Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘tips wawancara’


Sebenarnya saya tidak bekerja di bagian HRD, bukan sama sekali bukan. Juga saya tidak banyak diwawancara maupun mewawancara. Kedua kegiatan tersebut hanya pernah saya lakukan dalam beberapa hitungan jari. Ketiga saya juga bukan pakar. Apalagi pakar telematika. Lho kok berani-beraninya nulis tips. Ya ini mah sekedar berbagi aja. Setidaknya saya mengumpulkan info dari hasil nguping dari teman-teman yang ngomongin pengalaman diwawancara ataupun mewawancara. Sumber info lumayan banyak sih, ada yang level pejabat teras, ada juga level pejabat tiris. Jadi bacalah tips ini dengan santai saja, percaya boleh, ga percaya lebih disarankan. Ini untuk melamar di perusahaan korporasi bertema konvensional yah, kalau di luar yang begini saya juga kurang tahu.

Bacalah do’a sebelum pergi wawancara. Shalatlah untuk yang beragama Islam. Shalat sunat malam  tolong diutamakan juga, setelah shalat wajib, kenapa? Karena berdo’a menenangkan jiwa, biar engga gugupan dan tenang saat wawancara. Lalu jangan lupa minta restu orang tua. Cium tangan kedua orang tua, minta restu ibu, dan minta maaf kalau banyak salah. Minta do’akan juga sama orang tua. Ini serius lho. Kalau soal berdoa dan minta restu orangtua saya engga main-main.

Perhatikan potongan rambut dan cara berpakaian. Ini berlaku untuk melamar pada jenis perusahaan yang Anda lamar. Kalau melamar jadi pegawai salon potong rambut, ya silahkan saja bergaya potongan rambut aneh atau model ala Harajuku. Mau bercelana paku-paku juga boleh saja kalau melamar ke toko besi, eh ke perusahaan yang bertema rock and roll. Tapi TIDAK BERAMBUT ANEH DAN BERBAJU ANEH kalau melamar ke perusahaan yang serius dan mengutamakan citra perusahaan yang serius.  Berambut model poni lempar tidak disarankan pada kaum cowok, nanti anda melempar-melempar poni atau mengibas rambut saat wawancara, itu akan mengganggu pemandangan. Lalu rambut yang diwarnai melebihi kapasitas normal warna yang umum juga kurang disarankan, misalnya warna hijau burung betet.

Jangan meletakkan kaca mata di atas kepala saat wawancara, pakailah di depan kedua mata Anda, jangan diubun-ubun. Jangan ketawa, soalnya ini benar-benar terjadi.  Jangan mengecat kuku dengan warna merah darah atau warna hitam, atau warna warni merah jingga kuning hijau biru nila dan ungu  di kesepuluh kuku Anda. Jangan pakai asesoris berlebihan, jangan berpakaian terlalu seksi. Serius, ini pernah terjadi di kehidupan nyata, bukan dalam mimpi saya.

Jangan ngacay. Tahukan Anda apa itu ngacay? Ngacay itu ngeces, artinya entah kenapa mungkin diwawancara itu saking menegangkan atau menerbitkan air liur ya? Kok sampai ada orang yang ngeces saat wawancara. Jangan menggoyang-goyangkan kaki dan kursi saat wawancara. Duduklah dengan tenang, tidak kaku tapi juga tidak terlalu santai.

Jangan gugup. Ingatlah Anda bukan menghadapi pisau Guillotine. Yang mewawancara juga makan nasi sama seperti Anda, ya kalau bule yang mewawancara lain lagi sih makanannya, tapi anggaplah semua orang sama-sama makan nasi. Jadi bersikaplah biasa.

Jangan terlalu cerewet saking pedenya, misalnya ditanya A, menjawab B sampai dengan Z. Terlalu singkat seperti ya dan tidak doang juga jangan. Kreatiflah dalam menjawab, tapi jangan nyerocos.

Jangan bawa belanjaan dan kantong keresek banyak-banyak kalau mau pergi wawancara. Siapa sih orang bodoh itu? Ya itu saya. Saya pernah bawa belanjaan saat mau wawancara. Mungkin pewawancara bingung, saya ini PRT dimana sampai nyasar bawa belanjaan segala.

Jangan memakai parfum terlalu banyak. Nanti yang mewawancara pingsan.

Jujurlah dalam menjawab. Jujur lebih baik daripada tidak jujur. Melucu boleh. Tapi awas kalau garing.

Siapa bilang kalau punya prestasi olahraga dan kesenian tidak merupakan nilai plus? Saya pribadi dan teman-teman umumnya senang sekali kalau mendapat anggota tim di perusahaan saya bekerja, seseorang yang jago tenis meja, tenis lapangan, billyard, volley ball, basket, sepakbola, dan bisa main gitar, drum, keyboard, dan juga menyanyi. Sangat membantu kalau pertandingan olahraga dan kesenian antar divisi atau perusahaan lain.

Punya pengalaman kerja bakti di lingkungan RT RW lebih baik daripada tidak punya kegiatan sama sekali. Tunjukkan Anda bisa bekerja sama dalam team.

Bersalaman mungkin terdengar sepele, tapi kalau tangan sedingin es saat salaman juga menimbulkan kesan aneh. Apakah Anda baru keluar dari lemari es, atau bersaudara dengan Edward Cullen? Atau sedang gugup berat? Bersalaman secukupnya jangan terlalu keras, atau terlalu lemah. Biasa saja. Bersalaman terlalu keras juga mengakibatkan saya selalu diledek, oleh pewawancara saya. Sampai saat ini.

Semoga berhasil!

 

Read Full Post »

%d bloggers like this: