Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Personal’ Category

Hari pertama- Osaka

First time traveler alias baru pertama kali jalan-jalan ke Jepang? Sama dong dengan saya. Nah untuk itu saya ingin berbagi pengalaman bikin itinerary selama satu minggu di Jepang, dan sebenarnya saya jadinya malah lebih, engga seminggu malah jadi sebelas hari. Tapi plan awal adalah seminggu, jadi here we go …

Sebagai seorang yang baru pertama kali pergi ke Jepang, tentu saja yang saya siapkan adalah nyari info sebanyak-banyaknya. Walau banyak teman saya bilang, gak bakal kesasar di Jepang mah, soalnya transportasi jelas dan mudah. Tetap saja saya merasa kudu dan wajib menyusun itinerary biar pede pas jalan-jalan.Sebelum pergi tentunya yang kita siapkan adalah tiket!

Saat ini banyak tiket promo ke Jepang, jadi pantau saja sering-sering apalagi kalau travel fair. Cuma bagi saya yang kerja bikin pas pergi di tanggal-tanggal yang promo kok susah ya. Karena saya prefer untuk pergi di minggu-minggu yang ada libur kejepit.Tiket yang cukup miring harganya di tahun 2019 ini adalah Cathay Pasific, Air Asia, dan Garuda. Enak sih pakai Garuda, soalnya kan direct, pergi tengah malam bisa sampai pagi di Osaka. Langsung bisa cuss jalan-jalan.

Namun apa daya, pas saya mau beli tiket Garuda kemarin di hari Jumat tiba-tiba ada pemberitahuan tidak ada penerbangan Jumat dan berubah menjadi Sabtu. Looh…. akhirnya saya beli Cathay Pasific. Biarpun transit di Hongkong 4 jam tak apa lah. Yang penting sampai Osaka pagi-pagi di hari Sabtu.Saya berangkat bertiga dengan teman-teman. Pesawat berangkat jam 2 siang hari Jumat dan kami check in jam 12 siang.

Setelah proses imigrasi selesai dan hal-hal lainnya, berangkat ke Hongkong dan tiba disana untuk transit selama 4 jam. Jam 1 malam kami berangkat lagi menuju Osaka dan tiba jam 6.30 pagi keesokan harinya. Jepang berbeda 2 jam lebih dahulu dari Indonesia.Tiba di KIX atau Kansai Airport, kami menukarkan tiket JR Pass atau Japan Rail Pass di kantor JR yang ada di bandara. Japan Rail Pass yang kami beli adalah tiket untuk menggunakan kereta api cepat (shinkansen) dan yang tidak cepat (yang penting dilayani oleh provider JR) selama seminggu.

Shinkansen yang kami bisa gunakan dengan JR Pass adalah kedua tercepat. Yang paling cepat adalah Nozomi, tidak include dalam list yang boleh dipakai. Tapi Hikari yang mana adalah kedua tercepat juga udah cepat juga sih. Tokyo Osaka ditempuh dalam waktu kurang lebih 3 jam saja. Kan jaraknya lebih dari 500 km tuh.

Untuk perjalanan kami ini, saya dan teman-teman dibantu oleh Astrindo Tour, tapi perginya sih sendiri, jadi dokumen-dokumen perjalanan dan persiapan untuk transportasi dan hotel dibantu oleh mereka. Nah untuk lebih jelas tentang JR Pass dapat dibaca infonya di Japan Rail Pass, sedangkan untuk jadwal-jadwal kereta saya menggunakan aplikasi Hyperdia. Aplikasi ini membantu sekali untuk melihat jadwal-jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta. Jadi engga bingung saat di stasiun. Ga pakai acara celingukan cari-cari jadwal dan platform.

Ini itinerary hari pertama saya di Osaka.06.30 tiba di Kansai Airport (KIX)

07.00 proses imigrasi dan bagasi
08.11 Kansaikuko line (JPY 1.100) atau dengan JR Pass menggunakan Nankai Express.

Bila tidak menggunakan JR Pass, alternatif dengan osaka amazing pass buka jam 8.30 untuk penggunaan subway, bis dan diskon atau free ke tempat-tempat wisata dan makan. Bisa juga naik limousine bis ke herbis hotel (bus stop dekat dengan Osaka Station) Biaya tiket Limousine Bus sekitar IDR 300.000 perjalanan 1 jam ke Osaka. Lebih mudah bila membawa-bawa koper dan hotel dekat dengan bus stop. Soalnya naik turun subway cape banget, apalagi kalau tidak aa eskalator.10.30 Tiba di osaka station

10.40 Menuju hotel Mystays Premier Dojima 2 chome 4 1 sonezakishinchi kita ward osaka
11.00 Menitipkan tas bila belum bisa check in
11.30 Jalan kaki ke Kita Shinchi station 6 menit 400 meter
12.00 Makan siang sekitar stasiun/subway
12.15 JR Touzai Gakkentoshi Line platform 2
12.20 Tiba di Osakajokitazume Station
12.30 Jalan kaki 1.6 km 20 menit
13.00 Tiba di Osaka Castle, bila memiliki Osaka Amazing Pass bisa gratisan masuk.
15.00 Ke stasiun Osakajokoen jalan kaki 19 menit 1.3 km
15.30 Menuju Dotonburi naik JR Osaka Loop Line turun di Tsuruhashi ganti jalur kintetsu nara line platform 3
15.40 Turun di Osaka Namba Station
15.50 Jalan kaki ke Dotonburi 450 meter
16.00 Wisata kuliner dan foto2 di sekitar Dotonburi
17.00 Menyusuri sungai Tombori River Walk dan berjalan kaki ke Shinshaibashi
18.00 Shinshaibashi shopping arcade tempat belanja macam-macam oleh-oleh khas Osaka
19.00 Makan sekitar Shinsaibashi atau Dotonburi
20.00 Yotsubashi station platform 2 ride 3 stops atau kembali ke Namba Stasiun
20.10 Tiba di station Nishi umeda jalan kaki ke hotel 400 meter

Hotel yang saya pilih ini karena dekat dengan stasiun subway, Limousine Bus Stop, dan juga ke Osaka Stasiun, jadi cukup strategis untuk pergi ke kota lainnya atau untuk berjalan-jalan di kota Osaka. Untuk pemesanan bisa melalui Agoda.com atau partner lainnya seperti Booking.com.

Untuk destinasi menarik di Osaka berikut daftar tempat yang wajib dikunjungi buat yang pertama kali jalan-jalan di Osaka. Saya sih engga sempat semua, tinggal kita tentukan saja yang mana yang akan menjadi prioritas. Soalnya jalan-jalan solo, sama teman, keluarga, dan anak-anak tentunya membuat prioritas kita menjadi berbeda. Misalnya untuk liburan keluarga, tentunya anak-anak akan suka banget kalau diajak ke Universal Studio. Umeda Sky Building juga menarik sekali untuk berfoto-foto.

20190427_123046.jpgOsaka Castle

Osaka Castle atau Osakajo selesai dibangun di tahun 1590. Konon dibangun pertama kali di zaman Sengoku (tahun 1583), Oda Nobunaga membangun istana di lokasi yang menempati reruntuhan kuil Osaka Honganji. Saya sendiri sangat mengagumi bebatuan yang menjadi benteng istana tersebut. Terlihat sangat kokoh dan megah! Castle juga nampak menjulang dan sangat anggun. Siapkan alas kaki yang nyaman untuk berkeliling Castle Osaka. Angin juga cukup kencang di musim semi walaupun matahari bersinar cerah. Akhir bulan April jadi masih terasa dingin karena hembusan angin.Sekitar Osaka Castle banyak orang berpiknik. Rupanya orang Jepang memang senang piknik. Padahal musim bunga Sakura di Osaka sudah lewat.

Cape memutari kastil, kita bisa membeli eskrim green tea seharga Y500 di kios-kios penjual makanan. Ada juga rebung bakar, cuma bakar, yakitori alias sate ayam, juga makanan lainnya.  Saya sempat duduk-duduk dan membiarkan roti bekal saya dirampok burung-burung gereja langsung dari tangan saya. Lucu sekali,

20190503_145238

Dotonbori dan Shinsaibashi – Kuliner dan Belanja

Kayaknya engga lengkap kalau ke Osaka bila tidak mampir ke daerah Dotonbori yang penuh dengan neonlight. Malam hari terasa begitu berwarna selain penuh dengan orang yang berjalan hilir mudik menikmati suasana dan kuliner, lampu-lampu billboard Dotonburi sungguh meriah!Setelah memutari Osaka Castle, -sebenernya ga niat muterin tapi engga sengaja karena mikir jalan yang lebih dekat keluar ternyata salah jalan malah muter, cape bener bok!, kita kembali ke subway menuju Dotonburi.

Karena sepagian tadi sudah membiasakan diri mencari arah subway, perjalanan ke Dotonburi terasa lebih mudah dan cepat. Ya lagia dibantu google map. Kadang saya juga pakai aplikasi rome2rio kalau engga yakin sama platform yang diarahkan google map.Tiba di Dotonbori jelang sore. Dimana lampu billboard mulai menyala dengan meriah.Cuma pas saya kesana si Glico Man lagi mati lampunya. Mungkin belum bayar listrik sudah nunggak 2 bulan.

Orang luar biasa banyak berjalan-jalan di daerah Dotonbori dan Shinsaibashi. Karena pas saya kesini lagi Golden Week. Orang Jepangnya juga lagi liburan. Musim ini disebut juga Shoulder Season. Pundak bersenggolan terus dengan pundak orang lain saking padatnya. Ga perlu ke Shibuya deh buat lihat orang berjejal-jejal di jalan. disini juga banyak. Selain Glico Man, ada Kani Doraku. Restoran dengan kepiting raksasa yang bergerak-gerak di sebagai reklame di depan restaurantnya. Pas dekat restoran ada board bertulisan Welcome to Osaka.

Banyak orang berfoto meniru pose Glico Man atau berdiri berpose depan Kani Doraku dan tulisan Welcome ini. Jalan tak jauh dari situ ada kios makanan Takoyaki yang terkenal dengan gurita raksasa di depannya. Nama restaurant takoyaki tersebut adalah Kukuru.Takoyaki memang makanan yang terkenal berasal dari Osaka. Bahkan disebut sebagai soulfoodnya Osaka. Saya membeli 1 kotak untuk saya nikmati dengan teman saya. Rasanya begitu lembut dan meleleh di mulut. Takoyaki terlezat yang pernah saya rasakan.

Tak jauh dari Kukuru ada toko makanan khas Osakan untuk oleh-oleh. Kuidaore Taro maskot Osaka yang berupa badut berpakaian garis merah putih sambil memukul drum ada di depan toko itu. Jadi mudah dicari. Kuidaore sendiri berarti “eat till you bankrupt”. Orang Osaka memang terkenal punya rasa humor yang tinggi juga senang makan. Oh ya saya pun sempat makan di Kani Doraku. Lumayan juga harganya. Berdua untuk makan malam aneka kepiting sekitar Y 7400. Mahal yah untuk sebuah pengalaman kuliner.

Menunya adalah aneka masakan kepiting. Ada yang digoreng, ada yang direbus, ada yang mentah. Tapi porsinya kecil-kecil. Kalau ingin kenyang tambah sushi saja. Nah sushinya gede-gede. Malah kekenyangan jadinya.

Dekat dari Dotonbori ada arcade Shinsaibashi yang ramai dengan aneka toko. Bisa belanja kosmetik atau perawatan tubuh juga fashion. Aneka toko berjejal disana. Cuci mata doang juga ok kayaknya, saya berusaha tidak tergoda beli ini itu. Kalau kalap belanja gimana dengan nasib koper saya nanti. Tapi akhirnya engga tahan juga untuk tidak belanja! Saya membeli beberapa snack Osaka, juga KitKat aneka rasa. Gemes soalnya. Bukan buat oleh-oleh loh tapi buat saya makan sendiri.

Banyak aneka produk makanan dengan rasa green tea. Bikin emesssh banget dah..soalnya saya penggemar green tea.Buat penyuka perawatan kecantikan sudah tradisi untuk belanja aneka produk perawatan tubuh dan wajah di Jepang. Belum lagi banyak toko dengan label tax free. Belanja di atas Y 5000 akan mendapat harga diskon tanpa pajak.

Universal Studio Osaka dan Umeda Sky Building

Gerbang masuk Universal Studios Jepang terletak lima menit berjalan kaki dari
Stasiun Universal City di Jalur JR Yumesaki (juga disebut sebagai Jalur JR Sakurajima).
Dari Stasiun Osaka, ada beberapa kereta langsung per jam (lama perjalanan 15 menit, 180 yen) dan banyak lagi koneksi yang membutuhkan transfer mudah di Stasiun Nishikujo. Dari Bandara Kansai, ambil bandara JR cepat ke Stasiun Nishikujo dan transfer ke Jalur JR Yumesaki ke Stasiun Universal City.

Kalau mau naik bis, Universal Studios Jepang terhubung dengan bus ke Bandara Kansai (50-70 menit, 1550 yen, 1 bus / jam) dan Bandara Itami (45 menit, 930 yen, sekitar 1 bus / jam). Dari kota-kota lain pun banyak bis yang langsung menuju ke Universal Studio.

Untuk mengunjungi Umeda Sky Building dapat ditempuh dengan berjalan kaki 10 sampai dengan 15 menit dari Stasiun Osaka.

Read Full Post »

Sepuluh Hal Wajib di Wisata Edinburgh

Ini versi saya loh ya. Versi tiap orang pasti beda. Yang jelas kalau pergi wisata jangan cuma mikir belanja dan oleh-oleh, kalau zaman now oleh-oleh gampang, bisa beli online soalnya.

Makan fish and chips. Terdiri dari ikan goreng (tradisionalnya sih ikan cod, haddock atau flounder) dalam adonan atau remah roti disajikan dengan kentang goreng yang digoreng dengan renyah dan kuning keemasan. Porsinya besar! jadi kalau sok sok diet kayak saya siap-siap bagi dengan teman. Bisa kekenyangan soalnya. Saat itu sore di jalan berbatu seputaran Cowgate di Edinburgh sehabis hujan  dimana cuaca sangat dingin, saya masuk ke sebuah cafe yang hangat dan nyaman. Menikmati sepiring besar fish and chips dan caffe latte. Heaven!

IMG_20170527_171034

maaf fotonya burem, kayaknya lupa lap lensa kameranya

Menikmati haggis, neeps and tatties. Ini makanan khas Scotland. Katanya sih jangan tanya haggis dibikin dari apa sebelum selesai memakannya.  Haggis sendiri sih menurut saya rasanya aneh. Dibilang enak, ya enak. Dibilang engga, ya lumayan lah. Susah kalau lagi lapar mah.  Ini postingan saya tahun 2014,

“Kalau saya sampai bisa pergi ke Inggris, tepatnya ke Skotlandia…… saya berharap bisa makan haggis. Nama makanan yang mendapat kehormatan diiris dengan dibacakan puisi itu adalah Haggis. Makanan tradisional Skotlandia. Cacahan jeroan itu dicampur dengan bawang, oatmeal, lemak dan garam. Sepertinya masih kurang rempah ya kalau buat orang Indonesia. Harusnya ditambah pala, merica, jahe, bawang putih, sereh, daun salam dan rempah lainnya. Hihi. Ditambah cabe jadilah rendang jeroan. Cacahan jeroan bernama Haggis ini dihidangkan dengan turnip dan kentang yang dihaluskan”  

Saat itu saya mimpi pun tidak bahwa 3 tahun berikutnya saya bisa menginjak Scotlandia,

14280452051427368757HaggisNeepsandTatties

via campbellsprime.com

Jalan-jalan wisata bawah tanah dan kuburan seram di kota tua Edinburgh. Ini seru lho. Daripada datang jauh-jauh ke Edinburgh cuma belanja di Primark.  Tiket untuk tour bisa dipesan jauh-jauh hari biar lebih murah dan memastikan mendapatkan slot. Banyak yang pengen ikutan ditolak karena terbatasnya jumlah rombongan yang diperbolehkan. Rutenya adalah menyusuri lorong dan ruangan bawah kota tua, katanya jaman pertengahan dulu banyak orang disana hidup seperti tikus dalam got. Serem tapi seru banget. Gelap luar biasa, dan sepertinya yang jantungan dan claustrophobia mending jangan ikut. Lanjut dari bawah tanah kita mendapat cerita seram di kuburan tua di Greyfriar Kirkyard.

img_20170526_214806.jpg

DSCN1428

C360_2017-06-10-22-19-51-521

tiduran di pekuburan tua

C360_2017-06-11-14-13-32-940

bunga-bunga kecil di rumput kuburan

Ngopi-ngopi cantik di Elephant House. Tempat ini disebut sebagai tempat kelahiran Harry Potter karena JK Rowling mendapat insipirasi disini. Paling nyaman duduk-duduk di sore dan malam hari dimana udara dingin dan secangkir coklat hangat menjadi luar biasa enaknya.  Duduk-duduk disini dan melihat remaja-remaja lewat dengan pakaian seragam khas dan rok kilt lucu. Dekat dari situ ada toko yang menjual pakaian seragam sekolah Hogwarts dan atribut di film Harry Potter.

IMG_20170527_200434

Melihat-lihat toko wiski. Scotlandia terkenal dengan whiskeynya. Mau tidak mau saya jadi teringat Kapten Haddock yang sangat suka whiskey Loch Lomond. Eh disini ada loh merk tersebut. Ada tour yang juga mengantar wisatawan untuk melihat-lihat pembuatan whiskey dan mencicipinya. Kalau saya sih tidak minum whiskey, jadi cuma senang melihat-lihat tokonya saja. Berbagai merk dan berbagai jenis tersedia di toko-toko yang tersebar di kota ini. Penggemar whiskey akan sangat bahagia di tempat ini.

Belanja oleh-oleh khas Scotlandia. Kilt adalah pakaian khas Scotlandia. Ada banyak sekali motif kotak-kotak khas ini yang menunjukkan dari klan mana untuk motif tersebut. Syal wool, bagpipes, kaos kaki hangat, batu-batu perhiasan dari batuan Scotland, short cakes, haggis dalam kaleng, perhiasan dan pajangan perak, whiskey, adalah oleh-oleh yang bisa dibeli sebagai buah tangan dari sana.  Di Princess Street ataupun di Royal Mile, Cowgate dan lainnya banyak ditemukan toko-toko soevenir. Oh ya untuk penggemar Hardrock jangan lupa beli T-Shirt Hardrock Edinburgh dan juga ada Harley Davidson Edinburgh tapi agak di luar kota sih jadi bisa naik bis kalau malas jalan kaki kesana.

Berfoto di Monumen Scotlandia. Ini bangunan monumen yang khas banget sebagai monumen kota. Terletak di Princess Street monumen ini juga berada dekat Princess Garden yang indah permai. Banyak bangku-bangku taman dekat monumen dimana kita bisa duduk santai.

C360_2017-05-26-09-38-33-159

Monumennya mirip candi prambanan ya

Jalan-jalan pakai bis hop and hop, cuma bayar sekali bisa naik turun bis berkali-kali untuk berhenti di tempat wisata yang diinginkan. Bisa turun di tempat-tempat terkenal di Edinburgh seperti di Edinburgh Castle, Palace of Holyrood, Dynamic Earth, Carlton Hill, Museum of Childhood. Tuh kan banyak, sekali naik berapa tempat bisa langsung disasar sekaligus. Saya naik bis ini dari Princess Street dekat stasiun kereta Waverley.

Meludah di Heart of Midhlothian.  Jujur aja saya sih engga suka meludah. Jadi saya engga meludah. Cuma difoto aja dekat situ.  Letaknya di jalan dekat Katedral St Giles. Konon tolbooth (penjara) berdiri di lokasi, di mana hukuman mati biasanya terjadi. Lambang hati menandai ambang pintu dimana titik eksekusi dilakukan depan publik.  Beberapa orang meludah di  paving bentuk hati tersebut. Meski sekarang dikatakan hal itu dilakukan demi keberuntungan, pada awalnya memang dilakukan sebagai tanda penghinaan terhadap bekas penjara tersebut. Tempat itu terletak tepat di luar pintu masuk penjara, jadi kebiasaan itu mungkin telah dimulai saat orang  dibebaskan dari penjara.

C360_2017-06-01-05-00-59-057

Nonton pengamen main bagpipes. Ini juga pengalaman unik. Banyak orang merekam pengamen berbaju khas Scotlandia itu yang tentu saja memakai rok kotak-kotak dan mendengarkan sampai selesai lagu-lagu rakyat yang dimainkan. Terkadang mereka juga memainkan lagi yang lagi ngetop saat ini. Keren banget deh pokoknya. Serasa di Scotland banget.

Kalau dirinci tentu saja lebih dari sepuluh hal. Namun tentu saja kalau ditulis jadi kepanjangan. Oh ya untuk penggemar jalan kaki, jalan-jalan lah sejauh mungkin mumpung disana. Hati-hati kesasar. Bis jarang lewat soalnya. Rumah-rumah lucu, kafe dan penginapan yang cantik menjadi pemandangan. Bisa juga bermain dan bersantai di taman-taman. Karena dekat dengan teluk, berjalan-jalan sampai ke pantai pun menjadi alternatif menyenangkan untuk menyusuri Edinburgh.

 

 

 

 

Read Full Post »

Menjadi salah satu hewan terlucu di dunia, cukup banyak orang yang memiliki impian bertemu panda. Saking terkenalnya hewan ini, beragam koleksi boneka ataupun aksesoris berbau panda sangat diminati oleh sebagian besar orang. Intinya, ikonik banget deh! Jadi, kalau kamu punya kesempatan mengunjungi Negeri Tirai Bambu alias China atau Tiongkok, yuk, jangan lupa mengunjungi penangkaran Panda. Sekarang makin gampang untuk sampai ke negeri ini karena sudah ada China Airlines yang sediakan maskapai penerbangan dengan harga terjangkau.

panda

via: chinadiscovery.com

Jalan-jalan ke Chengdu China untuk Kunjungi Penangkaran Panda

Sebenarnya tidak hanya di Chengdu saja sih, China punya beberapa tempat penangkaran panda di beberapa provinsi lainnya. Akan tetapi, salah satu tempat yang paling populer adalah Panda Base Chengdu, China. Bagaimana sih tempatnya dan bagaimana cara ke sana?

Berada di provinsi Sichuan, kota Chengdu cukup mudah untuk dicapai. Dari Indonesia sendiri sudah terdapat maskapai langsung ke Chengdu atau bisa pula transit dan rute pulangnya menggunakan maskapai China Airlines. Sementara itu, lokasi penangkaran panda berada sekitar 10 km saja dari pusat kota. Alamatnya berada di Nothern Suburb, tepatnya Panda Base Road no. 26. Di kawasan ini terdapat penangkaran, laboratorium serta museum panda. Oh ya, asyiknya di kawasan ini adalah sekelilingnya asri dan tenang. Sebagai informasi, masuk ke kawasan ini bisa bayar tiket dengan sejumlah biaya sekitar 58 CNY jika belum naik atau berkunjung bersama grup karena harganya akan lebih murah lagi. Jadwal buka dari jam 8 pagi sampai dengan 6 sore.

panda1

via: chinadiscovery.com

Di Panda Base Chengdu terdapat dua jenis panda yaitu Giant Panda yaitu panda yang biasa kamu kenal dengan karakteristik warna bulu hitam-putih dan Red Panda yakni hewan langka panda merah berukuran lebih kecil daripada Giant Panda serta memiliki ekor panjang. Wah, baru tahu, ya, ada Red Panda?

panda2

via: weekendnotes.com

Tempat penangkaran panda disana juga didesain dengan konsep menggemaskan. Kandang Giant Panda dan Red Panda tersebar di berbagai sudut. Kandang-kandang tersebut dibentuk menyerupai rumah-rumah buatan seperti goa dengan banyak pintu dan jendela. Di bagian halamannya disediakan bilik-bilik bambu bersamaan dengan potongan bambu muda yang memang sengaja ditaruh disana agar mudah dimakan oleh panda. Tingkah polah panda-panda tersebut sangat menggemaskan! Namun, berbeda dengan Red Panda yang cenderung lebih aktif di siang hari, Giant Panda lebih sering beristirahat sehingga bisa jadi tidak terlihat oleh pengunjung.

Kamu bisa menelisik lebih jauh lagi ke kandang-kandang anak panda yang dikarantina di kandang kaca yang ditutup gorden. Ada juga yang dikandang di tempat teralis besi. Lucu! Anak-anak panda tersebut bermain mainan anak-anak seperti misanya kuda-kudaan dari bahan plastik dan lainnya. Hihihi. Meski terkesima dengan tingkah-polah lucu dari panda-panda ini, kamu dan teman-teman sebaiknya tetap tenang dan tidak berisik, ya. Petugas bakal menegur kalian kalau dianggap mengganggu para panda yang ada di penangkaran.

Juga Kunjungi Tempat Lainnya di Chengdu!

panda4

via: chinadiscovery.com

Selesai melihat-lihat panda, saatnya kamu kunjungi bagian lain dari Panda Base ini, seperti misalnya museum atau laboratorium. Di luar objek wisata ini, ada banyak lagi spot wisata menarik lainnya di Chengdu. Jadi, pastikan kamu sediakan waktu beberapa hari disana. Jika memungkinkan sediakan waktu lima atau enam hari. Contohnya saja, ada Dujiangyan yaitu sungai irigasi yang sudah dibangun sejak 256 SM. Lalu ada pula situs sejarah Jinsha hingga wisata alam Gunung Qingcheng serta beberapa wisata religi. Sedikit tips lagi bagi yang ingin jalan-jalan ke Chengdu China, sebaiknya berangkat sekitar September atau Oktober karena saat itu merupakan peralihan dari musim panas ke gugur. Mulai sekarang bisa cek tiket China Airlines buat tahun depan, ya!

 

Read Full Post »

Tahun 2017 akan segera berlalu dan saya yang berubah menjadi pemalas dalam updating blog ini menjadi terlupa untuk sedikit bercerita. Padahal dari semua perjalanan saya di tahun 2017 ini, kota tua Edinburgh menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Engga gampang kalau ngemodal sendiri kesana soalnya. Belum lagi waktu untuk pergi. Susah bingits deh. #lirik bos besar di kantor.

Tanggal 19 Mei 2017 saya berangkat ke London. Tidak gampang juga menuju kesana. Soalnya waktunya kepepet abis untuk bikin visa. Belum lagi rekening yang setipis kulit bawang membuat saya degdegan untuk pengajuan kesana. Bayangkan, pokoknya bayangkan saja deh isi buku tabungan yang seuprit. Namun undangan perusahaan disana dan bantuan rekening koran perusahaan yang angkanya fantastis rupanya membuat pengajuan visa UK ini selancar jalan tol di waktu subuh tanpa ada truk gandeng.

Cerita persiapan ke UK ini bisa menjadi tulisan blog sendiri. Tapi saya skip dulu karena ingin cerita pengalaman ke Edinburgh. Tempat dimana JK Rowling dapat ide menulis Harry Potter di Elephant Cafe. Tempat dimana jaman dulu banyak cerita seram, dan wisata kuburan menjadi salah satu tujuan wisata yang ngehits disana

Kami, saya dan teman-teman satu kantor, berangkat ke Edinburgh setelah mampir semalam di Manchester. Kami naik kereta dari stasiun di Manchester yang jaraknya cuma sekoprol saja dari hotel Double Tree. Berangkat pagi jam 8, dan tiba di Edinburgh sekitar jam 12 siang. Perjalanan sangat menyenangkan di kereta, karena saya banyak melihat pemandangan ladang-ladang dan rumah-rumah model Inggris yang banyak diceritakan di buku-buku Enyd Blyton dan Harry Potter.

Begitu keluar dari stasiun Waverly Edinburgh, kami diterpa udara dingin sejuk, pemandangan langit yang biru sebiru-birunya, awan yang berarak putih dan pemandangan kota tua yang sangat indah. Kami menginap di hotel Mercure di Princess Street yang ramai, ramai oleh turis dan ramai dengan toko-toko.

IMG_20170527_185119DSCN1425

Wisata kuburan dan bawah tanah yang ingin saya ceritakan ini sudah jauh hari saya pesan sebelum berangkat ke UK. Saya temukan rekomendasi ini setelah browsing di beberapa site tentang wisata di Edinburgh.

Bila beli tiket online lumayan dapat potongan harga. Dan ternyata saat saya di Edinburgh banyak wisatawan yang ingin ikut serta ditolak untuk buy on the spot karena slotnya sudah penuh.

Saya sengaja memilih Kamis malam untuk jalan-jalan ke vault atau ruang bawah tanah ini dan ke kuburan tua di Royal Mile yang katanya banyak hantu. Dari tiga teman sekantor saya yang pergi bareng hanya satu orang yang mau menemani saya untuk jalan malam ke kuburan ini. Itupun tiketnya saya yang bayarin. Harga tiketnya GBP 12 sekitar IDR 150.000 lah kira-kira pada saat itu.

Saya dan teman saya itu berdua paling kuat jalan kaki kemana-mana. Bukan soal kuat kuatan sih. Cuma mikirnya mumpung di negeri orang sedapat mungkin keluyuran sebanyaknya agar mendapat experience yang maksimal. Sebenernya lemes juga jalan kaki melulu. Dan bikin cepat lapar.

Siang hari sambil menunggu jam empat sore dimana kami menunggu sebuah restoran khas Kathmandu buka, dua teman saya yang lain balik ke hotel dulu untuk istirahat. Sementara saya dan teman saya yang jangkung dan bertattoo memilih untuk jalan-jalan seputaran Royal Mile dan Katedral St Giles.

Di sebelah restoran Bobby Friar dengan patung anjing di depannya ada jalan masuk ke kuburan. HAH KUBURAN! Pikir saya girang. Entah kenapa saya memang punya hobi untuk masuk jalan-jalan ke kuburan. Kuburan kuno sih. Kalau yang baru sih yah agak-agak males.

DSCN1429

Saya ajak teman saya untuk masuk dan melihat-lihat. Suasana sepi dan menyenangkan. Lah kok? Iya memang menyenangkan. Di antara batu-batu nisan dan patung malaikat terhampar rumput hijau dengan bunga putih kecil-kecil yang cantik. Bulan Mei memang musim semi. Banyak orang tiduran di rumput sambil berjemur dan membaca buku.

Saya ikutan tiduran di rumput dekat sebuah batu nisan besar. Nyaman sekali menikmati angin yang sejuk dan sinar matahari yang hangat. Teman saya sih ikutan saja duduk-duduk sebelah saya sambil bengong. Suara burung berkicau di sebuah pohon dan saya bilang itu suara burung jalak bali. Teman saya protes…masa iya jauh-jauh dari Bali itu burung sampai ke Edinburgh. Menurutnya itu suara burung murai.

Oh ya di Edinburgh ini kami menemukan restoran khas makanan Nepal yang rasa nasi kambingnya bukan main enak. Satu porsinya besar sekali sehingga beberapa porsi yang kami pesan kami habiskan berempat. Teh susu dengan rempahnya pun sangat memuaskan. Enak diminum di udara Edinburgh yang dingin.

Jam enam sore sesuai petunjuk tiket yang saya beli online tersebut, kami menunggu di depan gereja. Di depan di jalanan berbatu ada Heart of Midhlothian. Suatu blok paving berbentuk hati. Banyak orang yang lewat di bentuk hati tersebut meludahinya. Ih jorok!. Saya keheranan dan langsung browsing mencari tahu kenapa.

Ternyata Heart of Midhlothian adalah spot dimana di jaman dulu penjahat dihukum mati disana. Orang meludahi spot tersebut agar mendapat keberuntungan. Setelah membaca itu apakah saya ikut meludah? Tentu tidak. Saya tidak suka meludah sembarangan. Walau di Edinburgh sekalipun.

Tour Kuburan yang saya ikuti berdua dengan teman saya ini adalah City Of the Dead Tour, tour guidenya pria tinggi besar dan memakai pakaian hitam serta jaket kulit hitam yang melebihi lutut. Orangnya sih ganteng dan baik hati, dan lucu pula. walaupun setengah mati mengartikan bahasa Inggris dengan logat Scottish tak urung saya bisa ikut tertawa juga.

img_20170526_213852.jpg

Setelah menyusuri ruangan bawah tanah yang seram di bawah jalanan Royal Mile, kami naik menyusuri jalan berbatu untuk pergi ke …lah kuburan yang tadi siang saya tidur-tiduran di halaman rumputnya. Tapi dengan tour guide ini bisa melihat lebih jauh karena dia punya kunci pintu gerbang ke kuburan-kuburan dengan peti-peti batu dan ternyata ada penjara bawah tanah di dalamnya. Untung kami pergi jelang musim panas. Jam 8 malam masih terang. Kebayang di musim lain, tentunya gelap banget nih di kuburan.

Read Full Post »

I Leave My Heart in Hongdae

Hongdae adalah nama daerah di kota Seoul, Korea Selatan. Tepatnya di distrik Mapo-Gu. Dinamakan Hongdae karena  diambil dari Hongik Daehakgyo, Hongik University (학교), dan daerah ini sangat menyenangkan bagi anak muda karena banyak sekali kafe yang cantik dan trendy serta ramai di malam hari penuh dengan art performance, pemusik indie, dan musisi underground.

Selain banyak kafe yang sangat menyenangkan untuk duduk-duduk dan ngupi-ngupi centil, disana pun banyak terdapat penginapan berupa guest house dan hostel yang murah namun sangat bersih dan nyaman. Transportasi pun sangat mudah karena terdapat stasiun subway yang dekat dan kalau berjalan kaki kemana-manapun nyaman dan menyenangkan karena trotoar yang lebar, jalanan yang bersih, dengan trafik yang sepi dari mobil dan kendaraan bermotor lainnya.

Saya bahagia sekali di awal tahun 2017 lalu bisa liburan ke Korea bersama anak-anak. Kami menginap di Hongdae dan tidak ingin pindah ke daerah lain, kecuali di hari terakhir kami menginap di Incheon hanya karena tidak mau bangun pagi untuk pergi ke bandara. Kami menginap di Studio 41 dan Pencil hostel, keduanya di Hongdae. Karena kami berempat kami mengambil kamar dengan 4 tempat tidur, lengkap dengan dapur mini. Ada pula mesin cuci sehingga kami tidak mesti pusing membawa baju kotor kalau pulang nanti.

Kami betah sekali di Hongdae sehingga rasanya malah jadi malas kemana-mana. Daerah ini cocok untuk anak-anak saya yang berusia remaja. Dimana-mana seliweran oppa oppa ganteng dan gadis-gadis yang cantik dengan pakaian musim dingin yang modis. Mantel-mantel berwarna gelap tampak kontras dengan kulit Korea yang putih dan mulus.

Hari pertama kami tiba di hari Senin tanggal 2 Januari, dimana kemeriahan tahun baru telah lewat. Suasana pagi di bandara cukup sepi. Kami pun tidak terburu-buru ke tempat kami menginap karena masih ingin bersantai di bandara Incheon yang megah. Hal pertama yang kami lakukan adalah membeli wifi egg router yang telah saya pesan sebelumnya melalui internet. Bila kita memesan jauh hari sebelumnya akan mendapat potongan harga lumayan dan barangnya sudah disiapkan sehingga kita tidak menunggu lama. Bila dirupiahkan biaya sewa egg router ini sekitar Rp 300.000,- untuk seminggu bila tidak salah. Saya lupa persisnya. Bonnya juga sekarang sudah hilang.

Setelah urusan router dan membeli kartu subway kami lalu langsung pergi ke Hongdae. Saya tadinya agak cemas juga keluar dari stasiun MRT menuju penginapan, kebayang deh menyeret koper sejauh 1 km di udara sekitar 0 derajat celcius. Tapi ternyata kekhawatiran saya langsung sirna. Trotoar disana sangat mulus dan banyak taman indah untuk duduk-duduk bila lelah, sehingga bawa koper sepanjang jalan tidak terasa.

img_20170106_093952

Saat udara sangat dingin di malam hari kami menyempatkan masuk ke salah satu kafe cantik disana. Kalau soal harga engga jauh sih dengan kafe di Indonesia, ya segitu-gitu juga lah,  tapi kok rasanya enak banget ya disini, entah karena suasana atau karena kami sedang kedinginan, menghirup kopi panas dan coklat dengan marshmallow ini luar biasa rasanya.

Beberapa malam kami seringkali menghabiskan waktu berjalan-jalan di seputaran Hongdae melihat keramaian, melihat performance di jalan, atau sekedar memperhatikan orang yang lalu lalang. Kami mencicipi berbagai jajanan pinggir jalan, terutama Oden, karena enak sekali makan Oden sambil menghirup kuahnya di udara Hongdae yang menusuk tulang saking dinginnya. Ada juga kue berbentuk ikan yang berisi kacang merah yang sedap, juga tteokbokki bersaus merah pedas yang jadi kesukaan anak saya Dinda. Rasanya kami jarang masuk restoran karena kenyang makan jajanan pinggir jalan seperti ini. Tapi di hari terakhir di Hongdae saya menemukan resto kecil yang dagingnya semua sapi. Yay! dia tidak jual daging babi. Akhirnya kami makan disana. Rasanya lezat sekali dagingnya digunting-gunting dipanggang di bara api. Dimakan berserta gulungan selada dan tambahan irisan acar bawang bombay. Luar biasa enak.

 

img_20170106_171832

img_20170107_141652

Read Full Post »

Pesona Kota Pontianak

Pontianak bagi saya sangat fenomenal dalam sejarah hidup saya, karena kota Pontianak adalah tanah yang pertama kali saya dapat kunjungi di bumi Borneo yang kaya pesona ini. Mungkin sebagai tujuan wisata, Pontianak tidak sangat gencar dipromosikan sebagaimana daerah-daerah lain di Indonesia, tetapi sebagaimana mengutip kalimat dari Marcel Proust,

“The real voyage of discovery consists not in seeking new landscapes, but in having new eyes.”

Dalam hal ini saya terjemahkan menjadi keindahan dapat ditemukan dimana saja, tergantung bagaimana mata kita melihatnya.

Pertama berkeliling di kota Pontianak, rasanya menyenangkan melihat daerah yang terbentang luas tanpa terkungkung gedung beton yang tinggi, rasanya paru-paru dan mata terbebaskan untuk menghirup udara bebas dan memandang sejauh kita bisa. Matahari memang terasa terik menyengat, patut dibayangkan bagaimana tidak, Pontianak terletak pas di garis khatulistiwa, dimana berada titik 0 garis lintang melewati. Tanggal 20 Maret dan 23 September adalah  equinox dimana pada saat itu tidak terdapat bayangan bila kita berdiri di bawah sinar matahari, juga biasanya terdapat sun outage yang merupakan gangguan distorsi sinyal di geostationery satellite akibat interferensi radiasi matahari yang tinggi.

dscn0589

Kota Pontianak awal didirikan oleh  Syarif Abdurrahman Alkadrie pada tahun 1771 di persimpangan Sungai Landak, Sungai Kapuas Kecil dan Sungai Kapuas Besar. Sungai Kapuas, sungai terbesar dan terpanjang di Kalimantan mengaliri kota ini menjadi urat nadi perekonomian sebagai sarana transportasi dimana kapal-kapal besar dapat melewatinya. Komoditi terbesar daerah ini adalah karet dan sawit, yang mana fluktuasi perekonomian tergantung pada tinggi rendahnya harga komoditi ini. Selain itu daerah Pontianak juga terkenal dengan produksi tanaman lidah buaya yang melimpah dan diolah  menjadi bahan baku kosmetik, berbagai penganan dan minuman. Talas juga melimpah sehingga oleh-oleh terkenal dari Pontianak adalah keripik talas. Nanas dan jeruk pun melimpah, banyak kuliner Pontianak yang menggunakan buah-buahan ini. Misalnya Pu Yong Hai, dadar telur tebal campur daging ayam, kepiting atau sapi, disini disajikan dengan potongan nanas dan siraman saus asam manis  yang segar.

Karena Pontianak juga banyak didiami oleh penduduk keturunan Cina, untuk perayaan tahun baru Cina atau Imlek biasanya dirayakan sangat meriah untuk acara festival Cap Go Meh. Cap Go Meh adalah hari ke limabelas di bulan pertama di tahun yang baru, dan di Pontianak festival ini menjadi perayaan yang sangat menarik perhatian turis. Kebudayaan Dayak, Melayu dan Tionghia mewarnai kebudayaan di Pontianak menjadikannya menarik penuh keunikan tersendiri.

dscn0627

Tempat menarik untuk dikunjungi dan menjadi ikon di kota Pontianak adalah tugu garis khatulistiwa terletak di Pontianak Utara. Melewati sungai Kapuas yang lebar dan menjadi urat nadi perekonomian, tak terlalu jauh dari pusat kota kita dapat berkunjung kesana dalam hitungan belasan menit saja. Tentu saja, di Pontianak dia macet ketat seperti Jakarta. Selain itu Istana Kadariah yang merupakan istana kesultanan Pontianak  yang didirikan Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie, merupakan tempat bersejarah yang wajib dikunjungi bila kita berkunjung ke Pontianak. Sultan  Syarif Abdul Hamid Alkadrie, putra sulung Sultan Pontianak ke-6, merupakan tokoh yang telah membuat desain lambang negara kita Burung Garuda.

dscn0661

Read Full Post »

Kangen Berarti..

Semalam aku ingat sedang bermimpi. Mimpi absurd karena disitu aku bertengkar dengan petugas pemeriksa di bandara. Aku meminta uang logam seratus rupiah dengan bulatan besar, di mimpi itu sepertinya besarnya menyamai bulatan sebesar bola pingpong. Dimana aku meminta petugas bandara itu memberikannya kepadaku untuk aku gunakan sebagai koin kerokan.

Saat itu rupanya handphoneku berdering. Tepatnya bergetar. Karena suara deringnya aku matikan. Rasanya dari tempat yang jauh sekali padahal tergeletak di samping tempat tidur.

Aku terbangun dan kulihat jam. Jam 12 lewat 30 menit. Ini lewat tengah malam. Handphoneku sudah berhenti bergetar. Kulihat siapa yang begitu punya nyali di malam buta menelepon.

Ternyata kamu.

Tak hendak kutelepon balik. Karena aku pikir kalau pun darurat biasanya disusul sms atau whatsapp message.

Pagi aku kirim pesan.

Kau menelepon tadi malam?

Ya. Jawabmu.

Aku pikir aku bermimpi.

Tidak.

Kepencet?

Tidak.

Kamu kangen?

………tidak ada jawaban….

 

Read Full Post »

Jealousy

Kamu tidak sadar telah seringkali membuatku cemburu setengah mati.  Kadang aku menangis sendiri di malam hari atau di kamar mandi karena air mata bisa langsung hanyut dan aku keluar dari kamar mandi seolah tidak terjadi apa-apa.  

Saat kubilang padamu,  kamu jawab ringan,  loh kan itu biasa saja.  Aku jawab dengan nada tinggi,  “biasa itu menurutmu,  tapi aku……” lalu kalimatku terhenti karena kamu lihat perasaanmu tidak akan sampai pada titik pikiranmu. 

Lalu kau bilang itu bedanya kamu dan aku dalam hal berpikir dan memandang masalah.  Kau selalu membesarkan perasaan dan aku logika.  Katamu.  Lalu aku bilang,  apakah perasaan kita berdua ini butuh logika? Since when?  Bila logika kita jadikan alasan,  kita tidak akan dalam situasi ini.  Lalu kami diam.  Diam. 

Aku tidak pernah membahas itu lagi.  Bila kau tidak mau bertemu aku,  ya sudah aku katakan aku akan jalan dengan orang lain.  Makan malam,  atau menonton film.  Jadi setiap kau bilang kau ada acara,  ya akupun demikian. 

Sampai pada titik dimana kau menanyaiku sepanjang malam kemana aku pergi,  apa yang aku lakukan,  dengan siapa,  sampai dimana.  Persis lagu kangen band.  

Dan aku tanya kamu,  boleh aku berciuman dengan pria teman jalanku itu?  Kamu diam,  lalu kau jawab dengan berbagai alasan,  apa yang bisa terjadi bila perempuan begitu mudahnya jatuh di pelukan lelaki.  Aku jawab,  aku tidak tanya itu,  aku hanya tanya perasaanmu.  Kau jawab setengah berteriak,  “TIDAK,  TIDAK BOLEH!”.  dan pastilah hanya egomu yang menahanmu untuk tidak bilang bahwa aku cuma milikmu.  If I can’t have you so there’s no others  Seperti temanku pernah bilang karena melihat sikapmu. 

Lanjutmu,  karena aku tidak tahu apakah aku memiliki hatimu 100%. Dalam hatiku kujawab,  sebenarnya ya,  seratus persen.  Namun hal itu akan kusimpan saja.  Buat nanti kapan-kapan.  Karena aku suka kamu cemburu. 

Read Full Post »

Alis Cetar

c360_2016-12-07-08-45-22-592

Alis saya sebelum cetar

 

Saya bukan penggemar dandan. Gak bisa. Hasilnya suka berantakan. Jadi ya sekeras apa saya berusaha saya selalu merasa belepotan. Kayak pemain lenong ditabokin satpol PP. Tapi kenapa juga satpol PP kudu nabokin pemain lenong ya? Ujung-ujungnya ntar cuci muka. Apalagi nyabutin alis, dan bulu-bulu lainnya. Saya takut alis saya gundul, nanti kata orang jadi bisa lihat tuyul. Dan itu pemandangan terakhir yang pingin saya lihat.

Tapi beberapa bulan lalu saya terkontaminasi. Eh terinspirasi. Setelah sekian lama saya melihat tutorial gimana cara bikin alis lengkung bak gerbang plengkung  atau tebal lebat ala  crayon sinchan, akhirnya saya…. beli alat cukur alis. Yang ternyata berakhir binasa. Soalnya saya engga bisa pakainya! Yang ada alis saya jebol sebagian, sehingga seperti pisau rompal.

Nah kemarin setelah alis saya kembali tumbuh, akhirnya saya ingin juga rapiin alis. Di Braun Huis Senayan City. Saya bareng teman yang waxing bulu anu, hihi. Saya sih cabut alis saja deh. Biar rapi. Mba yang cantik dan beralis cetar disana menawarkan untuk pakai pinset atau pakai benang. Sumprit saya ga tau bedanya, pakai benang atau pakai pinset itu gimana prosedurnya.

Ternyataa…..sakit, sumprit, anjrit. Saya sampai kaget. Bahkan sampai teriak kecil,dengan teriakan lucu dan cantik. Pedih pedih gimana gitu.

Ini hasilnya ya, seperti foto dibawah ini.

c360_2016-12-08-08-34-31-101

Sesudah dicetar

 

 

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »

%d bloggers like this: