Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Mainan’ Category

Permainan Anak Tradisional

Sebetulnya saya tidak suka permainan anak dikategorikan tradisional atau modern. Kesannya kok jadi berkasta atau diberi pengkotakan. Tapi baelah, di atas dijadikan judul untuk sekedar membedakan saja. Yang jadul dan yang sekarang-sekarang.  Mikirin permainan anak-anak ini gara-gara cuti kemarin saya melototi Google Earth sampai juling. Saya melihat Bandung, tanah kosong dan tamannya dikit banget ya? Dan yang namanya padat itu ya sepadat-padatnya, lebih tepat rumah itu tampak berjejal-jejal, dan sangat tidak teratur. Iya yang rapi juga ada sih, tapi kan dikit. Cuma di perumahan elit.  Di tempat gitu jangan harap anak-anaknya mau pada main ular-ularan kalau bulan purnama, kenal tetangga sebelah juga bisa dibilang ajaib.  O ya soal lahan kosong ini pantas saja bertahun-tahun saya jarang melihat anak-anak main sondah, galah asin, gatrik, boy-boyan, dsb.  Mungkin memang karena tidak ada lahan.

Atau anak-anak sekarang memang lebih suka merengek-rengek ingin main PS dibanding lompat-lompatan di halaman atau bermain lumpur sambil nyari ikan cupang di selokan? Makanya saya jadi benci PS 1, 2, 3 dan yang portablenya juga. Kesatu karena harganya mahal, dan kedua saya tidak pernah bisa mengalahkan si Dimas untuk MotoGP atau Call of Duty.  Juga karena saya kesal karena rasanya anak-anak jadi kurang banyak bergerak, berlari, dan berlompat-lompatan.   Saya juga kesal karena berani taruhan anak-anak sekarang (terutama anak-anak di kota) pasti tidak bakalan jago manjat pohon.  Pasti tidak tahu, pohon Kersen itu mudah patah bila diinjak, demikian juga pohon Mangga. Pohon Jambu Batu sangat liat dan lentur batangnya sehingga bisa bergantung di dahan yang kecil, dan pohon Jambu Air suka banyak semut Rarangge yang kalo menggigit, aduhai nyerinya.  Dan jatuh dari pohon Flamboyan itu sakit sekali rasanya sampai susah bernapas.

Balik lagi ke permainan tradisional.  Kudu ada pelatihan gitu ya di tempat outbound anak-anak untuk mengenalkan permainan tradisional ini?  Hehehe saya kok cemas permainan favorit saya itu bakal musnah.  Nanti anak-anak tidak tahu kalau main Gala Asin, kesamber sama yang ditengah itu menjengkelkan, dan kena timpuk waktu main Boy-boyan itu menyebalkan.  Banyak hal yang mendidik dalam permainan anak-anak model begini, terutama belajar berjiwa sportif, menyehatkan karena sekaligus berolahraga, dan membuat koordinasi tangan, kaki, mata terlatih dengan baik.  O ya saya paling senang main lompat karet, bagian simseunya tapi tidak bagian lompat yang semerdeka. Main sondah juga asik sekali, tapi saya tidak suka main jeblak panto dan kucing-kucingan. Kena melulu sih. 

Read Full Post »

Kubus yang Bikin Jengkel

Hampir sesorean Sabtu kemarin dan semalaman Sabtu dan berlanjut sepagian hari Minggu saya berkutat dengan mainan rangkaian kubus – kubus kecil terjalin yang (seharusnya) dapat disusun menjadi kubus yang lebih besar terdiri dari kubus-kubus tersebut. Sampai lewat jam duabelas di siang hari Minggu saya tidak mandi, lupa makan, dan nyaris melupakan minum kopi. (more…)

Read Full Post »

%d bloggers like this: