Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘makanan’

Paket-Lombok-1

picture source: http://netadia.com

Kalau ada yang membuat trivia quiz dan bertanya pada saya apa yang terlintas di pikiran pertama saya saat mendengar kata Lombok, saya akan menjawab spontan “AYAM TALIWANG!!”. Buat saya ayam taliwang adalah makanan terenak di dunia, dan harus dimusnahkan ke dalam perut bersama-sama pasangannya, plecing kangkung. Level terpedas. Itu yang selalu saya pesan bila saya memesan ayam taliwang dan plecing kangkung atau plecing terong di restoran langganan khas makanan Sasak, Lombok.

Tapi saya pun tidak bisa untuk tidak memesan juga ayam Beberok, astaga…., makanan khas Lombok ini sungguh enak luar biasa. Rugi besar kalau tidak pernah mencoba. Bayangkan ayam muda bakar yang lezat, diberi lumuran sambal beberok yang harum, ada perasan jeruknya, nikmat sekali bila disantap dengan nasi hangat. Bila mulut kita mencicit-cicit karena kepedasan, kita bisa meminum air kelapa madu yang segar dan nikmat untuk menyejukkan lidah. Madunya juga dari Lombok.

Pedasnya plecing dan beberok ini, persatuan antara terasi, cabe dan lainnya adalah perpaduan sesuatu yang panas, menggairahkan, merangsang. Sesuatu yang erotis dan magis.

Walau bahan bakunya ternyata sederhana, cabe, tomat, kencur, bawang adalah bahan-bahan yang dipakai dan juga terasi khas lombok, saya tidak pernah berhasil membuat masakan khas Lombok ini seenak aslinya. Saya mencurigai terasi adalah kunci utama dan rahasia kelezatan masakan Lombok. Sampai-sampai saya memesan juga terasi ini, dipesan langsung dari Lombok. Eh tetap saja, saya tidak mendapatkan rahasia kelezatannya. Mungkin saya yang kurang berbakat. Atau, saya harus datang langsung ke Lombok untuk mempelajari kuliner ini dan menemukan rahasia resep masakan Lombok yang super lezat.

Datang ke Lombok?

Saya memiliki pemikiran bahwa makanan enak, pasti datang dari tempat yang menyenangkan. Bila tidak pergi berwisata adalah suatu dosa, maka tidak datang berkunjung dan berwisata ke Lombok, akan masuk kategori dosa besar. Mengapa Lombok? Mari kita telusuri Lombok berikut dosa-dosa kita bila kita tidak mencoba datang kesana.

Dosa Pertama
Tidak menikmati kenikmatan dan kelezatan kuliner Lombok adalah sesuatu yang salah. Sangat salah. Awful. Jelek. Rugi besar. Lombok terkenal dengan kelezatan kulinernya. Saya sudah menceritakan betapa saya tergila-gila dengan makanan khas Lombok. Menikmati langsung kelezatan kuliner Lombok DI TEMPAT ASLINYA, tentunya akan lebih menggairahkan. Jangan lupakan ayam bakar Taliwang, ayam beberok, plecing kangkung dan terong, sate pusut, sate rembiga, nasi balap pucung. Masukkan pula dalam daftar, terasi, madu dari Lombok dan kangkung sebagai oleh-oleh nanti. Kangkung? loh kok? Gini loh. Kangkung Lombok ini berbeda. Konon, kangkung Lombok ini lebih manis, lebih enak, dan lebih nikmat dibanding kangkung biasa. Bentuknya lebih kecil, dan batangnya empuk. Tak heran banyak orang pulang dari Lombok menjinjing kangkung.

pic source: http://theyogaplacegili.com

Pulau-pulau Gili

Dosa Kedua
Tempat-tempat indah di Lombok amat banyak. Titik panas atau hotspot wisata tempat indah di Lombok meliputi pantai sampai dengan gunungnya. Pantai indah di Lombok salah satunya adalah pantai Senggigi. Pantai dan bawah laut Senggigi sangat terkenal indahnya. Saya sendiri berencana untuk lari pinggir pantai bila saya berkunjung kesana. Pulau-pulau Gili pun tak kalah cantik, Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air, wajib adanya untuk dikunjungi bila ingin total menikmati Lombok. Surfing, snorkeling, menikmati matahari terbenam, semua kegiatan yang menyenangkan ada disana.

Dosa Ketiga
Menikmati senja di Pantai Senggigi adalah satu hal yang tidak boleh terlewatkan di Lombok. Tidak ada yang bisa mengalahkan semburat indahnya cahaya matahari sore di pantai ini. Semilir angin dan keindahan laut yang menakjubkan disana wajib dinikmati pengunjung yang berwisata ke Lombok.

Jadi untuk membebaskan diri dari dosa ini, kudu disempatkan untuk berlibur ke Lombok. Saya ingin dan akan. Bagaimana dengan Anda?

Advertisements

Read Full Post »

Masochist!

ImageJam segini adalah jam-jam rawan. 

Dimana waktu sudah menjelang dan menuju tengah malam, saya belum (dimaksudkan untuk ‘tidak’) makan malam, sementara perut terasa lapar. Semakin lapar, dan lapar, dan melilit. 

Tapi saya harus tahan. 

Saya mengingat-ingat celana jeans Next saya yang malang yang saya beli saat obralan, dimana sekarang tidak cukup lagi saya pakai. Juga celana Marks Spencer, juga dari diskonan 50%, yang jadi gak pantes dipakainya karena perut saya sekarang lebarnya berlari menuju melebihi tinggi badan saya. Hiperbola. Tentu saja.

Untuk lebih menyiksa diri, saya membuka blog resep-resep masakan, dan Voila! Coba lihat apa yang saya temukan di thepioneerwoman.com!

Resep aneka pizza yang cakep. Untuk yang ingin lihat resepnya langsung aja klik di http://thepioneerwoman.com/cooking/2013/07/french-bread-pizzas/

Kalau engga pingin, ya pelototi aja gambar pizza di atas. Mari menyiksa diri bersama.

Read Full Post »

Vegetarian? Kenapa Engga..

ImageSudah lama sih kepikir pengen jadi vegetarian. Sudah sejak kapan tahun lah.. Sejak suatu hari waktu antar ibu kontrol di RS Advent, iseng baca-baca brosur disana. Intinya sih, bisa-bisa aja kan manusia hidup tanpa makan daging. Banyak sumber protein selain daging. Kacang-kacangan dan lainnya.

Memang sejauh ini saya belum mempraktekkan cara makan ala vegetarian, tapi kalau daging merah lumayan mengurangi sih. Soalnya anak-anak di rumah juga engga terlalu doyan makan daging sapi apalagi kambing. Lebih suka makan tahu dan tempe. Daging hewan paling ayam dan ikan.  Akhir-akhir ini makin kepikiran jadinya. Apalagi dengan alasan kesehatan, dan resiko tumor plus kanker. (more…)

Read Full Post »

%d bloggers like this: