Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Junk’ Category

Tentang Akupuntur

Dalam hal tertentu saya bisa sangat keras kepala atau sekali waktu bisa sangat mudah terbawa arus. Istilah Sunda dalam hal ini adalah: kabawa sakaba-kaba (terbawa-bawa begitu saja) atau tuturut munding (terbawa-bawa oleh kerbau).  Istilah yang terakhir lebih enak didengar rasanya. Paling tidak saya bisa mengatakan orang-orang yang menjadi penghasut saya tidak lebih tidak kurang adalah kerbau.

Misalnya dalam hal berbelanja.  Suatu waktu saya sudah bersumpah dari awal pergi bahwa saya akan berfungsi sebagai supir saja bagi kelompok Nyonyah-nyonyah teman kerja saya sang pengunjung setia mall pada jam istirahat dan kalau perlu saya akan menggunting kartu kredit saya sebelum pergi,  dan cukup puas diupahi teman-teman saya segelas teh hijau dingin tanpa whipped cream di Starbuck atau seporsi makan siang saja di Food Court. Itu teorinya. Prakteknya saat saya mengantar mereka nyeklok di counter ini itu kadang-kadang belanjaan saya malah lebih banyak dari mereka.  Setan-setan perempuan itu selalu berbisik ” apa gunanya kartu kredit bila tidak digesek?” Dan saya akan pulang dengan rasa bersalah dan bertekad kembali untuk  menggunting kartu kredit saya begitu menemukan benda tajam apapun yang pertama-tama saya lihat.  (more…)

Read Full Post »

Personal Branding Personal Touch

Naon sih ieu. Teuing. Tiba-tiba saja di jalan saya inget buku saya yang Triloginya Romo Mangun; Roro Mendut, Lusi Lindri dan Genduk Duku yang sudah hilang tanpa karana lenyap entah kemana. Itu buku yang saya punya jaman SMP dulu. Bagus banget.  Lebih menyenangkan dibaca daripada buku bacaan setengah wajib di tempat saya kerja; 7 Habitsnya Stephen Covey dan Balance Score Card yang saya lupa karangan siapa, yang setengah mampus saya baca dan penuh berleleran iler saking seringnya ketiduran baca buku itu. Dengan hasil, walhasil -tentu saja tidak ada yang nempel. Eh udah berusaha menamatkan setengah mati, keluar lagi deh 8 Habits, si Stephen ini senang banget nyiksa orang rupanya ya?.

Jadi ceritanya gini, saya ini pembenci bacaan tentang Marketing, Manajemen, dan buku-buku pembangkit (sekaligus pembunuh) motivasi dalam bentuk apapun dan karangan siapapun.  Kecuali buku tentang Musashi (ya apa boleh buat, Musashi keren sih). Nah, tapi buat saya buku Roro Mendut ini menginspirasi sekali untuk bagaimana memotivasi potensi apa yang ada di diri kita menjadi suatu kekuatan penjualan (diri) yang fantastis. Bagaimana tidak, dalam kondisi kepepet kudu duit sekian-sekian jumlahnya per hari nyetor pada Adipati Wiroguno, gara-gara tidak mau diajak make out. Bingung beribu alasan sudah dicari, bahkan menstruasi yang tidak selesai-selesai pun sudah disodorkan sebagai alat berkelit. Akhirnya Jeng Roro jualan rokok. Ya rokok. Modalnya cuma sekian kepeng saja. Namun bagaimana dia berhasil dengan penjualannya itu yang keren. (more…)

Read Full Post »

Isi pengumuman hari ini di partisi kaca tengah ruang kantor yang jadi mading darurat:

 Dalam rangka memperingati HUT RI ke 62, diadakan lomba permainan rakyat Agustusan untuk seluruh karyawan Kantor Regional Jawa Barat.

 Dilaksanakan : Hari ini

Pukul: 15.00 WIB

Lokasi: Tempat Parkir Lantai 6

Peserta: seluruh karyawan termasuk OB, Driver, dan Outsource, untuk pembagian kelompok silahkan mengikuti Divisinya masing-masing.

 Jenis Lomba:

1. Lompat Tali Karet

2. Futsal (khusus untuk Perempuan/Wanita/Ibu-ibu saja)

3. Perepet Jengkol

4. Trilomba: Estafet Belut, Memasukkan jarum ke benang, balap kelereng (standar pisan)

5. Pesan Berantai (garing ah tidak unik)

6. Bakiak (komentar sama dengan nomor 5)

7. Ambil koin di tepung pakai mulut (sungguh pelecehan harkat sebagai manusia)

PS: Mohon maaf atas pengumuman mendadak ini, and I love you all…

saya membaca pengumuman ini dengan antusias, karena dari tahun ke tahun saya sempat jadi juara bertahan untuk mencekik belut, gaple (sayang sekarang ga ada gaple yah), dan permainan konyol lainnya.  Tapi..aaargggghhh..hari ini saya pakai rok ke kantor. Gimana mau lompat tali?

O yah, bagi yang belum tahu Perepet Jengkol Jajahean itu permainan anak-anak sebanyak 4 orang yang mengkaitkan kaki ke belakang sehingga saling mengunci. Semua bertepuk tangan dan melompat-lompat memutar sambil bernyanyi:

Perepet Jengkol Jajahean

Kacepet ……….. Jejeretean

Nah isi titik-titik di atas ada beberapa kontroversi, ada yang bilang panto ada yang bilang botol ada pula yang bilang benda lainnya. Sampai blog ini ditulis, kami masih berdebat soal isi titik-titik di lagu tersebut yang harus dinyanyikan.

Barusan googling nemu ini dari link http://www.mail-archive.com/urangsunda@yahoogroups.com/msg24690.html , ternyata yang benar liriknya sebagai berikut:

Kaulinan budak lalaki bari dikawihkeun, nu maenna 3-5 urang,
gerakanana engkle bari muter, biasana dipaenkeunna di buruan imah
atawa di sakolaan. Ieu kaulinan bisa jadi lomba mun dipaenkeun ku
sababaraha kelompok. Tiap-tiap kelompok kudu mertahankeun ulah nepi
ka leupas si kakaitan suku teh. Nu meunang nyaeta nu bisa nahan/ lila
teu leupas-leupas. Maenna, tiap-tiap budak milih kelompokna, tuluy
patukang-tukang bari pacekel-cekel leungeun, salajengna suku kenca
atawa suku katuhu eta budak dikaitkeun kana leungeun nu keur pacekel-
cekel tea, disusul deui ku suku budak nu sejen, budak nu pamungkas
ngaitkeun suku kudu bari ngonci suku-suku nu sejen, meh teu gancang
leupas. Sanggeus dikonci, tuluy leungeun barudak nu pacekel-cekel
dileupaskeun. satuluyna engkle bari muter, salian ti muter bari
emprak jeung ngawih. Ngawihna kieu: “Perepet jengkol jajahean,
kadempet kohkol jejeretean”. Mun diantara budak, sukuna aya nu
leupas, nya lasut, sedengkeun nu masih kuat mah nya dituluykeun. Mun
kabeneran aya keneh sababaha kelompok nu kuat, kelompok-kelompok eta
patubruk-tubruk; sing saha nu teu bisa nahan tuluy labuh, eta nu eleh.


Perepet Jengkol
Laras: Salendro, Surupan 1 = Barang

2  1  5   1    2   1  5  1  1  2  1   5   1   2   2  1  5  1  1
pe re pet jeng kol ja ja he an ka dem pet koh kol je je re te an

5-na 5 nu titikna dihandap..

(ES, 2000: 510)

Buat yang tidak mengerti, silahkan temui saya untuk penterjemahan secara live.

Read Full Post »

Percakapan Antar Meja

Dialog 1 

Ada banyak prinsip di Akuntansi. Khususnya di tempat saya kerja. Salah satu dari sekian banyak prinsip, adalah “biar salah asal konsisten”. Demikian salah satu prinsip yang juga saya pegang. Walaupun sebenarnya saya sudah cukup lama meninggalkan Departemen Akunting. Namun prinsip itu tetap menjadi favorit saya.  Terbukti saya memang dan masih konsisten untuk tidak konsisten.

Berikut percakapan saya bersama teman di kantor. Peserta sebagai berikut:

Osa       : pemain bilyar andalan regional jabar

Wawa   : perusak lagu, karena sering menyelipkan kata-kata “domba”, “kolor”, “pak Misrun” ke dalam setiap lagu yang dia senandungkan. Dan jangan tanya kenapa.

Entah kenapa obrolan kami beralih dari soal Macbook ke stik bilyar pesanan khusus punya Osa yang menurut saya cukup mahal karena melebihi anggaran belanja rumah tangga saya sebulan. Namun dia berjanji mengusahakan diskon 30% kalau saya yang pesan.

Osa : “jadi nya maen make stik eta mah ngeunah pisan siah* “
yang artinya: “jadi gini, main bilyar pake stik baru saya itu asli enak banget”

saya: “nu bloon bisa jadi jago teu Sa?”
yang artinya: “yang bloon main bisa jadi jago juga engga Sa?”

Osa: “bisa atuh, sok geura ajaran we, maneh sok maen dimana?”
yang artinya: “bisa dong, cobain aja sendiri, kamu suka maen bilyar dimana?”

saya :”Cilaut** meureun, mun aya nu ngajak eta ge”
yang artinya: “di Cilaut kali ya, itu juga kalo ada yang ngajak sih”

Osa: “iraha maen? ke ku urang diinjeuman lah”
yang artinya: “kapan mo main lagi? entar aku pinjemin deh”

saya: “Bener yeuh? cag siah,  nuhun nya..”
yang artinya: “bener loh ya? cag siah (cag siah agak sulit diterjemahkan, apalagi bila ditambah menjadi cag siah cuh cah cuah, artinya kira-kira adalah “keep your word’) tengkyu.

Wawa: “Mi, lain kamu teh keur diajar golf? naha bet jadi bilyar?”
yang artinya: “Mi, bukannya kamu tuh lagi belajar golf? lho kok malah ganti jadi bilyar?

saya: “naon we lah saya mah, nu penting tong lulumpatan jeung kalobaan kesangan. Ingat umur  atuh Wa, ayeuna pan urang ngurangan olahraga nu loba teuing lulumpatan, bisi kapiuhan ke”
yang artinya: “saya sih apa aja deh, yang penting jangan lari-lari dan kebanyakan keluar keringat. Ingat umur dong Wa, sekarang kan saya mengurangi kegiatan olahraga yang terlalu banyak lari-lari, nanti pingsan.

Wawa:”Oh kitu nya…”
yang artinya: “oh gitu ya…”

“Tutatitititituttetetetetet tetetetetet ” (dering hape saya adalah R2D2 yang sedang panik ditembaki)

Fahma di hape : “halo Mira, Uma nih..”

saya : “halo sayang”

Fahma: “Mir, Minggu siap Futsal ya?!! sama cewek-cewek Grapari nih, lawan Dealer, ok?

saya: “Futsal?? Oke, siyap jam berapa? Jam empat?” Oke deh..ntar tepon-tepon lagi yah..! Bye”

Wawa dan Osa : saling berpandangan.

*siah : seperti kata Teh Merlyna,  artinya sayang

**Cilaut: dibaca Chill Out

Dialog 2 

Percakapan selanjutnya dengan Rere, tetangga meja saya. Mungkin sore itu Rere sedang error (baca: mengalami penurunan tingkat kecerdasan temporer). Sebenarnya di antara kami memang sering terjadi. Untungnya gantian.

Rere: “Mir, liburan enaknya kemana ya? Pattaya atau Bangkok?”

saya: “mmmm…….” belum menjawab karena masih mikir.

Rere: ” kata kamu mending ke Bangkok atau Thailand sih?”

saya: “nggngg…..” berpikir keras. Sebenarnya sih speechless.

Wawa: “mungkin lebih baik ke Muangthai saja atau ke Siam, eh kalian ini geografinya payah banget yah?”

Read Full Post »

Narsis

Pertama mengetahui kata Narcissus dari buku novel yang saya baca jaman SD dulu, tentang Jim Bowie, pahlawan Texas yang mempertahankan benteng Alamo sampai titik darah penghabisan, juga penggagas pisau Bowie yang terkenal untuk berburu itu (merancang dan memakai doang, kalau yang nempa ya Blacksmith). Narcissus ini adalah nama dari sahabat baik Jim Bowie yang mati akibat duel anggar dengan Contrecourt. Ceritanya begitu kalau tidak salah.

Dulu saya berpikir rada aneh juga ada nama laki-laki yang berarti nama bunga Narsis yang masih keluarga eh genus dari Amaryllidaceae ini. Namun ternyata tidak aneh ya karena Narcissus atau Narkissos ini adalah nama pria tampan yang dalam salah satu versi cerita mitos Yunani yang jatuh cinta sampai mati pada bayangannya sendiri. Walaupun nama bunga itu nama laki-laki, saya masih jarang baca dan dengar ungkapan misalnya “Wuset, tuh cowok ganteng banget ya, cakep banget secantik bunga bakung”. Oh ya, kecuali di cerita F4 Meteor Garden sih. Empat cowok ganteng yang setampan bunga-bunga itu ceritanya karena merasa saking cakep bahkan lebih cantik dari bunga, menamakan geng mereka Flower Four. (more…)

Read Full Post »

Tentang Presiden Amerika

Beberapa waktu lalu saat gigi bungsu saya melakukan aksi gerakan separatis dengan memaksa meminta kedudukan dan teritori yang lebih luas di areal gusi yang sudah jelas-jelas penuh sesak oleh geraham lain yang sudah duluan bercokol disana, akhirnya saya menyerah untuk pergi ke dokter gigi, yang biasanya hanya saya kunjungi secara tidak teratur dan tidak terjadwal untuk pembersihan karang gigi.

Kriteria pemilihan dokter gigi saya sangat tidak jelas -yang penting cakep, dan dekat rumah atau kantor-, ada sih yang rada cakep (tapi dikit euy kadar cakepnya) namun seringkali ngajak ngobrol melulu, yang mana sangat memusingkan saya, karena saya pikir dia kurang memahami kondisi kejiwaan dan mental pasien, karena disaat muka kita menyon-menyon diacak-acak, sangatlah malas bagi saya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan. Lagipula bagaimana mau menjawab, kan mulut dipenuhi tang, obeng, dan alat-alat pertukangan gigi lainnya. Nah, akhirnya saya pindah dari dokter gigi -yang walaupun rada cakep tapi kurang pemahaman tersebut- ke dokter gigi lain yang tidak cakep, sudah tua, namun gelarnya lumayan panjang. (more…)

Read Full Post »

No Art Works At Works

Di tempat kerja saya pertanyaan yang paling banyak ditanyakan adalah :

1. “Ada makanan? ”

2. “Punya makanan?”

3. “Ada permen?”

Dan yang sejenis lainnya menyangkut makanan

Game yang paling banyak dimainkan :

MotoGP

masih motoGP

Hari yang disukai :

Hari-hari gajian dan bonus

Hari yang tidak disukai :
Semua hari selain hari gajian dan bonus

Tempat belanja favorit:

BSM, BIP, Kings, Yogya, Pasar Kosambi, Istana Plaza, Mollis, semua yang bisa didatangi dengan waktu departure jam 11.30 dan arrival 2.30

Kunjungan outlet 

adalah istilah marketing yang dicuri untuk mengunjungi Factory Outlet

Topik yang tidak disukai:

Politik

Topik yang disukai:

Film, musik, dan makanan

Read Full Post »

%d bloggers like this: