Kalau saya sampai bisa pergi ke Inggris, tepatnya ke Skotlandia, saya berharap ada yang mengundang saya ke pesta perayaan hari kelahiran Robert Burns. Mereka menyebutnya dengan Burns Night. Buat saya mengagumkan sekali, ada puisi khusus yang dibacakan, dimana puisi tersebut ditujukan kepada makanan yang dibuat dari cacahan jeroan: hati, paru-paru, dan jantung domba. Sangat romantis untuk sesuatu yang sering dianggap biang kolesterol tinggi. Continue Reading »
Posted in Personal | Tagged address to haggis, haggis, neeps, robert burns, scotlandia, tatties | 2 Comments »
Samsung: Budayakan Magang untuk Investasi dalam Inovasi
Merasa bahwa di Korea kebanyakan orang memiliki pemikiran bagai katak dalam tempurung, Samsung memutuskan untuk melembagakan program cuti untuk magang selama setahun bagi karyawan mudanya yang berbakat dan cemerlang. Tak kurang dari 4700 karyawan dikirimkan ke 80 negara di dunia untuk belajar budaya, bahasa dan membangun jaringan. Ini terbukti bahwa jaringan yang mereka bangun adalah investasi yang penting bagi masa depan Samsung. Continue Reading »
Posted in Manajemen | Tagged bisnis, general electric, manajemen, perusahaan sukses, samsung, sukses bisnis | Leave a Comment »
Saya belum sempat menemukan bacaan kenapa cabe pedas ini dinamakan bhut jolokia. Cabe yang berasal dari Assam, India ini konon pedasnya luar biasa.
Saking horror ceritanya saya sampai tidak mau mencicipinya barang sedikitpun. Entah apa arti kata bhut jolokia ini. Ada juga yang bilang Naga Bhut Jolokia. Kalau soal nama naga saya setuju. Cabe ini bentuknya saja sudah seperti lidah api obor olimpiade. Continue Reading »
Posted in Personal | 2 Comments »
For no particular reason, my husband changed the lamps bulb in our bedroom.
Okay.
For me red or yellow is okay.
But different colour for beside lamps? It’s a big no.
Well. I think I have to look after new bulb with same colour.
Posted in Personal | 3 Comments »
Walau dalam kenyataan tidak ada niatan saya untuk mentattoo seincipun kulit di tubuh saya, bukan berarti saya tidak suka melihat tattoo. Tattoo yang bagus ya bukan yang berantakan tidak jelas.
Motif tribal selalu menarik minat saya, demikian juga pola rumit dan penuh warna pada Yakuza. Paling suka lihat yang warnanya halus bagai lukisan. Dulu saya punya guru aerobik yang punggungnya bertattoo burung Hong berkelahi dengan Naga. Cantik sekali. Saya kerjaan melototin punggungnya, tidak konsen dengan lompat-lompat aerobiknya.
Gambar di atas dari http://imgfave.com/view/4665916
Cantik ya?
Posted in Personal | 2 Comments »
Sebagai emak-emak yang pergi kerja dari pagi pulang malam, jujur saya kadang lalai membuat masakan buat anak-anak saya. Kadang nitip masak ke asisten di rumah saja. Bikin ini bikin itu, nanti tolong masakin ini dan itu. Kadang beli. Kasihan ya anak-anak saya. Ya begitu deh, konsekwensi kerja. Kadang suka iri sama ibu-ibu yang full time di rumah, bisa antar anak sekolah, masak untuk bekal, dengan waktu yang lebih banyak. Tapi ya sudahlah disukuri saja. Semua hal ada plus minusnya.
Posted in Personal | 1 Comment »
Adakalanya saat kita melihat sesuatu, langsung ingatan kita kembali ke masa lalu. Dimana hal tersebut memicu ingatan kita. Saya melihat gambar origami ini, dan saya teringat teman masa kecil saya. Reiyo dan Akira Muchida. Mereka tetangga sebelah rumah saya. Umurnya sama persis dengan saya. Mereka anak kembar.
Posted in Personal | Leave a Comment »
Suatu hari di beberapa bulan lalu tepatnya di hari libur akhir pekan, sore hari saya tiba-tiba mengajak orang-orang di rumah sekeluarga untuk pergi ke Dago Pakar. Tidak ada hujan dan tanpa angin apapun. Ingin pergi saja. Vini vidi vici. Atau karena habis nonton acara Dunia Lain di tipi pada episode gua Jepang atau gua Belanda yang ada di Dago Pakar ini.
Posted in Personal | 1 Comment »
Saya langganan dilulur dan dipijat di rumah. Dulu sih pernah beberapa kali coba pijat di spa atau di tempat pijat seperti Bersih Sehat. Tapi untuk spa, saya kurang menikmati karena harus mengeluarkan effort pergi ke luar rumah. Kalau libur kecuali liburan ke luar kota, saya senang di rumah saja, daripada harus macet dan antri. Tau kan, Bandung sekarang jadi tujuan wisata populer. Coba deh keluar di hari Sabtu Minggu ke arah Lembang. Macet.
Posted in Health, kesehatan | Tagged lulur, pijat, spa at home | 1 Comment »










