Feeds:
Posts
Comments

Gimana Bisa Ngomong Keren Kayak Konsultan

Tidak, kali ini saya tidak akan membicarakan demo 4 November 2016. Dan tidak akan pernah juga blog ini berisi wacana yang mengundang polemik. Saya orangnya cinta kedamaian, alam yang indah, pepohonan hijau, dan sungai yang mengalir. Dan makanan enak. Mirip hobbit memang. Walaupun saya ingin seperti peri, sepertinya karakter saya lebih mendekati manusia pendek di cerita Lord of the Rings tersebut.

Saya mau cerita masalah terbesar saya setelah pindah ke kantor pusat di Jakarta ini. Saya lupa Bahasa Inggris! Iya engga lupa-lupa amat juga sih, engga seperti saya lupa Bahasa Perancis yang dari dulu emang cuma bisa bilang “je n’ai pas assez d’argent”.  Lagian les Perancis juga cuma beberapa bulan aje. Tapi soal bahasa Inggris ini loh, dimana saya pernah dapat score TOEFL 553. Kan lumayan lah.  Kok ya bisa lupaaa… lupa grammar, lupa ngomong juga. Lupa istilah, lupa ngobrol. Ya iyalah jarang dipake. Apa mau diharap kalau begitu.

Nah mana di kantor pusat ini saya banyak kudu ngomong sama konsultan. Iya konsultan yang tarifnya pakai mandays dengan rate $4000. Ngomongnya pada belibet, presentasi dan proposalnya apalagi. seolah tujuan hidup mereka cuma satu, yaitu bikin saya pusing. Lalu apa yang saya lakukan? les bahasa Inggris lagi? ya bisa sih. Tapi kemarin yang saya lakukan adalah searching di internet. Yaitu dengan keyword, “how to talk like consultant”. Lah yang keluar malah artikel dari Forbes, yang bikin saya ketawa-ketawa.

Salah satunya, kata penulisnya yang mantan konsultan di McKinsey ini bahwa, konsultan itu memang SENGAJA. Astaga, mereka ternyata sejahat itu itu bikin istilah sulit, untuk membuat hidup saya tambah sulit. Ternyata ya. Saya sampai geleng-geleng kepala.  Dan mengelus dada. Dadanya Ben Affleck deh.

Ternyata ada 15 kata kunci yang bikin kita bisa kedengeran kayak konsultan dengan tarif $5000 per hari itu. Mau tau? ini saya sarikan berdasarkan pemahaman saya yang cetek ini dari artikel di Forbes.

“what’s the so what?”

kalimat ini  mesti diucapkan dengan segaya dan sekeren mungkin. with style gitu. Kalau bisa dengan logat rada British. Yang katanya sih terjemahannya adalah “How is this analysis useful?”

Dimana arti sebenarnya adalah,  sebenarnya Anda udah lebih dulu di atas saya karena Anda telah melakukan satu ton analisis  yang kompleks padahal saya tidak. Jadi, izinkan saya untuk menegaskan kembali otoritas saya dengan menantang Anda untuk menjelaskan tujuan Anda lagi, dan menyiratkan bahwa sementara Anda hidup di dalam spreadsheet, aku ini benar-benar hidup di dunia nyata.

Oh jadi gitu.

 

“Directionally correct”

Translation: The analysis is correct in its broad conclusions.

Real meaning: The analysis is incorrect in some of its numbers.

Example: “Let’s not get hung up too much on the details. The analysis is directionally correct.”

 “The right road, but the wrong direction.”

Translation: The analysis is asking the right questions.

Real meaning: The analysis is wrong, and one of the consultants is going to be fired.

Example: “We found the right road, but we took the wrong direction.”

 

Tiga dulu aja deh buat latihan. Kalau mau lengkapnya ada lima belas sih, tapi tiga aja dulu. Hehehe

 

 

 

 

 

Advertisements

Comments RSS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: