Posted in Budaya | Leave a Comment »
Sewaktu saya masih bersekolah di SMA dulu saya sempat tinggal di rumah sepupu di daerah Padasuka. Untuk naik angkot setiap pagi saya berjalan sepanjang jalan Padasuka menuju jalan Suci (Suci – Supratman Cicaheum) untuk naik angkot jurusan Cicaheum-Ciroyom yang melewati SMA 2 di Jalan Cihampelas. Di jalan Padasuka ini ada Saung Angklung Udjo yang menjadi tujuan dari banyak wisatawan mancanegara. Bis-bis pariwisata hampir setiap harinya datang dan pergi memenuhi jalan Padasuka yang sempit dan macet. Sangat besar daya tarik Saung Angklung Udjo ini bagi turis asing.
Akhirnya beberapa waktu lalu saya sempat kesana untuk menyaksikan pertunjukan angklung di Saung Angklung Udjo yang spektakuler itu. Sayangnya saat saya kesana Mang Udjo sudah tiada, padahal saya belum sempat melihat Mang Udjo sebagai dirigen angklung. Terbayang sosoknya yang antik dengan janggut lebat yang putih, berpakaian adat Sunda kuno, baju dan celana pangsi dan sampiran sarung, mengenakan ikat kepala batik. Mang Udjo sang maestro memang dikenal sebagai tokoh yang eksentrik.
Saung Angklung Udjo ini berada di lahan yang luas dengan banyak tumbuh rumpun bambu dan pepohonan yang teduh, ada banyak saung-saung dan sebuah aula besar tempat pertunjukkan, juga tempat istirahat dan toko souvenir khas Saung Angklung Udjo dan kerajinan khas Sunda. Kita bisa menyaksikan acara demi acara yang menarik dari anak-anak kecil yang bermain angklung sambil mementaskan suatu kisah, juga konser musik merdu dari lagu-lagu tradisional Sunda maupun lagu Pop internasional yang sedang hit. Pengunjung pun akan ikut berinteraksi dengan ikut memainkan lagu, kita dibagikan eh dipinjamkan angklung, lalu kita akan bersama-sama memainkan lagu dengan dipimpin oleh dirigen, awalnya belajar dulu memainkan angklung dengan melihat kode-kode lalu tanpa disadari kita sudah memainkan lagu bersama-sama dengan bersemangat dan gembira.
Kemarin saya berjalan-jalan keliling kota namun tidak naik delman istimewa, tapi disetiri suami saya dan bukan pak kusir yang sedang bekerja mengendali kuda agar baik jalannya. Dan di sebuah dept store, tepatnya Yogya di jalan Riau, ada booth yang menjual buku tentang Mang Udjo dan cendera mata Saung Angklung Udjo. Saya terkenang pengalaman saya ke Saung Angklung Udjo, dan saya jadi membeli buku, beberapa karet rambut berhiaskan kain batik, juga sebuah ikat pinggang dari batok kelapa yang cantik sekali.
Buat yang tertarik ingin ke Saung Angklung Udjo, ini alamatnya:
Saung Angklung Udjo berlokasi di Jl.Padasuka No 118, Bandung 40192 Jawa Barat, Indonesia Telp +62 22 7271714 Fax +62 22 7201587. Posting saya yang lain tentang Saung Angklung Udjo : http://miramarsellia.com/2006/07/26/saung-angklung-udjo/
Posted in Personal | Leave a Comment »
Thanks God it’s Friday…
Picture from Wikipedia
Posted in Personal | Leave a Comment »
I was walking along a path with two friends – the sun was setting – suddenly the sky turned blood red – I paused, feeling exhausted, and leaned on the fence – there was blood and tongues of fire above the blue-black fjord and the city – my friends walked on, and I stood there trembling with anxiety – and I sensed an infinite scream passing through nature.
Saya membaca berita hari ini bahwa lukisan Edvard Munch – The Scream yang fenomenal ini terjual dengan harga Rp 1.1 trilliun. Lukisan dan benda antik, memang benda-benda yang sulit diukur standar harganya. Bukan hanya diukur dari harga materi benda itu, tapi nilai dari ‘taste’ yang membuat benda-benda demikian menjadi demikian fantastis.
Dulu sekali, saya pernah bertanya pada teman saya seorang pelukis, siapa pelukis favoritnya. Dia menjawab singkat “Edvard Munch” tanpa menjelaskan mengapa dan siapa. Saya bukan seorang yang mengerti lukisan, tapi saya penasaran dengan jawabannya. Setelah saya cari di internet dan membaca tentang Edvard Munch, kesimpulannya: saya tetap tidak mengerti.
Kesan saya sebagai seorang awam, lukisan Edvard Munch yang satu ini The Scream – ada beberapa versi lukisan The Scream Edvard Munch- yang baru-baru terjual ini adalah yang paling ‘colourful’, adalah sangat mendalam. Warna semburat merahnya begitu indah. Benar-benar warna lembayung yang nyata. Pernahkah di suatu sore Anda tibda-tiba melihat langit seperti terbakar? Antara takjub, ngeri dan takut bercampur menjadi satu. Mungkin seperti itu yang dirasakan Edvard Munch sebelum dia menuangkannya ke dalam lukisan. Sosok mahluk mengkerut yang digambarkan, tidak seperti laki-laki dan ataupun perempuan itu, mengkerut seperti Mummy dari Peru. Seperti gambaran jiwa yang terhimpit dan menjerit.
Indah.
Posted in Personal | Tagged Edvard Munch, The Scream | Leave a Comment »
Setiap orang tentu punya cerita sendiri dalam berhubungan dengan motor. Misalnya pertama kali belajar naik motor, meminjam motor,mencuci motor, menyicil atau membeli motor, bahkan kehilangan motor. Saya pun begitu. Cerita saya yang berhubungan dengan motor rasanya mendominasi dalam setiap tahun kehidupan saya. Sehingga tak salah apabila hubungan saya dengan motor saya sebut dengan ‘Kisah Cinta’ atau ‘Love Affair’ karena memang tersangkut paut dengan kisah pacaran saya dengan mantan pacar yang sekarang menjadi suami. Dan kendaraan beroda dua tersebut menjadi saksi kisah kasih kami berdua. Serius lho, ini bukan cerita main-main.
Sebelum menginjak kisah cinta yang mendebarkan antara Yamaha Mio J Motor Matic Injeksi Harga Murah, saya, dan suami saya (yang menjadi terdengar seperti hubungan cinta segi tiga ini), perlu saya ceritakan bahwa saya belajar motor di usia dini. Yaitu kelas enam SD menjelang EBTANAS untuk masuk SMP. Dan saat itu saya belajar motor dengan motor model untuk pria. Apa ya istilahnya? Motor batangan bukan? Saya belajar menaiki motor dengan merk motor Yamaha tipe RX King. Milik sepupu saya. Dia dengan susah payah, penuh keringat dan air mata mengajari saya cara mengemudikan motor. Pada saat awal saya berhasil membawa motor sendiri tanpa oleng dan ditemani, saya berhasil melompati selokan yang lebar tanpa disengaja -tentu saja, berhasil dilompati karena kaget sehingga memutar gas dengan maksimal. Saya melaju di kebun yang ditumbuhi kacang panjang dan tanaman palawija lain, dan menjadi tontonan abang tukang bakso dan tukang becak dipinggir jalan, sampai kemudian saya berhasil berhenti. Tentu saja saya tidak bisa kembali menggeber motor untuk melompati selokan kembali – saya tidak semahir itu, sehingga akhirnya dibantu semua penonton di pinggir jalan yang terlongong melihat aksi saya, untuk menggotong motor Yamaha RX King itu dengan selamat kembali ke jalan. Untungnya motor tersebut tidak lecet akibat atraksi akrobatik tadi.
Beberapa tahun lalu, saat harga bensin mulai naik atau turun dan naik kembali tanpa bisa saya prediksi kapan naik atau kapan turun, saya memutuskan untuk pergi ke kantor dengan naik motor. Pertimbangan saya kembali kepada Yamaha. Cinta pertama memang sulit dilupakan. Sampai kapanpun tidak akan lupa. Itulah sebabnya Yamaha menjadi pilihan saya. Selain memang pengaruh Valentino Rossi yang pernah menjadi ikon kebanggaan Yamaha. Iya saya memang suka nonton Rossi balapan, apalagi sewaktu di tim Yamaha. Motor matic injeksi irit harga murah, adalah pertimbangan saya dalam memilih Yamaha Mio saat itu. Dengan motor matic, tinggal putar gas, breng breng breng, saya langsung bisa melesat kencang. Antara menggas dan mengerem tidak banyak usaha dan tenaga yang perlu dilakukan, itulah keunggulan motor matic injeksi ini. Konsumsi bensinnya pun irit. Bayangkan saya saat itu mengeluarkan biaya untuk bensin seperempat dari biaya yang harus saya keluarkan apabila menggunakan mobil atau angkutan umum. Luar biasa hemat dan irit bahan bakar.
Saya pribadi menyukai desain motor Yamaha Mio yang sporty. Pilihan saya warnanya merah. Saya pun menggunakan helm full face dengan warna senada. Biar keren. Saya menyimpan tas kecil dan jas hujan di bagasi Yamaha Mio ini, karena tempatnya cukup lapang. Buat saya desain Yamaha Mio dan iritnya bahan bakar ini menjadi hal yang utama dalam faktor naksir berat pada motor ini. Pulang pergi ke kantor pun menjadi lebih cepat karena saya menghemat waktu di jalan banyak sekali dengan naik motor ini.
Saya dan mantan pacar saya yang menjadi suami saya saat ini lebih suka berjalan-jalan atau pergi ke kantor dengan berboncengan naik motor. Alasannya selain cepat dan hemat, juga berboncengan naik motor itu sangat berkesan dibanding duduk berjauhan di mobil. Saat itu suami saya kadang meminjam motor Yamaha Mio adiknya, yang diberi stiker bunga-bunga dan kupu-kupu dengan warna ungu dan pink. Bayangkan seorang pria tinggi besar berjaket kulit hitam, namun memakai motor dengan stiker yang centil. Tapi dia cuek. Karena tampilan kewanitaan motor yang diberi stiker bunga-bunga ini tidak mengurangi performansi dan kehematan bahan bakar motor, walaupun di setiap lampu merah sering jadi sasaran lirikan banyak orang. Secara tampilan, motor Yamaha Mio ini berdesain friendly, bisa digunakan pria dan wanita. Tidak terlalu macho, dan juga tidak terlalu girly, sehingga menjangkau selera dari kedua gender. Bahkan juga cocok untuk segala usia.Yang penting usia yang sudah layak punya SIM tentu saja. Lihat saja gambar di atas untuk model Yamaha Mio J Family, desainnya sangat dinamis dan canggih.
Lepas dari cerita pribadi saya dan suami saya dalam menggunakan motor Yamaha Mio, ada lagi yang ingin saya sampaikan. Yamaha Mio terbaru saat ini bernama Yamaha Mio J. Ada tambahan huruf J dibelakangnya. Apa itu? J itu menjadi ciri keunikan Yamaha Mio model terbaru di pasaran nasional sekarang. J tersebut adalah awalan dari teknologi FI Yamaha, yang disebut dengan Yamaha Mixture JET-Fuel Injection (YMJET-FI). Intinya teknologi terbaru dan mutakhir untuk Yamaha Mio ini dapat meningkatkan performa mesin dan menghemat bahan bakar sampai dengan 30 persen. Saking kerennya, sampai dirasakan menjadi hal yang ajaib, makanya Yamaha Mio J ini disebut ‘It’s Magic’, sebuah keajaiban. Tagline Yamaha Mio sendiri mengandung kata sihir, yaitu ‘Semakin cepat, semakin irit, It’s Magic’. Untuk yang ingin menggali lebih dalam mengenai Yamaha Mio J ini klik http://www.yamaha-motor.co.id/ dan temukan berbagai keajaibannya disana.
Model pada gambar di atas ini adalah Yamaha Mio J teen, desain khusus untuk anak muda yang ingin tampil lebih trendy dan percaya diri dan cool tentu saja. Mio J Teen didesain sangat unik, karena berdasarkan 3-tone color combination. Terdapat tiga warna dasar berbeda dalam satu produk itu, yang dapat dilihat pada cover depan dan cover head lamp; spack board depan, cover sayap samping dan cover body belakang; cover body bagian bawah.
Aplikasi tiga warna dasar berbeda pada bagian-bagian motor tersebut nyata tampak pada lima varian Mio J Teen. Varian pertama yang menjadi hero bike berwarna dasar hitam – putih – merah. Yang lainnya berwarna hitam – hijau – abu-abu muda; putih – biru – abu-abu muda; putih – hitam – abu-abu muda; dan putih – merah – abu-abu muda. Buat yang penasaran pada harga Yamaha Mio J ini, untuk harga on the road Jakarta, Mio J-FI dibanderol seharga Rp 11.990.000, Mio J CW-FI harganya Rp 12.800.000, Mio J-CW Teen FI seharga Rp 12.930.000.
Nah, apa lagi yang musti dipertanyakan pada Yamaha Mio J ini. Motor matic ini akan membuktikan diri sebagai sepeda motor praktis, ekonomis, dan berkemampuan tinggi. Beban tinggi oke, untuk kecepatan selalu cihuy, dengan model yang keren. Mau apa lagi coba?
XOXO
Tulisan blog ini adalah keikutsertaan saya dalam YAMAHA WRITING COMPETITION yang diadakan oleh Yamaha, dengan kata kunci Yamaha Mio J - Motor matic injeksi irit harga murah
Posted in Personal | Tagged Motor Matic Injeksi Irit Harga Murah, Motor Matic Injeksi Irit Harga Murah Yamaha Mio J, Yamaha Mio J | 4 Comments »
There are three rules for writing the novel. Unfortunately, no one knows what they are. (W. Somerset Maugham)
Suatu hari saya akan mengetik di blog saya, dan saya membaca quote di atas di sisi kiri dashboard wordpress saya. Dan saya jadi tersenyum membacanya. Hal itu saya rasakan betul. Kadang dalam menulis buat saya tidak ada aturan yang baku. Saya tidak pernah belajar menulis sesuatu yang serius selain yang diajarkan di sekolah untuk bekal pekerjaan kantor, misalnya menulis surat bisnis. Sedangkan untuk menulis fiksi saya tidak pernah belajar. Untuk saya menulis blog adalah kesenangan, bukan sesuatu yang harus dikerjakan. Sesuatu yang menyenangkan akan jadi tidak menyenangkan apabila menjadi suatu keharusan. Seseorang pernah mengatakan ini pada saya. Saya menulis di blog, karena blog itu ada. Because it was there, seperti kata Sir Edmund Hillary sewaktu ditanya kenapa ia mendaki Mount Everest.
Jadi apa dong tipsnya? Seperti quote yang saya kutip di atas, ada tiga aturan dalam menulis, sayangnya tidak ada yang tahu apa itu. so… saya juga engga tahu dong caranya.
Tapi sekedar tips sih ini saran saya:
Tulislah sesuatu yang Anda sukai. Atau bila sesuatu itu adalah sesuatu yang Anda tidak suka, paling tidak Anda suka untuk menuliskannya, misalnya kisah Anda misuh-misuh sewaktu melihat mobil di depan Anda membuang sampah sembarangan di jalan raya.
Buatlah tulisan yang enak dibaca. Namun lucunya lagi saya menemukan quote tentang menulis ini sebagai berikut
Easy reading is damned hard writing. Nathaniel Hawthorne
Menulis seperti Anda memasak, kalau kata Anda saja engga enak, apalagi menurut orang lain. Bacalah ulang apa yang Anda tulis. Baca seperti bukan Anda yang menulisnya. Saya sering menemukan kalimat yang tidak enak dibaca apabila di lain waktu saya membaca tulisan saya sendiri
Mulailah menulis saat Anda ingin menulis. Ide yang muncul saat ini, akan berbeda dengan ide yang akan muncul besok. Jangan tunda keinginan menulis saat Anda menemukan sesuatu untuk ditulis. Menulis adalah proses kreatif yang aneh, saya bisa bengong 3 jam di depan macbook saya tanpa mengetik apa-apa, namun bisa begitu ingin sekali menulis saat saya menyetir mobil di jalan tol.
Selamat menulis di blog!
Posted in Personal | Leave a Comment »
Tempat kerja yang nyaman memang harapan setiap orang yang bekerja di kantor. Disebut-sebut desain workstation berpengaruh pada kesehatan pekerja. Apabila kursi dan meja yang dipakai tidak ergonomis maka akan berakibat pada nyeri punggung, sakit kepala, banyak pegal-pegal pada tangan dan kaki, bahkan marah-marah di rumah tanpa sebab. Untuk itu kenyamanan dalam bekerja menjadi sangat penting. Apalagi mengingat bahwa kebanyakan orang yang bekerja kantoran lebih banyak menghabiskan waktu di kantor (dan di jalanan yang macet) ketimbang berada di rumah.
Google disebu-sebut sebagai kantor yang memiliki desain interior yang nyaman sekali bagi pegawainya. Banyak kursi model bean bag chair, akuarium, kursi pijat dan bahkan perosotan. Warna-warnanya pun campuran antara cerah ceria dan natural. Pixar pun menerapkan ide bahwa dinding yang putih polos tidak bakalan menghasilkan banyak inspirasi, untuk itu mereka menghiasinya dengan poster, foto-foto, dan gambar dari karakter dari film animasi yang mereka hasilkan.
Kalau kantor saya engga mirip kantor Google sih, tapi buat saya tetap kantor yang nyaman. Saya punya meja dekat jendela yang kadang-kadang bisa saya buka kalau bosan dengan udara AC. Cahaya dari luar juga pas, tidak silau tapi terang tanpa perlu cahaya lampu. Sayangnya karena ada gedung sebelah, pemandangan ke gunung Tangkuban Perahu dan gunung Burangrang yang seharusnya bisa terlihat jadi terhalang.
Untuk menambah kenyamanan saya menyimpan benda-benda kesayangan dan menurut saya penting di tempat kerja, stabillo warna warni, minyak kayu putih untuk masuk angin, sendal jepit, komik Meteor Garden dan novel Eiji Yoshikawa, vas bunga dengan tanaman hidup, serta wallpaper dengan wajah Neytiri, karena saya suka banget film Avatar. Tak lupa foto-foto keluarga dan teman-teman dekat di meja. Ini dia foto-fotonya:
gambar kantor Google Office Dublin via Design You Trust
workstation design picture from University of Pittsburgh
Posted in At works, Karir, Pekerjaan | Tagged kursi pijat | 2 Comments »


























