Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Perempuan’ Category

IMG_7582-L

babygaga.com

Walau anak saya udah gede-gede, tetap saja saya kangen masa-masa mereka masih bayi. Wangi bayi itu aduuh..bikin kangen. Rasanya dulu waktu anak-anak saya masih bayi, kadang muncul pikiran andai waktu berhenti saja, dan mereka tetap bayi. Hehehe. Saya suka banget saat menyusui anak saya, mata mereka yang suka menatap mata saya, seolah heran dan senang. Lalu jemari yang berwarna merah muda itu seringkali menyentuh wajah saya menyentuh bibir, menarik-narik rambut, atau hanya menggenggam erat tangan saya dengan jari mungil yang keciiil sekali itu. (more…)

Advertisements

Read Full Post »

Cerita Makan Siang Hari Ini

Lagi berkutat dengan pekerjaan, -eh boong ding- sebenarnya lagi retrieve password Flickr gara-gara lupa (memang selalu bergiliran, hari ini lupa password Flickr, besok wordpress, nanti lagi Yahoo, lalu login internet banking, trus lain kalinya aplikasi apapun -berkaitan dengan kerjaan atau bukan-yang ada di kompie. Demikian. Bergiliran. Sampai saya gila), tiba-tiba terdengar sapaan meriah dari teman lama kami yang sudah lama keluar dari perusahaan kami untuk turut suaminya yang jadi ekspat di perusahaan minyak di Oman, ibu beranak dua, yang masih langsing -agak kurusan tepatnya- berwajah polos tanpa make up, jeans belel, dan kaos lengan tiga perempat. Dan membawa kantong kertas berwajah Aa Gym (baru tau deh kalo dia fans Aa Gym, hihihihihihi).

Saya selalu suka dengan dia. Setahun sekali setiap libur selalu mampir ke kantor.  Padahal sudah bertahun-tahun dia di luar negeri.  Mendengar ceritanya, keluhannya, makiannya juga -kadang-kadang. Soalnya seru, dan dibawakan dengan ekspresif dengan bahasa Sunda  Namanya Ine. Orangnya rame, ceria, susah senang tetap saja heboh.  Untuk satu hal saya sangat respek sama dia, dia merupakan perempuan yang tidak lupa pada akarnya, bahasa Sunda, kota Bandung dan teman-teman sekantornya yang masih kere dan selalu bokek ini, hihihi.  Dia berlibur sebentar ke Bandung, sementara suaminya sedang perjalanan dinas ke London.  Dan Ine masih senang menyewa ojeg dekat rumahnya, secara abodemen, untuk pergi kemanapun.  Atau naik becak. Daripada naik taksi.  Karena katanya angin Bandung yang ngagelebug enak terasa ke wajahnya mengingat suhu di Oman terkadang mencapai 52 derajat Celcius (beneran tuh?!), sambil saya perhatikan baik-baik badannya.  Barangkali badannya langsing karena saking seringnya cairan tubuhnya menguap.

Mengingat status pekerjaannya sekarang adalah ibu rumah tangga yang selama menunggui anak-anaknya menghabiskan waktu menjelajahi mall ke mall bersama-sama geng ibu-ibu ekspat lainnya, Ine tidak banyak berubah. Malah tidak ada yang berubah, saya pikir. Ine tidak berubah jadi ibu-ibu reunceum dengan perhiasan, berambut kuning celupan, atau bermake-up mahal.  Walau saya tahu dia mampu untuk itu.  Sewaktu dia sempat pindah ke kantor di Jakarta pun, bahasanya tidak berubah menjadi gue elu gue elu dengan kami..  Saya masih tergeli-geli ngobrol dengannya berbahasa Sunda, membicarakan berkilo-kilo bumbu dapur yang akan diangkutnya ke Oman.  Muncang (kemiri), cikur (kencur), kerupuk aneka merk, makanan di Pasar Kosambi, dan lain-lainnya.  Sementara status jahe, kunyit, lengkuas ternyata aman-aman saja disana karena mudah didapat.

Kami kemudian makan berempat di warung pinggir jalan dekat kantor, walaupun dia keukeuh cuma makan sehari sekali dan hanya jam 10 pagi, ternyata Ine bisa menghabiskan sup kambingnya dengan seporsi nasi dengan kecepatan menakjubkan, juga sepiring rujak.  Bercerita bahwa sepulang dari makan siang dengan kita, dia akan ke Polwiltabes memberikan sebotol parfum untuk polisi yang dulu membantunya membuat SIM Internasional. 

Siap-siap nanti kita kunjungi ya Ne…

dan blognya diapdet ya sayang!

Read Full Post »

Tentang Akupuntur

Dalam hal tertentu saya bisa sangat keras kepala atau sekali waktu bisa sangat mudah terbawa arus. Istilah Sunda dalam hal ini adalah: kabawa sakaba-kaba (terbawa-bawa begitu saja) atau tuturut munding (terbawa-bawa oleh kerbau).  Istilah yang terakhir lebih enak didengar rasanya. Paling tidak saya bisa mengatakan orang-orang yang menjadi penghasut saya tidak lebih tidak kurang adalah kerbau.

Misalnya dalam hal berbelanja.  Suatu waktu saya sudah bersumpah dari awal pergi bahwa saya akan berfungsi sebagai supir saja bagi kelompok Nyonyah-nyonyah teman kerja saya sang pengunjung setia mall pada jam istirahat dan kalau perlu saya akan menggunting kartu kredit saya sebelum pergi,  dan cukup puas diupahi teman-teman saya segelas teh hijau dingin tanpa whipped cream di Starbuck atau seporsi makan siang saja di Food Court. Itu teorinya. Prakteknya saat saya mengantar mereka nyeklok di counter ini itu kadang-kadang belanjaan saya malah lebih banyak dari mereka.  Setan-setan perempuan itu selalu berbisik ” apa gunanya kartu kredit bila tidak digesek?” Dan saya akan pulang dengan rasa bersalah dan bertekad kembali untuk  menggunting kartu kredit saya begitu menemukan benda tajam apapun yang pertama-tama saya lihat.  (more…)

Read Full Post »

Ladies First

Animal behind. Hehehe saya tidak pernah menyesal jadi perempuan. Jadi perempuan banyak mendapatkan privilege malah. Dan lihat jaman sekarang, perempuan makin banyak yang bekerja bahkan banyak yang bilang perempuan sekarang lebih mudah mendapatkan pekerjaan dibanding pria. Benar atau tidak gosip ini, saya tidak tahu. Memang sudah ada penelitian untuk hal ini gitu? O ya dan makin banyak perempuan di tempat kerja kantoran, memungkinkan untuk membuka peluang makin sering untuk melecehkan pria di tempat kerja. Eh eh tapi yang terakhir ini sumpah becanda kok. Kepada Bayu Sekarwungu (pegawai baru yang belum genap 6 bulan di ruangan saya) yang selalu saya ledekin di tempat kerja, anggaplah sebagai uji mental bagi brondong imut usia duapuluhan yang dikelilingi Nyonya-nyonya dept Keuangan yang kejam dan sadis seperti nenek-nenek sihir ini. (more…)

Read Full Post »

Macbook Highlighted

Saya benci ke salon. Karena membosankan. Saya tidak tahan duduk diam berjam-jam dan ada seseorang berkutat di kepala saya sibuk dengan krim dan hair dryer yang panas. Makanya seumur hidup saya berkrimbat di salon bisa dihitung satu dua kali. Bingung caranya ngabisin waktu. Baca majalah wanita, membosankan. Bawa buku dari rumah juga engga asik. Karena saya biasa baca buku sambil tidur, tengkurap, dan mondar-mandir kesana kemari.

Namun tidak hari ini. Saya akhirnya nyalon lagi. Hihihihi. Setelah puas dikecam oleh teman-teman saya (oh ya saya selalu dikecam teman-teman mengenai rambut ini) entah pendek atau panjang. Diwarnai ataupun tidak. Bila diwarnai, saya akan sukses disebut sebagai anak bengal tukang maen layangan yang rambutnya menguning kepanasan oleh sinar matahari, bule kampung, atau apalah sebutan buat warna rambut maksa ini. Bila panjang akan dikatai model pembokat. Bila pendek, yah tetap saja tidak akan dapat pujian kok. Namun semua hinaan, ledekan, dan godaan ini tidak melunturkan keyakinan saya bahwa itu adalah wujud kasih sayang dan perhatian dari teman-teman.

Hari ini karena mendapat dispensasi untuk ngantor-boleh-tidak-pun-tidak-mengapa dari manajemen kantor, saya menyempatkan diri ke Johnny Andrean. Mau dicelup lagi rambutnya. Untuk alasan yang jelas tidak berhubungan, saya selalu yakin makin terang rambut saya makin jernih saya berpikir. Sebelum pergi, batre mekbuk saya sengaja disiapkan maksimal. Dan ternyata, gotcha, seneng banget hotspotnya mang Ipan tembus sampai ke ruangan dalam di salon. Ya ya, lumayan deh dua jam bisa untuk baca-baca milis, ngapus-ngapus e-mail di gmail yang udah 99% dari kuota, dan baca-baca blog. Sempat cemas, mekbuk saya yang seputih bunga Frangpani kena cairan pewarna. Ikutan ke-highlight jadi caramel chocolate kan gawat.

Read Full Post »

Me VS Kosmetik

Buat saya perawatan wajah dan kecantikan, termasuk make up dan keluarga besar perawatan rambut dan badan  itu memusingkan. Bagaimana tidak, jenisnya itu lho..banyaaaaaak banget. Dari mulai pembersihan wajah, penyegar wajah, penyeka make up, sabun, krim ini itu, krim malam, krim pagi, krim anti penuaan dini ,  scrub muka, vitamin, wajah, daerah T, bibir, kelopak mata, pelembab, tabir surya, pemutih, masker lumpur sampai masker coklat…shampoo, krim rambut, masker rambut, hot oil, hair tonic, lulur badan, perontok bulu, pelengkung alis, pelurus rambut, pengeriting rambut, rol rambut, hand body lotion, penguat kuku (buat nyakar?), hand cream…itu yang saya ingat, belum lagi yang saya tidak ingat.

Pilih sabun muka saja saya bingung, karena ada untuk kulit berminyak, pengecil pori-pori, pemutih wajah, anti jerawat, scrub dll. Sementara kulit wajah saya adalah kombinasi dari semua jenis kulit jelek dijadikan satu. Yaitu, jerawatan, berminyak, bernoda bekas jerawat, pori-pori sebesar saringan minyak kelapa. Apa harus pakai semuanya bergiliran? Demikian juga untuk krim wajah, mba-mba konsultan di counter kosmetik saya saja bingung menjawab waktu saya tanya urutan-urutan apa yang harus saya pakai di muka untuk memperoleh muka kinclong seperti cat mobil yang baru dikumpon. (more…)

Read Full Post »

Diskon? It’s sux

Pernahkan Anda mendengar program diskon di toko atau pasar tertentu dan Anda membencinya sepenuh hati? Kalau iya angkat tangan. Selamat, Anda bernasib sama dengan saya hari ini.

Pas hari Sabtu kemarin saya jalan-jalan sendiri, dan melihat di toko sepatu langganan saya diberi tulisan merah segede dublang: SALE up to 50%. What the **** !! Saya pan baru beli sepatu boot 2 minggu kemarin disitu. Dengan memalingkan muka, saya menutup mata dan pergi ngaleos dari situ. Engga mau lihat, engga mau dengar (more…)

Read Full Post »

Hari Rambut Jelek

Bad hair day atau hari dimana kita merasa rambut kita lecek, ngucluk dan sulit disisir, sering saya alami kalau salah shampoo, suasana hati saya buruk atau kebanyakan mondar-mandir seperti yang saya alami hari ini.

Sebetulnya bukan Bandung-Batam-Singapore-Bandung-Jakarta dalam beberapa hari ini yang bikin rambut saya jelek. Tapi yang namanya delay pesawat, bunyi mesin berisik, dan cara landing seperti karung mendarat memang saya yakini bisa bikin orang cerah ceria jadi bete dan orang sabar jadi gila.

Tengah malam tadi sampai di Jakarta. Pagi ini saya bangun dengan mata sepet. Mandi. Berkutat dengan rambut. Entahlah, rambut saya sepertinya cuma kebetulan saja bertengger di kepala. Akhirnya diikat saja. Lalu menghitung jerawat-jerawat baru. Sarapan pagi. Berhubung trainernya cantik-cantik, teman-teman peserta pria tampak bersemangat dan bertingkah laku manis.

Read Full Post »

Pengering Rambut, Perlukah?

Bandung mulai sering mendung setiap pagi. Hore hore!. Soalnya sudah lama kan tidak turun hujan. Sedih juga selama ini melihat pohon-pohon yang meranggas dan rumput-rumput yang kering menguning.

Mendung pagi hari ini jadi menimbulkan sedikit masalah. Berhubung saya tidak memiliki pengering rambut. Dulu pernah diberi sih sama Neng Eni, temen kantor (dia cantik, seksi, dan model rambut serta warnanya berganti tiap satu bulan sekali). Mungkin dia merasa nelangsa melihat rambut saya yang gak jelas bentuk rupanya. Tapi hair dryer pemberian dia dimanfaatkan adik saya untuk usaha sablon kaos kecil-kecilan. Jadi setiap pagi saya biasa moyan sambil mengeringkan rambut.

(more…)

Read Full Post »

Older Posts »

%d bloggers like this: