Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Peristiwa’ Category

Gank Motor di Bandung

Baca koran PR hari ini, menurut berita ada lagi korban yang meninggal akibat tawuran antar gank.  Aduh, bener-bener bikin resah warga saja.  Yang saya tahu gank motor jaman saya masih lucu-lucunya (ya ya saya ngaku deh sekitar tahun 90-92) itu hanya sekedar kelompok anak-anak SMA yang hobi balapan di daerah Gasibu menjelang sore atau sepanjang jalan Dago pas lewat tengah malam.   Kebetulan di SMA saya dulu juga ada teman-teman yang ceritanya ikutan gank tersebut. Yang saya ingat seperti STRG (singkatan dari apa saya tidak tahu) yang kalo tidak salah berbasis di Geger Kalong, XTC (Excalt to Coitus), Moonraker, GLZ (dari Galendoz Boys berubah menjadi Gentle Boys karena galendo adalah makanan dari parutan kelapa yang sudah jadi ampas -menurut gosip kurang keren terdengar), yang sekarang rasanya baru muncul yaitu Brigez (Brigade Seven karena pendirinya dari SMA 7), dan GRB (Grab On Road katanya anggotanya malahan anak-anak SMP namun tidak kalah beringas) dulu mah dua-duanya sepertinya jarang denger.

Dan dulu sih cerita soal gank motor ini sepertinya tidak heboh-heboh amat. Pengalaman saya soal dengan namanya gank motor ini cuma sekali. Dan saya kapok. Kebetulan dibonceng sama teman sekelas saya yang ikutan  Moonraker dan saya pake jaketnya dengan tulisan Moonraker gede banget di punggung. Tahu-tahu di daerah Cipaganti, kita diuber motor-motor entah siapa (XTC kali ya) yang ngajak balapan.  Teman saya ngacir kencang banget. Sampai mata saya tidak bisa melihat  pohon, rumah, orang atau mobil, cuma angin yang pedas menampar wajah, dan saya teriak keras banget,  “SONIIIIIIIIIIII MANEEEEEEEEEEEH GELOOOOOOOOOOOOOOO!!!!!!!!!!!!!!! EUREUN SIAH, TURUNKEUN URANG AYEUNAAA!!!!!”

Sekarang di koran dan televisi marak berita tentang 4 gank motor terkenal yang semakin meresahkan masyarakat Bandung karena tindakan mereka yang brutal: yaitu XTC, Moonraker, Brigez, dan GRB.  Bergidik deh mendengar ritual yang mereka laksanakan dalam penerimaan anggota dan aksi-aksinya: melawan polisi, minum darah anjing, berkelahi tawuran antar gank, menjarah, memukuli korban, motong jari tangan dan lain-lain.  Lho kok jadi kayak cerita Yakuza pake motong jari segala?  Itu apa segitu kurang kerjaannya atau kurang banyak ya PR dari sekolah ya? Kok begitu mudahnya menyia-nyiakan masa muda untuk hal gaya-gayaan dan berbuntut jadi tindakan kriminal? Dan di Bandung pula! Padahal banyak muda yang menyebut dirinya sebagai ABCD: Anak Bandung Cinta Damai tea.  Eh daripada balap-balapan, gebuk-gebukan dan menyakiti orang lain juga menyakiti orang tua kan mendingan ngeblog atau bikin kompos dari sampah kota Bandung gitu lho.

Atau kalau emang mau buang-buang duit pake benwit, yuk bantuin saya main Warbook. Kita bikin aliansi saja dan nyerang gank-gank Warbook di negara lain. 

Read Full Post »

Satu Jam bersama Radio Sky FM 9050

Tadi malam jam 9 saya dapat kehormatan diundang oleh Mba Tarlen  dan Mas Wiku dari Tobucil untuk bincang-bincang santai di Radio Sky Fm 9050 tentang blog dan topik tentang Bandung. Walaupun ini untuk kedua kalinya diundang ngobrol dan mengudara di radio saya tetap rada-rada stress sebelumnya.  Semacam demam panggung kali ya.  Mungkin karena sifat saya yang memang pada dasarnya sangat pemalu *blushing*.   Sebelum datang via telepon saya sudah memohon-mohon pada mas Wiku untuk jangan nanya yang susah-susah.  Pertanyaan sulit mengingatkan saya pada ulangan umum jaman sekolah dulu.  Sudah cukup hidup saya didera aib seumur hidup dengan mendapat nilai NEM Matematika terendah di angkatan saya pada waktu SMA dulu. What ashamed.

Untungnya pada saat buka puasa saya beserta teman kantor makan bersama (dan banyak sekali) di  Restoran Raja Melayu (dalam rangka Mas Bos Ivan juragan Dept Keuangan kami berulang tahun).  Sehingga beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi tingkat stress saya; yang biasanya adalah perut kosong dan/atau ditatap oleh cowok ganteng berkurang banyak dengan terapi gulai kepala ikan disini yang terkenal enak!.  O ya kita sempat bertanya-tanya kok restoran sebagus Raja Melayu tidak menyediakan Musholla untuk pengunjung restoran. Kemudian saya dan teman melihat dari jendela ke arah Mesjid Istiqomah yang megah tepat di seberang restoran, dan sepakat bersuara “ooooh…” mungkin itu sebabnya tidak ada Musholla, toh bisa tinggal nyebrang jalan. (more…)

Read Full Post »

Profesor Sinshe di Funan

Sewaktu ke Shenzhen kemaren itu kami rame-rame ke Funan. Funan adalah distrik yang terkenal dengan industri Hi-technya. Tapi kita tidak nyari barang-barang elektronik dan lain sebagainya disana. Pertokoannya masih pada tutup, karena kita datang pagi. Lagi pula saya bingung ke Mall-mall tersebut. Bingung nyebrang jalannya. Jalurnya banyak banget. Mau naek mass transport saya beresiko nyasar apalagi saya buta huruf disini. Nah, jadinya saya ikutan ke Herbal Center atau mungkin kira-kira demikian judulnya karena saya tidak punya ide lain apa arti tulisan di plang depan bangunan tersebut.

Singkat cerita setelah berkeliling dan diterangkan khasiat berbagai herbal dan jamur-jamuran yang kebanyakan didatangkan dari Tibet tersebut, kami disediakan waktu untuk konsultasi dengan Sinshe wanita yang bergelar Profesor di bidangnya (menurut pengakuannya). O ya wanita berumur 70 tahun (lagi-lagi menurut pengakuannya) yang kelihatan baru berumur 50 tahunan itu pandai berbahasa Indonesia, dengan logat Mandarin tapi. Beliau melihat garis tangan kami, memeriksa detak nadi, pada beberapa orang kadang-kadang disuruh menjulurkan lidah (weee….!) atau menarik kelopak mata.  Kalau saya sih cuma garis tangan dan detak nadi saja. Selain tensi, tingkat kolesterol dan lain-lain, beliau juga memberitahukan jumlah anak sekarang ataupun yang akan datang. Bahkan jodoh!.  Saya sih ngeri kalau nanya ataupun diberi tahu soal masa depan. Mending saya tidak tahu saja. Lagipula walau bagaimana saya tahu kok kalau saya memang tidak berjodoh dengan Hugh Jackman.

Ternyata dari semua teman-teman, hanya satu dua orang yang dinyatakan sehat 99,9%. Diantaranya saya. Saya sampai nanya lagi untuk meyakinkan. Kata Profesor ‘cuma sedikit kegemukan’.  Hoi  Profesor, kalau badan saya itu lebih tepat disebut sintal. Bahkan di beberapa negara, ada kategori bahwa makin gemuk perempuan artinya dia makin cantik dan makin berharga untuk  jadi ratu (ratu semut kali ya).  “Mau pake obat biar langsing atau olahraga saja?” tanya Profesor.  Karena obat-obatan disitu paling murah sekitar 250 Yuan, saya spontan menjawab “olahraga saja Prof”. Kemudian saya keluar ruangan.

Beberapa detik saya mikir lagi. Kalau bisa langsing tanpa cape lari keliling lapangan atau sit up tiap pagi kenapa engga? Akhirnya saya balik lagi pada sang Profesor dan minta resep obat pelangsing dan penghalus wajah, biar kinclong ceritanya.  Kemudian saya menebus resepnya di apoteker yang terpaksa berbahasa Tarzan dengan saya, hayah nobody speak English euy here. Pusing deh.  Moga-moga obat saya engga ketuker dengan obat penggemuk badan deh. Bisa-bisa jadi kalap makan seperti Neng Ira  teman saya yang makan 5 kali sehari setelah minum jamu Mpek Tong Seng atau Sam Yung Wan yah?

Hari ini Rere teman saya nanya ” Mi, gimana efek obat langsing yang  kamu beli di Funan itu?”

“Nggg…saya belum minum Re”

“Lho kenapa? kalau bagus saya mau beli juga nih, mumpung si Doddy mau ke Shenzhen juga, pasti dia mau beli tuh obat, Doddy kan endut. saya mau nitip sekalian”

“Ngg anu Re..”

Saya garuk-garuk kepala.

“Si profesor  punya e-mail gak yah? saya lupa euy ga nanyain dosis dan cara minumnya”

Read Full Post »

Gempa tadi malam (katanya)

Bangun tidur bingung, liat hape banyak misscalled dan sms masuk. Lha ada gempa ya tadi malam? Saya tidak ingat, apalagi merasakan. Sama sekali. Huaa…seperti di film Ice Age, saya layaknya si Sid yang ketinggalan migrasi besar-besaran karena ketiduran. Rere yang mengirim sms memberitahukan ada gempa, saya jawab saya jam 6 pagi dengan “wah, maenya?”. Lalu dia sms lagi dan bilang sepertinya cuma saya orang yang se-Bandung Raya yang tidak tahu ada gempa tadi malam.

Sorenya saya baru godain Wesly yang kalau tidur seperti koma. Lah ternyata saya sendiri bisa tidur layaknya pingsan.  Cek iTunes yang lupa saya matikan, ternyata tadi malam saya memutar Iron Maiden, pas lagu-lagu the Trooper, No Prayer for the Dying, dan The Legacy. Sepertinya sih saat terjadi gempa. Apa ada hubungannya dengan tidur saya yang nyenyak, entahlah. Saya sih cuma ingat saya mimpi naik mobil butut.  Mungkin saya harus pasang alarm gempa, selain bisa melarikan diri secepatnya, juga agar tidak jadi orang terbasbang di kantor hari ini.

Gambar Sid diambil seenaknya dari sini.

Read Full Post »

Minggu-minggu ini adalah hari libur anak sekolah. Yang berarti saya jadi liburan kantor juga. Soalnya kasihan sama Dimas, Dinda, dan Drea dibiarkan diam di di rumah, libur begini jadi mudah bosan, juga kasihan sama kakak yang mengasuh mereka. Tiga anak dalam masa pertumbuhan dan banyak makan dibiarkan melulu di rumah cuma berarti satu hal -perang dunia- soalnya bawaannya mereka jadi berantem melulu. Daripada membuat bencana kecil bagi orang sekitar, ya mau engga mau saya harus mengambil cuti (again!). Sebenarnya sih pinginnya dan maunya saya mah pergi ke Dufan, buat nyoba naik Tornado itu tuh. Edun liat rekaman si Wawa kemaren asik pisan ya..muter-muternya mantap banget. Yeee…yang mau main liburan sebenarnya siapa ya?

Nah setelah kemarin muter-muter taman Lansia di Cilaki dengan naik kuda, yang sepertinya jadi kegiatan rutin mingguan buat saya (lama-lama saya mau coba cepret juga kudanya biar lari Gallop), giliran hari ini pergi ke Kebun Binatang. Eh harusnya kan KeBON Binatang yah? Biasanya disingkat jadi Bonbin kan? Bukan Bunbin. Mungkin karena hari Kamis, jalan Tamansari tidak macet seperti halnya bila hari Sabtu dan Minggu. Parkir mobil pun tidak sulit. Dimas ribut terus dari rumah untuk melihat monyet, dia yakin katanya monyet mirip SAYA. Menyebalkan. Tiket masuk Rp 9.000,- sepertinya anak-anak dan dewasa sama saja. (more…)

Read Full Post »

Selamat Ulang Tahun

Hari ini saya sms beberapa Bapak-bapak Pelatih di Pusdikpassus Batujajar untuk kopassus terjun payung militermengucapkan selamat Ulang Tahun Kopassus yang ke-55. Katanya pada upacara hari ini mereka berseragam loreng Kopassus khusus yang gagah dan keren itu (ada loreng merahnya kalau tidak salah). Sempat saya tanya ada sesi foto-fotoan engga Pak? ternyata ada. Hihihi mumpung lagi ganteng kudu semangat narsis dong. O ya baca balasan sms mereka jadi terharu; Terima kasih atas perhatiannya, semoga kita semua berada dalam lindungan dan berkahNya. Amin. (more…)

Read Full Post »

MengGolep? Sumpah ga Bisa

Kalau orang Sunda kan bilang main bola itu jadi mengbal, nah kalau main golf ya jadinya menggolep. Ceritanya begini, saya bukan seperti Macnoto yang lahir di lapangan golf, emang sih dibesarkan dekat lapangan juga, yaitu lapangan bola. Lapangan yang bisa sekaligus buat main layangan, kucing-kucingan, gatrik, gala asin, ngejar capung dan latihan pencak silat. Jadi yang saya lebih banyak tahu sih ya campuran untuk bikin gelasan kenur buat ngadu layangan itu (yang paten dari bohlam lampu, atau tegel). Campur putih telur. Jadi deh, benang layangan gelasan buat ngadu. O ya hati-hati tangan luka. Tajam lho. Balik lagi soal golf, saya beneran cengo, newbie, dan stiknya aja sumpah baru hari ini saya megang.

Awalnya sih dari dulu juga suka sih diajak-ajak sama teman di kantor buat driving, atau latihan. Tapi saya keukeuh sureukeuh, saya lebih suka lari-lari di lapang basket, atau olahraga lainnya yang mengandung unsur kekerasan (gebukin kasur yang dijemur misalnya). Alasan lainnya sih minder sebenarnya. Hehehe, kalau mas Toni -temen kantor saya- bilang sih (kalau lagi kumat isengnya ngeledekin) saya ini ga bermental orang kaya karena suka minderan. (more…)

Read Full Post »

Di Sebuah Lobi Hotel

Dengan menenteng Mekbuk white dalam Kelly Bag coklat emas dan mengenakan coat Mango warna coklat gelap yang panjangnya melewati lutut, saya dengan percaya diri memasuki lobby hotel yang terang benderang di malam Minggu ini.
“Selamat malam Bu” Resepsionis yang manis menyapa saya.
“Malam, masih ada room available?”
“Ada Bu,tapi yang standard sudah fully booked,tinggal yang Deluxe dan Superior”
“Oh ya, kalau gitu saya tunggu teman saya turun dulu Mba, sedang parkir. Boleh saya ikut ke toilet dulu?”
“Silahkan Bu, di sebelah sana”
“Terima kasih”
Langsung saya menuju toilet yang bersih dan wangi, dengan tissue baru yang masih tergulung rapi tentu saja. Setelah selesai, saya kembali ke meja resepsionis sambil menelepon,
“Bunda, lho kok belum turun?”
“Kamarnya tinggal Deluxe dan Superior Bunda”
“Ratenya? Oh sekian dan sekian”
“Emh fasilitas itu sih kayaknya engga ada”
“Kemahalan? Masa? Engga mau turun dan liat dulu seperti apa kamarnya?”
Saya menoleh dengan ekspresi tidak enak pada si Mba Resepsionis.
“Maaf Mba, saya mau ke mobil dulu, maaf….”
“Oh ya silakan”
(more…)

Read Full Post »

Makanya…..

Saya punya penyakit jelek. Kalau tidak disapa duluan sama orang saya suka memilih diam, kecuali sama teman dekat. Kalau sama temen, dari jauh juga kalau saya tidak teriak-teriak, bisa jadi saya timpuk. Sebenarnya sih salah satunya gara-gara malas sama yang namanya basa-basi. Padahal setelah ikut training attitude daun sampeu kemarin, yah akhirnya saya makin sadar bahwa sedikit banyak namanya basa-basi itu perlu. Apalagi kalau mengingat komitmen excellent service (atau service excellent? mana sih yang bener? poho deui euy).

Waktu saya di Batam kemarin sebetulnya ketemu teman kantor yang sudah lama sekali engga ketemu. Berhubung dianya cuek dan engga nyapa, ya sudah, saya juga diem aja. Ternyata pas tadi di kantor saya diberi tahu Enur,

“Mi ketemu sama si X kemaren kan di Batam?”
“Hooh, sebel banget, engga nyapa,mukanya ditekuk, belagu..blah blah..blah”
“Lho katanya dia engga nyangka itu kamu, sekarang dia matanya rada rabun jauh gitu deh dan kemaren ga pake kacamata, lagian dia bilang kok Mira sekarang cakep ya? kayak abege lagi…”
“?????”  

Abege toh, duh hati saya langsung berbunga-bunga…. Maaaaapin sayaaaaa yaaaah kalo kemaren saya engga nyapa… *malu*

Read Full Post »

« Newer Posts