Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Random Thoughts

O ya sayang
paling tidak aku buktikan aku bukan stok untuk makanan cepat saji industri kapitalis.

special thanks to Alamanda, oh yes Bon Jovi is the best.

and for Humman Wannabe, makasih untuk quote Necrophilia yang aku catut untuk status instant messenger. Especially for your two magical words. Be though  tough.

*back to my black bitter coffee*

Read Full Post »

Sewaktu saya masih duduk dan menjilati bangku SMP, saya pernah berlibur selama satu minggu di Bogor di rumah Nenek (dan Kakek) sahabat saya, Mbak Iko. Kenapa manggil Mbak, ya entahlah. Padahal seumur. Nah terus bukan main kagumnya saya pada Neneknya Mbak Iko. Entahlah sang Nenek ini dulu sekolah apa, yang jelas sekolah Belanda kali ya. Beliau mahir berbahasa Jepang dan menulis huruf kanji (sempat melihatnya menulis surat pada temannya), berbahasa Kumpeni, Sunda, Jawa, bahasa Indonesia ya jelas lah. Juga pandai, bahkan sangat piawai memasak, pandai main gitar, dan dia juga pelukis! Saat itu bahkan Sang nenek sedang ikut les piano bareng dengan cucunya yang lain berumur 7 tahun.

Sang Kakek sendiri adalah pensiunan Ahli Peneliti di Pusat Pengambangan dan Penelitian Tanaman Pangan, pada saat saya berlibur disana itu sedang sibuk dengan pembuatan susu kedelai (dulu belum musim lho), dan saya dengan senang hati menjadi pencicip setiap pagi susu kedelai yang Kakek buat. Dia senang karena Mbak Iko sih engga pernah mau coba minum. O ya puteri-puteri mereka 3 orang, termasuk ibu Mba Iko, mewarisi bakat-bakat Sang Nenek. Tapi parsial. Ada yang pintar masak saja, ada yang musik saja, dan ada yang senang menggambar. (more…)

Read Full Post »

Catatan Harian Bapak dan Emak

Bapak saya sejak kuliah rajin mengisi buku harian. Dari situ saya tahu dia pergi kuliah naik sepeda dari jalan Rajawali dan menyusuri  jalan Dago (katanya lumayan cape juga karena agak menanjak) untuk sampai di kampus Dipati Ukur. Dari situ saya tahu nama pembimbingnya Profesor Gunadarma, dan malam tahun Baru 1972 Bapak nongkrong dengan teman-temannya.

Pas tahun 1973, si Bapak lagi pacaran dan akan menikah sama Emak, dan mereka mengisi buku harian bersama (hihihi so suiittt). Selama ini saya merasa mereka bukan pasangan romantis sebenarnya. Bapak memang selalu pusing kalau pergi ditinggal Emak, karena seolah-olah jadi tidak ada yang memberi makan, dan Emak setiap ditinggal Bapak…Eerrrr..terlihat senang sih, soalnya jadi berlibur masak dan sepertinya tidur siang dan acara nonton tipinya tidak ada yang mengganggu. (more…)

Read Full Post »

Cita-Cita

Eh eh..waktu masih kecil suka pada isi buka kenangan yang isinya model biodata gitu engga? Dan selalu ada isian untuk cita-cita? Ya kan?  Nah kalau saya waktu kecil suka bingung, karena saya engga punya cita-cita! Blank gitu. Kalau ditanya guru cuma bisa nyengir doang.  Sebenarnya mungkin karena terlalu banyak keinginan. Misalnya sekali waktu saya pingin jadi atlet. Terus jadi penyanyi. Atau bintang pelem, astronout (itu tuh pas heboh Pratiwi Sudharmono yang ceritanya tidak jadi mau ke bulan), pemain drum, koki handal, pelukis (peluk-peluk dan kiss hihihi), persiden (ho ho untung ga jadi presiden, yakin deh bakal pusing ngurus negara kayak gini, atau rakyatnya yang bakal pusing punya presiden kayak saya), terakhir saking pusingnya paling saya isi “Apa aja deh, yang penting hidup mandiri dan bisa keliling dunia”. Oh ya, kalau bilang pingin jadi dokter atau insinyur kan jawaban yang terlalu standar. Jadi saya suka malas  jawaban default kayak gitu.

Hari ini saya curiga pada diri saya sendiri, karena kok saya engga jadi apa-apa ya? Hehehe…  Dan mendadak …. Ya ampun tolong!..jangan-jangan segala kekacauan yang saya alami selama ini gara-gara waktu kecil saya ga pernah isi kolom cita-cita.  Duh. Terlambat puluhan  tahun untuk membenahi segala macam isian cita-cita yang kudu saya isi dulu. (more…)

Read Full Post »

Aroma Maut – Hamid Jabbar

Menjelang tahun baru  2007.  Menyendiri.  Menikmati sepi.  Dan membaca  puisi.  Tentang mati.

AROMA MAUT – Hamid Jabbar
Berapakah jarak antara hidup dan mati, sayangku?
Barangkali satu denyut lepas, o satu denyut lepas
tepat di saat tak jelas batas-batas, sayangku:
Segalanya terhempas, o segalanya terhempas!

(Laut masih berombak, gelombangnya entah ke mana.
Angin masih berhembus, topannya entah ke mana.
Bumi masih beredar, getarnya sampai ke mana?
Semesta masih belantara, sunyi sendiri ke mana?)

Berapakah jarak antara hidup dan mati, sayangku?
Barangkali hilir-mudik di suatu titik
tumpang-tindih merintih dalam satu nadi, sayangku:
Sampai tetes-embun pun selesai, tak menitik!

(Gelombang lain datang begitu lain.
Topan lain datang begitu lain.
Gelap lain datang begitu lain.
Sunyi lain begitu datang sendiri tak bisa lain!)
Padang, 1977/1978

Selamat Tahun Baru 2007.  Semoga apabila kita masih dipanjangkan umur kita dapat mengisi hidup selanjutnya dengan kebaikan.

Read Full Post »

Lindungi Kaum Muda

Menurut penelitian PBB, sebagian besar anak muda di dunia tidak mempunyai bayangan sama sekali tentang bagaimana HIV ditularkan atau bagaimana melindungi diri terhadap virus ini. Tetapi justru masa remaja adalah ketika mayoritas orang aktif secara seksual. Itulah salah satu alasan mengapa virus HIV terus menular dengan sedemikian cepat.

Terdapat dua kecenderungan yang saling memperkuat dan turut mendorong perkembangan krisis HIV/AIDS. 
Pertama kenyataan bahwa kaum muda memang aktif secara seksual, sesuatu yang harus diakui sebagai pra-syarat untuk membuat program pencegahan yang efektif.  Yang kedua ialah bahwa kaum muda tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk melindungi diri..( aduh, beli kondom aja susah banget sih!) Akibatnya tragis: kaum muda menjadi korban HIV dalam proporsi yang sangat tinggi.

Ini pernyataan dari Carol Bellamy, Executive Director of Unicef , sementara komentar dalam kurung dari saya sendiri
(more…)

Read Full Post »

Prologue

Tersebutlah di suatu waktu, di suatu ketika, di suatu masa, ada sebuah kerajaan yang letaknya di antara langit dan bumi. Diperintah oleh seorang raja yang sangat perkasa bernama Narendra. Bangsa penghuni kerajaan tersebut disebut Bangsa Narendraputra, walaupun tentu saja tidak hanya ada lelaki tapi juga ada perempuan.  Mereka makhluk yang indah namun tak dapat dilihat manusia biasa, dan mereka dapat bergerak dengan kecepatan yang melebihi kecepatan cahaya bila mau.

Bangsa Narendraputra senang berperang dan sering berperang untuk meluaskan wilayahnya. Mereka berperang dengan sesama jenis mereka dari kerajaan lain, makhluk yang terlahir dari cahaya namun berbeda ras dan kebiasaan. Mereka berperang selain untuk menguasai wilayah, juga akan mewarnai daerah kekuasaan mereka dengan warna-warna. Warna yang mereka kuasai amatlah indah dilihat oleh manusia. Semburat cahaya merah di langit, aurora borealis, atau warna-warna nebula di galaksi yang jauh.

(more…)

Read Full Post »

Pengering Rambut, Perlukah?

Bandung mulai sering mendung setiap pagi. Hore hore!. Soalnya sudah lama kan tidak turun hujan. Sedih juga selama ini melihat pohon-pohon yang meranggas dan rumput-rumput yang kering menguning.

Mendung pagi hari ini jadi menimbulkan sedikit masalah. Berhubung saya tidak memiliki pengering rambut. Dulu pernah diberi sih sama Neng Eni, temen kantor (dia cantik, seksi, dan model rambut serta warnanya berganti tiap satu bulan sekali). Mungkin dia merasa nelangsa melihat rambut saya yang gak jelas bentuk rupanya. Tapi hair dryer pemberian dia dimanfaatkan adik saya untuk usaha sablon kaos kecil-kecilan. Jadi setiap pagi saya biasa moyan sambil mengeringkan rambut.

(more…)

Read Full Post »

Kue Lebaran Paporit

 Ini dia kue lebaran kesukaan saya dan teman-teman di kantor. Bolu panggang khas kampung saya dari Jalatrang, Ciamis. GM saya terdahulu pun menyukainya. Di antara kue-kue lebaran lain yang keren-keren seperti Kaastengel atau apalah yang lainnya, dipastikan bila dihidangkan di meja, kue ini yang bakalan duluan habis diserbu.

Mengapa? Entah. Menurut pengakuan teman-teman penikmat kue ini, katanya rasanya khas, tidak bikin enek, tidak bikin blenger, manis, ada rasa asam segar dari nanas, tidak pakai bahan pengawet, cocok disantap dengan kopi dan teh. Tidak hanya faktor gratis, tapi mereka juga sering bela-belain untuk membayar bila perlu, untuk saya agar menyediakan lebih banyak. Sayangnya saya tidak bisa. (more…)

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »