Feeds:
Posts
Comments

Suatu Hari di Kantor

Image

 

Jam sudah menunjukkan angka 4 sore.

Aku sibuk mengetik di belakang mejaku, saat di ruangan kerjaku terdengar riuh sapaan teman-temanku pada seseorang yang datang.

Tampak seorang pria dengan celana jeans, dan T-shirt Polo warna biru tua menyalami teman-temanku satu divisi dengan hangat. Via, Bram, Devi, Anto, Nelly, semua bergiliran mengobrol menyapa orang yang baru datang itu. Semua bangkit dari kursi masing-masing.

Kevin.

Aku bangkit perlahan. Dari awal datang tak sedikitpun Kevin menoleh ke arahku. Dia seolah menganggap aku tidak ada.

Hah.

Dengan langkah pelan aku sampai mendekati dia. Tak juga dia menoleh. Dia pura-pura. Karena teman-temanku semua menoleh kepadaku. Sambil tersenyum penuh arti.

Malas banget deh dicuekin model gini. Tapi demi sopan santun aku tak urung menyambanginya. Continue Reading »

Di Kolam Renang

Lanjutan dari sini. 8819801-natural-swimming-poolMasih lima hari lagi. Terisolasi di daerah pegunungan tanpa kendaraan untuk ke luar dari area pelatihan ini bikin bosan. Hari-hari berlangsung untuk belajar di kelas. Pagi harus bangun dan berolahraga. Begitu kiranya kami di tempat ini selama seminggu lebih. Celana pendek yang dicuri Kevin tidak kupinta lagi. Biar saja dia pakai. Pikirku, toh masih ada ganti untuk olahraga. Asal sempat dicuci tidak lah jadi masalah. Kata Dian, teman sekamarku, Kevin naksir aku. Karena tingkahnya seperti monyet duduk di bara panas bila di sekitarku. Continue Reading »

Masochist!

ImageJam segini adalah jam-jam rawan. 

Dimana waktu sudah menjelang dan menuju tengah malam, saya belum (dimaksudkan untuk ‘tidak’) makan malam, sementara perut terasa lapar. Semakin lapar, dan lapar, dan melilit. 

Tapi saya harus tahan. 

Saya mengingat-ingat celana jeans Next saya yang malang yang saya beli saat obralan, dimana sekarang tidak cukup lagi saya pakai. Juga celana Marks Spencer, juga dari diskonan 50%, yang jadi gak pantes dipakainya karena perut saya sekarang lebarnya berlari menuju melebihi tinggi badan saya. Hiperbola. Tentu saja.

Untuk lebih menyiksa diri, saya membuka blog resep-resep masakan, dan Voila! Coba lihat apa yang saya temukan di thepioneerwoman.com!

Resep aneka pizza yang cakep. Untuk yang ingin lihat resepnya langsung aja klik di http://thepioneerwoman.com/cooking/2013/07/french-bread-pizzas/

Kalau engga pingin, ya pelototi aja gambar pizza di atas. Mari menyiksa diri bersama.

Seperti Efek Dieffenbachia

Dieffenbachia_floursenja hari itu tampak menyemburat di langit barat. kemerahan bersaput jingga. seulas awan tampak dalam goresan panjang di langit sore, warnanya bergradasi karena gemilang cahaya mentari. layaknya coretan kuas atau bahkan selendang bidadari yang berkelebat panjang di angkasa.

udara mendingin di bandung utara. kafe  bernuansa etinik dengan bangunan bambu dan kayu yang berada di keteduhan pepohonan raksasa usia ratusan ini kali sepi. lampu-lampu mulai dinyalakan, walau masih sinar matahari masih cukup terang. tak banyak suara terdengar hanya sesekali menggaung percakapan rendah dari bangunan bambu kecil lainnya. Continue Reading »

ImageKabar baik buat orang Bandung.

Ternyata cara berpakaian di Bandung mirip dengan fasyen di New York.

Walau saya belum pernah menginjak kaki di kota Sex and The City itu, yah karena sering ngintipin blogger-blogger Amrik, rada ke-apdet juga kan jadinya.

Ga perlu berkecil hati ya dengan yang suka belanja pakaian di Cimol (udah pindah ya ke Gedebage?) atau yang tukang ngubek-ngubek di New Market alias Pasar Baru, dan seputaran Kings, intinya sih simpel aja kalau pakai baju mah. Gambar di atas adalah cara berpakaian yang umum di West Village. Sama aja dengan yang dipakai anak saya kalau pergi kuliah, dan saya juga kalau lagi jalan-jalan ke mall.

sumber gambar: http://joannagoddard.blogspot.com

Fiksi: Telepon Tengah Malam

1309657253800_f_largeJadi hari ini aku merasa kurang tidur.

Kutatap layar notebookku dan melihat angka-angka disana dengan mata yang terasa buram dan berair.

Jam tidurku memang seperti anak kecil. Aku harus pergi tidur paling lambat jam 10. Kadang malah sudah siap-siap tidur dari jam 8 atau jam 9 malam.

Kemarin pulang kerja, aku mampir ke tempat gym dimana aku menjadi member disana. Mengikuti kelas Yoga. Setelah selesai yoga, aku ingin berkeringat sehingga melanjutkan dengan treadmill.

Pulang ke rumah aku lelah. Mandi dan sedikit makan, menemani anakku belajar lalu tidur.

Tidur manis dengan selimut dan AC yang diset dingin sekali. Betapa nyaman kan? Aku sudah bersiap-siap mimpi bertemu Adam Levine dan siapapun cowok ganteng dengan dada berbulu yang rapi. Setidaknya mimpi model begini dapat diraih dengan persiapan tidur yang baik kan? Continue Reading »

Legends of The Fall

image

Salah satu film yang bikin saya galau berhari-hari. Dan menangis bombay saat menontonnya. Film ini juga termasuk yang membuat saya kapok menonton ulang. Saking takut sedih lagi.

Tristan dan Isabel Two. Aduh.

Saya menonton film ini kira-kira di tahun 2000. Semalam menonton lagi. Tapi tidak berani nonton secara komplit. Takut nangis lagi.

Fiksi: Telepon di Jelang Senja

Sore itu aku sedang berkutat di lemari belakang mejaku, mencari-cari beberapa berkas untuk laporan pekerjaan saat handphoneku berdering-dering melagukan potongan lagu Creed.

Kulirik layar. Ternyata nomor dia. Aku memang tidak menyimpan nomor dia di daftar kontak. Aku hapal semua nomor telepon genggam miliknya.

Kuhela napas, sambil menekan ring off. Biar saja dia terus menelepon aku. Aku sedang tidak minat mengobrol. Apa lagi sih yang akan dibicarakan? Sudah tidak ada bahan pembicaraan. Sudah berakhir. Sudah lama berakhir. Sudah.

Continue Reading »

DSCN0018Minggu lalu, anak saya Dinda yang bersekolah di SMP Negeri Lumbung Ciamis, menelepon saya. Katanya sedang mengikuti lomba di kota Ciamis, antar SMP katanya. “lomba apa?” tanya saya. Lomba cipta lagu jawab anak saya dengan lugu. “Lho emang bisa bikin lagu?” Anak saya menjawab, “ya bisa dong Maaa..”. ” Ya sudah, Emak doakan ya, semoga menang ya Neng”. Jawabnya “Dinda takut ma..saingan Dinda pada ikut les. Suaranya juga bagus sekali”. Saya bilang pada anak saya, engga ada ceritanya kita takut sebelum bertanding. Lagipula percaya diri adalah modal yang lebih penting daripada les dimanapun.

Continue Reading »