Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Sejarah’ Category

Annyeonghaseyo!

Touch Korea Tour dan Buzz Korea yang diselenggarakan oleh Korea Tourism Organization Indonesia adalah program promosi wisata Korea Selatan. Saat ini Korea Tourism Organization (Indonesia) atau disingkat KTO menyelenggarakan lomba penulisan blog dengan berbagai tema namun merupakan bagian tak terpisahkan dari program promosi tempat wisata Korea Selatan.  Promosi tempat wisata Korea Selatan ini adalah sebagai efek dari Gelombang Korea, atau Hallyu (Korean Wave), dimana maraknya Korean Pop atau K-Pop dan program entertainmen berupa Film dan Drama Korea, yang sangat diminati dan digemari berbagai bangsa di berbagai belahan dunia, menjadikan banyaknya minat yang tertuju kepada budaya dan bahasa Korea, serta tempat-tempat di Korea Selatan khususnya sebagai  tujuan dari paket wisata Korea. Posting blog ini ditujukan sebagai keikutsertaan program Touch Korea Tour. Dapat pembaca baca selengkapnya di halaman Facebook dari Korean Tourism Organization (Indonesia)Yuk ikutan yuk!!

Oleh-Oleh Korea Selatan dari Bos di Kantor

Oleh-Oleh Korea Selatan dari Bos di Kantor

Hari ini di kantor tempat saya bekerja, saya mengadakan polling kecil-kecilan mengenai tempat-tempat dan hal-hal yang ingin dilakukan di Korea Selatan. Wuih ternyata.. saya sampai takjub ternyata hampir seluruh teman-teman saya tahu tempat-tempat terkenal di Korea Selatan.  Dari tiga negara yang saya tanya lebih suka untuk dikunjungi, misalnya Cina, Taiwan dan Korea, semua menjawab Korea. Hebat. Beberapa alasannya adalah karena semua ingin berfoto ke taman tempat Choi Ji-woo dan Bae Yong Joon bercinta-cintaan di drama Korea yang tak asing lagi bagi publik Indonesia, Winter Sonata yang melegenda. Ternyata khayalan indah dan romantis mereka terpatri demikian kuatnya sehingga tujuan wisata ke Korea Selatan ini terpicu oleh indahnya adegan di drama tersebut. Selain itu tentu saja banyak yang mengatakan tujuan utama ke Korea adalah ke pasar tradisional makanan khas atau art market, karena pergi ke suatu negara tanpa beli oleh-oleh buat kami (kami disini adalah para karyawati pencinta tour dan travel) menjadikan wisatanya tidak sah menurut aturan-aturan pokok pada hukum berwisata ke negara asing. Hukum yang aneh ya.  Dan tentu saja ke Korea Selatan -menurut hasil polling berikutnya,  adalah harus mengunjungi tempat-tempat indah yang bersejarah dan menjadi ciri khas negara Korea, misalnya istana kerajaan dan desa tradisional Korea. Kunjungan wajib hasil polling lainnya yaitu Jeju Island. Sebenarnya sih, kalau didata satu persatu, ealaaah….banyak banget tempat yang harus dikunjungi ternyata.

Nah dari hasil pembicaraan kami ini, saya akhirnya menyimpulkan tempat-tempat yang wajib saya kunjungi dan saya lakukan seandainya saya pergi mengunjungi tempat wisata Korea Selatan. Dari sekian banyak dipersingkat saja menjadi beberapa tempat dan hal berikut:

Gyeongbok Picture from Wikipedia

Hyangwonjeong Picture from Wikipedia

Royal Palace. Berkunjung ke istana kerajaan. Wah ini benar-benar impian saya kalau pergi ke Korea Selatan. Pada jaman dinasti Joseon telah dibangun Lima Istana Megah atau disebut Five Grand Palace.  Ada Gyeongbok Palace, yang merupakan istana paling terkenal. Letaknya di ujung utara Sejongro Boulevard, katanya mah cuma sepelemparan batu jauhnya dari Blue House, kediaman Presiden Korea Selatan.  Gyeongbok atau Gyeongbokgung Palace ini dibangun tahun 1394 dan direkonstruksi pada tahun 1867. Istana ini adalah istana terbesar dan utama dari Lima Istana Utama yang dibangun di jaman Dinasti Joseon. Gyeongbokgung berarti Istana yang Menyinarkan Kebahagiaan. Sayangnya banyak bagian yang rusak pada saat penjajahan Jepang di awal abad 20. Namun saat ini beberapa bangunan dan tempat yang tersisa pelan-pelan telah diperbaiki. Selain Gyeongbok Palace ini saya pun ingin mengunjungi Changdeok Palace, atau Changdeokgung Palace. Unesco mendaftarkannya dalam UNESCO World Heritage List di Tahun 1997. Istana ini luarbiasa dalam aristektur taman dan bangunannya yang sangat harmonis dengan alam sekitarnya.  Tiga istana lainnya yaitu Changgyeonggung, Deoksugung, dan Gyeonghuigung, kesemua istana ini terletak di distrik Jongno-gu dan Jungnu-gu, Seoul. Tapi kalau saya punya waktu yang mepet, baiklah, Gyeongbok Palace dan Changdeok Palace juga engga apa-apa. Saya ingin memuaskan hobi memotret saya disana.

Picture from Wikipedia

Pasar Seni Traditional dan Shopping Center. Ini dia tempat yang harus dikunjungi dan dipuas-puaskan deh untuk berkeliling disana. Tahu tidak? Saya sangat senang mengunjungi pasar. Karena saya senang melihat orang-orang belanja, saya senang melihat barang-barang yang dipajang, juga saya senang makan di jajanan kaki lima. Pasti menarik sekali untuk mengunjungi pasar di Korea Selatan!.  Sebutlah Dongdaemun Market yang terkenal dan paling besar di Korea Selatan. Orang banyak menyebutnya sebagai Shopping Center Segala Ada. Lalu ada Namdaemun Market, namanya berasal dari  gerbang yang dibangun di depan pasar tersebut yaitu Namdaemun Gate. Adalah pasar tertua yang masih aktif di Seoul. Gerbang Namdaemun ini terlihat kokoh dan antik sekali, benar-benar pasar yang menyenangkan untuk dikunjungi dan berfoto-foto. Sepertinya tak habis-habis shopping center di Korea ini untuk dibahas, ada Insadong Market, disana banyak barang antik dan benda seni yang dijual. Menarik sekali. Di pasar saya akan berjalan-jalan kemana-mana, melihat-lihat barang dan berfoto, juga akan mencicipi berbagai makanan yang dijual pedagang kaki lima, pokoknya saya akan memuaskan diri untuk menikmati suasana dan berbelanja disana.

N Seoul Tower from Wikipedia

N Seoul Tower. Ini adalah cita-cita saya dan anak saya bila mengunjungi Korea Selatan. Dinda anak saya yang berumur 12 tahun, adalah penggemar K-Pop dan segala hal tentang Korea. Dia pernah bilang ke saya, kalau ke Korea, dia harus melihat Han River dan juga ingin naik ke N Seoul Tower. Demi anak saya dan kecintaan saya juga pada film Boys Before Flower (ada adegan mesra, eh sebetulnya tidak mesra juga sih, Gu Jun Pyo yang demam dan terjebak di gondola bersama Geum Jan di), membuat saya menjadikan N Seoul Tower adalah obyek yang harus dikunjungi di Korea Selatan. Jadi, demi segala hal yang baik dan murni di dunia ini, andaikan saya bisa berwisata ke Korea Selatan, N Seoul Tower adalah ini adalah WAJIB didatangi, difoto, dicium dan disentuh. Demikian.

picture from Times.com

Oh ya, selain hal-hal dan obyek tujuan wisata di atas yang ingin saya kunjungi tersebut, saya pun ingin naik bis keliling kota. Untuk berjalan-jalan keliling kota, ada Seoul City Tour Bus, yang ibaratnya sekali rengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Dengan biaya kurang dari Rp. 100.000,- kita bisa naik dan lompat di depan dua istana terkenal, shopping center utama, dan N Seoul Tower. Whoaa menarik.  Tapi masih banyak sebenarnya yang ingin dikunjungi, Nami Island tempat syuting Winter Sonata, Royal Tomb Joseon Dinasty, dan Jeju Island! Oh tidak, saya bisa menangis keras-keras kalau tidak bisa ke Jeju Island. Juga saya ingin berfoto dengan tentara perbatasan Korea Utara yang cemberut dan tidak pernah tersenyum itu. Duh sungguh banyak tempat dan tujuan wisata di Korea Selatan. Semoga suatu hari saya bisa ikut tour dan melakukan perjalanan satu paket yang bisa membuat saya bisa mengunjungi obyek-obyek dan tempat-tempat yang menarik di Korea Selatan dengan efektif.  Semoga ya, itu akan jadi sesuatu bangeeet….!

Sumber Gambar: Gambar koleksi pribadi, Wikipedia, dan Times.com

Advertisements

Read Full Post »

Astana Gede Kawali

Pakena Gawe Rahayu Pakeun Heubeul Jaya dina Buana. Kalimat ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi warga Bandung dan Jawa Barat pada umumnya. Mungkin Anda pernah membacanya di spanduk-spanduk atau di tugu batas daerah. Kalimat ini terdapat pada prasasti di Astana Gede, Kawali, Ciamis. Diperkirakan berasal dari abad ke 14 Masehi pada waktu pemerintahan Prabu Niskala Wastu Kencana, Putra dari Prabu Siliwangi, Sri Baduga Maharaja yang gugur di Bubat.

Lengkapnya kalimat pada prasasti tersebut adalah:

Teks di bagian muka:
nihan tapa kawali nu sang hyang mulia tapa bhagya parĕbu raja wastu mangadĕg di kuta kawali nu mahayuna kadatuan sura wisesa nu marigi sakuliling dayĕh. nu najur sakala desa aja manu panderi pakĕna gawe ring hayu pakĕn hebel ja ya dina buana

Teks di bagian tepi tebal:
hayua diponah-ponah
hayua dicawuh-cawuh
inya neker inya angger
inya ninycak inya rempa

Artnya sebagai berikut:

Teks di bagian muka:
Inilah jejak (tapak) (di) Kawali (dari) tapa beliau Yang Mulia Prabu Raja Wastu (yang) mendirikan pertahanan (bertahta di) Kawali, yang telah memperindah kedaton Surawisesa, yang membuat parit pertahanan di sekeliling wilayah kerajaan, yang memakmurkan seluruh pemukiman. Kepada yang akan datang, hendaknya menerapkan keselamatan sebagai landasan kemenangan hidup di dunia.

Teks di bagian tepi tebal:
Jangan dimusnahkan!
Jangan semena-mena!
Ia dihormati, ia tetap.
Ia menginjak, ia roboh.

Minggu lalu saya berkunjung kembali ke Astana Gede, dimana terakhir saya kesana adalah sekitar 20 tahun yang lalu. Kawasan seluas 5 hektar itu sekarang lebih terawat dengan baik. Peninggalan-peninggalan bersejarah dan prasasti disana kini dipagari dan diberi keterangan dan terjemahan untuk tulisan di prasasti yang terdapat disana. Oleh kuncen disana saya diberi tahu bahwa pada bulan Maret ini akan diselenggarakan acara Nyiar Lumar di situs Kabuyutan Astana Gede.

Read Full Post »

Saya bukan penggemar perhiasan, tapi entah kenapa saya pernah nulis tentang berlian. Daripada kasihan terbengkalai nyungseb di folder, saya posting aja disini. 

O ya, tulisan ini disarikan dari berbagai sumber bacaan , gambar nyusul kalau sudah ada.

Berlian seringkali disebut sebagai rajanya batu mulia. Kelangkaan, keindahan, kekuatan, dan keabadiannya menjadikan berlian sebagai simbol cinta, kekuasaan,kekayaan dan keagungan. Berlian terkait dengan berbagai kisah orang terkenal, raja dan ratu agung, segala jenis intrik, cerita cinta, kejatuhan, bahkan pembunuhan. Berlian memang tak lekang oleh waktu dan tak pernah membosankan untuk dikisahkan. Untuk itu marilah kita berpetualang sejenak mengenal berlian-berlian paling ternama di dunia, dari Koh I Noor yang agung sampai dengan si Permata Biru ; Blue Hope yang berlumur kisah tragis hampir semua orang yang pernah memilkinya. 

Koh I Noor , Sang Gunung Cahaya

Koh I Noor yang saat ini bertahta dengan megahnya sebagai salah satu permata di mahkota kerajaan Inggris, mungkin boleh dikatakan adalah permata paling terkenal di dunia. Legenda menyebutkan siapa yang memiliki Koh I Noor akan menguasai dunia. Pertama dikenal pada tahun 1304 M sebagai milik Raja dari Malwa. Kemudian di tahun 1500 M jatuh ke tangan Sultan Babur dan beratus tahun kemudian dimiliki oleh kekaisaran Mogul. Dikisahkan bahwa berlian yang tadinya berbobot 186 karat sebelum diasah ulang, adalah berlian yang menghiasi salah satu mata burung merak singgasana agung Shah Jehan, raja yang membangun Taj Mahal bagi istri tercintanya ; Mumtaz Mahal.

(more…)

Read Full Post »

%d bloggers like this: