Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Manajemen’ Category

managerial-cap-2
“A great leader never sets himself above his followers except in carrying responsibilities.”
~ Jules Ormont

Terkadang kesalahan seorang manager memimpin adalah bukan karena kemampuan teknis dan keahlian belaka, lebih parah tentu saja seorang manager yang tidak memiliki kemampuan teknis dan juga keahlian tapi memperoleh jabatan karena diuntungkan oleh suatu sistem tertentu.

Seorang manager sesuai namanya harus mampu memanage manusia. Apabila seorang manager tidak memiliki kemampuan teknis dan keahlian, akan diperburuk lagi dengan tidak memiliki ‘values’ atau nilai-nilai yang diyakini, awareness, dan sensitivitas yang diperlukan agar dapat memanage tim dengan baik. Karena hal-hal inilah yang juga diperlukan dalam kesehariannya dalam berinteraksi dengan orang lain, yaitu juga bawahannya.

Anda ingin menjadi manager yang baik? Coba simak beberapa hal dibawah ini yang harus dihindari sebagai seorang manager:

Gagal memahami bahwa pegawai atau bawahan adalah manusia. Sangat baik apabila seorang manager memiliki hubungan antar manusia yang harmonis dengan bawahannya, milikilah ketertarikan dengan kehidupan sosial bawahan sebagai manusia, walau tidak usah terlalu mendalam juga karena toh manager bukan konsultan psikiater. Tapi mengetahui nama anak bawahan, hobi yang disukainya, makanan favorit, adalah hal-hal yang membuat bawahan merasa dihargai dengan kepedulian untuk hal-hal seperti itu.

Tidak mau atau tidak memiliki kemampuan mendengar dan menghargai pendapat bawahan. Mendengar adalah suatu keahlian. Dengan listening skill dan kemampuan pemahaman dalam mendengar ini  maka manager akan dapat membuat bawahannya merasa dihargai dan memiliki arti penting untuk memberikan kontribusi.

Melemparkan tanggung jawab kepada bawahan karena ketidakmampuan dalam menangani suatu masalah atau pekerjaan. Bukannya bekerja sama sebagai tim, seorang manager adalah gagal menjadi seorang manager di saat pada suatu kritikal pekerjaan dia meninggalkanya dan mengalihkan tugas dan tanggung jawabnya kepada bawahan.

Tidak memiliki kemampuan untuk membuat keputusan dan arahan yang jelas. Apabila seorang manager kurang memahami pekerjaan dan tidak memiliki kemampuan teknis yang cukup maka akan dapat dipastikan hal ini akan membawa pada situasi dimana manager tersebut tidak mampu memberikan arahan dan memutuskan sesuatu. Hal ini akan membuat bawahan menjadi frustasi dan seorang manager kehilangan respek dari bawahannya.

Tidak mampu memberikan reaksi yang tepat pada suatu masalah dan mengabaikannya. Apabila seorang manager hanya duduk diam dan berdoa saja apabila terjadi masalah  dan hanya berharap akan selesai dengan sendirinya, atau berharap ada orang lain yang mengambil alih untuk mengatasi suatu masalah, maka tamatlah dia.  Konflik, perbedaan pendapat, pertanyaan kritis, adalah hal-hal yang terjadi dalam keseharian dalam pekerjaan. Tugas manager adalah memberikan coach, atau arahan dan menyelesaikan isu atau problem. Bukan duduk diam dan pura-pura tidak tahu sesuatu masalah sedang terjadi.

Tidak mampu berkomunikasi secara efektif dan menyimpan informasi untuk diri sendiri. Cara komunikasi yang baik adalah transparan dalam berkomunikasi. Tentu saja ada beberapa hal yang confidential tapi sharing knowledge atau berbagi pengetahuan adalah penting untuk dapat membangun komunikasi yang efektif. Seorang manager harus mampu menggali opini, ide, dan rencana-rencana perbaikan dan merumuskannya bersama untuk perencanaan kerja.

Membedakan bawahan. Ada yang favorit ada yang tidak. Ada yang selalu diajak diskusi ada yang dari hari ke hari hanya berbicara basa-basi itupun bila berpapasan di toilet. Perlakuan memfavoritkan karyawan tertentu hanya akan menurunkan kualitas Anda sebagai seorang manager. Persepsi seperti ini hanya akan membawa keburukan bagi teamwork atau kerjasama tim.

Lempar batu sembunyi tangan. Alih-alih mengambil tanggung jawab atas apa yang tidak beres di bidang yang Anda kelola,  sikap menyalahkan karyawan tertentu ketika ditanya atau berhadapan dengan kepemimpinan eksekutif adalah suatu kesalahan besar. Bila Anda tahu tanggung jawab ada pada Anda jika Anda adalah bos, mengapa tidak bertindak dengan menjaga martabat dan melindungi karyawan Anda? Bila Anda menyalahkan karyawan, Anda terlihat seperti idiot dan karyawan Anda akan menghormati dan membenci Anda.

Percayalah bawahan pada akhirnya tidak akan pernah mempercayai Anda lagi.  Lalu Manajer senior juga tidak akan menghormati Anda dengan baik pada akhirnya. Mereka akan mempertanyakan apakah Anda mampu melakukan pekerjaan dan memimpin tim dengan baik.

Tidak memiliki kepercayaan pada orang lain. Salah besar bila tidak bisa mempercayakan pekerjaan kepada tim. Untuk itulah seorang manager ditempatkan, yaitu sebagai pimpinan tim yang mampu membagi pekerjaan kepada timnya sehingga bisa menyelesaikan pekerjaan dan memperoleh target dengan maksimal.

Tidak mampu memimpin rapat dan membuat presentasi. Rapat diperlukan untuk membuat motivasi tim tetap terjaga dan melakukan review atas pekerjaan dan menetapkan goal berikutnya, apabila tidak mampu memimpin rapat yang berlangsung dengan efektif dengan interaksi dan pertukaran ide yang mengalir, dan apabila seorang manager juga tidak mampu mempresentasikan apa pekerjaan dan tujuan dari penetapan target, maka selesailah sudah. Apalagi yang dapat diharapkan.

Selain 10 hal yang terkait dengan kemampuan managerial dalam memimpin tim, adapula kesalahan seorang manager yang itu mengabaikan work etiquette. Etiket adalah hal-hal yang mungkin tidak tercantum dalam teori, tapi lebih ke kemampuan seseorang membangun hubungan antar manusia dengan menghargai satu sama lain. Dalam dunia kerja, etiket dalam bekerja adalah hal-hal yang misalnya sebagai berikut:

Membalas sms dan e-mail dengan segera, sehingga pengirim akan merasa dihargai.

Mengucapkan terima kasih kepada bawahan ataupun rekan kerja yang telah mengirimkan hasil kerja atau sharing info baik secara langsung maupun media elektronik.

Memberi tahu apabila tidak masuk kerja atau datang terlambat,  atau tidak hadir karena ada meeting di kota lain.

Menggunakan bahasa formal dalam membalas e-mail.

Tidak memainkan gadget saat meeting.

Tidak datang terlambat saat meeting. Datanglah tepat waktu untuk menghargai yang mengundang.

Advertisements

Read Full Post »

Samsung: Budayakan Magang untuk Investasi dalam Inovasi

Merasa bahwa di Korea kebanyakan orang memiliki pemikiran bagai katak dalam tempurung, Samsung memutuskan untuk melembagakan program cuti untuk magang selama setahun bagi karyawan mudanya yang berbakat dan cemerlang. Tak kurang dari 4700 karyawan dikirimkan ke 80 negara di dunia untuk belajar budaya, bahasa dan membangun jaringan. Ini terbukti bahwa jaringan yang mereka bangun adalah investasi yang penting bagi masa depan Samsung. (more…)

Read Full Post »

%d bloggers like this: