Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Belanda’ Category

Delta dalam sistem alfabet Yunani adalah nama dari  huruf keempat sistem tersebut. Delta (dalam huruf besar adalah  Δ, untuk huruf kecil δ; dibunyikan dengan Δέλτα  dibaca Délta). Dalam matematika dan science,  Delta berarti lambang untuk “perbedaan” atau “perubahan”.  Ternyata Delta pun menjadi simbol seorang penemu dan arsitek dalam mitologi Yunani bernama Daedalus.

windmill-holland

http:www.holland.com

Di Belanda, Delta juga ternyata mewakili semangat pionir dan kreativitas bangsa Belanda. Mari kita simak mengapa. Sudah tahu kan kalau Belanda tidak pernah tahan untuk hanya berdiam dan pasrah terhadap kesulitan yang dihadapi? Mereka selalu mencari solusi dan menjadi pionir untuk penemuan demi hidup yang lebih baik dan  pencari solusi kreatif dalam mengatasi masalah. Nah, Delta ini berarti semangat untuk “berbeda dan berubah”,  dan diterapkan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan Belanda  memang mendorong ide-ide kreatif dan inovatif, sehingga mampu memikirkan solusi dan metodologi yang non-konvensional, untuk menjadi yang terdepan. Tidak mengherankan jika Belanda memiliki banyak tokoh pionir di berbagai bidang.

Maeslantkering-Rotterdam-The-Netherlands

Maeslantkering-Rotterdam-The-Netherlands. Delta Works, picture from: http://en.wikipedia.org/wiki/Delta_Works

Belanda lebih rendah dari laut, mereka selalu mencari solusi dan alternatif untuk menjaga kaki mereka tetap kering, bahkan mereklamasi daratan, agar dapat menyediakan lahan bagi pertumbuhan penduduknya. Delta Works dibangun dengan rencana pembuatan selama 30 tahun, membendung delta atau muara-muara di Belanda, sehingga banjir dan kenaikan air laut dapat dihindari oleh adanya dam tersebut.  Belanda dikenal sebagai ahlinya dalam menangani air, sehingga menjadi konsultan untuk pembangunan dam dan bendungan di berbagai belahan dunia.

Belanda pun menjadi pionir dalam manajemen kotoran ternak.  Sebagai negara penghasil produksi peternakan nomor dua di dunia, faktanya Belanda yang berpenduduk sekitar 15 juta orang ini, tinggal di  negara kecil dengan luas daerah 41,526 km2  dan  penduduk  berbagi tanah dengan 4,7 juta sapi, 13,4 juta babi, 44 juta ayam petelur, ayam pedaging 41 juta, dan 1,7 juta domba.

Limbah kotoran ternak menjadi masalah karena ternak menghasilkan kotoran 3 sampai 4 kali dari yang dibutuhkan untuk pertanian. Limbah ini pun selain mengotori lingkungan juga berpotensi mencemari air sungai. Namun berangkat dari semangat pionir, Belanda mendapati solusi  untuk masalah tersebut. Sejak tahun 1980 pemerintah Belanda menetapkan aturan ketat dalam penanganan kotoran ternak ini. Ada penghargaan bagi inovasi dalam penanganan kotoran ternak, dan juga ada hukuman bagi yang lalai.

Bahkan ada  “Dewan Pupuk Kotoran Ternak” yang didirikan untuk mengatur arus distribusi pupuk kandang, dan membantu menemukan pengguna pupuk baru. Dewan ini juga melakukan penelitian, membantu  pengolahan pupuk kandang dan menetapkan pabrik pengolahan.

Tak hanya dijadikan pupuk  bentuk pelet yang diekspor ke luar negeri,  Belanda tidak berhenti sampai disitu dalam hal inovasi,  mereka pun membuat pembangkit tenaga listrik dari kotoran ayam!.

Delta NV di kota Moerdijk  membangun pembangkit listrik dengan tenaga kotoran unggas terbesar di dunia. Fasilitas  ini diharapkan dapat mengkonversi 440.000 metrik ton (490.000 ton) dari kotoran unggas menjadi lebih dari 207 juta kilowatt-jam listrik setiap tahun,  dan dapat menyerap sekitar sepertiga dari  ‘kelebihan stok pupuk’. Dengan kemampuan fasilitas tersebut maka akan mampu menghasilkan listrik yang cukup untuk sekitar 90.000 rumah per tahun.

Delta tak hanya berarti mega konstruksi  pembangunan bendungan dan penahan badai yang luar biasa, Delta juga pembangkit listrik dari sesuatu yang tadinya hanya berupa limbah. Delta yang  menjadi rumus matematika untuk perubahan ini benar-benar menjadi lambang semangat dan kesuksesan bagi kepioniran Belanda di berbagai bidang ilmu dan terobosan bagi masa depan dunia yang lebih baik lagi. 

Sumber bacaan

http://www.bayjournal.com/article/netherlands_a_pioneer_in_manure_management_

http://inhabitat.com/dutch-harvest-chicken-manure-to-power-90000-homes/

http://biomassmagazine.com/articles/2132/poultry-litter-fuels-new-dutch-power-plant

http://en.wikipedia.org/wiki/Delta_(letter)

http://news.mongabay.com/bioenergy/2008/09/worlds-largest-biomass-plant-running-on.html

Read Full Post »

Albert Einstein pernah mengatakan,

” If you always do what you always did, you will always get what you always got”

Merenungkan kata-kata Einstein tersebut, apa yang kita lakukan kalau rumah kita kebanjiran? Mengungsi? Naik ke atap rumah? Merenungi nasib? Dan kembali menempati rumah yang sama dari tahun ke tahun, untuk kembali kebanjiran dan kembali merenungi nasib. Tanpa memikirkan solusi atau jalan keluar dari masalah, malah kembali melakukan hal yang sama dari waktu ke waktu. Banjir ataupun bencana lainnya, kadang memang sudah menjadi proses dari hukum alam yang berlaku universal, apalagi dengan perubahan iklim saat ini, membuat cuaca menjadi tidak menentu, badai yang tidak terduga datangnya, juga naiknya permukaan air laut.

Banjir bagi orang Belanda sudah berabad-abad menjadi musuh abadi. Banyak kehilangan dan kerugian akibat banjir tersebut. Pada kejadian Banjir Laut Utara tahun 1953 tercatat 1,836 manusia kehilangan nyawa dan juga banyak kerugian akibat properti yang hancur dan rusak. Setelah banjir tersebut,  tindakan lebih nyata diambil Belanda pada Rhine-Meuse-Scheldt delta untuk membendung muara-muara tersebut dan  merancang tanggul yang terkenal dengan sebutan  “Delta Works”.

Deltawerken_na

Delta Works overview. source: wikipedia.org

Dalam membuat proyek yang sangat ambisius ini ternyata pembuatan bendungan dalam Delta Works juga memperhatikan ekosistem dan lingkungan.  Rencana awal di Oosterscheldekering, adalah bendungan tertutup. Namun karena berakibat rusaknya ekosistem air laut serta beresiko hilangnya banyak bangunan penting dan memiliki nilai historis, maka rencana berubah dari menjadi tanggul yang dapat ditutup buka sebagai penahan badai.  Oosterscheldekering merupakan tanggul termahal dan tersulit di proyek Delta Works. Oosterscheldekering oleh American Society of Civil Engineers  didaftarkan sebagai salah satu dari  Seven Wonders of The Modern World.

Setelah Delta Works, Belanda kembali menjadi pionir berkat air. Adalah kota Maasbommel, kota di Belanda yang menjadi pionir untuk “floating amphibious houses”. Rumah amphibi yang mengambang!  Rumah amphibi seperti contoh dalam gambar ini di Maasbommel mampu mengambang setinggi 4 meter dari ketinggian asalnya! Bahkan tidak berhenti sampai disitu, untuk masa depan arsitek Belanda bahkan ingin membuat kota masa depan yang mengambang seluruhnya di atas permukaan air.

Menghadapi musuh alami memang paling baik adalah berteman baik dengannya dan mencari akal dalam menghadapinya.  Ternyata selain air sebagai sumber energi, menghadapi air membuat Belanda melahirkan manusia-manusia dengan kemampuan inovasi yang mengagumkan, serta menjadikannya pionir di berbagai bidang.

Berangkat dari menghadapi air berabad-abad, jiwa pionir di Belanda ini tidak terbatas di bidang teknologi saja. Berbagai inovasi lain banyak dikembangkan di Belanda. Dengan semangat “to make the future better for the next generations”, jiwa pionir bangsa Belanda kini sudah merambah ke berbagai bidang. Seni dan budaya, pertanian, kedokteran, fisika, kimia filsafat dan berbagai terapan dalam kehidupan sehari-hari. Memanfaatkan secara optimal sumber daya yang tersedia adalah itu ciri khas dari Belanda. Dari yang canggih sampai yang sederhana.

indoorclouds

Awan dalam rumah oleh Dutch artist Berndnaut Smilde

Dan air yang telah menjadi musuh Belanda berabad-abad, dijadikan teman untuk belajar menjadi pionir bagi bangsa Belanda. Musuh namun juga sumber daya yang berlimpah dan guru di mata inovatif bangsa Belanda, si air yang membanjir.

Sumber bacaan:

http://www.reuters.com/article/2012/10/09/uk-dutch-architect-water-idUSLNE89801Z20121009

http://news.bbc.co.uk/2/hi/europe/6405359.stm

http://www.technologyreview.com/featuredstory/408182/saving-holland/

http://techland.time.com/2012/11/01/best-inventions-of-the-year-2012/

 

 

Read Full Post »

Holland is a creative nation. Dutch people enjoy innovating and constantly ask themselves and others questions to come up with new ideas.

Membaca kalimat di atas, membuat teringat teman kerja saya bertahun-tahun lalu dari Belanda. Namanya Hans de Graaf. Sekarang sih dia dan keluarganya sudah kembali di Belanda sejak saham yang tertanam di perusahaan tempat saya bekerja, dari perusahaan dimana dia bekerja telah dijual kepada perusahaan dari negara lain.

Selama saya kenal dengan dia, selalu kata “Why” terucap dari bibirnya setiap saat kita membahas suatu topik. Mengapa begini mengapa begitu. Mengapa tidak begini mengapa tidak begitu. Selaluuuu… saja untuk setiap hal-hal yang kita lihat dan kita dengar. Misalnya, mengapa teman Indonesia-nya setiap menelepon setelah kata “Hallo” selalu menanyakan “Dimana kamu?”, saya menjelaskan tidak semua teman begitu, dan tidak setiap orang Indonesia begitu. Mungkin faktor kebiasaan, begitu jawaban saya. Setiap jawaban selalu diikuti oleh pertanyaan mengapa lainnya, sampai dia puas. Bayangkan saja untuk urusan pekerjaan. Lebih dicecar lagi kita dengan pertanyaan-pertanyaan mengapa.

Bunga Belanda

Selain banyak bertanya, untuk hal-hal kecil, Hans kreatif. Tahun 1997 Blog belum sepopuler sekarang, dan Hans sepulang ke negeri Belanda melanjutkan kontak dengan saya dan teman-teman lainnya dengan e-mail. E-mail yang dibuat adalah attachment dalam format MS-Word, bertajuk Bunga Belanda. Lengkap dengan foto bunga tulip dan foto keluarganya.  Isinya kadang menggunakan bahasa Indonesia, karena Hans pembelajar bahasa Indonesia yang aktif. Dia membuat surat elektronik dengan format blog, enak dibaca dan berurutan secara kronologis. Sekaligus juga suratnya merupakan Photo Blogging, karena selalu lengkap dengan foto kegiatan, misalnya bersepeda ke kantor, berkemah musim panas atau memasak bersama istri dan anaknya. Saya sangat terkesan dengan e-mail Bunga Belanda. Sungguh kreatif dan penuh dengan niat untuk membuat sesuatu yang keren bahkan untuk hal yang sederhana seperti format e-mail kepada teman-teman lamanya.

Saya juga tidak tahu, apakah setiap orang Belanda begitu. Teman saya yang orang Belanda kan tidak banyak. Sempat saya tanyakan pada Hans, mengapa dia selalu bertanya mengapa? Dan dia menjawab “why ask?”. Awalnya saya berpikir pertanyaan-pertanyaan mengapa itu melelahkan. Karena memaksa saya memikirkan jawaban. Bahkan kadang pertanyaannya membuat saya juga bertanya kepada diri sendiri, iya ya kenapa begitu, mengapa tidak begini.

Tapi akhirnya saya menyadari bahwa awal dari proses pemikiran kreatif adalah berawal dari WHY. Bertanya mengapa pada diri kita dan orang lain akan melahirkan ide-ide baru, pemikiran-pemikiran baru, dan dapat menjadi awal suatu proses peningkatan sesuatu hal menjadi lebih baik dari hari kemarin. Itulah inovasi.

Saya berpikir jangan-jangan kebiasaan bertanya mengapa yang tanpa henti ini di setiap orang Belanda yang membuat bangsa

Mobil Terbang

Belanda  dari jaman dulu dapat membuat sistem bendungan yang luar biasa dan bahkan saat ini dapat membuat ‘mobil terbang. Tak terhitung banyaknya inovasi dari hasil proses berpikir yang kreatif yang membuat Belanda dapat membuat berbagai terobosan di berbagai bidang ilmu pengetahuan. Arsitektur dan Desain, Ekonomi, Penemuan Terkini, Kualitas Hidup, Pendidikan, Sains dan Teknologi, adalah bidang-bidang dimana Belanda telah membuat suatu terobosan.  Bahkan ternyata Belanda menduduki peringkat ke-4 negara yang masyarakatnya paling bahagia di dunia.

Yuk kita mulai kebiasaan bertanya, pada diri sendiri dan juga orang sekitar kita. Mari kita membiasakan diri mencari suatu ide kreatif demi membangun dan membentuk kualitas hidup yang lebih baik dari hari kemarin dan saat ini, untuk hari esok kehidupan kita dan anak cucu kita nanti.

Sumber gambar:

Bunga Tulip dari mi9.com

Mobil terbang dari spardesign.nl

Read Full Post »

%d bloggers like this: