Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘barang korea’

Annyeongsehayo!

Touch Korea Tour dan Buzz Korea yang diselenggarakan oleh Korea Tourism Organization Indonesia adalah program promosi wisata Korea Selatan. Saat ini Korea Tourism Organization (Indonesia) atau disingkat KTO menyelenggarakan lomba penulisan blog dengan berbagai tema namun merupakan bagian tak terpisahkan dari program promosi tempat wisata Korea Selatan.  Promosi tempat wisata Korea Selatan ini adalah sebagai efek dari Gelombang Korea, atauHallyu (Korean Wave),  seringkali disebut juga Korean Fever atau Demam Korea. Dimana awalnya adalah maraknya Korean Pop atau K-Pop dan program entertainmen berupa Film dan Drama Korea, yang sangat diminati dan digemari berbagai bangsa di berbagai belahan dunia, menjadikan banyaknya minat yang tertuju kepada budaya dan bahasa Korea, serta tempat-tempat di Korea Selatan khususnya sebagai  tujuan dari paket tour dan wisata Korea. Posting blog ini ditujukan sebagai keikutsertaan program Touch Korea Tour. Dapat pembaca baca selengkapnya di halaman Facebook dari Korean Tourism Organization (Indonesia)Yuk ikutan yuk!!

Ini adalah bagian kelima dari tulisan saya dalam program Touch Korea Tour. Dan tulisan saya terakhir dalam keikutsertaan saya dalam lomba menulis dalam event Touch Korea Tour yang diselenggarakan Korean Tourism Organization Indonesia (KTO). Karena membuat rencana itu sesuatu yang harus dipikirkan mateng-mateng, pertama-tama saya akan tidur dulu dengan nyenyak dan bahagia sebelum membuat perencanaan ini. Karena tidur nyenyak akan membuat saya fresh dan siap membuat rencana-rencana. 

Nah pagi ini setelah tidur nyenyak dengan baik dan berkualitas, saya memikirkan rencana promosi Korea dimana semisalnya saya adalah anggota Tim Pengalaman Touch Korea Tour ini sebagai berikut:

Rencana Promosi Korea Selatan

Saya mengikuti pola pemikiran yang awalnya dicetuskan oleh Hermagoras Temnos. Siapa tuh? Itu tetangga saya yang suka jualan kue pancong.  Hehehe bukan sih, dia adalah orang Yunani jaman kuno,  tapi bukan sodaraan dengan Phytagoras. Walaupun namanya mirip.  Beliau mendefinisikan seven “circumstances” (μόρια περιστάσεως ‘elements of circumstance’. Quis, quid, cur, quomodo, ubi, quando, quibus auxiliis (Who, what, whyhowwhere,when, with what).  Mungkin tujuh kebanyakan. Sekarang lebih dikenal sebagai Lima W Satu H. What and Why and When and Where and Who and How.

Jadi kesatu, What. Apa sih rencana saya. Jawabannya Promosi Korea Selatan. Kedua, Why -kenapa? Karena saya keren. Eh bukan, karena Korea Selatan itu indah dan keren dan saya suka untuk mempromosikannya sebagai pertukaran kunjungan wisata ke Indonesia yang juga indah dan tak kalah keren. Apa yang akan saya promosikan? Banyak. Sejarah, budaya, adat istiadat, pemandangan alam atau panorama indah Korea Selatan, wisata kuliner Korea, fashion, K-pop, drama Korea, pelem Korea dan shopping dan art market di Korea Selatan, bahkan mungkin promosi operasi plastik di Korea Selatan, katanya murah lho. Banyak sekali bahan-bahan promosi Korea. Ibaratnya mempromosikan seorang cowok cakep, akan lebih mudah dipromosikan dibanding dengan cowok dengan wajah yang kurang bagus dan tak pernah tersenyum. Ngilu kalau mikirin cara promosi sesuatu yang sulit dipromosikan. Perjalanan saya ke Korea juga, nah ini dia, ini akan jadi cerita yang saya jadikan tonggak sejarah dalam apa yang akan saya canangkan dalam program blogging mengenai Wisata Korea Selatan ini. Nantikan kejutannya ya…ya entar ya, kalau saya kepilih.

Lalu When -kapan saya akan mempromosikan Korea Selatan? Jawabannya: sudah saya promosikan dari dulu tanpa sengaja

Akang Kasep pujaan Eneng

dalam blog ini, dikarenakan saya suka akan produk dan budaya Korea Selatan, juga musiknya yang unik, dan dramanya yang banyak menayangkan aktor yang cakep-cakep dan bikin kepala kleyengan. Dan selanjutnya dan seterusnya akan saya promosikan Korea Selatan ini secara kontinyu (menang tidak menang saya akan tetap menulis apa yang saya suka tulis tentang Korea).

Lalu untuk Where. Dimana. Di blog. Blog saya ada beberapa, kebanyakan yang gratisan (blogspot, blogdetik, wordpress, kompasiana, dagdigdug, mypulau dari Telkomsel) dan juga ada yang bayar domainnya. Blog saya yang paling ngetop ya yang ini (ngetop kok, beneraaan, cek aja pageranknya, yah jujur sih ga ngetop-ngetop banget soalnya yang komen suka dikit, pada pemalu kali kalo ngasih komen). Tapi yang paling keurus sih yang blog miramarsellia.com ini. Lalu saya akan promosi di Facebook. Di Twitter, didaftarkan ke Blog directory list. Lalu di…dimana lagi ya? Dan lain-lain di media online lainnya.  Misalnya di grup Blackberry. Line di Android. Apa lagi ya? Oh ya Youtube juga. Disana saya akan upload video-video perjalanan saya ke Korea, untuk mempromosikan Korea Selatan dengan visualisasi yang lebih hidup.

Soal Who, siapa. Siapa sih sasaran yang akan saya promosikan ini. Orang-orang macam apa. Usia berapa. Kalangan seperti apa.  Penentuan kriteria ini akan menentukan bagaimana penyajian promosi saya, bahasa yang akan saya gunakan untuk promosi di blog, dan keyword-keyword yang tepat untuk niche, atau target market yang saya tuju. Saya engga akan mempromosikan fashion dan accessories Korea yang girly ke teman-teman saya penggemar motor Harley misalnya. Lagian saya memang tidak punya teman-teman penggemar motor Harley Davidson sih. Intinya saya akan menyesuaikan apa-apa yang sedang trend dan digemari dalam Gelombang Korea atau Hallyu ini, untuk menarik hati orang-orang yang membaca apa yang saya promosikan lewat blog dan jejaring sosial, dengan cara yang keren dan ngepas (uhuk), untuk orang-orang atau kalangan yang tepat dengan minat yang sesuai dengan apa yang saya sajikan.

Cherry Blossom South Korea

Sekarang menginjak pada bagaimana. Bagaimana cara saya mempromosikan Korea ini. Melalui blog dan Social Network Services (SNS). Bagaimana sih cara promosi lewat blog dan SNS?  Bagaimana cara membuat pembaca, teman di Facebook dan follower SNS agar tertarik? Bahkan bagaimana cara membuat orang yang tidak dikenal ikut tertarik?. Saya akan membuat tulisan di blog dengan cara yang enak dibaca oleh pemirsa sekalian (emang radio RRI). Sehingga yang baca ga pusing mencari informasi, dan mendapatkan apa yang mereka cari dari internet di blog atau media sosial yang saya jadikan alat untuk promosi dengan tepat dan berguna serta puas dengan informasi yang mereka dapatkan. Saya pun akan menjalin hubungan baik dengan teman-teman saya yang bekerja di Agency Tour and Travel, siapa tau ada promosi diskon Paket Tour Travel Hemat ke Korea Selatan yang dapat saya informasikan di blog saya dan jejaring sosial yang saya gunakan. Kalau saya sampai terpilih ikut jadi tim pengalaman Touch Korea Tour ini, tentu saja pengalaman saya disana akan jadi bahan-bahan yang bagus yang akan saya gunakan untuk promosi Wisata Korea Selatan ini.

Annyeongsehayo!

gambar Cherry Blossom dari TravelskyLine

Advertisements

Read Full Post »

Touch Korea Tour Bagian Kedua – Buzz Korea
Dalam rangka mengikuti program penulisan blog mengenai Wisata Korea Selatan yang diselenggarakan oleh Korean Tourism Organization (Indonesia), saya memposting tulisan mengenai tiga benda yang ingin dibeli di Korea. Sebenarnya  saya yakin akan beli sesuatu lebih dari tiga jenis kalau saya berwisata ke Korea. And I am very sure about this.

Dae Jang GeumHallyu. Apakah arti kata Hallyu? Sebelum saya sampai pada topik sesuai judul di atas, saya akan bercerita sedikit tentang Hallyu ini. Nah, pernahkah Anda mendengar kata ini? Kata ini populer pada tahun 1999, dimana istilah Hallyu yang berarti Korean Wave ini dipublikasikan oleh media Cina yang terkesima atas cepatnya puplaritas entertainmen kebudayaan dan setelah album HOT dirilis di Cina demikian juga dengan film dan drama Korea yang sangat banyak digemari disana. Hallyu sering diartikan sebagai Demam Korea atau Korean Wave – Gelombang Korea. K-Pop, atau musik Korean Pop, adalah bagian yang tak terpisahkan dari Hallyu ini.  Fenomena Hallyu ini tidak terbatas pada wabah musik K-pop, saja tetapi juga film dan drama Korea, masakan Korea, barang elektronik, sampai dengan fashion. Kegemaran akan produk entertainmen Korea, memicu banyak masyarakat berbagai bangsa di dunia untuk mempelajari budaya dan bahasa Korea. Di Indonesia, Hallyu sangat terasa gelombangnya melalui K-Pop dan Drama Korea. Suami saya saja adalah penggemar film Dae Jang Geum. Terbukti Hallyu tidak hanya melanda kaum muda, tapi meliputi tua muda, ABG, ABG palsu, bahkan anak-anak pun mengenal Korean Pop Culture ini. Saya saja tadi pagi memasak ditemani lagu Super Boy  Junior. Suwer, ga boong. Menurut saya, menyukai dan mempelajari kebudayaan bangsa lain adalah hal yang sangat positif. Menyadarkan bagaimana kita adalah makhluk hidup sebagai manusia yang  harus memiliki hubungan sosial yang baik antar individu, antar RT, RW, Kelurahan  maupun sampai dengan antar bangsa. Membuat kita menyadari arti pentingnya untuk hidup berbangsa dan bernegara yang damai dan sejahtera di muka bumi ini. Namun yang penting pula kita sendiri  untuk tidak kehilangan identitas sebagai bangsa Indonesia yang memiliki kebudayaan dan harga diri bangsanya sendiri pula. Demikian. Indah sekali ya pemikiran saya, bukankah begitu para pembaca?

Setelah mengenal Hallyu, mari sekarang kita lanjutkan dengan pembahasan sesuai judul di atas. Andaikan saya pergi berwisata ke Korea Selatan…Tentu saja selain mengunjungi tempat-tempat wisata yang indah dan penuh sejarah disana,  dan tentu saya pun ingin membeli cinderamata, atau sesuatu yang berguna dan bermanfaat,  atau benda-benda lain yang menarik dan memiliki ciri khas Korea.  Tapi sebelum kita membicarakan wisata Korea Selatan dan benda-benda yang menarik atau karya seni Korea yang memiliki sejarah ribuan tahun, ada baiknya kita membicarakan, sesuatu yang harus kita siapkan untuk berbelanja, yaitu…mata uang Korea Selatan…. ! Mata uang Korea Selatan disebut dengan Won. Kursnya pada saat blog ini ditulis, terhadap Rupiah adalah 1 KRW (Korean Won) adalah sebesar 8 .05 Rupiah. Sebagai referensi harga makanan semisal Kimbap (sushi ala Korea) adalah 2500 – 3000 Won, atau sekitar Rp 20.000,- s.d Rp 24.000,- . Kata Won sendiri berarti “round shape” dan terdiri dari 100 Jeon. Namun satuan Jeon sudah tidak digunakan untuk transaksi keuangan sehari-hari dan hanya muncul pada perhitungan kurs dengan mata uang asing.

Nah setelah memiliki bekal pengetahuan kurs untuk berbelanja barang di Korea Selatan ini dengan mata uang Won, saya putuskan apabila saya diberi kesempatan dan umur panjang untuk dapat berwisata kesana dalam program Touch Korea Tour ini, atau program wisata lainnya dimana hal tersebut tergantung rejeki dan kesempatan yang saya dapat (tentu saja), saya akan membeli tiga barang sebagai berikut, my lovelies, ini dia …tadaa…..:

Traditional Korean Clothing. Dalam bahasa Korea Selatan disebut Hanbok, pakaian tradisional yang sekarang umum digunakan oleh bangsa Korea adalah mengikuti model dari Dinasti Joseon. Dalam kekuasaan Dinasti Joseon banyak hal yang membawa hal yang direpresentasikan dalam bangsa Korea yang telah modern saat ini, baik dalam hal etika, norma-norma budaya, pakaian adat dan bahkan bahasa Korea dan dialeknya berasal dari pemikiran dan pola yang dibentuk pada jaman Dinasti Joseon ini. Pakaian tradisional Korea ini sangat indah. Warnanya cerah dengan potongan yang elegan. Untuk pakaian tradisional wanita disebut dengan Chima Jeogori, terdiri dari rok panjang dan atasan. Sedangkan untuk pria disebut Baji Jeogori, Baji berarti celana. Membeli pakaian tradisional ini dapat dilakukan di Dongdaemun Market. Pasar Dongdaemun ini adalah pasar tradisional dan juga sebuah tempat shopping center yang lengkap, terletak di distrik Jongno-gu, Seoul, Korea Selatan. Di pasar Dongdaemun ini menjual berbagai macam pakaian, Hanbok, Food Court, Food Center, sepatu, dan berbagai benda-benda lain yang menarik. Dongdaemun berarti “a neighborhood for learning politeness”, nama yang sangat berkarakter menurut saya.  Adapun saya sendiri, apabila karena satu dan lain hal tidak kesampaian membeli Hanbok ini, bila dapat saya akan membeli sepasang boneka dengan pakaian Hanbok. Dan ini pun akan membuat saya sangat bahagia. Membeli hanbok itu sendiri ataupun boneka dengan pakaian tradisional Korea adalah representasi kekaguman saya akan keragaman budaya berbagai bangsa di dunia.

Korean Pottery. Korean Pottery adalah karya seni yang dikagumi orang dari seluruh penjuru dunia. Ratu Elizabeth 2 dari Inggris pernah mengunjungi Insadong dan jatuh cinta setengah mati pada keindahan keramik Korea ini. Adapun Celadon adalah sebutan bagi warna keramik yang khusus dibuat dengan teknik tersendiri sehingga memiliki warna biru hijau yang indah, yang disebut dengan sebagai warna celadon. Celadon atau Goryeo Cheongja atau Keramik Hijau Goryeo adalah inovasi pada jaman Dinasti Goryeo di Korea pada tahun  (935-1392). Menurut hikayat keramik Goryeo ini memiliki warna hijau tercantik di dunia.  Adapun teknik pembuatan keramik Celadon Korea yang sangat terkenal dimana Korea mencapai puncak kejayaannya dalam teknik pembuatan celadon ini yaitu pembuatan desain yang disebut Sanggam.  Keramik Korea ini memiliki nilai sejarah, nilai seni dan harga yang tinggi sehingga bahkan merupakan harta negara. Adapun Maebyeong adalah sejenis vas dengan bentuk yang disebut menyerupai bentuk wanita. Dimana Cheongja-unhak-sanggam-mun-maebyeong adalah sebuah jenis maebyeong yang sekarang tersimpan di museum seni di Seoul.  Maebyong ini  dikenal sebagai keramik hijau sanggam paling bermutu sehingga dijadikan sebagai Harta Nasional Korea Selatan Nomor 68. 

Kalau saya mah untuk membeli keramik antik sih jelas tidak sanggup. Lagipula dilarang membawa keluar keramik yang berusia lebih dari 50 tahun keluar dari Korea. Nah lho. Namun paling tidak bisa membeli barang satu piece keramik Korea, yang merupakan keramik dengan ciri khas Korea di pasar seni Korea akan sangat membahagiakan bagi saya. Soal keramik Korea ini jujur saja awal ketertarikan saya justru akibat menonton drama Korea. Yaitu Drama Boys Before Flower, drama ulangan Meteor Garden yang diproduksi oleh Korea. Kim Bum  yang berperan sebagai So Yi Jeong adalah seorang master dalam pembuatan keramik. Dari film itu saya mengetahui bahwa seni pembuatan keramik adalah seni yang sangat dihargai di Korea.

Ginseng KoreaGinseng Korea dan K-Pop Merchandise….Yah ini mah bukan tiga jenis lagi. Tapi mau gimana lagi coba. Saya ingin sekali beli ginseng dari Korea. Tahu kan, Korea terkenal akan ginsengnya. Masakan saja ada Sup Ayam Ginseng-Samgyetang yang terkenal. Ginseng adalah makanan dan obat yang sudah dikenal ribuan tahun. Jadi, saya benar-benar ingin membeli ginseng Korea. Jenis ginseng Korea atau Korean ginseng (Panax schinsen) yang asli tumbuh di Korea disebut Goryeo Ginseng untuk membedakannya dengan ginseng yang tumbuh di tempat lain. Ginseng asli Korea dikenal dengan khasiatnya yang lebih, dikarenakan iklim dan kondisi tanah di Korea memungkinkan untuk menghasilkan ginseng dengan kualitas terbaik di dunia. Adapun K-pop Merchandise, saya,  anak-anak saya, keluarga, teman-teman, adalah penggemar K-pop. Bagaimana nasib saya bila saya tidak membawakan mereka oleh-oleh berupa K-pop merchandise? Saya tidak akan sanggup menghadapi amukan massa. Anak saya yang kecil waktu saya tanya saja, kalau saya pergi ke Korea mau dibeliin apa, langsung menjawab: syal bulu dan hoodie.. Tuh kaaan…

Demikian posting blog saya mengenai 3 jenis barang yang ingin saya beli di Korea. Sampai jumpa di posting blog saya berikutnya.

Annyeonghaseyo!

Read Full Post »

%d bloggers like this: