Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Wisata’ Category

Sehubungan dengan banyaknya keyword alias kata kunci dengan kata paket wisata dan tour Korea Selatan dan atau jalan-jalan hemat ke Korea Selatan yang masuk ke blog ini akhir-akhir ini, terus terang saya jadi engga tega kalau informasi di blog ini kurang relevan dengan apa yang dicari. Takutnya ada yang beneran nyari karena mau liburan kesana karena bentar lagi liburan anak sekolah. Duh saya ikutan dosa kalau menyesatkan, makanya dengan ini saya berikan rekomendasi agen tours and travel yang sekiranya bisa dijadikan agen wisata perjalanan Anda yang ingin berlibur ke Korea Selatan.

Sebagai disclaimer, belum saya belum menang di program Touch Korea Tour yang diselenggarakan oleh KTO alias Korea Tourism Organization Indonesia. Menang atau kalah, saya tetap akan senang ngeblog kok. Jangan khawatir. Oh ya saya bukan pegawai dari agen wisata yang akan saya cantumkan dibawah ini. Saya juga bukan afiliasi ataupun penerima komisi dari perusahaan-perusahaan berikut. Saya murni memberi informasi saja ya. Perusahaan berikut saya rekomendasikan, karena beberapa teman saya, dan ibu saya beserta beberapa keluarga, juga saya pernah menggunakan jasa mereka untuk tours and travel ke beberapa negara. Dan secara global service dan kualitasnya memuaskan.

Vaya Tour Anda dapat menemukan paket wisata Korea Selatan dengan rata-rata 8 hari berwisata di agen Vaya Tour ini. Tujuan tempat wisata macam-macam tergantung biaya dan itinerary serta hotel yang digunakan, Biaya paket tour mulai dari USD 1265 sampai dengan USD 1818 untuk paket Beautiful Korea, dengan maskapai penerbangan Garuda Indonesia atau SIngapore Airlines. Jangan khawatir rata-rata setiap paket menyertakan Nami Island dan Jeju Island kok buat yang ingin napak tilas pembuatan Drama Korea disana. Hint: Nami Island => Winter Sonata.

Panorama Tours Indonesia Menawarkan paket Jeju Korea Cherry Blossom Tours dengan biaya pakate tour USD 1299. Anda dapat mengunjungi Jeju Island, Nami Island, Mount Sorak, dan Seoul selama 7 hari paket wisata. Ada juga paket Jeju Korea Wonderful dengan biaya paket tour USD 1700. Pesawat menggunakan Korean Air. Untuk paket Jeju Korea Wonderful ini jenisnya menikmati panorama yang indah disana. Kunjungan wisata meliputi Nanta Show, Yachting and Fishing, Teddy Bear Museum, Everland, dan Ice Gallery.

Untuk lebih jelasnya, silahkan browsing itinerary di website tours and travel tersebut ya… salam!

Advertisements

Read Full Post »

Annyeonghaseyo!

Touch Korea Tour dan Buzz Korea yang diselenggarakan oleh Korea Tourism Organization Indonesia adalah program promosi wisata Korea Selatan. Saat ini Korea Tourism Organization (Indonesia) atau disingkat KTO menyelenggarakan lomba penulisan blog dengan berbagai tema namun merupakan bagian tak terpisahkan dari program promosi tempat wisata Korea Selatan.  Promosi tempat wisata Korea Selatan ini adalah sebagai efek dari Gelombang Korea, atau Hallyu (Korean Wave),  seringkali disebut juga Korean Fever atau Demam Korea. Dimana awalnya adalah maraknya Korean Pop atau K-Pop dan program entertainmen berupa Film dan Drama Korea, yang sangat diminati dan digemari berbagai bangsa di berbagai belahan dunia, menjadikan banyaknya minat yang tertuju kepada budaya dan bahasa Korea, serta tempat-tempat di Korea Selatan khususnya sebagai  tujuan dari paket tour dan wisata Korea. Posting blog ini ditujukan sebagai keikutsertaan program Touch Korea Tour. Dapat pembaca baca selengkapnya di halaman Facebook dari Korean Tourism Organization (Indonesia)Yuk ikutan yuk!!

Tulisan keempat ini adalah keikutsertaan saya dalam program  Touch Korea Tour. Dengan tema 10 (iya SEPULUH) alasan kenapa harus saya yang dipilih sebagai peserta atau tim pengalaman Touch Korea Tour dan ikut jalan-jalan berkunjung ke Korea Selatan mengikuti program paket wisata beserta seleb Korea yaitu artis K-Pop terkenal yaitu Miss A dan 2 PM.

Jujur saja saya bingung.

Saya bingung sendiri kenapa harus saya ya?. Kalau nyari sepuluh alasan kenapa bukan saya mah gampang. Misalnya saya ibu-ibu beranak banyak dan lucu-lucu bersuami satu orang yang ganteng pisan, dan pastinya pada pengen ikut saya ke Korea. Tuh kaaan, repot  jadinya. Atau kan saya ibu-ibu sekaligus wanita karir yang kalau cuti seminggu pasti bos saya bakal panik nyariin saya (geer banget ya hehehe). Atau yang terakhir lagi, saya kan udah berusia (ehem), matang. Maksudnya sudah bukan abege lagi. Gak malu apa ikut-ikutan blog lomba bersaing dengan para kaum muda dan ikut-ikutan menggemari K-Pop? Uh Oh. Dilematis sekali.

Tapi saya sendiri yang akan menjawab kenapa saya yang harus ikut sebagai anggota Tim Pengalaman Touch Korea Tour. Saksikan ya…

Kesatu. Saya ingin membuat bangga. Bikin bangga siapa aja sih? Gini yah, orang tua saya pasti bangga, anak saya pasti bangga, suami saya (yang ganteng tea, keukeuh nya? hehehe) juga pasti bangga. Tetangga saya, se-RT,  se-RW, dan sekelurahan juga pasti bangga. Teman-teman kantor saya juga akan sangat bangga (sekaligus minta oleh-oleh). Komunitas saya di internet, yaitu Kampung Gajah atau Id-Gmail yang gokil pasti bangga. Bahkan mungkin juga komunitas urang Sunda akan saya ceritakan pula, saya harap mereka ikut bangga. Saya pun akan bercerita pada komunitas-komunitas lain seperti Id-Apple, yang mungkin akan ikut bangga. Teman dan saudara saya satu Facebook, alumni seangkatan di Politeknik ITB dan juga teman-teman saya di SMA 2 Bandung (haiii Zombeer..!)  dan para pengikut Twitter saya. Bayangkan, bagaimana tidak bangga, seorang seperti saya bisa ikut tim Pengalaman Touch Korea Tour. Against All Odds kan  istilahnya.

Kedua. Saya doyan makanan apa saja, ga susah makan istilahnya. Mau makan di food court mall hayu, makanan pinggir jalan juga hayu, asal jangan ditengah jalan. Apalagi makanan Korea, itu mah saya doyan! Duuuuh sekarang saja saya di rumah nyetok Kimchi dan cabe bubuk merah Korea untuk bikin Gochujang (pasta cabe ala Korea), dan berbagai ramen instan Korea.  Gimana kalau saya di Korea, pasti dengan senang hati saya akan mencoba berbagai makanan disana. Dan juga kepada panitia, jangan khawatir, saya makannya dikit kok, ga bakalan malu-maluin dengan ngabisin jatah orang.

Ketiga. Saya sehat dan dalam keadaan sadar dan tidak dibawah tekanan siapapun untuk ikut serta dalam program wisata Korea Selatan ini. Intinya dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat. Mens sana in corpore sano. A sound mind in a healthy body. Saya akan mengikuti program ini dengan semangat seorang yang berjiwa sehat dan berbadan (cukup) kuat, dan jarang masuk angin. Apalagi katanya Korea Selatan kan dingin. Kalau engga sehat kan bahaya, bisa murungkut kedinginan.

Keempat. Saya punya hobi menulis. Terutama nulis di blog. Ini saja adalah postingan ke 245 saya kalau tidak salah, di blog ini. Bayangkan betapa mulia hobi saya. Karena untuk menulis sebanyak itu ditingkahi pekerjaan dan urusan keluarga, juga membeli sayur dan mengejar-ngejar tukang sayurnya, adalah memerlukan effort yang cukup. Saya menulis kadang di kamar mandi, kadang di perjalanan di travel Jakarta-Bandung vice versa, kadang di rumah saat jam menuju tengah malam. Nah ini yang luar biasa. Soalnya suami saya suka nyetel TV dan lupa matiin. Pas saya lagi nulis kebetulan channel di acara yang serem-serem (seperti Dunia Lain dsb), tahu-tahu saya terkaget-kaget oleh suara ketawa makhluk halus dan kunti, atau musik seram lainnya. Bayangkan. Menulis dalam kondisi seperti benar-benar membutuhkan mental baja. Padahal sungguh, saya sering setengah mati ketakutan. Eh jadi ngelantur. Maksudnya karena saya hobi nulis, pengalaman berharga saya dalam mengikuti Touch Tour Korea dan Buzz Korea oleh Korean Tourism Organization Indonesia (KTO) ini akan saya dokumentasikan dalam blog dan akan menjadi bahan yang sangat bagus untuk mempromosikan program tour wisata ke Korea Selatan.

Kelima. Saya pengguna barang elektronik buatan Korea. Agak ga nyambung ya? Abis banyak banget mesti sepuluh, kan lieur  jadinya. Oh ya Tipi saya di rumah merknya SAMSUNG. Udah bertahun-tahun belum ganti. Dan awet ternyata. Belum pernah rusak. Remotenya saja yang sudah tidak berbentuk seperti remote saking seringnya dipakai rebutan. Jadi saya dikategorikan sebagai pengguna, pemakai dan pencinta barang elektronik buatan Korea. Jadi ga cuma cinta artisnya. saya juga menyukai handphone Samsung terutama Samsung Galaxy Note. Keren banget ya? Samsung Group atau Samseong Geurup adalah perusahaan multinasional Korea Selatan. Produknya dikenal secara internasional dan merupakan perusahaan konglomerasi sangat besar berpusat di Seoul, Korea Selatan. Didirikan tahun 1938 dan pada tahun 1990 telah menjadi perusahaan berskala internasional yang produknya mendunia. Kalau saya ke Korea, kan saya jadi bisa melihat headquarter office-nya Samsung disana.

Keenam. Saya bisa berbahasa Inggris. Trus kalau bisa bahasa Inggris kenapa ya? Jadi gini nih ya. Kali aja saya diperlukan untuk menulis dan mempromosikan pengalaman perjalanan wisata saya ke Korea Selatan dalam bahasa Inggris. Sepertinya ga akan malu-maluin atau sampai harus nyari tukang ketik penterjemah. Ya engga cas cis cus banget atau gimana gitu (usaha merendah hihihi), pokoknya mah bisa lah.  Saya senang belajar bahasa asing juga, jadi bahasa Korea juga akan dengan sangat senang hati merupakan agenda saya berikutnya untuk pembelajaran bahasa asing. Sementara ini karena kalo ikut kursus belum sempat, saya sudah beli CD khusus pelajaran bahasa Korea.

Ketujuh. Saya janji engga akan malu-maluin. Dalam hal apapun.

Kedelapan. Saya senang belajar budaya dan sejarah Korea Selatan, sebagaimana saya juga menyenangi budaya dan sejarah bangsa-bangsa di dunia. Buat saya semua adalah bangsa adalah bersaudara. Kecuali bangsa yang tidak bersahabat dan tidak mau diajak bersaudara. Jadi saya ingin mengenal lebih dalam mengenai Korea Selatan, juga sebaliknya saya ingin mengenalkan Indonesia  kepada bangsa Korea.

Kesembilan. Saya akan memotret dan membuat foto-foto bagus saat wisata di Korea Selatan, sehingga saya engga akan ngambilin foto-foto dari Wikipedia lagi untuk referensi blog saya. Karena buat saya,  jangan sampai deh kejadian saya mencuri hak cipta orang lain. Oh ya saya juga ga akan lupa membuat eh merekam video perjalanan ke Korea ini untuk di-embed di blog atau di-upload di Youtube. Biar blog promosi Korea Selatan saya nanti akan tambah keren.

Kesepuluh. Saya akan membuat blog khusus untuk bercerita tentang segala hal tentang Korea Selatan. Pokoknya khusus tentang Korea Selatan, baik artisnya, lagu-lagunya (ini akan banyak melibatkan kontribusi dari anak saya yang penggemar K-pop), sejarah, budaya, makanan, dan sebagainya. Saya janji. Bahkan hari ini saya sudah membuat nama domainnya.

Nah itulah 10 alasan kenapa saya layak dipilih menjadi anggota tim pengalaman Touch Korea Selatan bersama-sama artis Hallyu kebanggaan Korea Selatan.

Annyeongsehayo!

Gambar Samsung  Galaxy Note dari : engadget.com

Foto diri saya di atas ga ada hubungan dengan posting ini, kecuali sekedar numpang beken

Read Full Post »

Annyeonghaseyo!

Touch Korea Tour dan Buzz Korea yang diselenggarakan oleh Korea Tourism Organization Indonesia adalah program promosi wisata Korea Selatan. Saat ini Korea Tourism Organization (Indonesia) atau disingkat KTO menyelenggarakan lomba penulisan blog dengan berbagai tema namun merupakan bagian tak terpisahkan dari program promosi tempat wisata Korea Selatan.  Promosi tempat wisata Korea Selatan ini adalah sebagai efek dari Gelombang Korea, atau Hallyu (Korean Wave), dimana maraknya Korean Pop atau K-Pop dan program entertainmen berupa Film dan Drama Korea, yang sangat diminati dan digemari berbagai bangsa di berbagai belahan dunia, menjadikan banyaknya minat yang tertuju kepada budaya dan bahasa Korea, serta tempat-tempat di Korea Selatan khususnya sebagai  tujuan dari paket wisata Korea. Posting blog ini ditujukan sebagai keikutsertaan program Touch Korea Tour. Dapat pembaca baca selengkapnya di halaman Facebook dari Korean Tourism Organization (Indonesia)Yuk ikutan yuk!!

Oleh-Oleh Korea Selatan dari Bos di Kantor

Oleh-Oleh Korea Selatan dari Bos di Kantor

Hari ini di kantor tempat saya bekerja, saya mengadakan polling kecil-kecilan mengenai tempat-tempat dan hal-hal yang ingin dilakukan di Korea Selatan. Wuih ternyata.. saya sampai takjub ternyata hampir seluruh teman-teman saya tahu tempat-tempat terkenal di Korea Selatan.  Dari tiga negara yang saya tanya lebih suka untuk dikunjungi, misalnya Cina, Taiwan dan Korea, semua menjawab Korea. Hebat. Beberapa alasannya adalah karena semua ingin berfoto ke taman tempat Choi Ji-woo dan Bae Yong Joon bercinta-cintaan di drama Korea yang tak asing lagi bagi publik Indonesia, Winter Sonata yang melegenda. Ternyata khayalan indah dan romantis mereka terpatri demikian kuatnya sehingga tujuan wisata ke Korea Selatan ini terpicu oleh indahnya adegan di drama tersebut. Selain itu tentu saja banyak yang mengatakan tujuan utama ke Korea adalah ke pasar tradisional makanan khas atau art market, karena pergi ke suatu negara tanpa beli oleh-oleh buat kami (kami disini adalah para karyawati pencinta tour dan travel) menjadikan wisatanya tidak sah menurut aturan-aturan pokok pada hukum berwisata ke negara asing. Hukum yang aneh ya.  Dan tentu saja ke Korea Selatan -menurut hasil polling berikutnya,  adalah harus mengunjungi tempat-tempat indah yang bersejarah dan menjadi ciri khas negara Korea, misalnya istana kerajaan dan desa tradisional Korea. Kunjungan wajib hasil polling lainnya yaitu Jeju Island. Sebenarnya sih, kalau didata satu persatu, ealaaah….banyak banget tempat yang harus dikunjungi ternyata.

Nah dari hasil pembicaraan kami ini, saya akhirnya menyimpulkan tempat-tempat yang wajib saya kunjungi dan saya lakukan seandainya saya pergi mengunjungi tempat wisata Korea Selatan. Dari sekian banyak dipersingkat saja menjadi beberapa tempat dan hal berikut:

Gyeongbok Picture from Wikipedia

Hyangwonjeong Picture from Wikipedia

Royal Palace. Berkunjung ke istana kerajaan. Wah ini benar-benar impian saya kalau pergi ke Korea Selatan. Pada jaman dinasti Joseon telah dibangun Lima Istana Megah atau disebut Five Grand Palace.  Ada Gyeongbok Palace, yang merupakan istana paling terkenal. Letaknya di ujung utara Sejongro Boulevard, katanya mah cuma sepelemparan batu jauhnya dari Blue House, kediaman Presiden Korea Selatan.  Gyeongbok atau Gyeongbokgung Palace ini dibangun tahun 1394 dan direkonstruksi pada tahun 1867. Istana ini adalah istana terbesar dan utama dari Lima Istana Utama yang dibangun di jaman Dinasti Joseon. Gyeongbokgung berarti Istana yang Menyinarkan Kebahagiaan. Sayangnya banyak bagian yang rusak pada saat penjajahan Jepang di awal abad 20. Namun saat ini beberapa bangunan dan tempat yang tersisa pelan-pelan telah diperbaiki. Selain Gyeongbok Palace ini saya pun ingin mengunjungi Changdeok Palace, atau Changdeokgung Palace. Unesco mendaftarkannya dalam UNESCO World Heritage List di Tahun 1997. Istana ini luarbiasa dalam aristektur taman dan bangunannya yang sangat harmonis dengan alam sekitarnya.  Tiga istana lainnya yaitu Changgyeonggung, Deoksugung, dan Gyeonghuigung, kesemua istana ini terletak di distrik Jongno-gu dan Jungnu-gu, Seoul. Tapi kalau saya punya waktu yang mepet, baiklah, Gyeongbok Palace dan Changdeok Palace juga engga apa-apa. Saya ingin memuaskan hobi memotret saya disana.

Picture from Wikipedia

Pasar Seni Traditional dan Shopping Center. Ini dia tempat yang harus dikunjungi dan dipuas-puaskan deh untuk berkeliling disana. Tahu tidak? Saya sangat senang mengunjungi pasar. Karena saya senang melihat orang-orang belanja, saya senang melihat barang-barang yang dipajang, juga saya senang makan di jajanan kaki lima. Pasti menarik sekali untuk mengunjungi pasar di Korea Selatan!.  Sebutlah Dongdaemun Market yang terkenal dan paling besar di Korea Selatan. Orang banyak menyebutnya sebagai Shopping Center Segala Ada. Lalu ada Namdaemun Market, namanya berasal dari  gerbang yang dibangun di depan pasar tersebut yaitu Namdaemun Gate. Adalah pasar tertua yang masih aktif di Seoul. Gerbang Namdaemun ini terlihat kokoh dan antik sekali, benar-benar pasar yang menyenangkan untuk dikunjungi dan berfoto-foto. Sepertinya tak habis-habis shopping center di Korea ini untuk dibahas, ada Insadong Market, disana banyak barang antik dan benda seni yang dijual. Menarik sekali. Di pasar saya akan berjalan-jalan kemana-mana, melihat-lihat barang dan berfoto, juga akan mencicipi berbagai makanan yang dijual pedagang kaki lima, pokoknya saya akan memuaskan diri untuk menikmati suasana dan berbelanja disana.

N Seoul Tower from Wikipedia

N Seoul Tower. Ini adalah cita-cita saya dan anak saya bila mengunjungi Korea Selatan. Dinda anak saya yang berumur 12 tahun, adalah penggemar K-Pop dan segala hal tentang Korea. Dia pernah bilang ke saya, kalau ke Korea, dia harus melihat Han River dan juga ingin naik ke N Seoul Tower. Demi anak saya dan kecintaan saya juga pada film Boys Before Flower (ada adegan mesra, eh sebetulnya tidak mesra juga sih, Gu Jun Pyo yang demam dan terjebak di gondola bersama Geum Jan di), membuat saya menjadikan N Seoul Tower adalah obyek yang harus dikunjungi di Korea Selatan. Jadi, demi segala hal yang baik dan murni di dunia ini, andaikan saya bisa berwisata ke Korea Selatan, N Seoul Tower adalah ini adalah WAJIB didatangi, difoto, dicium dan disentuh. Demikian.

picture from Times.com

Oh ya, selain hal-hal dan obyek tujuan wisata di atas yang ingin saya kunjungi tersebut, saya pun ingin naik bis keliling kota. Untuk berjalan-jalan keliling kota, ada Seoul City Tour Bus, yang ibaratnya sekali rengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Dengan biaya kurang dari Rp. 100.000,- kita bisa naik dan lompat di depan dua istana terkenal, shopping center utama, dan N Seoul Tower. Whoaa menarik.  Tapi masih banyak sebenarnya yang ingin dikunjungi, Nami Island tempat syuting Winter Sonata, Royal Tomb Joseon Dinasty, dan Jeju Island! Oh tidak, saya bisa menangis keras-keras kalau tidak bisa ke Jeju Island. Juga saya ingin berfoto dengan tentara perbatasan Korea Utara yang cemberut dan tidak pernah tersenyum itu. Duh sungguh banyak tempat dan tujuan wisata di Korea Selatan. Semoga suatu hari saya bisa ikut tour dan melakukan perjalanan satu paket yang bisa membuat saya bisa mengunjungi obyek-obyek dan tempat-tempat yang menarik di Korea Selatan dengan efektif.  Semoga ya, itu akan jadi sesuatu bangeeet….!

Sumber Gambar: Gambar koleksi pribadi, Wikipedia, dan Times.com

Read Full Post »

Touch Korea Tour Bagian Kedua – Buzz Korea
Dalam rangka mengikuti program penulisan blog mengenai Wisata Korea Selatan yang diselenggarakan oleh Korean Tourism Organization (Indonesia), saya memposting tulisan mengenai tiga benda yang ingin dibeli di Korea. Sebenarnya  saya yakin akan beli sesuatu lebih dari tiga jenis kalau saya berwisata ke Korea. And I am very sure about this.

Dae Jang GeumHallyu. Apakah arti kata Hallyu? Sebelum saya sampai pada topik sesuai judul di atas, saya akan bercerita sedikit tentang Hallyu ini. Nah, pernahkah Anda mendengar kata ini? Kata ini populer pada tahun 1999, dimana istilah Hallyu yang berarti Korean Wave ini dipublikasikan oleh media Cina yang terkesima atas cepatnya puplaritas entertainmen kebudayaan dan setelah album HOT dirilis di Cina demikian juga dengan film dan drama Korea yang sangat banyak digemari disana. Hallyu sering diartikan sebagai Demam Korea atau Korean Wave – Gelombang Korea. K-Pop, atau musik Korean Pop, adalah bagian yang tak terpisahkan dari Hallyu ini.  Fenomena Hallyu ini tidak terbatas pada wabah musik K-pop, saja tetapi juga film dan drama Korea, masakan Korea, barang elektronik, sampai dengan fashion. Kegemaran akan produk entertainmen Korea, memicu banyak masyarakat berbagai bangsa di dunia untuk mempelajari budaya dan bahasa Korea. Di Indonesia, Hallyu sangat terasa gelombangnya melalui K-Pop dan Drama Korea. Suami saya saja adalah penggemar film Dae Jang Geum. Terbukti Hallyu tidak hanya melanda kaum muda, tapi meliputi tua muda, ABG, ABG palsu, bahkan anak-anak pun mengenal Korean Pop Culture ini. Saya saja tadi pagi memasak ditemani lagu Super Boy  Junior. Suwer, ga boong. Menurut saya, menyukai dan mempelajari kebudayaan bangsa lain adalah hal yang sangat positif. Menyadarkan bagaimana kita adalah makhluk hidup sebagai manusia yang  harus memiliki hubungan sosial yang baik antar individu, antar RT, RW, Kelurahan  maupun sampai dengan antar bangsa. Membuat kita menyadari arti pentingnya untuk hidup berbangsa dan bernegara yang damai dan sejahtera di muka bumi ini. Namun yang penting pula kita sendiri  untuk tidak kehilangan identitas sebagai bangsa Indonesia yang memiliki kebudayaan dan harga diri bangsanya sendiri pula. Demikian. Indah sekali ya pemikiran saya, bukankah begitu para pembaca?

Setelah mengenal Hallyu, mari sekarang kita lanjutkan dengan pembahasan sesuai judul di atas. Andaikan saya pergi berwisata ke Korea Selatan…Tentu saja selain mengunjungi tempat-tempat wisata yang indah dan penuh sejarah disana,  dan tentu saya pun ingin membeli cinderamata, atau sesuatu yang berguna dan bermanfaat,  atau benda-benda lain yang menarik dan memiliki ciri khas Korea.  Tapi sebelum kita membicarakan wisata Korea Selatan dan benda-benda yang menarik atau karya seni Korea yang memiliki sejarah ribuan tahun, ada baiknya kita membicarakan, sesuatu yang harus kita siapkan untuk berbelanja, yaitu…mata uang Korea Selatan…. ! Mata uang Korea Selatan disebut dengan Won. Kursnya pada saat blog ini ditulis, terhadap Rupiah adalah 1 KRW (Korean Won) adalah sebesar 8 .05 Rupiah. Sebagai referensi harga makanan semisal Kimbap (sushi ala Korea) adalah 2500 – 3000 Won, atau sekitar Rp 20.000,- s.d Rp 24.000,- . Kata Won sendiri berarti “round shape” dan terdiri dari 100 Jeon. Namun satuan Jeon sudah tidak digunakan untuk transaksi keuangan sehari-hari dan hanya muncul pada perhitungan kurs dengan mata uang asing.

Nah setelah memiliki bekal pengetahuan kurs untuk berbelanja barang di Korea Selatan ini dengan mata uang Won, saya putuskan apabila saya diberi kesempatan dan umur panjang untuk dapat berwisata kesana dalam program Touch Korea Tour ini, atau program wisata lainnya dimana hal tersebut tergantung rejeki dan kesempatan yang saya dapat (tentu saja), saya akan membeli tiga barang sebagai berikut, my lovelies, ini dia …tadaa…..:

Traditional Korean Clothing. Dalam bahasa Korea Selatan disebut Hanbok, pakaian tradisional yang sekarang umum digunakan oleh bangsa Korea adalah mengikuti model dari Dinasti Joseon. Dalam kekuasaan Dinasti Joseon banyak hal yang membawa hal yang direpresentasikan dalam bangsa Korea yang telah modern saat ini, baik dalam hal etika, norma-norma budaya, pakaian adat dan bahkan bahasa Korea dan dialeknya berasal dari pemikiran dan pola yang dibentuk pada jaman Dinasti Joseon ini. Pakaian tradisional Korea ini sangat indah. Warnanya cerah dengan potongan yang elegan. Untuk pakaian tradisional wanita disebut dengan Chima Jeogori, terdiri dari rok panjang dan atasan. Sedangkan untuk pria disebut Baji Jeogori, Baji berarti celana. Membeli pakaian tradisional ini dapat dilakukan di Dongdaemun Market. Pasar Dongdaemun ini adalah pasar tradisional dan juga sebuah tempat shopping center yang lengkap, terletak di distrik Jongno-gu, Seoul, Korea Selatan. Di pasar Dongdaemun ini menjual berbagai macam pakaian, Hanbok, Food Court, Food Center, sepatu, dan berbagai benda-benda lain yang menarik. Dongdaemun berarti “a neighborhood for learning politeness”, nama yang sangat berkarakter menurut saya.  Adapun saya sendiri, apabila karena satu dan lain hal tidak kesampaian membeli Hanbok ini, bila dapat saya akan membeli sepasang boneka dengan pakaian Hanbok. Dan ini pun akan membuat saya sangat bahagia. Membeli hanbok itu sendiri ataupun boneka dengan pakaian tradisional Korea adalah representasi kekaguman saya akan keragaman budaya berbagai bangsa di dunia.

Korean Pottery. Korean Pottery adalah karya seni yang dikagumi orang dari seluruh penjuru dunia. Ratu Elizabeth 2 dari Inggris pernah mengunjungi Insadong dan jatuh cinta setengah mati pada keindahan keramik Korea ini. Adapun Celadon adalah sebutan bagi warna keramik yang khusus dibuat dengan teknik tersendiri sehingga memiliki warna biru hijau yang indah, yang disebut dengan sebagai warna celadon. Celadon atau Goryeo Cheongja atau Keramik Hijau Goryeo adalah inovasi pada jaman Dinasti Goryeo di Korea pada tahun  (935-1392). Menurut hikayat keramik Goryeo ini memiliki warna hijau tercantik di dunia.  Adapun teknik pembuatan keramik Celadon Korea yang sangat terkenal dimana Korea mencapai puncak kejayaannya dalam teknik pembuatan celadon ini yaitu pembuatan desain yang disebut Sanggam.  Keramik Korea ini memiliki nilai sejarah, nilai seni dan harga yang tinggi sehingga bahkan merupakan harta negara. Adapun Maebyeong adalah sejenis vas dengan bentuk yang disebut menyerupai bentuk wanita. Dimana Cheongja-unhak-sanggam-mun-maebyeong adalah sebuah jenis maebyeong yang sekarang tersimpan di museum seni di Seoul.  Maebyong ini  dikenal sebagai keramik hijau sanggam paling bermutu sehingga dijadikan sebagai Harta Nasional Korea Selatan Nomor 68. 

Kalau saya mah untuk membeli keramik antik sih jelas tidak sanggup. Lagipula dilarang membawa keluar keramik yang berusia lebih dari 50 tahun keluar dari Korea. Nah lho. Namun paling tidak bisa membeli barang satu piece keramik Korea, yang merupakan keramik dengan ciri khas Korea di pasar seni Korea akan sangat membahagiakan bagi saya. Soal keramik Korea ini jujur saja awal ketertarikan saya justru akibat menonton drama Korea. Yaitu Drama Boys Before Flower, drama ulangan Meteor Garden yang diproduksi oleh Korea. Kim Bum  yang berperan sebagai So Yi Jeong adalah seorang master dalam pembuatan keramik. Dari film itu saya mengetahui bahwa seni pembuatan keramik adalah seni yang sangat dihargai di Korea.

Ginseng KoreaGinseng Korea dan K-Pop Merchandise….Yah ini mah bukan tiga jenis lagi. Tapi mau gimana lagi coba. Saya ingin sekali beli ginseng dari Korea. Tahu kan, Korea terkenal akan ginsengnya. Masakan saja ada Sup Ayam Ginseng-Samgyetang yang terkenal. Ginseng adalah makanan dan obat yang sudah dikenal ribuan tahun. Jadi, saya benar-benar ingin membeli ginseng Korea. Jenis ginseng Korea atau Korean ginseng (Panax schinsen) yang asli tumbuh di Korea disebut Goryeo Ginseng untuk membedakannya dengan ginseng yang tumbuh di tempat lain. Ginseng asli Korea dikenal dengan khasiatnya yang lebih, dikarenakan iklim dan kondisi tanah di Korea memungkinkan untuk menghasilkan ginseng dengan kualitas terbaik di dunia. Adapun K-pop Merchandise, saya,  anak-anak saya, keluarga, teman-teman, adalah penggemar K-pop. Bagaimana nasib saya bila saya tidak membawakan mereka oleh-oleh berupa K-pop merchandise? Saya tidak akan sanggup menghadapi amukan massa. Anak saya yang kecil waktu saya tanya saja, kalau saya pergi ke Korea mau dibeliin apa, langsung menjawab: syal bulu dan hoodie.. Tuh kaaan…

Demikian posting blog saya mengenai 3 jenis barang yang ingin saya beli di Korea. Sampai jumpa di posting blog saya berikutnya.

Annyeonghaseyo!

Read Full Post »

Touch Korea Tour Bagian Pertama – Buzz Korea
Tiga makanan Korea yang ingin dicoba setengah mati. Di Korea.

Korea Selatan adalah tempat wisata tujuan utama yang ingin saya kunjungi saat ini. Mengapa? Karena Korea terkenal dengan keindahannya, seni dan budaya juga makanannya. Adapun saya menyertakan tulisan ini sebagai keikutsertaan saya dalam mengikuti program Touch Korea Tour yang diselenggarakan oleh Korea Tourism Organization (Indonesia). Siapa tahu saya bisa menikmati makanan Korea di Negara asalnya, dan bertemu Kim Hyung Joo.  Maraknya budaya pop Korea atau tersebarnya gelombang budaya Pop Korea di segala penjuru dunia disebut dengan istilah Hallyu, atau Korean Wave – Gelombang Korea. Perlu diakui Hallyu atau Gelombang Korea khususnya di Indonesia ini banyak mempengaruhi kita melalui film drama Korea yang sangat digemari publik Indonesia.  Selain Hallyu yang datang melalui musik, drama, dan fashion, dan memicu banyak orang untuk mempelajari budaya dan bahasa Korea,  untuk saya sendiri secara pribadi saya merasa memiliki kedekatan tertentu secara kekeluargaan dengan Korea. Karena selagi saya kecil dulu tetangga sebelah rumah saya adalah orang Korea, seorang ayah, ibu dan dua orang anaknya. Sang Ayah adalah ahli peneliti tentang padi berkebangsaan Korea, yang memiliki kontrak kerja beberapa tahun di Indonesia. Melalui tetangga saya yang baik hati tersebut saya mengenal beberapa makanan Korea, bahasanya, dan keramahtamahannya. Sehingga membaca tentang Korea, sekaligus juga mengingatkan saya akan masa kecil saya dan kenangan indah didalamnya.

Makanan Korea yang Cantik

Bila saya berwisata ke Korea Selatan, ada tiga makanan Korea yang ingin saya coba setengah mati. Semoga saya bisa mencicipinya di negara asalnya ini. Kenapa? Makan disana pasti lebih menyenangkan.  Soalnya tentu saja cita rasa makanan di negaranya sendiri akan lebih otentik ditambah dengan suasana Korea. Sebetulnya beberapa makanan Korea yang saya sebutkan mungkin bisa ditemukan di restoran-restoran Korea di Indonesia. Tapiiiiiiii….tetap saja mencoba makanan khas di negara asalnya adalah sesuatu yang tak tertandingi. Lalu apakah tiga makanan Korea yang menjadi tokoh utama dalam cerita ini? Yuk mari yuk  kita bahas satu persatu.

Bulgogi. Dibaca Bul-go-gi. Dalam Bahasa Inggris diterjemahkan sebagai Grilled Marinated Beef. Tulisan dalam bahasa Korea adalah  불고기.  Lalu siapakah yang belum pernah mendengar makanan Korea yang satu ini? Makanan ini sangat terkenal!. Saya sih engga tega kalau bilang yang engga pernah mendengar Bulgogi itu ketinggalan jaman, tapi ya gimana yah… Soalnya saking terkenalnya makanan ini sampai-sampai umumnya food stall di acara nikahan juga seringkali menyajikan Bulgogi ini sebagai salah satu hidangannya. Yang artinya makanan ini asli enak! Dan sudah umum dikenal di Indonesia. Bulgogi, dalam bahasa Korea artinya ‘Fire Meat’ karena secara tradisional Bulgogi ini dipanggang di bara api, namun terkadang juga dimasak di panggangan besi. Istimewa dari Bulgogi adalah  bumbu-bumbu yang disertakan dengan daging saat dipanggang, lalu daging yang digunakan adalah irisan daging empuk sirloin atau irisan daging istimewa lainnya dari bagian daging sapi. Sebelum dipanggang, Bulgogi direndam dulu untuk memperkuat rasa dan aromanya juga menambah keempukan daging. Bayangkan saja, Bulgogi diberi bumbu perendam soy sauce, gula, minyak wijen, bawang putih, merica, juga bawang daun, bawang merah, juga jamur! Menuliskan Bulgogi dan bumbu-bumbunya saja saya sudah lapar. Sungguh penuh penderitaan menuliskan artikel tentang Bulgogi di blog ini, rasanya bahkan saya bisa mencium keharuman aroma Bulgogi di atas panggangan saat menulis ini.  Kata orang kalau ke Korea tidak mencicipi Bulgogi disana sama saja bohong, alias berkunjung ke Korea belum dinyatakan sah. Saya tidak mau dikatakan berkunjung ke Korea secara illegal, sehingga saya sudah bertekad apabila saya bisa berkunjung ke Korea, makan Bulgogi ini adalah WAJIB hukumnya.

Kimchi. 김치.  Ada yang membacanya dengan Kim Chee, atau Gimchi atau Kimchee. Tapi apapun penyebutan dan pengejaaannya, jangan bimbang dan khawatir dan percayalah, rasanya tetap enak. Dan bila Anda penggemar film Korea seperti saya, tentunya Anda akan melihat bahwa menonton film Korea berarti juga menahan lapar tiada tara. Bagaimana tidak, banyak adegan makan yang mengundang selera di filmya. Anak saya saja yang penggemar film Korea, selalu merengek ingin diajak makan di restoran Korea, karena jadi korban saking ngilernya melihat adegan makan-makan nonton film Korea. Di beberapa film Korea yang saya tonton, rupanya membuat Kimchi sudah merupakan tradisi dan budaya bagi warga Korea.  Kimchi sendiri terdiri banyak sekali jenis, makanan ini bisa dibedakan berdasarkan region, atau daerah yang membuatnya, sehingga menjadi ciri khas daerah tertentu, atau dibedakan berdasarkan musim; musim semi, musim panas, musim, musim dingin, cita rasanya dicocokkan dengan kondisi musim tertentu. Whoaa keren. Tapi  berbagai jenis kimchi terbanyak dipersiapkan sebagai musim dingin. Orang Korea biasanya punya refrigrator khusus untuk menyimpan Kimchi ini.  Kimchi adalah side dish, atau makanan pendamping dari makanan utama. Nilai gizinya tinggi dan merupakan makanan sehat yang direkomendasikan berbagai sumber karena bersifat anti oksidan yang dapat mencegah kanker dan penyakit yang diakibatkan virus. Saya sendiri adalah penggemar kimchi, saya sering membuatnya sendiri di rumah berdasarkan resep-resep yang saya cari di internet dan warisan resep dari tetangga masa kecil saya yang merupakan orang Korea asli. Namun tetap saja, makan Kimchi di negara asalnya adalah sesuatu yang tak ternilai, merupakan eksplorasi dan penghargaan atas tradisi dan nilai sejarah berusia ribuan tahun, karena kimchi sudah tertuliskan dalam puisi klasik Cina yang berusia 2600 sampai dengan 3000 tahun yang lalu. Makan kimchi di Korea buat saya adalah suatu nilai filosofi yang mendalam atas pemahaman sejarah awal peradaban manusia. Mendalam sekali ya pemikiran saya?.

Ddukbokkie – Rice Cake Street Food – 떡볶이 Menurut referensi, makanan yang harum ini adalah wangi  yang tercium enak sekali di udara Korea pada  malam hari. Di kota besar seperti Seoul, banyak pedagang yang menjualnya sehingga merupakan jajanan pinggir jalan yang sangat terkenal. Terus terang saya tidak tahu cara membaca Ddukbokkie ini. Tak apalah, bila saya ke Korea akan saya pelajari cara pengucapan yang benar untuk kata ini.  Saus untuk makanan ini luar biasa lezat, manis namun penuh dengan aroma dan rasa yang khas, rasa bumbu ini melengkapi rasa dari rice cake yang dimasak dengan rasa yang kenyal dan lembut. Terkadang untuk Ddukbokkie ini ditambahkan ikan dan telur. Konon banyak orang mengantri untuk mencicipi Ddukbokkie yang lezat, juga hot and spicy ini.
Kalau saya menemukan lampu tua berisi jin berkuncir berwarna biru seperti di cerita Aladdin dan Lampu Ajaib, yang berbaik hati menanyakan tiga permintaan saya saat ini, tanpa basa basi saya akan meminta  3 makanan Korea di atas dibanding hal lainnya. Menuliskan tentang makanan Korea yang unik dan penuh cita rasa, telah membuat saya benar-benar lapar saat ini.
Sumber gambar: yang jelek itu koleksi pribadi
yang bagus bertajuk makanan Korea yang cantik dari website resmi Visit Korea

Read Full Post »

To na indanriki’ lino
To na pake sangattu’
Kunbai lau’ ri puyo
Pa’ Tondokkan marendeng

Kita ini hanyalah pinjaman dunia yang dipakai untuk sesaat. Sebab, di puyo-lah negeri kita yang kekal. Di sana pula akhir dari perjalanan hidup yang sesungguhnya.

Ini cerita perjalanan saya ke Tana Toraja, dataran tinggi nan indah di Sulawesi Selatan belum lama berselang. Rasanya basi sekali menceritakan perjalanan ke daerah yang sudah ditulis puluhan ribu kali oleh orang banyak, baik orang dalam negeri ataupun dari mancanegara. Namun saya nekat. Lagipula dengan mengalami sendiri tentu berbeda cerita pada setiap individu. Kami yang pergi kesana memiliki motto, tidaklah lengkap pengalaman kami ke Sulawesi Selatan, apabila tidak mengunjungi Tana Toraja, sang Prima Donna Sulawesi Selatan, salah satu ikon turisme dan pariwisata Indonesia.

Perjalanan dari Makassar kami tempuh melalui darat. Dengan mobil Kijang Inova pinjaman, kami disini adalah perempuan berempat, semua teman sekantor, semua berisik, dan semua ibu-ibu yang sudah beranak. Lalu ditambah satu orang driver yang pendiam, dan satu orang teman kantor kami di Telkomsel Makassar, yang asli orang Toraja, dan juga pendiam. Kami bergerak meninggalkan Makassar selepas Maghrib. Menempuh perjalanan belasan jam melalu pegunungan. Karena perjalanan ditempuh pada malam hari kami tidak bisa melihat pemandangan alam di luar, yang pasti bayang-bayang gelap pegunungan menunjukkan betapa indah dan hebatnya tanah di Sulawesi Selatan diciptakan. Toraja dapat dicapai melalui perjalanan udara. Dari Makassar ke Toraja, penerbangan dua kali dalam seminggu yaitu hari Selasa dan Jum’at.

Jalanan tidak dapat dikatakan mulus di beberapa tempat, namun dikatakan rusak juga tidak. Masih dapat ditolerir oleh saya yang duduk paling belakang. Sinyal Telkomsel pun selalu ada untuk bersms, menelepon, chatting di YM dan sekali-kali membuka Facebook. Maklum perjalanan jauh, dan saya sulit tidur dengan kondisi badan terlonjak-lonjak seperti sekarung beras. Andaikan kami pergi di siang hari tentu kami dapat membuka jendela dan menikmati AG (Angin Gelebug) bukannya AC si udara kalengan melulu selama berjam-jam. Tapi membuka jendela di daerah antah berantah di tengah malam rasanya bukan ide cemerlang.

Jam 3 pagi barulah kami sampai di kota Makale, ibu kota kabupaten Toraja. Ancar-ancarnya kami sudah melewati patung Penunggang Kuda yaitu Patung Pongtiku sang pahlawan Toraja. Pongtiku disebut juga sebagai Ne Baso. Adalah pahlawan nasional yang berjuang mengusir Belanda dari Tana Toraja. Namanya diabadikan pula sebagai nama Bandara di Toraja. Melewati Makale ini penat dan pegal langsung lenyap seketika. Kami menginap di penginapan kecil yang nyaman (hore ada air hangat dan bersih!). Udara subuh terasa dingin seperti di Bandung. Hanya beberapa jam saja kami tidur. Pagi-pagi kami sarapan dan semua bersemangat untuk melanjutkan perjalanan ke tempat-tempat yang unik dan menarik.

Kebetulan pada saat kami disana, pemandu kami mengajak ke salah satu ritual upacara kematian. Agama adat dan kepercayaan Toraja disebut Aluk Todolo. Disana kematian merupakan puncak pencapaian dari kehidupan. Penguburan merupakan acara yang terpenting bahkan lebih penting daripada pernikahan. Menurut kebudayaan di Tana Toraja makin kaya dan makin berpengaruh orang yang meninggal maka akan makin memakan waktu upacaranya; bisa berminggu berbulan dan akan makin tinggi biaya pemakamannya.

Salah satu ritual upacara yang kami kunjungi ini adalah pembantaian kerbau. Kerbau yang dikorbankan disana adalah jenis kerbau air atau lumpur (yang betul air atau lumpur ya?). Kerbau Tedong Bonga adalah termasuk kelompok kerbau lumpur (Bubalus bubalis) merupakan endemik spesies yang hanya terdapat di Tana Toraja, yang paling mahal dan paling bernilai adalah kerbau bule. Kerbau bule harganya bisa ratusan juta. Banyak sekali kerbau yang dibantai. Saya tidak sanggup menghitung, bahkan melihat pun hanya kuat sekali dua kali. Bukan pemandangan yang sanggup saya tanggung melihat leher kerbau ditebas dengan sejenis parang atau machete; parang untuk kegunaan sehari-hari dan untuk perang berbeda. Untuk perang namanya la’bo’ pinae. Gagangnya dari tanduk kerbau yang diukir indah

Kerbau dibunuh dengan sekali (atau beberapa kali) tebasan yang mematikan, mencipratkan darah segar seperti semburan air mancur berwarna merah yang kemudian menggenang di tanah, dimana kerbau tersebut kemudian tergeletak, sekarat, kemudian mati dan bertumpuk dengan kerbau lainnya, bercampur darah dan kotorannya sendiri. Saya tidak tega melihatnya. Namun adat adalah adat. Banyak turis mancanegara yang hadir saat itu mengabadikan momen ini. Apabila sang penebas berhasil menebas leher dengan sekali tebasan yang mematikan, penonton akan bersorak sorai. Demikian pula bila gagal.

Setelah merasa pening dan mual melihat darah sebanyak itu, kemudian kami duduk-duduk menikmati makanan kecil khas Toraja di bangunan bambu yang dibuat untuk sementara. Sudah mendengar dan merasakan kopi Toraja adalah kopi jenis Arabica yang luar biasa enak? Rasanya ratusan kali lebih nikmat ternyata apabila disesap di udara Toraja yang hangat, di pedesaan, dan ditengah keramahan masyarakat Toraja.

Si mati itu sendiri ditempatkan di sebuah bangunan yang berbentuk rumah adat Toraja yang disebut Tongkonan. Bentuk Tongkonan seperti perahu. Bentuk seperti perahu itu karena masyarakat percaya bahwa pada jaman dahulu kala leluhur suku Toraja datang ke Tana Toraja dengan perahu besar. Saya naik ke atas ke tempat peti mati dengan tangga bambu yang disandarkan. Peti mati besar sekali dan dihiasi oleh ukiran dan ornamen khas Toraja, catnya warna-warni dengan motif khas. Warna-warna yang mendominasi adalah hitam, merah putih dan kuning.

Di depan peti mayat ada patung yang menyerupai orang yang meninggal, sesosok wanita tua mengenakan pakaian adat Toraja berwarna terakota dan bercaping bambu menutupi sebagian kepala sang patung; adalah potret nyata dalam wujud 3 dimensi orang yang meninggal. Dibuat mirip sekali dan dalam posisi duduk di depan peti mati. Patung ini disebut Tau-tau. Tau-tau adalah patung yang dibuat untuk menggambarkan mendiang. Pada pemakaman golongan bangsawan atau penguasa/pemimpin masyarakat salah satu unsur rapasan (pelengkap upacara acara adat), adalah pembuatan tau-tau. Tau-tau dibuat dari kayu nangka yang kuat dan pada saat penebangannya dilakukan secara adat.

Ada 3 orang wanita tua yang menunggui peti mati. Berbaju dengan model adat dan berwarna hitam seperti bulugagak. Mereka semua mengenakan kalung etnik Toraja yang berwarna cerah. Rambut mereka semua sudah memutih dan keriput di wajah menunjukkan ketuaan usia mereka. Di halaman rumah, tampak babi yang sudah mati ditusuk (tidak dipotong lehernya) tampak bergeletakan dan bulunya sudah hangus dibakar. Katanya sebagai bahan makanan untuk pesta yang dapat berlangsung berhari-hari bahkan minggu ini. Kain kuning bercorak dibentangkan di pinggir-pinggir bangunan bambu. Semua pemandangan ini adalah eksotis.

Dari sana kami bergerak menuju Lemo, desa yang memiliki tebing batu tempat pemakaman. Tempatnya indah. Disekitarnya adalah sawah yang menghijau.. Hijaunya sangat murni disini mungkin karena sinar matahari yang cerah dan udara pegunungan yang menyaring sinarnya. Lebah terdengar mendengung mencari bunga kopi. Tampak petani tampak membajak sawah, dan pepohonan hijau rapat dimana-mana. Terdapat toko-toko souvenir di jalanan batu yang menurun menuju ke tebing batu, namun tidak seperti tempat wisata yang pernah saya kunjungi, mereka tidak sibuk meneriakkan atau menawarkan dagangan mereka. Suasana hening. Mirip di desa Tenganan tempat suku Bali Aga. Tak terdengar orang ramai bercakap, tampaknya orang-orang senang bekerja dalam keheningan.

Dibawah tebing batu tampak usungan-usungan kayu berbentuk Tongkonan yang dibiarkan tergeletak, bunga-bunga dan papan-papan ucapan selamat tinggal bagi yang baru dikuburkan. Tebing-tebing banyak sudah berisi peti mati dan ada juga tebing batu yang tampak baru dibolongi dan masih dalam proses pengerjaan, tampak dibingkai kayu, pekerjaan itu dilakukan dengan menaiki tangga yang tinggi. Pekerjaan melubangi tebing batu itu tentu bukan pekerjaan yang ringan bahkan bisa berbulan-bulan, apalagi dikerjakan di ketinggian belasan meter dari atas tanah. Menilik tingginya kuburan di tebing tentu sulit sekali memasukan jenazah kesana. Pemandu kami bercerita, ada dongeng yang menyebutkan jaman dahulu orang yang meninggal oleh dukun dibuat berjalan sendiri ke kuburnya. Suasana jadi terasa mistis mendengar dongeng tersebut.

Suvenir di Toraja adalah barang seni yang indah. Kain tenun khas Toraja, ukira-ukiran kayu, barang-barang hiasan dari perak, banyak yang berbentuk kerbau. Boneka-boneka berwajah orang tua dari kayu mengenakan pakaian adat berbagai ukuran, gelang dan kalung etnik yang khas, pakaian, T-shirt, dan badik berbagai ukuran. Juga hiasan kepala untuk wanita dari untaian manik-manik dan benang-benang emas yang cantik. Saya tidak dapat mengingat semua. Kami banyak membeli oleh-oleh disini, harganya ada yang murah ada yang mahal. Saya membeli beberapa kain untuk dililitkan di leher (namanya syal yah?).

Sebetulnya banyak sekali tempat menarik untuk dikunjungi di Toraja, namun kami hanya mengunjungi beberapa saja, mengingat terbatasnya waktu. Kami menyebut perjalanan ini sebagai Wisata Kuburan. Adalah hal yang aneh dan unik tentu saja, bahwa mengunjungi kuburan-kuburan menjadi sesuatu yang menarik wisatawan. Tentu saja ini karena kekuatan adat dan budaya di Tana Toraja ini yang tidak ada duanya.

Dari sana kami ke To’doyan melihat kuburan bayi di pepohonan. Pohon Tarra adalah pohon besar yang digunakan sebagai makam bayi. Pohon ini secara alamiah memberi akar-akar tunggang yang secara teratur tumbuh membentuk rongga-rongga. Rongga inilah yang digunakan sebagai tempat menyimpan mayat bayi. Getah pohon dianggap sebagai pengganti susu ibu. Lubang-lubang di pohon tempat menguburkan jasad bayi ditutup dengan lembaran dari ijuk yang hitam.

Bayi yang meninggal dan belum tumbuh gigi dianggap suci sehingga dikuburkan di pohon sampai kemudian jasadnya akan menyatu dengan pohon itu sendiri dan rohnya mencapai puya atau surga menurut adat Toraja. Menurut kepercayaan Toraja, bayi terlalu kecil untuk menunggangi kerbau ke puya, sehingga pohon tara adalah media tempat arwah bayi mencapai puya.

Selanjutnya kami bergerak ke desa tradisional yaitu desa Kete Kesu. Tempat ini sangat ikonik. Ada rumah adat Tongkonan tua dan lumbungnya, berjajar dan seringkali foto-fotonya dapat kita lihat sebagai poster khas wisata Tana Toraja. Di Tongkonan ini yang konon ada yang berusia lebih dari 150 tahun, dihiasi oleh tanduk kerbau yang berderet sampai ke atap dan juga di pinggirnya digantungkan jajaran tulang rahang kerbau yang sudah memutih dimakan usia. Di belakang tongkonan ada tangga batu ke tempat kuburan di tebing-tebing. Kuburan ini merupakan kuburan tertua, umurnya mencapai 750 tahun. Tampak peti mati yang disebut Erong yang sudah pecah karena lapuk menunjukkan isi berupa tulang belulang dan tengkorak manusia yang putih. Beberapa tengkorak ada yang sudah pecah. Banyak rokok yang berserakan di antara tulang-tulang ini, katanya untuk sesaji. Untuk perempuan yang belum menikah, peti matinya berbentuk babi.

Selanjutnya beberapa tempat makam tebing batu kami kunjungi. Salah satunya desa Londa. Londa adalah sebuah kompleks kuburan kuno yang terletak di dalam gua. Tebing di Londa tampak sangat tinggi. Dari kejauhan tampak berlubang-lubang. Di bagian luar gua terlihat boneka-boneka kayu khas Toraja di suatu ceruk yang dibentuk persegi panjang. Boneka-boneka si mati berjajar menatap kami.
Boneka-boneka merupakan replika atau miniatur dari jasad yang meninggal dan dikuburkan di tempat tersebut.Miniatur tersebut hanya diperuntukkan bagi bangsawan yang memiliki strata sosial tinggi, warga biasa tidak mendapat kehormatan untuk dibuatkan patungnya. Kami menjelang sore disana, memandang patung-patung tersebut menimbulkan kesan tersendiri di kesunyian dan hujan gerimis yang mulai turun.

Sempat pula kami makan di restoran yang menyajikan ikan mas yang dimasak dengan bumbu khas daerahdisana. Saya pikir bumbunya memakai kluwek sehingga menjadi bersaus warna hitam yang gurih. Di restoran lainnya kami menemukan hidangan goreng burung. Menurut info sih, burung belibis. Seperti juga di Makassar, sambali di Toraja pun enak sek

ali,pedas dan segar. Mungkin terasinya yang memberi rasa khas yang berbeda. Anehnya perjalanan pulang kami rasakan lebih cepat daripada perginya. Mungkin masing-masing dari kami merasakan puas telah berkunjung ke Tana Toraja. Di perjalanan pulang saya tertidur dan sempat ngelindur dan berteriak sewaktu tidur. Saya bermimpi dicegat banyak orang tua yang tertawa-tawa menjahili saya.

Notes: to anybody one who wants to use any picture from this blog post, please give the credit to me as the photographer and give link to this page as the source. Thank you very  much for your kind attention

Read Full Post »

Rujak Sotong

Ternyata Bangkok memiliki nama resmi untuk kota terpanjang yang saya tahu. Raja Rama I sewaktu menjadikan Bangkok ibu kota Thailand beliau meresmikannya dengan nama:

Krungthepmahanakhonamonrattanakosin mahintaraayutthayamahadilokpopnoppar atratchathaniburiromudomratchaniwetmahasathanamonpi manavatansathirsakkathatyityavisnukamprasiti.

Benar-benar nama yang panjang untuk nama tempat.

Terjemahannya adalah:

Great city of Angels, City of Immortals, Magnificent Jeweled City of the God Indra, Seat of the King of Ayyuthaya, Citty of Gleaming Temples, City of the King’s Most Excellent Palace and Dominions, Home of Vishnu and all the Gods.

Lumayan bikin lidah pabaliut dan melintir. Bahkan untuk orang Thailandnya sendiri.

Sewaktu saya ke Bangkok tahun lalu, pada saat teman-teman berbelanja di pasar Chatuchak, berhubung yang saya beli pun tidak banyak akhirnya saya bengong sendiri menunggu mereka di Food Stall yang banyak terdapat di dekat gerbang depan Mall sebelah flea market tersebut.

Aneka makanan meruap disini. Dari potongan babi goreng yang berlemak dan mendesis-desis saat diangkat dari penggorengan, kue yang tampak seperti kue apem (sepertinya memang apem) dengan taburan kelapa yang tampak gurih, gorengan dari macam-macam hasil laut; seperti udang, cumi, ikan dan lainnya, berbagai macam jus, terutama kelapa. Kelapa bakar rupanya komoditi yang ngetop disini. Ada berbagai macam minuman dari kelapa; es kelapa, es krim kelapa, jus kelapa, baik dengan batoknya maupun tidak. Rasanya segar di udara Bangkok yang menguras keringat ini.

Sambil menunggu saya membeli irisan sotong dengan saus pedas dari Nam Pla. Rasanya gurih, kenyal, dan tentu saja ditimpali rasa pedas dari irisan cabe rawit, kesegaran jeruk nipis yang masam, dan bawang merah yang berbau menyengat. Enak sekali.

Ingin mencoba resepnya?

Dua ekor sotong besar diiris kecil-kecil
Dibilas dengan air cuka, direbus sebentar.

Siapkan Nam Pla (kecap ikan Thailand)
irisan tipis memanjang daun jeruk purut
irisan halus sereh
irisan cabe rawit
irisan bawang putih
irisan bawang merah
perasan jeruk nipis
gula + air sedikit

campur kecap dan bumbu menjadi satu
tumis sotong sebentar (bila suka)
dan campurkan dengan saus pedas yang telah disiapkan sebelumnya

gambar diambil dari http://www.ivanhenares.com

Read Full Post »

Yogyaaaa….

Bulan lalu saya sempat melarikan diri ke Yogya. Tidak diniatkan benar. Memang sudah lama juga ingin menengok bayi Mata Air dan mencari Batik Rosano di sumbernya. Jadi tujuan saya tadinya cuma kesana ya cuma itu. Rada impulsif sih. Cuma gara-gara dapat ide tiba-tiba dari teman seruangan saya yang habis training di Yogya dan dia bercerita kemalasannya (padahal sih saya tau maksudnya ketakutannya) naik pesawat terbang ke Yogya, sehingga dia menggunakan kereta api. Pergi Jum’at malam dari Bandung sampai sana menjelang subuh, kembali ke Bandung menjelang tengah malam hari Minggu sehingga Senin sudah bisa masuk kantor lagi.

Tapi pergi ke Yogya di musim liburan, dan peak time pula, karena akhir tahun menjelang Natal, bisa dibilang nekat. Kalau engga dapat hotel gimana. Namun siapa takut lah, dengan semangat menjangkau pelosok, ya nebeng-nebeng tidur di Ghrapari kan bisa aja kalau kepepet. Beli tiket KA pun sudah tidak kebagian yang ke Yogya, jadi saya beli tiket yang ke Surabaya. Untuk booking hotel nelepon sana-sini tentu saja fully booked, kalau pun ada di hotel bintang lima suite room pula.. oh tidak, terima kasih. (more…)

Read Full Post »

Macao ShenZhen Hongkong (bagian II)

Dari Macao saya bergerak ke Shenzen. Bergeraknya pake bis. Masuk lagi ke imigrasi di Gong Bei, or samting laik det, tidak terlalu lama antri karena mungkin belum banyak orang yang mondar-mandir ke Shenzen pada saat itu. Cuaca panas dan terik, sedikit berangin, namun tiba-tiba bisa turun hujan. Mirip Batam. Hujan dan panasnya berganti-ganti sesuka hati.  Kita menuju Lowu, dan melewati Zhu Hai. Daerah pantai yang indah dengan patung Dewi Mutiara berdiri di batuan yang menonjol di laut dekat garis pantai. Patungnya cantik ia berdiri dengan anggun (dan meliukkan pinggul) sambil menjunjung mutiara sebesar bola basket, atau bola voli, atau bola sepak. You named it dah. Untuk pinggang langsing yang indah Kho Ping Hoo menyebutnya sebagai pinggang yang mirip dengan batang Yang Liu -pohon cemara- . Mungkin ini maksudnya. Tapi saya jarang menemukan pohon cemara yang meliuk, kecuali sengaja dibuat begitu untuk jadi bonsai.

Zhu Hai terkenal dengan produksi mutiaranya, baik mutiara air tawar maupun mutiara air laut.  Demikian juga dengan seafoodnya. Ada restoran yang berdiri rada ke tengah laut, yang cantik sekali, ada juga pulau kecil dengan restoran dipuncak bukitnya, yang katanya orang Jepang hobi makan disitu menikmati ikan salmon segar.  Banyak juga villa-villa cantik di jalan sepanjang pantai yang menghadap ke laut. Harganya? jangan tanya. Saya lupa. Yang jelas mahal dan duit semua.

Rupa-rupanya pemerintah Cina gencar banget menggenjot segala sektor untuk meningkatkan devisa negaranya.   Saya lihat trotoar di shenzhenbanyak sekali gedung-gedung tinggi yang sedang dibangun. Banyak tulisan di papan-papan selamat datang seperti misalnya begini “We welcome you to invest in Zhu Hai”. Dukungan infrastruktur sangat mendukung poertumbuhan industri. Jalan-jalan tol sangat mulus dan lebar. Jalan tersebut sampai 6 jalur.  Tol Macao – Shenzen sepanjang 180 km. Biaya tol sekitar 200 ribuan rupiah deh.  Ditempuh selama sekitar dua jam perjalanan. Hiks.  oh ya, jalur hijau sepanjang jalan sedap dipandang mata. Dan trotoar lebarnya menyenangkan; berpaving blok rapi teduh dengan pohon dengan daun hijau yang rindang.  Sedih rasanya melihat kesejahteraan di negeri orang. Kapan yah di Indonesia bisa seperti ini.

Menurut Henry, sepuluh tahun lalu Shen Zhen tidaklah seperti ini. Pemerintah Cina menggelontorkan milyaran RMB PER HARI demi membangun jalan dan infrastruktur lain.  Lahan pekerjaan menjadi terbuka lebar.  Kan Tauw (bisnis) menjadi lebih baik sekarang; demikian menurut Henry. Memang penduduk tidak kaya, tapi cukuplah, asal ada lapangan pekerjaan dan tidak malas, tentu kita dapat hidup layak. Demikian katanya. 

Cina mengandalkan 4 hal dalam pariwisata. Yaitu Wisata Belanja; segala macam barang terhitung sangat murah. Shen Zhen terkenal dengan barang-barang palsunya. Segala merk!. Wisata Obat; herbal dari Cina telah terkenal sejak ribuan tahun lalu dari dinasti ke dinasti. Wisata Budaya; Cina terdiri dari berbagai suku bangsa dan penuh dengan keanekaragaman budaya.   Lah satu lagi wisata apa ya? kok saya lupa. Oh iya, Wisata Kuliner! lah ini yang penting kok sampai lupa. Makanan Cina terkenal enak. Nyam. Oh ya kalau Wisata Judi termasuk engga ya? Toh Macao sudah tergabung ke Cina.

Saya menginap di Hotel Century. Berlokasi tak jauh dari Hotel Shangrila dan Lowu Market. Pusat perbelanjaan murah dan barang palsu.  Juga dekat dengan Stasiun MRT dan perbatasan ke Hongkong. Ke imigrasi Hongkong tinggal jalan kaki dari hotel.  Malamnya saya berjalan-jalan di Lowu Market. Sekedar cuci mata. Tapi para pria lebih mirip bapaknya San Chai dibanding dengan To Ming Se. Yah nasib.

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »

%d bloggers like this: