Tadi sore saya berjalan-jalan di seputaran Jl. Dago, Aceh, Lombok, Banda, Bawean, Riau dan saya lupa lagi bersama mon petite amie. Ternyata menyenangkan. Apalagi udaranya segar selepas hujan. Bukan berarti ini yang pertama kali. Dulu-dulu pernah juga. Misalnya ke Dago Pakar, Puncrut atau ke Maribaya, tapi itu mah keluar kota ya? Pernah juga waktu ikut gerak jalan yang diadakan oleh Telkom. Tapi engga asyik. Gimana mau asyik. Selain ngos-ngosan, sepertinya saya keseringan membetulkan tali sepatu. Panas pula. Kalah pula.
Jalan-jalan santai menyenangkan. Karena jadi banyak yang dilihat. Misalnya kita menghitung jumlah tukang jahit di Jalan Cakranegara. Lalu menandai pedagang bakso yang enak di Jalan Sabang. Ada pula restoran Jepang khusus Yakiniku yang terlihat menarik untuk dikunjungi di daerah dekat Jalan Flores.
Jalan Riau yang memiliki deretan Factory Outlet dipenuhi pengunjung luar kota yang masih belum kehilangan minat rupanya dalam berburu pakaian di kota Bandung ini. Selain itu Jalan Riau dipenuhi oleh pedagang Brownies kukus bermobil maupun berkaki lima. Brownies yang hitam (atau coklat tua?) legit selain merk Amanda yang jadi pelopor di Bandung ini sekarang diikuti oleh merk-merk lainnya yang rupanya tak mau kehilangan peluang dalam memasarkan Brownies kukus. Entah ada berapa merk, tadi saya lupa tidak menghitungnya
Sayangnya bangunan perumahan Bandung Tempo Dulu di seputaran jalan yang saya lewati rupanya kini makin beralih rupa. Saya pecinta rumah gaya dulu yang terlihat sejuk, antik, cantik, namun kokoh. Cuma sebatas senang melihat saja, karena kalau untuk memiliki setelah dipikir-pikir peluang saya untuk memiliki adalah nol. Uang tak ada, yang mewariskan kepada saya siapa gerangan, sedang untuk memasang undian berhadiah pun tidak pernah saya lakukan.
Banyak sekali rumah-rumah cantik berubah rupa jadi mengerikan. Dalam arti, hanya ingin terlihat BESAR saja, tanpa model yang sesuai dengan lingkungan sekitar, dan tanpa makna. Ceuk urang nu teu ngarti ieu mah nya, punten ka nu gaduh :). Halaman dihabiskan, pohon-pohon ditebangi. Kalau saya Idefix dalam cerita komik Asterix mungkin dari tadi saya sudah melolong-lolong.
Akhir dari jalan-jalan saya disudahi dengan minum jus Strawberry segar di pinggir jalan. Enak.
Read Full Post »