Nama Jalan di Bandung

Sebetulnya bila ada kompleks perumahan baru, yang bertugas memberi nama-nama jalan siapa? Rapat RT/RW, tokoh masyarakat atau Pemerintah Daerah setempat ya? Sudah lama saya pusing dengan nama-nama jalan di kompleks perumahan orang tua saya. Semua berawalan Mekar. Mekar Indah, Mekar Jaya, Mekar Bungah, Mekar Ligar. Nah yang jadi masalah saya tidak pernah bisa mengingat Mekar Jaya itu sebelah mana Mekar Ligar. Dan seterusnya. Saya sih lebih suka nama jalan itu jelas misalnya Mekar Indah I sampai dengan VII misalnya. Paling tidak saya punya ide, setelah I ya pasti II, demikian seterusnya. Eh selain itu ternyata jalan dengan nama Mekar ini tidak hanya di daerah Cijerah saja tapi di di perumahan daerah Soekarno Hatta juga ada. Dulu invoice tagihan atau surat yang kurang lengkap dengan kode pos bisa jadi sulit sampai ke rumah saya. Contohnya invoice kartuHALO Bapak saya dulu jarang sampai. Sampai saya usut-usut ternyata kurirnya bingung dengan alamat dua kompleks perumahan yang mirip tersebut. Pikir-pikir tukang pos hebat yah, pasti dia bisa menghapal jalan dengan baik. Tanpa pengetahuan tentang daerah yang baik, kayaknya rada sulit mencari alamat hanya berdasarkan alamat saja walaupun lengkap dengan kode pos. Sedangkan banyak sekali jalan yang rumah-rumahnya bernomor tidak urutan.

Again, hari ini saya sempat tersasar-sasar lagi. Hari ini Bapak saya minta antar reunian dengan teman-teman se-Fakultasnya dulu di Jalan Terusan Karang Tineung. Ya saya dengan pedenya yakin dong, yang namanya Terusan harusnya ya tidak jauh-jauh dari jalan induknya yaitu Karang Tineung. Ternyata saya salah, Saudara-saudara sekalian. Yang namanya Terusan Karang Tineung ini tidak seperti Terusan Pasteur yang nerusin Jalan Pasteur atau Terusan Pasir Koja yang melanjutkan Pasir Koja. Yah menurut saya lebih tepat sebagai terusan Jalan Suka-Mulya-Sebelah-Sanaan-Setra Sari-dan Sebelah-Sanaan-lagi-Cipedes Tengah-dan-Tidak-Terlalu-Jauh-Dari-Paris-Van-Java-Ternyata. Ya memang sih daerah situ-situ juga, paling tidak mungkin satu kecamatan lah. Tapi kalau disebut terusan, ya nyambungnya dari mana? ujung-ujung jalan tersebut kan tidak ketemuan dengan Jalan Karang Tineung. Sudah gitu rumah-rumahnya nomornya tidak urutan pula. Untung rumahnya gede-gede. Jadi ngitungnya tidak susah. Walaupun ternyata No 4 tersebut setengah ruas jalan dari No 1 yang tidak pas diujung pula. Dan sebenarnya sih mencapai rumah teman Bapak tersebut ternyata tidak sulit, beberapa menit lah dari Paris Van Java, tapi kan kalau sudah tahu…. :P. Pas nyari-nyarinya sih setengah mati.

Nah gimana caranya kalau saya nyari rumah yang di jalan kecil atau di gang? Saya kan pengetahuan jalannya biarpun sudah puluhan tahun hidup di Bandung, cuma sekolah-kampus-rumah-kantor saja. Dan lagi masalahnya saya tukang nyasar. Saya buruk dalam mengenali ruang. Lah masuk toilet pria dan wanita aja sering ketuker. Bisa habis waktu seharian buat saya ataupun orang lain yang memiliki kesulitan soal menentukan arah seperti saya (tapi saya cerdas pada hal-hal lain lho, rrrrr….kadang-kadang juga sih) dalam mencari alamat rumah. Selain peta yang up to date, diperlukan juga semangat dan tekad yang tinggi, kemauan untuk menanyakan pada setiap warung atau tukang ojeg yang mangkal, juga cara bersopan santun dengan bahasa Sunda halus pada preman yang nongkrong di pinggir jalan. Juga jangan lupa air minum dan makanan kecil. Payung atau topi bila perlu. Dan senter bila cari alamatnya pada malam hari.

Jadi, balik lagi pada ide awal tulisan, bagaimana sih seharusnya penamaan jalan yang baik dan benar itu?. Ada engga sih aturan penamaan jalan? Kalau dulu-dulu kan masih gampang deh. Jaman saya SMA tahun 90-an rasa-rasanya kompleks perumahan juga belum banyak. Tapi kan ternyata Bandung sekarang berkembang kemana-mana, ke pinggir, ke atas, ke bukit, ke sawah, ke kebon awi. Terus dan terus kompleks kompleks perumahan baru bermunculan. Dan nama-nama jalan makin sulit diingat dan memusingkan. Oh ya plang jalan juga tidak banyak membantu, karena lebih banyak menunjukkan arah ke ATM, ke FO atau ke Mall.

About these ads

25 thoughts on “Nama Jalan di Bandung

  1. coba tanya dulu ke dodi purwana, secara karang tineung adalah tempat Aki Ganda a.k.a my grandfather berada (dulu) sekarang mah sudah meninggal. Disana juga tempat banyak teman-teman SMP sayah berada, termasuk Sony Five Minutes dan sekarang bergabung dengan The Titans.
    Insya Alloh dari gang-gang nya masih ingat, atau tau nanya kemana kalo tersesat.
    Coba pas kemarin ke Shenzen teh sekalian minta obat anti linglung hehehe…

  2. Yup, bener banget. Bikin bingung nama2 di Bandung. Kalo di Bandung udah bisa GPS pasti bakal laris manis. Apalagi GPS yang bisa mendeteksi kemacetan.

    Sekalian GPS yang bisa cari jalan alternatif ho ho ho. Dahsyat bener!

  3. teteh kalau kita masup gang dari karang tineung dan atau karang tinggal teruuuuussss (gangna luar leor) akan tembus ke arah Jl. Cipedes (dan kalo diterusin lagi..Jl. Sukamulya) dan disanalah Jl. Terusan ituh hehehe

  4. #13 nah kan nah kan, berarti ga nyambung secara langsung kan Dodi? kalau gitu ceritanya boleh dong Jl. Cijerah disebut sebagai Jl. Terusan Cipaganti? hehehe maksa yang tidak ketulungan nya…Dod, mana iipodan ti Shenzhen?

  5. Maafkan aku. Teteh SMS jam 11 malam, yang berarti pasar Lowu sudah tutup. Pada saat itu aku sedang dalam perjalanan menuju panti pijat, gara-gara kaki besar ini pegal dan tak pernah berolahraga..

  6. Saya buruk dalam mengenali ruang. Lah masuk toilet pria dan wanita aja sering ketuker.

    Makjang, jadi mamih sering salah kamar mandi? pip nya apa gak susah tuh?

    *kabooorrrr*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s