Apa yang tebersit di benak Anda ketika mendengar tentang Yogyakarta? Pastinya, gambaran kawasan ini lebih dari sekadar indah dan sarat budaya. Banyak kata yang bisa melukiskan Jogja. Misalnya; Jogja itu rindu, kenangan, dan keromantisan.
Rindu, seolah ingin kembali untuk menikmati nuansa hangat di Yogyakarta. Kenangan; mungkin ada selembar kisah masa lalu tak terlupakan di sana. Keromantisan; ini yang dirasakan setiap detik ketika berada di kota seribu pantai. Bahkan, menjelang malam hari, sisi romantis Jogja semakin terlihat.
Lalu, adakah tempat wisata malam di Jogja? Sekali lagi, Yogyakarta itu komplet. Mulai dari rekreasi pegunungan, pantai, hingga perkotaan. Berikut ini rekomendasi tempat yang bisa dikunjungi saat malam hari.
1. Bukit Bintang
Sumber : naradatour.com
Objek wisata Bukit Bintang berjarak 30 km dari pusat kota. Tempat ini dapat ditempuh dengan berkendara selama 60 menit. Kawasan tersebut menyajikan pemandangan lautan lampu dari ketinggian 150 meter di atas permukaan laut. Pengunjung bisa menyaksikannya ketika malam hari sambil duduk di kursi berbahan beton.
2. Alun-Alun Kidul
Alun-alun kidul terletak di belakang Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Saat malam hari, alun-alun disulap menjadi tempat wisata yang asyik. Banyak orang mengunjungi kawasan tersebut untuk sekadar berkumpul, menyewa mobil kayuh, atau mencicipi kuliner khas Jogja.
3. Taman Pelangi Monjali
Anda ingin melihat pelangi di malam hari? Cobalah mengunjungi Taman Pelangi Monjali. Kawasan wisata ini berlokasi di Jalan Lingkar Utara, Yogyakarta. Untuk memasuki area, setiap pengunjung harus membeli tiket senilai Rp10.000 per orang.
4. Titik Nol Kilometer
Titik nol kilometer merupakan denyut jantung Jogja sekaligus tempat wisata malam yang paling berkesan. Area ini menawarkan pemandangan gedung-gedung tua bergaya art deco. Selain itu, pengunjung bisa mencicipi aneka jajanan tradisional dan alunan musik di sana.
5. Sindu Kusuma Edupark
Sindu Kusuma Edupark adalah kawasan wisata yang menghadirkan berbagai jenis permainan di wahana luar ruangan. Mulai dari kincir ria, segway, trampolin, bumper car, kereta, hingga komidi putar. Ada pula wahana di dalam ruangan, seperti Teater 7 Dimensi, Tengoro Budoyo, dan Kampung Seni.
6. Plengkung Gading
Plengkung Gading berada satu lokasi dengan alun-alun kidul di Keraton Ngayogyakarta. Bentuknya berupa tembok yang difungsikan sebagai benteng keraton. Bagian atas bangunan ini digunakan untuk area berkumpul pengunjung. Mereka harus melewati anak tangga supaya mencapai tempat tersebut.
7. Malioboro
Malioboro merupakan nama sebuah jalan di jantung Kota Jogja. Kawasan tersebut menjadi pusat perbelanjaan favorit para wisatawan lokal maupun mancanegara. Bahkan, ketika malam hari, Malioboro tak pernah sepi. Tempat ini dijadikan sentra kuliner, pertunjukan seni, serta area pertemuan. Selain itu, pengunjung bisa menyewa delman atau becak untuk mengelilingi Malioboro hingga alun-alun keraton.
8. Pasar Seni Gabusan
Pasar Seni Gabusan adalah sentra perdagangan kerajinan tangan terbesar di Yogyakarta. Lokasinya di Jalan Parangtritis, Bantul. Di pintu masuk pasar terdapat replika pesawat dan gong. Saat malam hari, replika tersebut menjadi spot paling menarik untuk berfoto. Tak hanya itu, Pasar Seni Gabusan kerap kali digunakan sebagai tempat penyelenggaraan perhelatan besar, seperti Bantul Expo dan upacara sekaten.
Itulah delapan tempat wisata di Yogyakarta yang paling ramai ketika malam hari. Jika memerlukan tempat menginap, Anda bisa mencari hotel murah di Jogja. Untuk menemukan referensi terbaik, silakan kunjungi situs web Airy Rooms.
Airy Rooms menyediakan kamar hotel bertarif ramah kantong. Setiap kamar dibekali tujuh fasilitas wajib, seperti televisi, AC, pancuran air hangat, perlengkapan mandi, air minum kemasan, sambungan WiFi gratis, dan tempat tidur bersih. Nah, mengenai transaksi pembayaran, bisa menggunakan Mobile Banking, lewat gerai Indomaret, atau kartu kredit. Praktis, kan? Jadi, kapan liburan ke Jogja?
Minggu depan saya akan pergi ke Yogya.. nantikan kisah seru saya selanjutnya yaa….

Kota tua Edinburgh di Skotlandia, banyak mengatakan sebagai kota tua tercantik di seluruh Inggris Raya. Walaupun orang Skotlandia ternyata tidak sudi menyebut diri mereka sebagai British, mereka selalu menyebut diri mereka Scottish. Kata pemandu wisata kuburan yang saya dengar ceritanya, itu adalah masalah prinsip.

















Ini kayaknya problem orang tua semesta yang anaknya baru menanjak gede. Emang tidak semua anak, ya sih..tapi andaikan nih ya..andaikan Anda menemukan anak baru gede, entah SMP atau SMA merokok; apakah menemukan bungkus rokok di kamarnya, ataupun misalnya kegep merokok, atau menemukan bajunya bau rokok, apa yang akan kita lakukan?


Besok pagi tanpa sarapan dulu dan anak-anak masih tidur saya dengan semangat Panglima Besar Jenderal Sudirman bertekad kuat untuk lari pagi di seputaran kota Yogya ini dengan target 10 Km. Rutenya kemana? Kagak tahu, yang penting kan bawa handphone. Kalau nyasar ya tinggal lihat GPS. Kecenderungan saya yang tinggi untuk nyasar tidak menyurutkan semangat saya untuk menelusur jalan-jalan kota yang masih sepi di pagi hari ini. Lagian kalau nyasar siapa juga sih yang mau menculik emak-emak gendut dan kelihatannya bertampang wagu ini. Kagak jelas ada duitnya apa kagak, jutek iya. Preman juga pasti males malak. Lagipula kota Yogya terkenal dengan kota aman damai dengan tingkat kejahatan rendah.


