Akhir pekan kemarin, ada adik ipar saya datang ke rumah kami. Anak-anak saya sangat senang, karena Delli, adik ipar saya tersebut, orangnya sangat cheerful, periang, happy jolly go lucky, or something like that. Dimas serasa dapat kakak laki-laki yang bisa menemaninya berduet main gitar. Jadilah kamar saya sering ditempati mereka, ber-jam session main gitar, atau main game bola. Kenapa sih pada seneng numplek blek di kamar saya? Ini dikarenakan kamar saya mirip pavillion, menghadap ruang taman terbuka dan jendelanya besar-besar. Lagipula memang paling nyaman dibanding ruang lain. Walau berisik seperti jadi tempat kost-kostan pria, saya biarkan saja.
Ini dua adik ipar saya, Sinta dan Delli.
Hari Sabtu saya lagi engga mood masak. Pengennya langsung makan! Tapi berhubung kami week end, pingin dong makanan yang istimewa, tapi untuk keluar makan, lagi engga mood juga, tahu sendiri lah, Bandung kan akhir-akhir ini selalu macet dipenuhi pelancong di akhir pekan. Bakalan macet kemana-mana dan juga tempat-tempat makan favorit akan penuh.
Berhubung adik ipar dan suami saya pernah tinggal lama di Syria, saat mertua saya bertugas disana, saya jadi kepikiran ingin menikmati makanan Timur Tengah. Saya teingat ada restoran favorit saya di daerah Tamansari yang menyediakan makanan Middle Eastern ini, namanya The Food Opera. Alamatnya di Jl Tamansari No 30 Bandung dan ada satu lagi di Jl Ir Haji Djuanda No 151, tempatnya cozy banget. Romantis. Makanannya juga enak-enak. Engga cuma makanan Timur Tengah yang disediakan, ada makanan Itali, western dan makanan khas Nusantara juga ada.









