Feeds:
Posts
Comments

And the story goes…

Hari ini saya ikutan wawancara untuk Tim Touch Korea Tour di KTO Indonesia  di Jakarta. Hasilnya? Belum tahu. Tapi ada hal yang ingin saya ceritakan. Ternyata ngomong bahasa Inggris setelah 15 tahunan  ga pernah ngomong bahasa Inggris dengan  dengan lidah sendiri secara aktif (biasanya sekarang-sekarang ini saya pake bahasa Inggris cuma buat imel-imelan atau chatting online aja) adalah…. BELEPOTAN PARAH. Otak saya sudah melaju kencang bak Ferrari yang dikebut oleh Raikkonen sementara mulut dan lidah saya ibarat becak yang dikayuh di jalanan berbatu dan menanjak, dan ban becak ketiga-tiganya kempes pula. Yang ngayuh becaknya kakek-kakek. Seperti itulah rasanya ketidaksinkronan antara mulut saya dan otak saya.

Menyedihkan memang. Pathetic. Duh.

Tiba-tiba saya ingin kursus bahasa Inggris lagi di The British Institute. Agar lidah saya yang kelu seperti sehabis mengunyah Dieffenbachia (1) ini dapat terobati dan bisa cas cis cus lagi. Bukannya saya kurang kerjaan sehingga sempet-sempetnya ngunyah daun tanaman hias tersebut, tapi mungkin seperti itulah kesedihan saya akibat kekakuan lidah saya ini.

Jadi untuk adik-adik atau siapapun,  apabila kalian dulu pernah bekerja sebagai sekretaris perusahaan asing atau pernah mendapat nilai 10 dalam bahasa Inggris saat ujian akhir nasional (bukan berarti saya pernah dapat nilai 10, nilai saya 9.9 tapi anggap aja 10, toh udah deket), kemampuan bahasa itu akan percuma saja kalau tidak dilatih dan dipakai, akan kelu seperti efek setelah  mengunyah daun Dieffenbachia. Coba saja kalau berani, mengunyah daun itu maksudnya.

Udah ah saya mau tidur, malam ini rasanya saya agak sedih. Bukti kesedihan saya, sepanjang jalan tadi saya menyenandungkan lagu dangdut. Lagu yang biasa saya gumamkan apabila sedang galau.

(1) Dieffenbachia

Getah daun dan batang Dieffenbachia BERBAHAYA karena dapat menyebabkan gatal-gatal maupun kejang pada bibir dan lidah serta kerongkongan bila mengenainya. Meskipun setelah beberapa waktu dapat pulih kembali, gejala ini dapat menyebabkan syok, bahkan kematian apabila kejang mengganggu saluran pernapasan. Anak-anak dan hewan peliharaan rentan akan bahaya ini. Ada laporan yang menyatakan, hal ini pernah diterapkan untuk menghukum budak.[1] Penyebabnya adalah banyaknya kristal kalsium oksalat di dalam sitoplasma sel yang disebut rafida dan berbentuk jarum.

from Wikipedia

Interview

Sudah bertahun-tahun silam saya ngerasain yang namanya diinterview. Baiklah, maaf bukan bertahun-tahun yang lalu, BELASAN tahun yang lalu malah. Time flies so fast when you having fun with wonderful person. Yang wonderful disini maksudnya saya, yang having fun, ya orang-orang disekitar saya.

Saya selalu bermasalah dengan yang namanya ujian atau wawancara alias interview ini. Saat ujian akhir SMP saya ketiduran di kelas saat ujian. Untung lulus. Saat ujian masuk kuliah, pinsil saya yang satu-satunya patah. Dan saya tidak membawa serutan. Dan saya tidak berani pinjam. Dan saya juga ujian sambil merasakan mules karena lagi sedikit diare. Untung lulus.

Interview saya yang paling ngenes, yang saya lupa masuk ruangan interview dengan bawa  barang belanjaan dengan banyak keresek. Yang ngenes lainnya, surat lamaran saya tertukar, dan ketahuan pas lagi diwawancara. Saya ngelamar ke HSBC dan UOBB, tapi surat lamaran keduanya tertukar. Lulus? tentu tidak. Mereka tidak bodoh.

Ada juga saat saya diwawancara dengan yakin dan fasih dalam bahasa Inggris, dan saya menyatakan saya adalah pekerja keras yang tidak pernah puas dengan hasil yang telah dicapai apabila belum sempurna. Pewawancara saya cuma bilang, “Yeah, terlihat jelas sekali pada nilai-nilai di ijazah Anda” Katanya sambil melirik fotokopian transkrip nilai saya yang banyak memuat nilai D. Tapi anehnya saya diterima.

Di tempat saya bekerja sekarang juga sebenarnya tidak kalah ngenes.

Awalnya saya ikut ujian tertulis. Dari 10 soal saya hanya bisa menjawab 4. Benar-benar cuma 4 pertanyaan yang bisa saya jawab, itupun banyak yang memakai pola mengarang bebas. Di sebelah saya adalah teman kuliah saya yang ikut ujian masuk kerja juga bareng dengan saya. Dia tampak mengisi soal dengan lengkap, teliti, dan rapi. Dan menjawab KESEPULUH soal itu dengan baik.

Saya ingin nyontek. Ingin sekali. Dan saya juga berpikir, teman saya ini juga orangnya baik. Pasti ngasih.

Tapi entah darimana, harga diri saya yang biasanya jarang muncul, saat itu menyeruak begitu hebatnya. Saya tidak jadi nyontek. Saya berpikir, saya melamar di perusahaan besar. Kalau saya berhasil masuk dengan hasil nyontek, dimana kebanggaan diri saya.

Akhirnya karena yang lain masih menulis jawaban sementara saya bengong, saya minta kertas lagi. Dan menulis ulang 4 jawaban yang segitu-gitunya. Di kertas yang baru. Dengan huruf kecil-kecil dan rapi berbaris.

Wawancaranya sendiri jauh dari teori pelajaran sekolah ataupun urusan nilai di ijazah saya yang jeblok. Bapak yang mewawancara saya terlihat sangat cool, cuek, dan berwibawa (belakangan saya mendapat info dia adalah Direktur Keuangan di perusahaan yang saya lamar yang sengaja turun gunung untuk interview).

Tidak banyak yang beliau tanyakan, salah satunya dia hanya menanyakan apa saya bersedia ditempatkan di Papua. Yang saya jawab dengan sangat antusias “Bersediaa….!”  Papua dalam gambaran pikiran saya adalah daerah yang eksotis, coba bayangkan: seafood, hutan yang hijau, laut yang biru lazuardi, koteka, dan pilot-pilot yang gondrong dan pemberani. Itu yang ada di otak kecil saya yang naif.

Selanjutnya beliau menanyakan berapa gaji yang saya inginkan. Saya jawab “lima ratus ribu saja”. Dia menjawab “Banyak amat!!” dengan nada yang takjub. Saya jadi ikut takjub. Jawab saya “Beneran kebanyakan pak?”  Dia menjawab “Iya, coba kamu rinci untuk apa uang sebanyak itu”.

Kalau saya tidak salah ingat sih, tahun segitu  untuk gaji lima ratus ribu merupakan gaji  yang dibawah standar untuk lulusan D3. Tapi saya memang naif.

Lalu saya minta kertas kosong, dan saya mengisi dengan riang gembira, anggaran saya sebulan dengan uang lima ratus ribu. Diantaranya adalah ongkos naik angkot, ongkos naik becak, pembelian kopi (saya maniak kopi), lipstik dan bedak, dan menabung. Sisanya saya lupa. Sang Direktur (yang saya tahu belakangan itu) mengangguk-angguk puas dengan anggaran saya yang aneh. Pertanyaan berikutnya saya tidak begitu ingat, kecuali untuk pemilik saham perusahaan yang saya lamar, saking yakinnya saya dengan komposisi sahamnya dimiliki oleh anu dan anu sekian persen dan sekian persen, saya sampai mengajak si Bapak Direktur untuk bertaruh sewaktu beliau bilang jawaban saya salah.

Singkat cerita saya diterima.

Kesimpulan saya, hal -hal seperti: dipanggil interview, beli rumah, dapat kerjaan, dapat pacar ganteng (dan sukur-sukur jadi suami, dan ketemu  Jun Ho member 2 PM yang jago nge-rap dan beat box adalah faktor jodoh dan nasib. Kadang kita begitu yakin dengan sesuatu, namun kita gagal. Ada saat dimana kita tidak yakin, tapi kita berhasil. Jadi sebenarnya kita ini harus yakin apa tidak sih? Katanya untuk meraih sesuatu kan kita harus yakin. Tapi kadang bila terlalu yakin, hasil yang tidak kita harapkan akan membuat kita terpukul. Jadi gimana dong? Susah ya.

Menurut saya, kita harus yakin akan sesuatu yang ingin kita raih, tapi kita juga harus berbesar hati bila hasilnya tidak sesuai keinginan kita. Sejauh kita berusaha maksimal, hasil apapun harus bisa kita terima dengan tabah. Setabah mendapat nilai statistik D walau sudah dua kali ngulang dan  belajar mati-matian.

Jadi untuk hari Senin nanti dimana saya akan menghadapi wawancara untuk layak tidak menjadi Tim Touch Korea Tour untuk jalan-jalan ke Korea yang diadakan oleh Korea Tourism Organization Indonesia, saya mengucapkan selamat kepada diri saya sendiri. Karena perasaan exciting campur harap-harap dan cemas ini tidak bisa dialami setiap hari. Hasilnya seperti apapun, diserahkan kepada takdir Yang Maha Kuasa…. sejauh ini saya sudah bersiap-siap. Lebih kepada menyiapkan mental. Untuk persiapan mental ini saya sudah berusaha untuk menghapal  Hands Up – nya 2PM untuk menambah semangat, dan mengucapkan Greetings dalam Bahasa Korea….

Hullyeo peojineun umage matchweo
Everyone put your hands up and get your drinks up
On sesangi hamkke michyeo
Everyone put your hands up and get your drinks up

Now
Put your Hands Up, Put your Hands Up, put, put, put, put, put
Put your Hands Up, Put your Hands Up, put, put, put, put, put
Put your Hands Up, Put your Hands Up, put, put, put, put, put
Put your Hands Up, Put your Hands Up, put, put, put, put, put

Bollyumeul nopyeo seupikkeo teojidorok
Geurigo modu hamkke michyeo jeongshin ppajidorok
Jeongshin ppajidorok, jeongshin ppajidorok
On momeul heundeureo bwa bwa
Amu saenggak an nadorok

……………………………………………….. dst dst

Cerita Kantor Berhantu

La Marie – Bukan hantu yah

Dari jaman jadul dulu (rekursif ya?), sejak kami berkantor di jalan asia afrika sampai dengan sekarang pindah ke rest area (saking jauhnya dari kota) di jalan soekarno hatta, selalu kantor kami dipenuhi cerita hantu. Menurut rumor, hantu di kantor kami macam-macam, dari wujud wanita tanpa wajah, atau anak-anak kecil hitam yang suka berlarian tanpa baju, sampai dengan hantu tukang jitak yang membuat acara latihan band di kantor kami bubar begitu saja akibat pemain drumnya dijitak mahluk tak kasat mata. Tapi rata-rata hantu di kantor kami senang mengetik dan menghitung dengan kalkulator tel-telan -sebutan kami untuk kalkulator sebesar batako berkertas gulung untuk cetakan bukti hitungannya- soalnya kalau sedang sendiri atau malam-malam lembur selalu saja ada suara-suara ketak-ketik-ketik yang datang dari meja lain dimana pegawainya yang biasa duduk disitu sudah pulang.

Saya pun pernah mengalami melihat sosok hitam di ruang meeting yang berdiri membelakangi pintu sedang menatap ke luar jendela di lantai 10 gedung kami dulu sesaat setelah maghrib, tapi begitu saya beberapa detik kemudian kembali menoleh lagi, sosok itu sudah menghilang. Tapi saya hanya berpikir itu halusinasi saya.

Biasanya cerita cerita hantu di kantor kami hanya terdengar kisahnya pada malam hari saja, dari cerita kursi melayang dan dibanting lagi (kayak cerita Poltergeist) sampai dengan sosok yang membuat kopi di pantry. Tapi kemarin ternyata ada penampakan di siang bolong saat saya dan teman saya Nur sedang survey ke Sukabumi, di meja kerja Nur ada sosok mirip Nur yang duduk dan (sayangnya) pura-pura bekerja. Beberapa teman kami bersaksi melihat sosok tersebut. Saat Nur dan saya kembali dari Sukabumi, kita hanya berkomentar “sayang sekali hantunya cuma duduk-duduk saja, coba sekalian mengerjakan rekonsiliasi bank dan lainnya, akan membantu banget…”

 

Katana dan Samurai

Siapakah mereka? Mereka adalah teman-teman tetangga saya. Tukang maen remi dan truf. Tentu saja bukan. Tapi sebentar sebelum saya cerita-cerita soal nama-nama berbahasa Jepang di atas saya mau cerita pengalaman saya minggu kemarin sewaktu pergi ke Ace Hardware.

Saya berada di lorong yang berisi alat-alat pembersih dan cairan macam-macam itu pembersih perabot dan alat rumah tangga. Melihat wajah saya yang terlihat bingung memilih-milih dan mencari sesuatu, seorang penjaga eh customer service menghampiri saya dengan ramah dengan maksud membantu.

“Cari apa bu?”

“Oh eh, itu pembersih karat….” Jawab saya, terdengar gugup. Aneh kan coba masa harus gugup ditanya begitu saja.

“oh pembersih karat, perlu untuk  bersihin panci barangkali bu?

“mmmm … bukan, saya perlu untuk…. eh anu..bersihin pisau”

“pisau? diasah saja barangkali bu”

duh saya males banget ditanya-tanya begini jadinya.

“anu pisau saya ga bisa sembarang diasah, eh anu sebenernya bukan pisau tapi,… emh itu pedang… pedang katana, saya cari pembersih katana, sebenernya saya cari choji oil, oh ya sudah deh sepertinya engga ada”.

Penjaga yang malang itu cuma terlihat bengong, sepertinya tampang ibu-ibu yang dandan serampangan seperti saya emang ga pantas nyari-nyari pembersih pedang. Choji oil atau bukan. Ya gitu deh. Lagian ibu-ibu kayak saya pantasnya emang beli pembersih perhiasan atau pembersih karpet dan sofa kali.

Jadi gini. Saya memang penggemar pedang, pisau, keris, Damascus dagger, belati, pisau komando, kujang, mandau, Bowie knife, sebutlah apa saja. Tapi bukan berarti punya banyak. Saat ini saya bukan kolektor. Milik saya hanya beberapa bilah pisau (pisau dapur untuk memasak), beberapa keris warisan, belati kecil model patrem yang saya beli di Toraja. Dan sebilah katana kesayangan saya.Disclaimer: saya bukan anggota geng motor.

Orang sering salah sebut katana dengan sebutan samurai.

Begini yah, katana itu artinya pedang. Pedang atau semua senjata berbilah itu sendiri namanya Nihonto. Katana itu adalah sebutan khusus untuk pedang yang digunakan oleh para samurai. Samurai itu sendiri adalah sebutan untuk prajurit militer milik para bangsawan Jepang  jaman dulu.

Termasuk Nihonto adalah semua senjata berbilah seperti Yari : tombak, Naginata : pedang yang bergagang kayu panjang yang digunakan prajurit wanita, dan Wakizashi: pedang pendek, lebih pendek dari Katana, namun lebih panjang dari Tanto: pisau. Gimana sudah cukup pusing mengenal nama-nama senjata Jepang ini? Kalau belum mari kita lanjutkan.

Daisho,pedang berpasangan

Katana biasanya digunakan berpasangan. Katana berpasangan namanya Daisho (seperti nama restoran yah?). Daisho adalah kependekan dari Daito : pedang yang panjang, dan Shoto : pedang pendek. Digabung dengan sebutan Daisho. Daito -nya adalah Katana, dan Shoto – nya adalah Wakizashi. Dipakai oleh para samurai dengan diselipkan di pinggang seperti gambar disamping. Katana tidak boleh dibawa-bawa masuk ke ruang istana pada jaman dulu, hanya pedang pendek yang boleh dibawa masuk.

Wakizashi bukan digunakan untuk senjata tempur. Dia digunakan sebagai back up, pedang cadangan. Digunakan untuk memenggal kepala musuh, atau untuk harakiri: bunuh diri ala Jepang untuk mati demi kehormatan.

Sedangkan Naginata, pedang bergagang panjang ini, awalnya digunakan oleh tentara infanteri, atau apalah namanya tentara yang jalan kaki itu, dan prajurit biarawan atau biksu. Namun pada jaman Edo, Naginata jarang digunakan lagi oleh pria, senjata ini menjadi simbol para samurai wanita dan merupakan lambang status. Anak perempuan daripara  samurai banyak mempelajari penggunaan Naginata ini. Diyakini bahwa Naginata lebih cocok digunakan oleh wanita karena dapat menyerang lawan dari jarak cukup jauh, dengan penggunaan tenaga yang lebih ringan. Saat itu wanita samurai diharapkan dapat membela rumah dan istana saat para pria pergi berperang. Adalah Lady Hangaku atau Hangaku Gozen, yang bernama Itagaki, yang memimpin 3000 prajurit untuk mempertahankan Toeizakayama castle, dia tercatat sejarah banyak sekali membunuh lawan dengan keterampilannya memakai Naginata, sebelum akhirnya dikalahkan oleh musuh yang banyaknya 10.000 orang.

Demikian cerita saya tentang Katana dan Samurai malam ini. Maaf mau tidur dulu, tunduh euy.

Korea Tourism Organization

Sebagaimana saya beberapa waktu lalu telah memposting 5 (iya beneran lima) tulisan tentang Korea Selatan, ntar linknya saya jejerin dibawah posting ini deh, buat yang pengen baca. Kemarin adalah hari pengumuman dimana diberitakan 5 (lho lima lagi ya) pemenang tulisan yang akan diwawancara untuk menjadi anggota team Touch Korea Tour. Deg deg plas deh rasanya.

Dan kemarin jam 1 siang lebih, saya akan shalat Dzhuhur, pergi shalat berbekal handphone (ga sengaja beneran kebawa), sehabis wudlu saya melirik facebooknya Korea Tour Organization Indonesia. Ada pengumuman begini:

Setelah beberapa waktu menunggu, akhirnya tiba juga hari yang ditunggu-tunggu oleh Chinggudeul KTO yang telah berpartispasi dalam “PEMILIHAN TOUCH KOREA TOUR PENGALAMAN TIM EVENT”, yaitu hari pengumuman 5 calon ke tahap wawancara.

Sebelumnya, KTO Indonesia telah menerima banyak postingan blog yang menarik, unik, lucu, kreatif, dan juga edukatif berkaitan dengan wisata Korea dari chinggudeul sekalian. Atas partisipasi, dukungan, dan kesediaan waktu chinggudeul untuk meramaika…n PEMILIHAN TOUCH KOREA TOUR PENGALAMAN TIM EVENT, KTO Indonesia mengucapkan banyak terima kasih.

terus saya geser-geser tuh scroll down buat lihat siapa nama pemenangnya. entah saya gaptek atau apa, tulisan lanjutannya bener-bener ga bisa kebaca di handphone saya. Saya penasaran setengah mati.

Tadinya saya mau balik ke meja kerja saya buat buka website untuk melihat siapa nama-nama pemenang. Tapi saya urung. Karena sudah niat mau shalat dulu. Saya berpikir siapapun yang menang tak jadi masalah, toh website dan nama-nama pemenang ga akan lari kemana-mana seusai saya shalat nanti.

Lalu pas kembali ke meja, saya membuka facebook KTO ini, entah gimana bacanya dari bawah ke atas. Pelan-pelan saya scroll ke atas, dan saya menemukan nama saya di urutan nomor satu seperti berikut ini:

Bersama ini KTO umumkan 5 calon dari PEMILIHAN TOUCH KOREA TOUR PENGALAMAN TIM EVENT yang lolos ke tahap wawancara.
1. Mira Marsellia Surya Putra
2. Erry Andriyati
3. Fransisca Stefany
4. Samuel Darmento
5. Damaring Tyas Wulandari Palar

Kepada ke-5 calon diharapkan dapat segera mengirimkan data diri berupa Nama & No. Telepon yang dapat dihubungi, ke 2 alamat email berikut :
- ktojakarta@knto.or.kr
- imaslorenza@ymail.com

Disampaikan juga kepada para calon wawancara, admin FB KTO Indonesia akan mengirimkan pesan melalui “Pesan Facebook”. Gamsahamnida dan semoga sukses pada saat wawancara.

Proses wawancara akan diadakan :
Tempat : Kantor KTO Indonesia, Wisma GKBI 21st Floor, Suite 2102A. Jl. Jend Sudirman Kav 28
Tanggal : Hari Senin, 14 Mei 2012
Jam : 10:00 (Sampai selesai)

Sekali lagi, kepada chinggudeul sekalian yang sudah berpartisipasi dalam PEMILIHAN TOUCH KOREA TOUR PENGALAMAN TIM EVENT, kami mengucapkan banyak terima kasih. Dan jika kali ini belum beruntung, tetap semangat dan nantikan event-event lainnya dari KTO Indonesia.

Karena saya memang ibu-ibu yang kelakuannya minus dan seperti anak kecil, langsung saja saya melompat-lompat girang dan memeluk semua orang yang bersedia dipeluk di ruangan kerja saya. Terima kasih banyak atas dukungan teman-teman semua ya, I love you all FULL!. Dan terima kasih juga kepada KTO yang sudah memilih saya sebagai salah satu pemenang yang akan diwawancara untuk jadi anggota tim ke Korea Selatan.

Ini link-link tulisan saya yang saya sertakan dalam program Touch Korea Tour dan Buzz Korea ini:

http://miramarsellia.com/2012/04/13/tiga-makanan-korea-yang-ingin-dicoba-setengah-mati/

http://miramarsellia.com/2012/04/14/touch-korea-tour-tiga-benda-yang-ingin-dibeli-saat-wisata-di-korea-selatan/

http://miramarsellia.com/2012/04/16/touch-korea-tour-bagian-ketiga-tiga-hal-wajib-dilaksanakan-saat-wisata-korea-selatan/

http://miramarsellia.com/2012/04/19/touch-korea-tour-bagian-empat-10-alasan-menjadi-anggota-tim-touch-korea-tour-wisata-korea-selatan/

http://miramarsellia.com/2012/04/21/touch-korea-tour-bagian-kelima-rencana-promosi-korea-sebagai-tim-pengalaman-touch-korea-tour-15/

Astaga, saya baru sadar kalau tulisan saya, makin kesini judulnya makin panjang!

Annyeongsehayo! Sampai jumpa di Korea Selatan, doakan saya menang ya

PS: ini anak saya yang cantik, Dinda Rachmalia yang merupakan penggemar berat drama Korea dan Musik K-Pop, sekarang sedang belajar bahasa Korea, dan suka sekali membaca segala sesuatu tentang Korea. Dia adalah sumber inspirasi dan energi saya dalam menulis tentang Korea ini.

Awug!

Sanajan salila ieu kuring geus manggih rupa-rupa kadahareun jeung lalawuh nu araheng (eh kumaha nya nyieun e curek dina macbook nya? angger wae kusabab kuring teh urang sunda pituin ari kana tuangeun nu paporit mah euweuh deui, nyaeta ngan kukuehan khas sunda buhun. Diantarana kueh cuhcur, bolu panggang, papais, jeung awug. Kueh cuhcur jeung bolu panggang, euweuh deui pangeunah-ngeunahna mah nyaeta nu dijieun ku pun uwa di lembur  kuring di Jalatrang (dimana eta Jalatrang? ah moal dibejaan, pek we teangan make google earth, sugan we kawenehan bisa katenjo, da hejo pisan ari wewengkon Ciamis palebah lembur kuring mah).

Ceuk kuring mah eleh atuh eclair ti perancis  jeung bolu angelfood ku kueh khas Sunda. Komo ari ngaran awug, duh eta teh kacida ngeunahna ceuk kuring mah. Awug teh sanajan siga basa jerman (rada siga Achtung), tapi asli sunda, lain ti nagara deungeun. Kamari ieu kuring ka Cianjur,  leuleumpangan isuk-isuk nepi ka lapang Joglo, didinya aya tukang awug nu kacida payuna, nu ngantri geus kawas oray ngaleor ku panjangna. Di Cianjur awug teh sok disebut oge Dodongkal. Tapi ari wujudna mah sarua bae. Di lapang Joglo eta kuring milu ngantri, da kabita nempo awug nu seungit jeung ngebul ku bakating panas karek diangkat tina aseupan. Kuring meuli 3 bungkus, dibere alas ku daun cau salambar dina jero dus keretas leutik. Seungit kacida. Karasa pisan awugna teh amis ku gula kidul. Gula kidul nu kasohor nyaeta gula kidul ti Tanggeung. Gula kawungna amis tur seungit. Kalapana ngora, diparud paranjang, aya ku pelem. Komo eta tipung beas nu dijadikan bahan awug, beas hade sigana mah, da seungit jeung beresih.

Tidinya kuring janji pasini na hate, lamun engke deui ulin ka ianjur, moal poho kana meuli awug.

Barade juragan?

Yang saya maksud makanan cepat saji disini bukan berarti fast food, tapi makanan yang saya buat kalau saya lagi males kurang rajin masak. Biasanya kalau lagi tidak males rajin masak, saya akan membuat pepes ikan, sayur lodeh, semur jengkol, tuum ikan asin peda, dan goreng ayam koneng laja, dengan sambal terasi yang pedas. Tapi kalau kurang rajin, saya membuat chicken teriyaki, dadar telur gulung, dan nasi jepang ditabur taburan keju dan rumput laut yang bisa dibeli di tempat dept store khusus makanan Korea atau Jepang. Anak-anak suka soalnya.

Rice + Chicken Teriyaki

 

Resep:

Bahan:
500 gr ayam fillet, potong dadu
2 sdm minyak sayur untuk menumis + 1 sdm minyak wijen
1 bh bawang bombai, iris tipis
3 siung bawang putih, cincang halus
2 sdm saus teriyaki
10 gr jahe, potong korek api
1/2 sdt lada bubuk

tumis dengan sedikit minyak diwajan  panggangan sampai matang

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 48 other followers