ditambah pala, merica, jahe, bawang putih, sereh, daun salam dan rempah lainnya. Hihi. Ditambah cabe jadilah rendang jeroan. Cacahan jeroan bernama Haggis ini dihidangkan dengan turnip dan kentang yang dihaluskan”  

Saat itu saya mimpi pun tidak bahwa 3 tahun berikutnya saya bisa menginjak Scotlandia,

14280452051427368757HaggisNeepsandTatties

via campbellsprime.com

Jalan-jalan wisata bawah tanah dan kuburan seram di kota tua Edinburgh. Ini seru lho. Daripada datang jauh-jauh ke Edinburgh cuma belanja di Primark.  Tiket untuk tour bisa dipesan jauh-jauh hari biar lebih murah dan memastikan mendapatkan slot. Banyak yang pengen ikutan ditolak karena terbatasnya jumlah rombongan yang diperbolehkan. Rutenya adalah menyusuri lorong dan ruangan bawah kota tua, katanya jaman pertengahan dulu banyak orang disana hidup seperti tikus dalam got. Serem tapi seru banget. Gelap luar biasa, dan sepertinya yang jantungan dan claustrophobia mending jangan ikut. Lanjut dari bawah tanah kita mendapat cerita seram di kuburan tua di Greyfriar Kirkyard.

img_20170526_214806.jpg

DSCN1428

C360_2017-06-10-22-19-51-521

tiduran di pekuburan tua

C360_2017-06-11-14-13-32-940

bunga-bunga kecil di rumput kuburan

Ngopi-ngopi cantik di Elephant House. Tempat ini disebut sebagai tempat kelahiran Harry Potter karena JK Rowling mendapat insipirasi disini. Paling nyaman duduk-duduk di sore dan malam hari dimana udara dingin dan secangkir coklat hangat menjadi luar biasa enaknya.  Duduk-duduk disini dan melihat remaja-remaja lewat dengan pakaian seragam khas dan rok kilt lucu. Dekat dari situ ada toko yang menjual pakaian seragam sekolah Hogwarts dan atribut di film Harry Potter.

IMG_20170527_200434

Melihat-lihat toko wiski. Scotlandia terkenal dengan whiskeynya. Mau tidak mau saya jadi teringat Kapten Haddock yang sangat suka whiskey Loch Lomond. Eh disini ada loh merk tersebut. Ada tour yang juga mengantar wisatawan untuk melihat-lihat pembuatan whiskey dan mencicipinya. Kalau saya sih tidak minum whiskey, jadi cuma senang melihat-lihat tokonya saja. Berbagai merk dan berbagai jenis tersedia di toko-toko yang tersebar di kota ini. Penggemar whiskey akan sangat bahagia di tempat ini.

Belanja oleh-oleh khas Scotlandia. Kilt adalah pakaian khas Scotlandia. Ada banyak sekali motif kotak-kotak khas ini yang menunjukkan dari klan mana untuk motif tersebut. Syal wool, bagpipes, kaos kaki hangat, batu-batu perhiasan dari batuan Scotland, short cakes, haggis dalam kaleng, perhiasan dan pajangan perak, whiskey, adalah oleh-oleh yang bisa dibeli sebagai buah tangan dari sana.  Di Princess Street ataupun di Royal Mile, Cowgate dan lainnya banyak ditemukan toko-toko soevenir. Oh ya untuk penggemar Hardrock jangan lupa beli T-Shirt Hardrock Edinburgh dan juga ada Harley Davidson Edinburgh tapi agak di luar kota sih jadi bisa naik bis kalau malas jalan kaki kesana.

Berfoto di Monumen Scotlandia. Ini bangunan monumen yang khas banget sebagai monumen kota. Terletak di Princess Street monumen ini juga berada dekat Princess Garden yang indah permai. Banyak bangku-bangku taman dekat monumen dimana kita bisa duduk santai.

C360_2017-05-26-09-38-33-159

Monumennya mirip candi prambanan ya

Jalan-jalan pakai bis hop and hop, cuma bayar sekali bisa naik turun bis berkali-kali untuk berhenti di tempat wisata yang diinginkan. Bisa turun di tempat-tempat terkenal di Edinburgh seperti di Edinburgh Castle, Palace of Holyrood, Dynamic Earth, Carlton Hill, Museum of Childhood. Tuh kan banyak, sekali naik berapa tempat bisa langsung disasar sekaligus. Saya naik bis ini dari Princess Street dekat stasiun kereta Waverley.

Meludah di Heart of Midhlothian.  Jujur aja saya sih engga suka meludah. Jadi saya engga meludah. Cuma difoto aja dekat situ.  Letaknya di jalan dekat Katedral St Giles. Konon tolbooth (penjara) berdiri di lokasi, di mana hukuman mati biasanya terjadi. Lambang hati menandai ambang pintu dimana titik eksekusi dilakukan depan publik.  Beberapa orang meludah di  paving bentuk hati tersebut. Meski sekarang dikatakan hal itu dilakukan demi keberuntungan, pada awalnya memang dilakukan sebagai tanda penghinaan terhadap bekas penjara tersebut. Tempat itu terletak tepat di luar pintu masuk penjara, jadi kebiasaan itu mungkin telah dimulai saat orang  dibebaskan dari penjara.

C360_2017-06-01-05-00-59-057

Nonton pengamen main bagpipes. Ini juga pengalaman unik. Banyak orang merekam pengamen berbaju khas Scotlandia itu yang tentu saja memakai rok kotak-kotak dan mendengarkan sampai selesai lagu-lagu rakyat yang dimainkan. Terkadang mereka juga memainkan lagi yang lagi ngetop saat ini. Keren banget deh pokoknya. Serasa di Scotland banget.

Kalau dirinci tentu saja lebih dari sepuluh hal. Namun tentu saja kalau ditulis jadi kepanjangan. Oh ya untuk penggemar jalan kaki, jalan-jalan lah sejauh mungkin mumpung disana. Hati-hati kesasar. Bis jarang lewat soalnya. Rumah-rumah lucu, kafe dan penginapan yang cantik menjadi pemandangan. Bisa juga bermain dan bersantai di taman-taman. Karena dekat dengan teluk, berjalan-jalan sampai ke pantai pun menjadi alternatif menyenangkan untuk menyusuri Edinburgh.

 

 

 

 

%d bloggers like this: