Jam sudah menunjukkan angka 4 sore.
Aku sibuk mengetik di belakang mejaku, saat di ruangan kerjaku terdengar riuh sapaan teman-temanku pada seseorang yang datang.
Tampak seorang pria dengan celana jeans, dan T-shirt Polo warna biru tua menyalami teman-temanku satu divisi dengan hangat. Via, Bram, Devi, Anto, Nelly, semua bergiliran mengobrol menyapa orang yang baru datang itu. Semua bangkit dari kursi masing-masing.
Kevin.
Aku bangkit perlahan. Dari awal datang tak sedikitpun Kevin menoleh ke arahku. Dia seolah menganggap aku tidak ada.
Hah.
Dengan langkah pelan aku sampai mendekati dia. Tak juga dia menoleh. Dia pura-pura. Karena teman-temanku semua menoleh kepadaku. Sambil tersenyum penuh arti.
Malas banget deh dicuekin model gini. Tapi demi sopan santun aku tak urung menyambanginya. Continue Reading »










