Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Health’ Category

Pijat di Rumah

Saya langganan dilulur dan dipijat di rumah. Dulu sih pernah beberapa kali coba pijat di spa atau di tempat pijat seperti Bersih Sehat. Tapi untuk spa, saya kurang menikmati karena harus mengeluarkan effort pergi ke luar rumah. Kalau libur kecuali liburan ke luar kota, saya senang di rumah saja, daripada harus macet dan antri. Tau kan, Bandung sekarang jadi tujuan wisata populer. Coba deh keluar di hari Sabtu Minggu ke arah Lembang. Macet.

(more…)

Read Full Post »

Vegetarian? Kenapa Engga..

ImageSudah lama sih kepikir pengen jadi vegetarian. Sudah sejak kapan tahun lah.. Sejak suatu hari waktu antar ibu kontrol di RS Advent, iseng baca-baca brosur disana. Intinya sih, bisa-bisa aja kan manusia hidup tanpa makan daging. Banyak sumber protein selain daging. Kacang-kacangan dan lainnya.

Memang sejauh ini saya belum mempraktekkan cara makan ala vegetarian, tapi kalau daging merah lumayan mengurangi sih. Soalnya anak-anak di rumah juga engga terlalu doyan makan daging sapi apalagi kambing. Lebih suka makan tahu dan tempe. Daging hewan paling ayam dan ikan.  Akhir-akhir ini makin kepikiran jadinya. Apalagi dengan alasan kesehatan, dan resiko tumor plus kanker. (more…)

Read Full Post »

Alarm

imagesSaya tidak suka bangun pagi. Sejak kapan ya? Sejak saya bisa mengingat.
Tapi sepertinya perlu dikoreksi sedikit. Saya tidak suka bangun pagi dengan TERPAKSA.

Saya perlu bangun pagi dengan tenang. Dengan damai. Dengan keharuman kopi yang baru diseduh dan wangi pancake yang nikmat. Hmmmm.

Atau dengan kicauan burung merdu dan sentuhan  lembut dan kecupan hangat di kening…*ngayal.

Nah itulah sebabnya saya tidak suka bunyi alarm. Tidak suka mungkin masih terlalu lembut. Saya benci alarm lebih tepat.

Bunyi alarm itu menyakitkan. Mengganggu. Dan mengubah mimpi yang tenang dan damai menjadi mimpi buruk dalam sekejap. Alarm is evil device. Dia diciptakan untuk menyiksa telinga.

Saya tidak mengerti kenapa anak saya suka bangun dengan alarm. Bunyinya macam-macam. Ada yg sangat mengganggu seperti alarm kebakaran. Ada yang berulang-ulang dengan bunyi dentang yang seperti datang dari jauh…kemudian semakin mendekat…mendekat…dan memaksa.

Yang lebih menyakitkan, dua anak saya sendiri tidak pernah bangun dengan alarm yang mereka setel. SAYA yang selalu bangun karenanya. Dan karena mereka sering tidur di kamar saya dibanding di kamar mereka sendiri. Maka hampir setengah hari-hari dalam seminggu saya akan dibangunkan dengan paksa. Dengan siksaan. Dengan alarm yang berbunyi menyakitkan.

Suatu malam saya bilang kalau saya ini, ibu yang mengandung dan melahirkan mereka, bisa bangun tanpa alarm. Saya terangkan alasan macam-macam bahwa bangun dengan cara mengagetkan itu tidak baik bagi kesehatan. Kesehatan jiwa terutama. Dan fungsi snooze adalah alat penyiksa yang diciptakan Nazi untuk teror.

Saya ajarkan untuk menyetel otak agar membangunkan kita di jam yang kita inginkan adalah..menjitak kepala sendiri sebelum tidur dengan jumlah jitakan adalah jam berapa yang kita inginkan untuk bangun.

Coba saja.

It works.

For me at least

Read Full Post »

Read Full Post »

Gondongan

Anda pernah menderita gondongan?  Nama lainnya adalah mumps atau parotitis. Saya pernah! Lebaran tahun lalu saya menderita penyakit yang sukses membuat muka saya seperti kodok sawah yang siap-siap akan mengeluarkan bunyi-bunyian musim kawin. Awalnya gejala yang saya rasakan adalah suhu badan yang meninggi, alias demam, agak menggigil, susah menelan dan kepala pusing. Tadinya saya menyangka gejala flu. Setelah dua hari demam belum mereda saya ke dokter  dekat rumah yang masih terbilang sepupu saya (namun dia tidak ingat bahwa saya adalah sepupu jauhnya dan saya pun tidak mau repot-repot menerangkan kalau ibunya dan ibu saya bersepupu),  dia menatap saya setelah memegang leher saya dan berkata dengan prihatin “Kena gondongan deh Bu”.

Saya bertanya-tanya gondongan atau mumps ini penyebabnya apa. Dia bilang virus. Penyakit ini menular dan disebabkan virus  Paramyxovirus. Namun seperti flu, gondongan dapat sembuh dengan sendirinya.  Obat yang diresepkan adalah obat penurun panas: Parasetamol, dan Isprinol.  Sisanya vitamin.  Setelah dia menuliskan dan surat keterangan dokter untuk beristirahat dan ijin sakit ke kantor, saya menebus obat dan pulang ke rumah. Ternyata boro-boro 3 hari istirahat seperti rekomendasi dokter, berikutnya dari bengkak hanya dibawah telinga, menyusul  leher dan wajah saya bengkak hampir 10 hari lamanya. Rasanya menyiksa. Saya sakit pada otot dan persendian, sulit makan, sulit menelan, sulit tidur, dan sulit bernafas, dan suara menjadi serak seperti pagar tua yang berderit. Dan muka saya jelek sekali. Setiap memandang kaca, saya sebal.  Makanan terasa sulit ditelan karena seret dan terasa berlipat-lipat asinnya.

Teman-teman di kantor tampaknya prihatin dengan penyakit saya. Ada yang memberikan saran pengobatan tradisional menempelkan bulao (itu tuh bleau buat merendam cucian), sampai menempelkan nasi panas ke leher  yang kemudian harus ditimpukkan ke anjing yang lewat. Saran pertama masih saya pikir-pikir walau tidak mengerti hubungan bubuk perendam cucian dengan  pengempisan leher ini. Saran kedua soal nasi panas ini saya tolak mentah-mentah. Satu, membuang nasi adaah perbuatan mubazir, kedua menimpuk anjing juga tidak mudah. Selain anjingnya bisa marah dan saya digigit (ntar malah rabies!), menimpuk anjing tanpa sebab juga merupakan perbuatan yang bisa dikategorikan gejala sakit jiwa.

Banyak teman saya menyamakan gondongan dengan gondok. Dan mereka mengatakan saya kekurangan garam yodium. Benar tidak ya?. Keprihatinan teman saya di kantor juga ternyata diungkapkan dengan penyebaran foto muka jelek saya melalui MMS. Selain kasihan mereka juga rupanya terhibur dan tertawa melihatnya.  Selain minum obat dari dokter saya pun mencari obat alternatif lain di internet. Kadang-kadang saya mengompres bengkak dengan air panas, kadang dengan air dingin. Tapi tetap tidak banyak pengaruhnya. Hanya meredakan rasa sakit yang berdenyut-denyut saja.  Dari internet saya menemukan bahwa obat tradisional gondongan adalah kompres dengan dedaunan Tapak Dara. Karena di halaman saya tumbuh tanaman Tapak Dara, maka saya mengambilnya dan meremasnya menjadi halus dan menempelkannya di leher. Hasilnya? saya gatal-gatal.  Saya curiga ada ulat bulu gatal yang ikut teremas menjadi adonan.

Akhirnya saya mencoba si bulao perendam cucian itu. Ternyata masih ada yah yang jual bleau di pasar tradisional. Lumayan sih bikin adem. Tapi rasanya leher saya seperti disemen dan kasur saya belepotan bubuk-bubuk berwarna biru. Akhirnya saya sembuh, namun leher berlipat dua berlangsung cukup lama. Saya sangat merindukan leher saya yang jenjang, hiks. Beberapa foto saya abadikan untuk kenang-kenangan hehehehe.

Read Full Post »

Jerawat dan saya

Saya sudah berpikir-pikir sedari tadi. Bahwa saya hampir tidak pernah mengidap bisul. Kalau sesuatu menyerupai bisul sih rasanya pernah. Satu kali di punggung bagian bawah. Satu kali lagi di betis kiri. Seumur hidup saya. Itupun menurut saya tidak bisa dikatakan bisul. Karena diameternya tidak mencapai sesuatu yang sering kita lihat sebagai bisul. Boleh dikatakan bisul saya itu bisul mini. Atau jerawat besar. Atau salah satu diantara nama itu.

Namun kalau mengidap jerawat, NAH! rasanya sudah dua dekade lebih saya berkutat dengan yang namanya jerawat. Dari yang ukuran super mini dengan ukuran milimeter sampai yang mencapai ukuran centi dan memiliki bentuk seperti kawah Vesuvius. Ada yang berisi ada yang tidak. Ada yang kuning ada yang merah. Ada yang menyakitkan, ada yang gatal, dan ada yang pemalu; muncul diam-diam, pergi pun diam-diam. Namun semuanya sama, menyebalkan.

Tentu saja saya sudah pergi konsultasi ke dokter kulit. Namun tidak ada yang berhasil. Dulu saya pernah mendapat daftar pantangan makanan dari dokter. Dan tentu saja semuanya makanan enak. Saking putus asanya dengan daftar dari dokter, saya menanyakan makanan yang boleh dimakan saja, daripada mendapat daftar yang tidak boleh dimakan.

Seperti layaknya orang Indonesia, saya mengatakan ‘untung saja’. Untung saja jerawat-jerawat menahun itu tidak meninggalkan bekas seperti tubrukan meteor layaknya kawah meteor di Arizona. Masih tampak rata sih, walaupun pori-pori saya jadi seperti saringan kelapa. Sampai sekarang saya masih jerawatan, namun masuk kategori ‘aman terkendali’. Lagipula saya jadi punya kerjaaan sekali-kali mencet jerawat di toilet di kantor. Kenapa harus di toilet kantor? Untuk diketahui, toilet di kantor saya terang sekali lampunya, dan cerminnya besar-besar. Tisu juga banyak. Jadi saya menemukan tempat nyaman yang layak untuk memencet jerawat ya disana.

Sampai sekarang saya tidak menemukan obat yang pas untuk jerawat saya. Paling kalau benar-benar sedang meradang, saya kompres dengan air panas. Dokter pernah bilang sih, itu sudah nasib saya juga dengan jenis kulit berminyak. Akhirnya yang saya bisa lakukan adalah berdamai dengan jerawat saya. Daripada buang-buang uang dengan terus menerus berkutat dengan obat dan salon kecantikan untuk mendapat kulit wajah sehalus pantat payi dan kinclong seperti cat mobil baru dikumpon, yang jelas tidak mungkin. Suami saya juga pernah mengalami masalah jerawat kronis, namun sekarang jarang sekali muncul lagi. Katanya dulu diobati dengan Kalpanax; obat kurap kadas panu itu. Aneh. Menurut saya mungkin itu bukan jerawat, itu mungkin panu yang menyamar jadi jerawat.

Read Full Post »

Mari Makan Sayur

 Saya sering sekali dikomentari sodaraan sama kambing atau bahkan lebih to the point mirip kambing malahan, gara-gara kebiasaan dan kesukaan saya memakan sayuran atau lalapan mentah. Seringkali di pawon kantor atau di pantry deh buat yang engga ngerti pawon, pas acara makan siang -dan biasanya sambil nonton acara Ceriwis yo Wis-, saya sibuk memamah biak setumpuk lalapan, misalnya surawung, tespong, jotang, terong hijau, kol, kacang panjang,daun pepaya dan sarupaning lalapan lainnya mentah maupun masak yang banyak dihindari teman-teman saya (horee..jadi engga ada saingan!).

Sayang di Bandung jarang nemu reundeu, sejenis lalapan yang biasa dipetik dari gunung. O ya sewaktu mendaki Gunung Sawal di Ciamis, saya pernah dikemplang kakak sepupu karena menyebut-nyebut reundeu, katanya sih pantangan karena mengakibatkan tersesat atau hujan besar. Euleuh maenya sih?

Sewaktu tes kesehatan di kantor bulan lalu, banyak teman-teman yang tidak suka atau kurang suka sayur rata-rata memiliki tingkat kolesterol tinggi, memiliki problem dengan pencernaan, bahkan mengidap ambeien. Sementara oleh Dr Jimmy, sang dokter perusahaan, saya hanya diberi rekomendasi untuk tetap menkonsumsi sayur dan minum jus buah-buahan.. (hmmm supaya kulit tetap halus dan mulus kali). Langsung teman-teman menghubungkan kebiasaan dan pola makan saya dengan hasil tes kesehatan saya.

Saya sendiri tidak pernah melakukan diet ketat seperti beberapa teman saya lakukan, atau berpantang memakan makanan berkarbohidrat tinggi, daging, susu, dsb yang enak-enak deh. Saya memang pernah bercita-cita untuk menjadi vegetarian setelah membaca brosur di RS Advent, tapi masih saya urungkan niat itu setelah menyadari saya masih kalap bila melihat kambing guling. Namun dalam mengkonsumsi makanan berlemak selalu saya kombinasikan dengan sayuran dengan porsi yang lebih banyak. Sehari saja saya tidak menemukan sayur rasanya rindu sekali. Untung satpam di komplek perumahan saya setia menyetor daun-daunan beberapa hari sekali ke rumah. Biasanya sih bunga pepaya dan daunnya.

Jadi sebagai orang Sunda, saya tidak peduli bila disebut mirip kambing atau bersaudara dengan kambing, dan kalaupun iya saya bisa dibilang kanibal karena saya suka sate kambing, tongseng, lamb chop steak , dan rupa-rupa olahan kambing lainnya. Toh walaupun suka daun-daunan, saya belum pernah memakan daun jendela.

Untuk tetap sehat, marilah menkonsumsi sayur, engga usahlah yang dianggap berharkat atau berkasta tinggi seperti lettuce,paprika, dan broccoli, manfaatkan saja lalapan asli tanah Parahyangan. Niscaya kulit Anda pun akan halus dan mulus seperti Mojang Priangan…hihihi.

Read Full Post »

Tumor oh tumor

Suatu hari di bulan anu di tahun 2005, sewaktu saya mandi (detailnya tidak usah diceritakan) saya menemukan benjolan kecil sebesar biji jagung di bawah ketiak kanan saya. Langsung deh deg deg plas jantung saya. Saya bukan orang kagetan. Terbukti kalau ada alarm latihan kebakaran di kantor, saya sih tetap cuek nge-junk atau makan. Tapi berhubung di riwayat keluarga saya adalah notabene penderita kanker, kanker beneran bukan kantong kering, walaupun yang terakhir memang saya idap juga (terkadang malah sangat akut), jadinya saya cukup merasa harus waspada terhadap segala kemungkinan.

Untuk contoh, ibu saya mengidap kanker payudara, dan ah sudahlah, sedih ceritanya. Terus kakak sepupu saya, tahun lalu baru meninggal dunia akibat kanker rahim. Sepupu saya satu lagi, kaki kanan diamputasi sebatas paha keatas karena kanker tulang, terus ada paman yang mengidap kanker usus, dsb.

(more…)

Read Full Post »

Rendez Vous with PMS

Saya curiga saya menderita PMS hari-hari ini. Segalanya jadi aneh. Pada sore saya melihat keluar dan jendela, ngelihatin awan mendung dan hujan, entah kenapa saya pingin nangis keras-keras. Terus udah satu mingguan saya makan ayam Taliwang (extra hot lagi). Terus sore-sore entah kenapa saya pingin jalan-jalan sendiri di sepanjang jalan Asia Afrika. Terus tadi malam mimpi buruk. Jadi dari kondisi-kondisi diatas yang diluar kebiasaan, saya simpulkan mungkin saya menderita PMS. Karena saya jarang nangis, jarang mimpi buruk, dan jalan-jalan sendirian saya lakukan kalo suasana hati saya bener-bener buruk.
Katanya sih definisi PMS itu begini :

Pre-menstrual syndrome is a condition that appears in women at regular intervals in relation to their menstrual periods. It affects over three-quarters of all women during their reproductive years. The cause and even a precise definition of PMS remain unclear. However the main symptoms are well-known and both physical and emotional, with most sufferers complaining of anxiety, irritability, mood swings and tearfulness as well as painful abdominal cramps, and sore or tender breasts. Although in the vast majority of cases women will only be mildly affected, up to 5% of sufferers experience severe PMS symptoms that will require treatment. This severe form of PMS is known as Premenstrual Dysphoric Disorder. The symptoms of PMS usually begin around the time of ovulation when an egg is released from the ovaries and cease at the onset of menstruation, when the uterus lining is lost. Although a definitive cause for PMS hasn’t been found yet it is believed that the hormonal changes that women experience during the menstrual cycle are a primary factor.

* Ternyata saya bukan PMS, ternyata saya silindris. Jadi sering sakit kepala. Jadi apa hubungannnya dengan nangis dan mimpi buruk? *masih bingung*

Read Full Post »

%d bloggers like this: