Bojong Galuh Karangkamulyan – Ciung Wanara

Jam istirahat di kantor ini berhubung bulan puasa, dan tidak berminat untuk jalan-jalan ke mall atau pasar, Saya membaca beberapa buku yang saya bawa dari rumah diterbitkan oleh Seksi Kebudayaan Kandepdikbud Kabupaten Ciamis milik ibu saya.  Beberapa yang saya baca yaitu tentang Kerajaan Galuh,  Situs Karangkamulyan, Raja dan Bupati Galuh keturunan Prabu Haur Kuning, dan tentang Karesmen Adat Jatukrami di Tatar Galuh Ciamis.

Acara baca-baca buku ini karena beberapa kali saya menemukan kecap konci ke blog saya berkaitan dengan Ciung Wanara,  menjadikan saya  ingin menceritakan kembali apa yang saya baca dari buku-buku tersebut.   

Situs Karang Kamulyan dipercaya masyarakat Ciamis sebagai peninggalan kerajaan Galuh di jaman Ciung Wanara atau Sang Manarah. Menilik nama Galuh sendiri selain nama kerajaan, artinya adalah Permata,  sehingga ada pula istilah ilmu yang disebut ilmu kegaluhan yang berarti permata kehidupan  yang berada di tengah hati.  Dalam bahasa Sunda istilahnya adalah Galuh Galeuhna Galih..

Situs Karangkamulyan sendiri terletak di daerah antara Ciamis dan Banjar.  Jaraknya sekitar 17 Km ke arah timur dari ibu kota Kabupaten Ciamis.  Luasnya sekitar 25 Ha, tempatnya sejuk dan nyaman dan mudah dicapai. Sehingga menjadi obyek wisata untuk di daerah Ciamis.  Di tempat tersebut terdapat peninggalan sejarah berupa batu putih bertingkat berbentuk segi empat yang masuk pada golongan yoni, disebut Pelinggih atau Pengcalikan. Konon batu ini tempa singgasana Raja Galuh yang dijaga tujuh benteng pertahanan. benteng pertama terletak di Desa Karangkamulyan, sedangkan benteng ke tujuh tepat di pintu tempat batu Pangcalikan berada.  Benteng ini merupakan tempat pemeriksaaan atas orang yang hendak menghadap raja.

Di kompleks Karangkamulyan ini juga terdapat tempat yang disebut Sang Hyang Bedil berupa dua buah batu menhir, lalu tempat Panyabungan ayam berupa ruang terbuka yang dianggap sebagai tempat Ciung Wanara menyabungkan ayamnya dengan ayam raja saat itu, dan batu Panyandaan berupa menhir dan dolmen dimana menurut cerita adalah tempat Dewi Naganingrum melahirkan Ciung Wanara.

Banyak versi berupa dongeng yang saya baca tentang Ciung Wanara. Berikut yang saya kutip adalah cerita ringkas tanpa tambahan tentang telur ayam yang dierami ular naga bernama Nagawiru dan sebagainya tentang kesaktian atau hal yang ajaib, karena menurut saya cerita demikian adalah dongeng untuk menambah serunya suatu cerita. Tapi mungkin lain kali akan saya tulis kembali di blog ini versi dongengnya.

Sang Manarah atau juga disebut Ciung Wanara, atau Prabu Suratama, atau Prabu Jayaprakasa Mandaleswara Salakabuwana memerintah di Galuh tahun 739 – 783 Masehi.  Ia adalah putera Prabu Adimulya Permanadikusuma yang terbunuh oleh utusan Tamperan, Tamperan adalah Patih yang dititipi kerajaan selama pergi Sang Permana pergi bertapa. Ibu Ciung Wanara adalah Dewi Pohaci Naganingrum cucu Balangantrang, dan Naganingrum menjadi istri kedua Tamperan setelah suaminya meninggal. Tamperan sendiri dari istri kedua Sang Permanadikusuma - Dewi Pangrenyep, memperoleh putera bernama Banga, atau Hariang Banga, atau disebut juga Rakeyan Banga.

Masa kecil Ciung Wanara diceritakan dibesarkan oleh kakeknya Balangantrang.  Setelah dewasa, Ciung Wanara dijodohkan dengan cicit Demunawan bernama Dewi Kancana Wangi, dan dikaruniai puteri yang bernama Purbasari yang kelak menikah dengan Sang Manistri atau Lutung Kasarung. 

Dalam usahanya merebut kerajaan Galuh dari tangan Sang Tamperan, Ciung Wanara dibantu oleh Aki Balangantrang yang mahir dalam urusan peperangan dan kenegaraan bersama pasukan Geger Sunten.  Perebutan kerajaan atau coup d’etat ini diperhitungkan dengan matang yaitu pada saat diselenggarakannya permainan sabung ayam yang sedang menjadi kegemaran di kerajaan tersebut.  Sehingga perebutan kekuasaan ini berlangsung dengan mudah, dan Ciung Wanara memperoleh kemenangan gemilang.

Kerajaan sendiri akhirnya dibagi dua menjadi Kerajaan Sunda untuk Hariang Banga, dan Kerajaan Galuh dipimpin oleh Ciung Wanara. Hariang Banga sendiri menikah cucu Resi Demunawan yang lain yaitu dengan adik Kancana Wangi  yang bernama Kancana Sari.

Ciung Wanara diriwayatkan memerintah selama 44 tahun, dengan wilayah dari Banyumas sampai dengan Citarum, selanjutnya setalah Sang Manarah melakukan manurajasuniya – mengakhiri hidup dengan bertapa, maka selanjutnya kerajaan dipimpin oleh Sang Manistri atau Lutung Kasarung, menantunya.

About these ads

58 thoughts on “Bojong Galuh Karangkamulyan – Ciung Wanara

  1. bagaimana caranya bisa mendapatkan buku tentang ciung wanara tersebut? saya sangat tertarik untuk memilikinya, mohon pencerahan segera mungkin…
    salam kenal untuk anda semua.
    sidiq, lampung

  2. Pingback: Mejeng di Obyek Wisata Budaya Ciung Wanara « Belajar Menulis

  3. da yg kurang di cerita ini tentang ayamnya,soalnya ayam di sini sebagai alat untuk meraihnya kemenangan..?
    yg di pertanyakan ayam tersebut mempunyai kaki yg istilah sundanya di namakan kaki kadal meteng apa benar ..
    dan siapa namanya…..

  4. gw sebagai orang karangkamulyan berterimakasih sekali karena anda telah memperkenalkan karangkamulyan ke khalayak banyak.sekali – sekali mampir atuh ke karangkamulyan atau paling tidak ke blog ku silent89.wordpress.com
    he..he..

  5. ari aya nu nulis tentang sunda teh sok ngarasa bangga.mangga teh sing banyak nulis tentang sejarah daerah-daerah nu lain di jawa barat.di antos
    hidup persib !!!!!!!

  6. Pingback: Situs Karangkamulyan - Legenda Ciung Wanara « Yoanes Bandung & Activities

  7. Pingback: Situs Karangkamulyan - Legenda Ciung Wanara « Weblog Ayo Wisata

  8. Ciaung wanara sih tinggal cerita tapi kalau ada yang punya..(manuk ciung/burung beo) mau aku beli..apalagi kalau harganya murah …bawa we ka urang yeuh ka cijulang …bari rekreasi ka green canyon….hehehehe…

  9. ciung wanara bukanlah dongeng belaka tapi peristiwa yang pernah terjadi, di tatar sunda galuh….saya termasuk dari turunan darah galuh pakuan ,jadi bagi keturunan ciamis mari kita jaga sejarah sunda untuk anak cucu kita

  10. sumuhun teh, sejarah srg budaya sunda teh skitu luhungna, kearifan budaya llokal sunda upami dilenyepan mah msh berlaku universal kantun kumaha ngalarapkeuna, mung hanjakal eta cungkup batu pangcalikan di Galuh ayeuna mah tos teu aya alias dibongkar..! janteun weh kapanasan kahujanan, padahal jelas aya Umdang-Undang na nu no 5 thn 1992 ttg pelestarian cagar budaya

  11. kagagas puguh gé, pan éta téh bali geusan ngajadi. Duka tos sabaraha puluh taun can bisa mulangkeun panineungan ka tempat digubragkeun di alam dunya. Hatur nuhun ah, itung-itung mulangkeun kasono kau urut bébéné

  12. mangsa keur sakola di SMP, leuweung ieu téh paranti kuring ménta tawuran ka anu dararatang. waas pisan, aya pangaduan hayam, adipati panaékan, patimuan. pokona mah asa dina kongkolak panon. Karang Kamulyaan, aya pasantren tempat baheula diajar ngaliwet lalabna pucuk daun kopi.

  13. abimah urang sunda asal ti bandung utara letaknya di bawah tangkuban perahu itu juga banyak sejarahnya…saya juga suka sejarah atau cerita ciung wanara…..soalnya saya pernah mengunjungi ke ci amis …..jadi waraas…nuhunsalam kasadayana terus berkarya tentang sejarah…….

  14. Jhane suka bgt dgn crta ciung wanara & jhane jg sneng coz pnya bestfriend yg h0menya d daerah krang kmulyan kyk km, jd kl0 jhane brwisata ksn0 bs gratisan.he.he.
    Eh tp jhane lbih suka baca puisi2 km, s0 tmbhin yah kleksi puisinya..
    Mkasih.lam kangen..

  15. sok atuh teraskeun caritana,kaleureusan abdi oge keturunan ti kerajaan ciung wanara,abdi jd ngaraos seneng pisan,d antos lh carita nu lengkapna,slm kenal ti abdi by hendra

  16. hmmm.,., tnyata karang kamulyan banyak yg tau juja y???
    hohohoooo.,. itu tmpat dmana ak dlahirkan lho!!!
    cm sayang skarang sdh ga s ndah dulu.,,.

  17. sakanyaho kuring ciung wanara sareng ariang banga turunan prabu lelean atanapi nu disebut SRI MAHA PRABU BANJARAN SARI nu saterusna nurunkeun raja-raja di tatar pasundan. Jadi, ngadadarkeun sajarahna ulah sapotong-sapotong, saha purbasari, saha lutung kasarung jeung karajaan pasirluhur tempatna.

  18. Prabu lelean (Sri Maha Prabu Banjaransari abad 7 masehi) gaduh putra ciung wanara +ariang banga, ciung wanara saterusna nurunkeun raja2 tatar pasundan, ariang banga nurunkeun raja2 di tatar tanah jawa,dugi kadinya heula mangga lajengkeun.

  19. Macan oge mani ngade’gde’g jeng terharu, yen urang sunda teh sajarahna mani hebat, yen urang teh katurunan jalmi nu perkasa, abdi mah ngadukung kana budaya sunda jeng tatar sunda, sok dilajengkeun,….wassalam

  20. Saya ingin share bhw saya pernah berjumpa dengan Prabu Ciung Wanara pada tahun 1989 malam minggu jam 2.30 (saya terbangun) di villa teman di puncak di kamar atas (lantai 2).

    Memang pada sore itu sy memanggil beliau dengan menggunakan kayu gaharu, n malamnya saya bermimpi (mimpi terang seperti beneran, keadaan kamar semuanya sama) korden jendela di kamar saya bergoyang. Saya heran dalam kamar khan ga ada angin kok bisa goyang, terus korden terbuka dan nampaklah orang berbentuk seperti wanara. Tubuhnya ukuran manusia biasa, tidak tinggi dan agak lebar. Sorot matanya tajam. Dia melihat ke seluruh ruangan dan akhirnya menatap saya tanpa berkedip…saya ketakutan dan terbangun karena dibangunkan oleh teman saya tersebut tepat jam 2.30. Saya langsung menyalam teman saya berterima kasih telah membangunkan saya (kalau tidak saya pingsan kali).

    Besok sorenya saya pulang ke jakarta masuk ke kamar adik saya di dalamnya ada setumpukan majalah gadis saya ambil random saja,, begitu saya buka terbacalah rubrik ciung wanara..hehe berarti saya disuruh baca kisahnya…

    Yang membangunkan saya dari mimpi tersebut saya adalah salah satu pemain keyboard kondang di jakarta, dialah yang menjadi saksinya n kalau ditanya pasti masih ingat kejadian itu.

    Menurut istri paman saya ciung wanara itu tampan, hanya saja bila sedang menggunakan kesaktiannya menjelma seperti wanara.

  21. Langkung tipayun nganuhunkeun kanu gaduh bog ieu,tos ngaguar sapalih sajarah tatar Galuh,pamugi sumbang sih anu parantos ngarojong janten nambih kabuka sajarah anu langkung gembleng.
    Mangga atuh kanu gaduh sumber sajarah mugi di serat supados urang terang yen Galuh teh salah sahiji Karajaan anu Kolot tur kasohor gemah ripahna.
    Simkuring sebage urang sunda mikaresep pisan kana sajarah ieu.Bade sahadeui anu ngamumule sajarah,budaya,seni sunda upami sanes ku urang sunda sarerea mah.
    Simkuring isin ku sorangan urang sunda teuterang sajah sunda, komo duei atuh generasi kahareupna pamugi simkuring mendak sumber sajarahna.
    ka pak Adun mannga atuh pang e- mailkeun upami ayamah?
    haturnuhun

  22. Terimakasih pd anda yg tlah mengangkat dn menceritakan karangkamulyan meskipun tdk semuanya tepat dan benar. Saran utk anda jk ingin mgthui sejarah karangkamulyan scr lgkap mk tnykn pd seorang kakek tua yg usianya sdh lbih dr seratus tahun dn smpe skrg beliau msh kuat braktifitas.Rmhnya tdk jauh dr krgkmlyn.Bhkan putranya kini mnjadi perawat tmpt pmandian cikahuripan krgkamulyan.Usianyapun skrg sdh diatas 70thn.Akrab dgn panggilan pa birin.Anda bs brtanya banyak tntang sejarah ciungwanara, krn itu smua bkn cuma dongeng atau isapan jempol semata. Mari kita brsama2 mnjaga dn mmelihara kelestarian cagar budaya leluhur kita dr wilayah tatar galuh-padjadjaran,brawijaya-dipenogoro trcinta. Terimakasih dn salam kekeluargaan selalu.

  23. Salam sejahtera,

    Bau harum yang luar biasa ketika kami memanjatkan doa dan melakukan meditas di area “Pelinggih”. Terima kasih Bapak Sumarsana yang telah mengantarkan kami kedalam, dan bercerita panjang lebar tentang leluhur kami,meskipun waktu sudah larut malam. Sungguh ini pengalaman yang sangat berkesan di hati saya.

  24. katanya para keturunan raja2 pasundan akan kembali tampil?
    sedangkan aset harta amanah diawali dari aset galuh?
    saya mewakili semua yang pernah hidup di negri galuh menyatakan bahwa kebangkitan jajaran nusantara diawali dari negri pasundan.
    saya memiliki benda dari alam gaib yg menyatakan bahwa saya adalah keturunan dari ciung wanara.
    berupa mustika batu jalu yang dipakai oleh ayam ciung wanara.

  25. Abi oge sering pisan ka Karang kamulyan,komo deui sareng Adi pati Panaekan tos asa sareng aki sorangan etamah,pami abi ka makam Panaekan pasti kaluar bau wangi tina makamna.

  26. ari sim kuring mah lembur teh dipeuntaseun karang kamulyan tepatna di karangpucung waktos abdi nuju sd sok ka karangkamulyan ngala bencoy upami abdi mah nyebat teh tabet aduh mani waraas upami aya nu nebatkeun karangkamulyan teh sok hoyong ka lembur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s