Feeds:
Posts
Comments

Kalau Tamago Maki dicari persamaannya di Indonesia, boleh deh disebut lemper isi telur. Menilik judul di atas rasanya kurang pas. Karena walau telurnya sama didadar, tapi kan digulung di dalam, bukan jadi pembungkus luar.

Mari kita tinggalkan masalah metode penggulungan telur ini.

Langsung saja ke pokok masalah.

Anak saya yang kecil  senang Tamago Maki. Kalau ke Sushi Tei atau ke Sushi Groove atau di tempat lain, ga jauh-jauh yang dipesan pasti Tamago Maki.

Tapi saya berbangga hati, karena dari semua Tamago Maki yang pernah dia makan, katanya cuma bikinan saya yang paling enak.  Entah ini karena lagi dalam usaha membujuk saya untuk sesuatu hal *curiga*, atau karena emang memang enak dan pengen dibikinin lagi. Entah. Ini masih menjadi misteri.

Buat yang ingin bikin bekal buat anaknya namun lagi buntu ide, bikin Tamago Maki ini juga bukan ide jelek. Selain terlihat bagus, gampang dibuat, juga gampang disusun di wadah makanan.

rps20130510_100042_995Yang harus disiapkan, sebagai berikut:

Tanaklah nasi jepang kira-kira 1 cangkir. Kalau bukan nasi Jepang gimana? ya ga apa-apa. Cuma kalau nasi Jepang kan agak lengket lengket gitu, jadi gampang digulung-gulung. Atau beras biasa dikasih agar-agar putih saat ditanak juga bisa.

rps20130510_095817Siapkan taburan untuk nasi. Yang saya beli merknya Beksul, yang sebenarnya produk Korea, tapi Jepang sama Korea kan mirip-mirip yah, jadi menurut saya sama sekali tidak dosa.  Lagi pula nasi gulung di Korea juga kan ada. Dan Korea dan Jepang sepertinya tidak meributkan apakah nasi gulung ini makanan khas punya siapa.

Taburan ini ada yang sea food ada yang keju campur wortel. Saya suka keduanya. Tapi anak saya suka yang keju.

Buatlah dadar telur, standarlah kalau dadar telur mah. Pakailah minyak zaitun atau canola oil. Kenapa? Tidak kenapa-napa. Wanginya rada lain aja kalau pake minyak zaitun atau canola, lebih enak juga, menurut saya. Kalau mau lebih wangi bisa diberi sedikit butter campur minyaknya.

Oh ya telurnya diberi shoyu, atau kecap Jepang. Kalau tidak ada, ya garam saja sedikit.

Sisihkan telur dadar setelah didadar.

Nyanyikan lagu kesukaan.

Lagu boleh apa saja. Dari bangun tidur ku terus mandi, atau lagu Rihanna yang baru juga bisa.

Siapkan nasi di mangkuk. Taburi dengan taburan, aduk-aduk sambil menunggu uapnya hilang.

Siapkan lembaran nori di piring atau alas bambu buat bikin sushi. Saya suka males pakai alas bambu, karena saya tidak mementingkan kerapihan.

rps20130510_095929_733Iris-iris dadar telur.

Gulung nasi dengan irisan dadar telur di tengahnya.

Rapikan.

Siap dimakan.

rps20130510_100152_452

 

 

Ini ada versi lebih rapi sedikit dan ditambah wortel dan asparagus ditengahnya.

Camera 360

Buat yang ga tau Jim Geovedi itu siapa, silakan buka link ini dan ini. Kalau masih belum tau juga, ya gak apa-apa. Ga akan ada yang nyuruh bunuh diri buat yang ga tau.

Namun buat yang sengaja pengen tau tentang Jim dan nyasar ke blog ini dengan keyword Jim Geovedi sih….saya ucapkan selamat! Karena kalau Anda cari info tentang dia dan pengen tau seluk beluk belok-belokin satelit, Anda benar-benar nyasar ke blog yang salah. Ini blog emak-emak yang suka ngoceh tentang hal yang ga jelas, dan lebih suka membahas masakan dan tanaman, dibanding foto-foto mesra Ariel yang lagi anget kayak roti baru diangkat dari oven (yang kata saya sih ga ada mesra-mesranya malah, culun sih iyah).

Walaupun begitu karena saya dapat ijin untuk nulis tentang Jim Geovedi dari yang bersangkutan, saya memanfaatkan momen tersebut untuk nulis apa saja *tersenyum licik*, walaupun isinya ditanggung ga nyambung.

Salah satunya yang mau saya bahas tentang T-Shirt yang sablonan depannya ada muka Jim Geovedi dan manifesto yang pernah dia bilang di suatu hari di suatu waktu, yang saya juga lupa kapan.

Jadi gini, lihatlah gambar T-Shirt dibawah ini. Ini T-shirt yang ideal sebagai T-shirt buat cewek. Karena lengannya pas dan lehernya model V sehingga enak dipakai.

549288_10151324803403037_1909585127_n

Sebagai T-Shirt untuk cewek, T-shirt bergambar Jim ini  ini punya kekurangan. Yaitu leher yang terlalu mencekik, dan lengan yang kepanjangan. Kaos dengan leher mencekik itu cuma boleh untuk model turtle neck. Yang lain dilarang. Karena udah susah masukin kepala, juga ga genah dipakainya. Kecuali kembali yang itu tadi, yang model turtle neck. Karena walaupun susah masukin lewat kepala, tapi usaha ini sebanding dengan hasilnya. Karena model turtle neck bagus dipake di musim dingin dan suka bikin orang lebih keliatan keren satu strip dibanding aslinya.

rps20130509_142516

Nah setelah itu siapkan ala paling paten untuk mendeface T-Shirt ini, yaitu gunting! Ga cuma gunting bisa dipakai, cutter atau katana pun bisa dipakai. Namun hanya hacker sejati yang bisa mendeface T-shirt dengan katana. Dan mungkin hanya Musashi yang bisa melakukannya dengan satu tebasan yang rapi.

Karena saya bukan tukang jagal dan juga bukan tukang asah pedang, maka saya menggunakan alat yang murah meriah dan kemungkinan besar ada di setiap rumah. Yaitu gunting.

rps20130509_142653_478

Jangan ragu-ragu untuk menggunting! Waktu kecil mungkin kita diomeli ortu dengan kata-kata “sayang dong, kaos bagus-bagus kok digunting!” dan kita mendapat jeweran panas di telinga. Namun saat ini karena kita sudah besar dan beli kaos dengan duit sendiri, jadi jangan cemas untuk menggunting. Tenang saja, dijamin tidak akan ada yang jewer.

rps20130509_142821_293

Lanjutkan dengan bagian leher. Dan…..tadaa! lihat hasilnya. T-shirt Jim Geovedi telah saya deface. Kini tampilannnya lebih ‘grunge’ dan keren. .. ok .. DO NOT FUCK WITH US.

rps20130509_142745_093

Berita dan bacaan yang tidak menarik akhir-akhir ini adalah:

Ahmad Fathanah dan rumah-rumahnya dan istri-istrinya. Oh ya kasus korupsi di kita memang selalu satu paket. Rumah dan mobil yang banyak. Dan istri-istri.  Tidak menarik.

Ariel dan foto-foto mesra katanya. Biasa aja. Buzzfeed.com dan 9gag.com punya lebih banyak foto-foto lucu untuk dilihat.

Eyang Subur dan istr-istrinya.Males banget.  Sangat membosankan.

Teroris yang tertangkap. Walaupun kampung Cigondewah dekat dengan kampung saya, tetap tidak membuat ini jadi hal menarik.

Jadi apa yang menarik buat saya di hari ini:

postingan terbaru resep masakan di pioneerwoman.com

pengen beli buku Anne and The Green Gables di Amazon

bagaimana caranya membuat rumah kaca portable yang bagus , atau memasang kanopi yang bagus untuk menahan sinar matahari  di dak atap rumah.

 

Pengen Rumah Ijo

Saya lagi pengen punya rumah ijo. Yang portable ya. Satu aja, ga pake lama.

Apakah rumah ijo ini bisa berarti rumah kita yang dicet ijo, atau rumah dirambati tanaman rambat macam Ivy beracun sehingga keliatan ijo atau apa?

Bukan.

Rumah ijo ini green house. Saya ngidam banget punya green house. Yang portable, soalnya lucu banget.

greenhouse_cedar_frame_original_mine_large

 

Keren ya? ada yang mau bikin yang beginian? Mau dong

Belum pernah ke Korea (seperti saya) atau engga jago masak (maaf  ini bukan saya), dan ga bisa baca kata Tteokbokki (ini saya juga), ga berarti dan ga bukan,  ga boleh bikin makanan Korea dong ya.  Boleh-boleh saja. Sah menurut hukum manapun. Kecuali ditambahkan bahan yang ga halal menurut kepercayaan agamanya.

Nah untuk siapapun penggemar makanan Korea, atau tergila-gila sama hal berbau Korea sehingga misalnya karena naksir Kim Hyung Joon, dan ngarep suatu saat jadi cewek bahkan istrinya, sehingga jadi kegerahan pengen bisa masak makanan Korea. Ini wajar, karena ada yang bilang, bikin cowok suka itu salah satunya dengan pinter masak. Sama sekali ga bisa disalahkan bila ada yang nulis salah satu dari 10 cara menggaet Kim Hyung Joon adalah, belajar masak makanan Korea.

Untuk itu saya bagi resep rahasia saya bikin Tteokbokki. Rahasia yah, jangan dibilang-bilang. Kan rahasia.

Sebelumnya saya mau cerita dulu soal Tteokbokki. Karena kalau bikin makanan itu ada baiknya tau latar belakang dan sejarahnya, atau masalah kebudayaan serta ciri khas kuliner mana. Kenapa? Ya ga apa-apa sih, salah satunya cuma agar kita keliatan lebih pinter. Itu aja.

Tteokbokki itu awalnya adalah makanan atau kuliner kerajaan di jaman Dinasti Joseon. Wow keren ya. Dinasti Joseon itu kerajaan yang memimpin di Korea dalam kurun waktu lumayan panjang, berabad-abad. Persisnya sih dari tahun 1392 sampai dengan 1910. Awalnya Tteokbokki ini dihidangkan dengan 5 warna.  Merah, kuning, hitam, biru, putih yang melambangkan Korea. Dan dulu karena cabe belum musimnya, Tteokbokki tidak menggunakan gochujang atau saus cabe pedas itu.

Nah ini yang harus disiapkan untuk membuat Tteokbokki. Yaitu sebungkus Tteok beku. Ini bisa dibeli di supermarket yang menjual bahan makanan dan bumbu asing. Kalau di Bandung, ada di supermarket Setiabudi, itu tuh di belokan ujung jalan Setiabudi yang menuju Cihampelas. Ada di kiri jalan ya. Awas jangan kelewat.  Tteok juga ada di Yogya Riau Junction. Tapi kemunculannya bagai jerawat saya. Kadang ada kadang tidak. Jadi adanya Tteok ini bisa dipakai sebagai bahan taruhan dengan teman. Ada ga Tteok hari ini di Yogya? kalau ada saya bayar kamu serebu, kalau ga ada kamu yang bayar serebu. Ok?

tettok

Sebungkus Tteok beku ini harganya Rp 28.000 di Setiabudi Supermarket. Ini gambarnya kebalik ya. Ok never mind.

Untuk membuat Tteok beku ini menjadi layak makan tentu saja harus dibangkitkan dari kondisi beku. Caranya macem-macem. Yang jelas dipanaskan. Bisa dijemur, dibiarkan begitu saja, atau direndam air panas aka direbus. Saya memilih yang terakhir.

Setelah Tteok ini kenyal dan layak dimakan, yang disiapkan berikutnya adalah sausnya. Karena saya orangnya praktis dan ekonomis, maka saya memilih saus yang sudah jadi. Hehehe.

saos

Lalu? Taraa…..aduklah Tteok alias kue beras ini dengan saus pedas. Lalu panaskan bersama. Biar terlihat bagus, taburkan sedikit wijen dan irisan bawang daun.

Ini resep praktis Spicy Stir-Fried Rice Cakes.

Kalau ingin versi susah alias membuat saus sendiri, saya sama sekali tidak akan menyalahkan Anda, hidup ini pilihan.

Untuk yang ingin menjajal kemampuan dalam membuat saus pedas, ini resep dan bahannya:

1 cangkir kaldu ikan (atau air biasa campur kecap ikan deh kalau ga ada tapi saya ingatkan lebih enak pakai kaldu  ikan ini)
3 sendok makan Korean red chili pepper paste (gochujang) bisa  dibeli di tempat yang saya sebutkan di atas
1 – 3 sendok makan Korean red chili pepper flakes (gochugaru) -buat yang suka lebih pedas
1 sendok makan soy sauce
1 sendok makan gula pasir
1 sendok makann corn syrup (or tambahan satu sendok lagi gula pasir)
2 sendok makan bawang putih cincang

Campur bahan-bahan di atas, masak sampai mengental. Tambahkan minyak wijen dan wijennya sekalian bila suka.

Demikian resep Tteokbokki untuk cemilan hari libur dan hari biasa. Di jam berapa saja. Tapi cocok banget sih buat malam-malam dingin berangin dan bengong. Ok ga usah bengong, dingin dan berangin saja deh.

Selamat menikmati.

tteokbokki-recipe 3

Koreanbapsang.com

Delta dalam sistem alfabet Yunani adalah nama dari  huruf keempat sistem tersebut. Delta (dalam huruf besar adalah  Δ, untuk huruf kecil δ; dibunyikan dengan Δέλτα  dibaca Délta). Dalam matematika dan science,  Delta berarti lambang untuk “perbedaan” atau “perubahan”.  Ternyata Delta pun menjadi simbol seorang penemu dan arsitek dalam mitologi Yunani bernama Daedalus.

windmill-holland

http:www.holland.com

Di Belanda, Delta juga ternyata mewakili semangat pionir dan kreativitas bangsa Belanda. Mari kita simak mengapa. Sudah tahu kan kalau Belanda tidak pernah tahan untuk hanya berdiam dan pasrah terhadap kesulitan yang dihadapi? Mereka selalu mencari solusi dan menjadi pionir untuk penemuan demi hidup yang lebih baik dan  pencari solusi kreatif dalam mengatasi masalah. Nah, Delta ini berarti semangat untuk “berbeda dan berubah”,  dan diterapkan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan Belanda  memang mendorong ide-ide kreatif dan inovatif, sehingga mampu memikirkan solusi dan metodologi yang non-konvensional, untuk menjadi yang terdepan. Tidak mengherankan jika Belanda memiliki banyak tokoh pionir di berbagai bidang.

Maeslantkering-Rotterdam-The-Netherlands

Maeslantkering-Rotterdam-The-Netherlands. Delta Works, picture from: http://en.wikipedia.org/wiki/Delta_Works

Belanda lebih rendah dari laut, mereka selalu mencari solusi dan alternatif untuk menjaga kaki mereka tetap kering, bahkan mereklamasi daratan, agar dapat menyediakan lahan bagi pertumbuhan penduduknya. Delta Works dibangun dengan rencana pembuatan selama 30 tahun, membendung delta atau muara-muara di Belanda, sehingga banjir dan kenaikan air laut dapat dihindari oleh adanya dam tersebut.  Belanda dikenal sebagai ahlinya dalam menangani air, sehingga menjadi konsultan untuk pembangunan dam dan bendungan di berbagai belahan dunia.

Belanda pun menjadi pionir dalam manajemen kotoran ternak.  Sebagai negara penghasil produksi peternakan nomor dua di dunia, faktanya Belanda yang berpenduduk sekitar 15 juta orang ini, tinggal di  negara kecil dengan luas daerah 41,526 km2  dan  penduduk  berbagi tanah dengan 4,7 juta sapi, 13,4 juta babi, 44 juta ayam petelur, ayam pedaging 41 juta, dan 1,7 juta domba.

Limbah kotoran ternak menjadi masalah karena ternak menghasilkan kotoran 3 sampai 4 kali dari yang dibutuhkan untuk pertanian. Limbah ini pun selain mengotori lingkungan juga berpotensi mencemari air sungai. Namun berangkat dari semangat pionir, Belanda mendapati solusi  untuk masalah tersebut. Sejak tahun 1980 pemerintah Belanda menetapkan aturan ketat dalam penanganan kotoran ternak ini. Ada penghargaan bagi inovasi dalam penanganan kotoran ternak, dan juga ada hukuman bagi yang lalai.

Bahkan ada  “Dewan Pupuk Kotoran Ternak” yang didirikan untuk mengatur arus distribusi pupuk kandang, dan membantu menemukan pengguna pupuk baru. Dewan ini juga melakukan penelitian, membantu  pengolahan pupuk kandang dan menetapkan pabrik pengolahan.

Tak hanya dijadikan pupuk  bentuk pelet yang diekspor ke luar negeri,  Belanda tidak berhenti sampai disitu dalam hal inovasi,  mereka pun membuat pembangkit tenaga listrik dari kotoran ayam!.

Delta NV di kota Moerdijk  membangun pembangkit listrik dengan tenaga kotoran unggas terbesar di dunia. Fasilitas  ini diharapkan dapat mengkonversi 440.000 metrik ton (490.000 ton) dari kotoran unggas menjadi lebih dari 207 juta kilowatt-jam listrik setiap tahun,  dan dapat menyerap sekitar sepertiga dari  ‘kelebihan stok pupuk’. Dengan kemampuan fasilitas tersebut maka akan mampu menghasilkan listrik yang cukup untuk sekitar 90.000 rumah per tahun.

Delta tak hanya berarti mega konstruksi  pembangunan bendungan dan penahan badai yang luar biasa, Delta juga pembangkit listrik dari sesuatu yang tadinya hanya berupa limbah. Delta yang  menjadi rumus matematika untuk perubahan ini benar-benar menjadi lambang semangat dan kesuksesan bagi kepioniran Belanda di berbagai bidang ilmu dan terobosan bagi masa depan dunia yang lebih baik lagi. 

Sumber bacaan

http://www.bayjournal.com/article/netherlands_a_pioneer_in_manure_management_

http://inhabitat.com/dutch-harvest-chicken-manure-to-power-90000-homes/

http://biomassmagazine.com/articles/2132/poultry-litter-fuels-new-dutch-power-plant

http://en.wikipedia.org/wiki/Delta_(letter)

http://news.mongabay.com/bioenergy/2008/09/worlds-largest-biomass-plant-running-on.html

Albert Einstein pernah mengatakan,

” If you always do what you always did, you will always get what you always got”

Merenungkan kata-kata Einstein tersebut, apa yang kita lakukan kalau rumah kita kebanjiran? Mengungsi? Naik ke atap rumah? Merenungi nasib? Dan kembali menempati rumah yang sama dari tahun ke tahun, untuk kembali kebanjiran dan kembali merenungi nasib. Tanpa memikirkan solusi atau jalan keluar dari masalah, malah kembali melakukan hal yang sama dari waktu ke waktu. Banjir ataupun bencana lainnya, kadang memang sudah menjadi proses dari hukum alam yang berlaku universal, apalagi dengan perubahan iklim saat ini, membuat cuaca menjadi tidak menentu, badai yang tidak terduga datangnya, juga naiknya permukaan air laut.

Banjir bagi orang Belanda sudah berabad-abad menjadi musuh abadi. Banyak kehilangan dan kerugian akibat banjir tersebut. Pada kejadian Banjir Laut Utara tahun 1953 tercatat 1,836 manusia kehilangan nyawa dan juga banyak kerugian akibat properti yang hancur dan rusak. Setelah banjir tersebut,  tindakan lebih nyata diambil Belanda pada Rhine-Meuse-Scheldt delta untuk membendung muara-muara tersebut dan  merancang tanggul yang terkenal dengan sebutan  “Delta Works”.

Deltawerken_na

Delta Works overview. source: wikipedia.org

Dalam membuat proyek yang sangat ambisius ini ternyata pembuatan bendungan dalam Delta Works juga memperhatikan ekosistem dan lingkungan.  Rencana awal di Oosterscheldekering, adalah bendungan tertutup. Namun karena berakibat rusaknya ekosistem air laut serta beresiko hilangnya banyak bangunan penting dan memiliki nilai historis, maka rencana berubah dari menjadi tanggul yang dapat ditutup buka sebagai penahan badai.  Oosterscheldekering merupakan tanggul termahal dan tersulit di proyek Delta Works. Oosterscheldekering oleh American Society of Civil Engineers  didaftarkan sebagai salah satu dari  Seven Wonders of The Modern World.

Setelah Delta Works, Belanda kembali menjadi pionir berkat air. Adalah kota Maasbommel, kota di Belanda yang menjadi pionir untuk “floating amphibious houses”. Rumah amphibi yang mengambang!  Rumah amphibi seperti contoh dalam gambar ini di Maasbommel mampu mengambang setinggi 4 meter dari ketinggian asalnya! Bahkan tidak berhenti sampai disitu, untuk masa depan arsitek Belanda bahkan ingin membuat kota masa depan yang mengambang seluruhnya di atas permukaan air.

Menghadapi musuh alami memang paling baik adalah berteman baik dengannya dan mencari akal dalam menghadapinya.  Ternyata selain air sebagai sumber energi, menghadapi air membuat Belanda melahirkan manusia-manusia dengan kemampuan inovasi yang mengagumkan, serta menjadikannya pionir di berbagai bidang.

Berangkat dari menghadapi air berabad-abad, jiwa pionir di Belanda ini tidak terbatas di bidang teknologi saja. Berbagai inovasi lain banyak dikembangkan di Belanda. Dengan semangat “to make the future better for the next generations”, jiwa pionir bangsa Belanda kini sudah merambah ke berbagai bidang. Seni dan budaya, pertanian, kedokteran, fisika, kimia filsafat dan berbagai terapan dalam kehidupan sehari-hari. Memanfaatkan secara optimal sumber daya yang tersedia adalah itu ciri khas dari Belanda. Dari yang canggih sampai yang sederhana.

indoorclouds

Awan dalam rumah oleh Dutch artist Berndnaut Smilde

Dan air yang telah menjadi musuh Belanda berabad-abad, dijadikan teman untuk belajar menjadi pionir bagi bangsa Belanda. Musuh namun juga sumber daya yang berlimpah dan guru di mata inovatif bangsa Belanda, si air yang membanjir.

Sumber bacaan:

http://www.reuters.com/article/2012/10/09/uk-dutch-architect-water-idUSLNE89801Z20121009

http://news.bbc.co.uk/2/hi/europe/6405359.stm

http://www.technologyreview.com/featuredstory/408182/saving-holland/

http://techland.time.com/2012/11/01/best-inventions-of-the-year-2012/

 

 

Jadi Pelopor Bukan Pengekor

Saya ingin mengajukan penambahan  opsi pada  pepatah lama. Yaitu pepatah “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina” menjadi ‘Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Belanda”.  Mengapa?  Karena Belanda tempat dimana orang-orangnya memiliki pemikiran yang tidak hanya “one step ahead” tapi juga  “giant leap forward”.  Eh gimana ya ceritanya, kenapa orang-orang Belanda bisa menjadi begitu kreatif, begitu inovatif, sehingga menjadi pelopor dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan penemuan. Mari kita kaji bersama di dalam tulisan ini 🙂

Saya jadi teringat tulisan yang ditempel di dinding sekolah dasar saya dulu. Tulisan besar-besar itu berbunyi sebagai berikut:

JADILAH MANUSIA PELOPOR JANGAN JADI MANUSIA PENGEKOR

Saya jadi berpikir, seperti itulah kiranya kenapa banyak manusia-manusia pelopor berotak kreatif di Belanda. Mereka menanamkan pemikiran dengan kalimat tersebut dalam setiap langkah dan perbuatannya dalam menemukan inovasi yang berguna dan bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan kehidupan.

Kemampuan berinovasi ini terbukti dalam hal kemampuan manusia melihat peluang. Tahukah bahwa bangsa Belanda ini sangat lincah dan juara banget dalam hal melihat peluang?  Bahkan melihat peluang ini muncul karena adanya kesulitan. Melihat ombak laut yang berpotensi banjir, Belanda memperoleh peluang menggunakannya sebagai sumber energi. Mendapat angin yang kencang, Belanda melihatnya sebagai sumber energi. Melihat kelebihan panas  di daerah industri, Belanda melihatnya sebagai sumber energi. Melihat limbah sampah pun Belanda melihatnya sebagai sumber energi. Nah, komponen alam yaitu air, api, angin, dan tanah ini semua adalah sumber energi yang terbarukan bagi mata yang inovatif di Belanda.

Selain kemampuan melihat peluang dari berbagai hal,  Belanda pun punya kecenderungan untuk melakukan sesuatu yang berbeda. Sebagai contoh tanggul yang ada di Belanda, berupa tanggul raksasa penahan  badai gelombang yang khusus dibuat dengan tekstil sintetis untuk menjaga bumi dari erosi.  Karena orang Belanda sangat suka naik sepeda, bahkan jumlah sepeda di Belanda juga lebih banyak dari penduduknya.  Jalur sepeda mereka ditempatkan sejajar seperti jalan otomotif.  Banyak hal menarik yang sederhana namun sangat berguna bagi pengendara sepeda. Lalu ada yang sangat menarik juga untuk sesuatu yang sudah umum dikenal, seperti misalnya jembatan.

Jembatan berbagai model banyak diciptakan di Belanda. Dari jembatan model lipat yang ditemukan tahun 1926 sampai dengan jembatan otomatis yang disebut dengan Tail Bridge. Sungai ada dimana-mana  di Belanda, karena itu di sepanjang negara perlu sekali jembatan yang dapat cepat naik dan turun di perairan.  Jembatan besar merepotkan karena menghalangi saluran air di Belanda dan bila terlalu panjang akan banyak membutuhkan sumber daya yang berharga. Ini dijawab oleh arsitek Belanda dengan membuat Tail Bridge. Tail Bridgge dapat dengan cepat naik dan turun dari satu tiang saja, bukan dengan engsel, lalu intas air tidak akan tertahan lama dan juga sebaliknya untuk lalu lintas kendaraan, sehingga kemacetan lalu lintas di kedua medan tersebut dapat dihindari.

madeinholland22

The emergency bridge can easily be transported on a handcart; invented by L. Deth. The Netherlands, 1926 source: http://brainpickings.org

netherlands-bridges-2b-0209

netherlands-bridges-3-0209

    The Slauerhoffbrug, located in Leeuwarden, was designed by Van Driel Mechatronica to be a fully automatic bridge with an ability to sense and adapt to its surroundings. Source: http://http://www.popularmechanics.com/technology/engineering/infrastructure/4305522

Apakah inovasi harus selalu berarti penemuan teknologi baru? Nah, ternyata tidak juga . Di Belanda banyak hal yang diterapkan berasal dari sesuatu hal yang sederhana, namun dikembangkan sedemikian rupa sehingga menjadi sesuatu yang “nyeleneh namun asik”.  Untuk bisa “nyeleneh tapi asik” -yang artinya lain dari yang lain namun dalam arti keren, harus mampu melakukan inovasi. Dimana untuk itu kita membutuhkan pengetahuan, antusiasme, kerjasama, kekuatan dan karakter  yang non konvensional. Hal inilah yang dimiliki pendidikan di Belanda dalam membentuk orang-orang yang memiliki kualitas tersebut. Menjadi pelopor, bukan pengekor!

sumber bacaan:

http://www.popularmechanics.com/technology/engineering/architecture/4335705#slide-1

 

 

 

 

20130419_124402

Randang Padang Restu Mande di Laci Kantor

Makanan Tradisional

Siapa bilang rendang itu makanan khas Minang? Eh emang bener sih makanan asli dari suku Minang, Sumatera Barat atau seringkali disebut sebagai makanan khas Padang, mungkin pertanyaannya yang harus diganti, siapa bilang yang suka rendang itu cuma orang Minang? Nah kalau ini pasti jawabannya, tentu tidak, karena 11 dari 10 orang suka rendang.  Lho kok bisa? Ya bisa aja. Karena yang nulis blog ini saya.  *maksa*.  Eh maksud saya sebenarnya gini nih, ini karena rendang itu sensasinya telah bikin ketagihan banyak orang, dan tidak mengenal suku, bangsa, dan ras manapun di belahan di dunia ini.

Banyak orang cinta makanan Padang, dan terutama memang yang sering dibayang-bayangkan orang sampai ngiler adalah rendang.  Ini serius. Saya pernah suatu waktu di Malaysia untuk suatu training, dan trainer kami yang aslinya dari Hongkong, begitu saya memperkenalkan diri dari Indonesia, kontan wajahnya berubah, dan dia berkata, “Indonesia? ooooh  saya suka sekali makan rendang. Enak sekali!”  Katanya dengan wajah kepingin dan mata yang menerawang, mungkin membayangkan nasi hangat mengepul beserta rendang dengan bumbunya yang enak sekali itu.  Saya yang melihat wajah dan mulut yang meneteskan air liur jadi ikutan pengen ngiler, eh pengen makan rendang. Soalnya saat itu makanan di hotel benar-benar membosankan.

Rendang Padang

Nah dari pengalaman beberapa kali ke luar negeri, saya jadi kapok. Maksudnya kapok kalau gak bawa rendang. Rendang ini praktis banget sebagai bekal perjalanan jauh. Saat selera makan merosot jauh, atau kita menemukan bahwa menu yang ada tidak cocok dengan selera, rendang lah solusinya.  Ya memang rendang adalah makanan yang kaya dengan bumbu khas Indonesia.  Juga rendang cocok di berbagai lidah dari berbagai bangsa. Ajaib ya. Rendang juga bisa match dengan berbagai makanan.  Bisa kita temukan spaghetti dengan rendang, atau burger rasa rendang, juga pizza dengan topping rendang. Jadi  pas banget kalau rendang mewakili Indonesia sebagai makanan tradisional bangsa Indonesia yang go internasional.

Bicara soal rendang, karena kalau masak sendiri kadang suka cape, bayangkan usaha untuk membikin rendang itu, selain prosesnya cukup lama, yang bikin saya agak kesulitan membuat sendiri yaitu nguleknya! Duh ngulek cabe itu pediiih saudara-saudara. Belum lagi bawangnya. Bikin mata berair. Jadi gimana caranya bisa membawa-bawa rendang kemana kita suka? Masalahnya kalau bikin sendiri atau beli dari resto Padang terdekat, kemasannya yang kurang baik untuk bisa dibawa bepergian atau untuk disimpan lama, atau ke-otentikan rasa yang kurang pas. Nah ini penting banget. Otentik. Catet.  Sebagai pecinta makanan Padang dari beberapa generasi (walaupun saya orang Sunda, namun adik saya dan beberapa sepupu saya menikah dengan suku Minang) membuat saya mengenali suatu rasa rendang yang otentik dengan sebenarnya, dengan rendang yang kurang otentik karena rasa yang kurang ‘benar’.

Rendang Kemasan Restu Mande

Oh ya saya katakan beberapa generasi karena selain orang tua saya juga gemar makan rendang, kini anak-anak saya juga menyukainya. Bahkan ketagihan! Untuk itu saya beruntung mendapatkan Randang Padang Restu Mande, yang rasanya otentik, juga bisa disimpan lama. Praktis dan ekonomis.  Juga bicara soal kemasan, Randang Padang RestuMandeini memiliki kemasan yang baik sekali sehingga awet. Bila ingin dipanaskan juga mudah. Bila ingin dibawa bepergian, juga tidak usah cemas akan bocor, kemasannya kuat dan ukurannya pas.

20130418_184741

Kami Pemangsa Rendang!

Saya jadi ingin bercerita pengalaman saya menikmati rendang padang ini, yaitu rendang padang kemasan produksi Rendang Padang Restu Mande. Kebetulan sekali di Bandung ini mudah sekali memesan rendang asli enak ini. Bisa dikirim ke rumah atau ke kantor. Pesan pagi, sore sudah sampai. Jadi one day delivery service, bahkan bisa datang lebih cepat, pernah juga datang pas di waktu makan siang di kantor.  Dengan resiko jadi diserbu bareng teman-teman kantor.  Sampai sekarang saya suka menyimpan beberapa kemasan Randang Padang Restu Mandedi kantor. Ibaratnya sedia payung sebelum hujan, sedia rendang pedang dalam kemasan sebelum katering di kantor kurang enak rasanya.  Atau bila tidak sempat makan siang, tidak perlu khawatir kalau ada rendang di laci. Tinggal cari nasi. Jadi deh makan siang lezat dan nikmat.  Harus menyediakan lebih, karena biasanya teman-teman ada saja yang nimbrung.

IMG_20130422_205038

Dimas Penggemar Rendang

Rendang kemasan beberapa kali pernah saya temukan, tapi saya belum pernah mencoba sebelumnya, salah satunya karena tidak yakin dengan metode pengemasan dan rasanya.  Namun dari seorang teman saya mendapatkan info mengenai rendang kemasan Restu Mande ini. Juga lain ceritanya dengan saat pertama mengenalkan Randang Padang Restu Mande ini di rumah. Biasanya kalau tidak membuat sendiri ya beli dari rumah makan.  Setelah mencicipi rendang kemasan Restu Mande, sekeluarga jatuh cinta dengan rasanya.

Anak laki-laki saya Dimas, yang doyan makanan pedas, paling suka Randang Padang Restu Mande yang Spicy (Hot) Taste.  Nah adiknya ini Drea, kurang suka pedas. Tapi kalau pedas dikit sih engga apa-apa.  Dia ngiler melihat kakaknya begitu menikmati rendang. Nah untuk dia saya sediakan Randang Padang Restu Mande rasa Original, Tidak terlalu pedas. Randang Padang Restu Mande ini juga selain daging sapi menyediakan juga daging ayam. Anak saya yang kadang kurang suka mengunyah daging sapi karena dianggapnya lebih keras dari daging ayam, bisa menikmati juga Randang Padang Restu Mande daging ayam dengan rasa Original. Kalau saya dan suami sih suka yang Spicy (Hot) Taste, pedas itu merangsang soalnya, seru!. Nah asiknya lagi Randang Padang Restu Mande ini kalau buat kami sekeluarga, di kemasannya diberi bumbu yang banyak! Ini penting sekali, soalnya kami semua senang sekali dengan bumbu kering itu. Bahkan sering dijadikan bahan rebutan saat makan bersama.

Sekilas tentang rendang itu sendiri, rendang sebagai makanan tradisional khas Minang yang menjadi makanan khas Indonesia, di tahun 2011 telah dinobatkan menjadi salah satu di World’s 50 Most Delicious Foods (50 Hidangan Terlezat Dunia) yang digelar oleh CNN International. Keren banget kan? Sebagai pecinta rendang, dan sebagai bangsa Indonesia, tentu saja kita semua bangga, iya tidak?.

Adapun mengenai rendang itu sendiri ternyata mengandung falsafah yang mendalam.  Daging sapi atau Dagiang melambangkan Niniak Mamak, atau para pemuka adat.  Kelapa atau Karambia melambangkan kaum Cadiak Pandai atau kaum cendekia/intelektual.  Cabe atau Lado, yang rasanya pedas dan tegas melambangkan kaum Alim Ulama. Terakhir, bumbu-bumbu atau Pemasak, melambangkan masyarakat Minangkabau secara keseluruhan. Tak heran ya, kalau rendang ini di dalam perayaan keagamaan, acara penting atau kenduri, selalu disajikan sebagai makanan kehormatan.

Rendang padang itu sendiri ada yang yang basah ada yang kering. Yang kering ini santannya sudah meresap dan mengering bersama bumbu, dagingnya mengeras dan rasanya luar biasa enak.  Ini yang biasa dijadikan hidangan istimewa dan disebut sebagai rendang sejati. Warnanya agak coklat kehitaman, awet disimpan lama.  Rendang jenis ini yang dikemas oleh Randang Padang Restu Mande.  Lezat tiada dua. Otentik dan tidak mengandung pengawet juga MSG.

Restu Mande Go International

Falsafah Randang Padang Restu Mande adalah “through the world” mengantarnya menjadi makanan tradisional milik bangsa Indonesia yang go international. Untuk itu selain bisa menjadi santapan sehari-hari, Randang Padang Restu Mande bisa menjadi bekal perjalanan untuk bepergian jauh (bahkan untuk keliling dunia kalau mau), buah tangan, juga menjadi kebanggaan warga negara Indonesia yang ingin memperkenalkan makanan tradisional Indonesia ke mata dunia, misalnya tetangga-tetangga sekitarnya di luar negeri.

Penasaran? Bila ingin tahu lebih jauh atau memesan rendang Padang makanan tradisional dalam kemasan yang sudah go internasional ini bisa klik http://www.restumande.com  Saya tidak akan heran bila nanti Randang Padang Restu Mande ini jadi makanan favorit keluarga Anda. Seperti keluarga saya 🙂

Bila ingin makan langsung on the spot, bisa datang ke alama berikut ini:

RM. Restu Mande
Jl. Brigjen Katamso No. 64, Bandung Indonesia
Tel : +62 22 723 7360, +62 22 722 84079
Fax : 022 723 7360