Feeds:
Posts
Comments

Lost in Translation dan Foto

Siang-siang bolong sedang berpikir setengah melamun untuk membuat konsep surat, Kevin menelepon. Seperti biasa tanpa basa-basi.

“Eh Kyra, dengarkan baik-baik ya…aku punya buku baru..”
“Buku apaan?”

Tumben banget Kevin baca buku. Sejauh dan seingat aku dia tidak suka baca buku apapun, buku terakhir yang dia baca dan itupun dia kasihkan buat kubaca berjudul “CARA MEMBACA SIFAT DARI WAJAH DAN TAHI LALAT”. Yang menurut dia itu buku yang bagus banget.

“Buku lelucon. Asli lucuuu banget!” katanya sambil tertawa geli sendiri.

“Aku bacakan ya? Dengerin!”, lanjut Kevin, terdengar bunyi kertas buku dibuka-buka. Lalu dia membacakan lelucon-lelucon berbahasa Manado. Oh ya Kevin ini memang suku Manado. Nama belakangnya adalah Kevin Rorimpandey. Manado asli. Kalau tidak salah dia pernah cerita bapaknya dari Sangir. Yang aku tahu dari buku IPS jaman SD banyak penduduknya jadi pelaut. Aku pernah bilang mungkin saja dia imigran dari Philipinna.

Dia membacakan sekitar belasan lelucon berbahasa Manado, yang mana dia baca sendiri, lalu ketawa sendiri. Aku sih mendengarkan saja sambil kadang ikut tertawa, padahal tidak mengerti. Sesekali menanyakan arti kata ini itu. Ini jam kerja loh, dan dia membaca buku lelucon ini lama sekali. Setelah puas membaca dan tertawa, kebanyakan dia yang tertawa dan aku sih mendengar sambil bengong. Lalu dia bilang,

“Udah ya..”, lalu menutup telepon.

Lain waktu aku iseng meneleponnya dan menceritakan lelucon bahasa Sunda. Menurutku sih lucu banget. Kevin tidak terdengar bersuara, apalagi tertawa. Lalu dia bilang,

“Kok engga lucu?”

***

Di suatu siang di waktu lainnya. Kami sedang duduk-duduk nonton TV. Acaranya absurd. Tapi Kevin suka. Itu tuh reality show Jepang, Benteng Takeshi. Dan dia tertawa sampai guling-guling menonton acara itu. Aku sih ikut menonton saja. Kalau menonton TV Kevin menguasai remote. Dan dia suka nonton acara lawak semacam stand up comedy Indonesia yang menurut saya tidak lucu. Kevin terus menonton walau tidak tertawa. Pernah aku tanya, kalau engga lucu ngapain ditonton? Dia jawab, ini lagi cari lucunya dimana.

Siang ini karena dia asik sendiri menonton akhirnya aku membaca buku, tapi Kevin terus mengajakku nonton. Dia engga mau seru sendiri rupanya. Akhirnya aku meletakkan buku dan ikut nonton. Aku bilang pada Kevin yang duduk sebelahku agak ke depan,

“Pantatmu tepos”

“Oh ya?”

“iya, rata banget”.

“Masa sih? Coba kau foto”

“Hah?”

Lalu tanpa basa basi dia melorotkan celananya membelakangiku.

“Foto coba, aku ingin lihat”

Ya sudah aku foto saja dengan kamera handphoneku. Kevin mengenakan celananya kembali.

“Tuh lihat, pantatmu rata”, kataku datar.

“Engga terlalu ah, lumayan”  katanya sambil menatap lekat-lekat foto yang sama sekali jauh dari estetika tersebut. Lalu ujarnya,

“Hapus ah..”

“Iya lah aku hapus. Ngapain simpan foto beginian. Mending kalau mirip pantat Mel Gibson jaman lagi jaya-jayanya. Dia punya sih kencang ketat dan padat!”

Kataku sambil menghapus foto itu di handphoneku.

***

Aku sampai pada tahap dimana aku tidak tahu alasan apa yang membuat aku begitu mencintai Kevin. Dalam hal menyebalkan dia super menyebalkan. Dalam hal pelupa, dia juaranya. Dan dia juga tidak pernah setia. Yang kepergok saja banyak, apalagi yang tidak. Ada yang aneh dengan mekanisme cinta. Ada yang membuat aku selalu kembali padanya, memikirkannya, dan merasa sebagian diriku ada padanya, dan dia juga ada padaku.

Hal termanis yang pernah dia bilang padaku adalah bahwa selalu ada ruang khusus di hatinya untuk aku. Lumayan manis ya, mengingat orangnya sepertu itu. Tapi pernah juga dia bilang, dia tidak tahu kenapa dia mencintaiku, mungkin karena sudah kelamaan, katanya. Bahkan terakhir dia pernah bilang, dia selalu sayang padaku, tapi sayang yang sudah berbeda dengan dulu. Mungkin maksudnya bukan sayang dan cinta yang menggebu. Jenis yang sepertinya, bisa ketemu ya sukur, engga juga engga apa-apa.

Bajingan yang Jujur

Untuk Dodi, yang ini tidak perlu ditebak..

Suatu hari aku pernah bertanya pada dia, di suatu pagi yang dimulai dengan telepon jarak jauh dengan obrolan yang absurd seperti biasa, karena biasanya satu jam obrolan kita, 99,9% adalah tidak penting,

“Kevin, aku mau tanya…” kataku seserius mungkin sambil bersembunyi di antara tumpukan kardus di gudang, sebelah ruangan kerjaku. Biasanya aku nyumput disitu kalau teleponan sama dia.

“Apakah kamu bakalan tetap sayang sama aku, sampai aku nenek-nenek nanti?”

Hening sebentar,

“Tapi kan Kyra, kamu juga sekarang udah kayak nenek-nenek”

“Harus ya, untuk selalu bikin aku kesal?”

“HAHAHAHA…”

Hari lainnya tidak lama setelah itu, telepon pagi harinya saat aku masih menyetir menuju kantor, pakai earphone di telinga sebelah.

“Aku lelah Kyra..”, katanya.

“Soal kerjaan?”

“Iya”

“Oh begitu..”, kata “seperti itu” belum dipopulerkan Syahrini pada saat itu. Jadi aku menjawab oh begitu.

Aku tidak tanya detail. Nanti panjang. Menjabat di perusahaan dengan status senior management mungkin kadang-kadang melelahkan ya? Entahlah, aku sih belum nyoba,  soalnya sampai sekarang masih di posisi piramida bawah.  Lanjutnya,

” Hei, Kyra,  gimana ya kalau aku jadi gigolo? Laku engga ya?”

“Hah, siapa yang mau?, ibu-ibu PER*******?” aku menyebutkan satu organisasi istri-istri karyawan yang ngeheits banget dengan kegiatan sosialnya.

“Lumayan kan bayarannya..”

“Lumayan kalau ada yang mau booking, tapi mengingat bodi kamu sekarang, kayaknya yang harus duluan dilakukan ya ngurusin badan dulu, stamina..ingat stamina, kamu kan jarang olahraga?”

“Kamu mau jadi mucikari saya?”

“Berapa bayarannya?”

“Kayak RA tuh”

“Siapa RA?”

“Kamu gak pernah baca berita ya. Itu mucikari online..”

“Tapi aku gak yakin kamu ada yang mau bayar…meragukan soalnya, fitness dulu gih, tapi bolehlah 80%”

“Gede banget..ga bener ah pembagian komisinya”

“Resikonya juga gede..”

Demikianlah wacana gigolo mucikari yang aku kira gara-gara otaknya rada gegar karena kebanyakan meeting.

***

Kalau ada yang berpendapat Kevin tidak bisa atau jarang berkata-kata romantis, itu benar adanya. Jangan pernah diharapkan. Boro-boro kata-kata romantis, mengingat hari ulang tahunku saja dia selalu gagal. Dan ini sudah berlangsung selama 18 tahun. Sekalipun dia tidak bisa memberi selamat di hari yang benar. Bahkan dia selalu menambah tahun lahirku dua tahun lebih tua. Dan dia sudah cukup bangga bisa mengingat bulan lahirku saja.

Bulan kemarin, tumben banget pas Kevin meneleponku dia bilang,

“Hayoo…minggu depan ulang tahun ya?”

“Tumben, inget” kataku dengan nada judes.

“Ingat dong..” katanya ceria.

Rasanya sih aku engga percaya dia bakal ingat. Berani bertaruh deh. Cuma siapa juga yang bisa diajak taruhan beginian.

Pas hari H-nya, aku setengah menunggu setengah berharap dia menelepon. Tapi seperti dugaanku, nihil. Sebel sih, tapi kan sudah biasa. Tengah malam whatsappku berdenting, kebetulan aku belum tidur. Pas aku baca tulisannya,

Aku lagi engga enak badan.

Ingin sih menelepon dan menanyakan, sakit apa. And so on and so on. Cuma gimana yah… agak kesal sih. Pas sakit baru deh ingat sama aku. Dari tadi kemana aja?.

Besoknya masih tidak ada ucapan, boro-boro. Siangnya ada whatsapp message lagi,

Aku masih sakit.

Aku jawab aja semoga cepat sembuh, cuma bisa mendoakan.

Iya lah, jaraknya ribuan kilometer dari tempatku tinggal, walaupun ingin tentu saja aku engga bisa antar dia ke dokter, menempelkan kompres di keningnya, memberi obat, dan menungguinya kalau ngigau.  Seumur aku kenal dia, tidak pernah aku berada di kota yang sama dengannya. Jarak terdekat yang pernah terjadi masih sekitar 300 km, dan disaat itu aku dan dia juga lagi tidak dalam kondisi clbk. Pernah ada tahun-tahun dimana aku jarang kontak, seingatku sesekali sih masih, itupun dia menginterogasi aku pacaran dengan siapa dan entah bagaimana dia berhasil memantau detail percakapanku di telepon. Dan aku kesal karenanya.

Hari lebaran tiba, yang berjarak sekitar 2 hari setelah aku ulang tahun.

Malam lebaran jam 2 pagi, Kevin mengirim ucapan mohon maaf lahir batin dan etc, dan tidak aku jawab. Aku kesal. Sebetulnya itu cukup manis, mengingat dia selalu jadi orang pertama yang mengucapkan Minal Aidin Wal Faidzin, sejak bertahun-tahun lalu. Sebelum puasa kemarin pun cuma dia yang menelepon dan mengucapkan selamat berpuasa di bulan Ramadhan, dan hari-hari berikutnya dia mengecek apakah aku puasa atau tidak. Dan ini manis, karena dia Kristen.

Jam 6 pagi dia menelepon.  Aku sedang siap-siap akan shalat Ied. Sedang wudhu. Aku biarkan.

Dalam hati. Iyaaa…aku maapin.

di Line dia mengirim lagi ucapan selamat Lebaran. Aku jadi merasa jahat. Sepertinya ucapan standar yang broadcast itu, tapi kemudian dia mengirim lagi yang lebih personal. Total sudah 3 kali kirim ucapan lebaran.

Jam 9 pagi dia menelepon. Ya sudah aku angkat deh.

“Kyra, maafin aku ya..selamat lebaran..etc etc..etc..”

Aku hanya menjawab,

“sama-sama”

Kemudian hening. Kevin pasti tahu aku jengkel dan kesal. Tapi dia tidak bertanya apapun.

“Sudah ya..” katanya.

Aku menutup telepon.

Jam dua siang aku merasa jahat sekali pada Kevin. Bukan salahnya kalau dia amnesia soal ulang tahunku, memang rupanya ada bagian di otak dia yang engga beres dalam mengingat tanggal lahir. Sedih sih, karena mungkin buat dia ulangtahunku engga penting. Tapi kan selama ini juga aku tidak menganggap ulang tahun itu penting. Dan hei, sejak kapan aku bisa ingat tanggal ulang tahun teman-temanku? Aku juga pikun.

Akhirnya aku menelepon,  tengsin sih. Tapi ya sudahlah.

“Hei..tadi kamu menelepon ya? Ada misscalled..”, kataku bohong. Misscallednya kan tadi pagi.

“engga kok..oh itu tadi pagi..”

“minal aidin walfaidzin”, katanya.

“iya..dimaapin! lagian dari tadi udah ngucapin melulu!”

“biar afdol”

“kebanyakan! ntar jadi hilang maknanya”

“abis marah melulu”, katanya.

“udah makan ketupat?”

“udah”

“udah makan opor ayam?”

“udah”

“aku ngantuk sekali..semalaman jaga posko siaga lebaran..” katanya.

“pantas malam-malam bisa kirim-kirim pesan, biasanya tidur”

“kamu kesal ya sama aku?”

“enggak..”

“sudahlah Kyra jangan boong, aku tuh tau banget kamu lagi kesal, lagi marah, lagi senang, dari nada suara kamu saja..”

“iya kesal”

“kenapa?”

“kamu amnesia…ngeselin banget, masa seumur-umur kamu tuh engga pernah ingat tanggal lahir saya??, waktu kamu ulang tahun kan kamu juga marah waktu aku engga ucapin selamat, aku ingat banget, kamu bilang aku jahat! orang lain saja ingat”, kataku nyerocos seperti senapan mesin.

“Loh emang kamu kapan ulang tahun?”

“kemarin, tanggal 15!”

“lah baru kelewat 2 hari aja ngambek, ya sudah selamat ulang tahun!”

“ya ga bisa gitu dong! engga sah..”

“aku pikir tanggal 27 Juli!”

“itu tanggal lahir siapa? pacar kamu yang mana?”

“pacar…..??”

“iya, ngarang mulu nih..tanggal lahir siapa abisnya?”

“loh masih bagus kan aku ingat bulan? maklumin dong sekarang kan aku sudah tua, sudah 45 tahun!”

“umur kamu kan belum 45 tahun!”

“iya kan dibulatkan”

“jauh sekali pembulatannya”

“Kan dibulatkan ke atas!”

“ya ga gitu dong metode pembulatan!, ada aturannya, kamu kayak bukan orang keuangan saja!”

“Bagus kan dibulatkan ke atas, aku baik artinya”

“tauk ah..emang kamu ngeselin….”

“hehehe..udah ya..mau bobo”

“Gih..”

Jadi begitu lah Kevin. Menyebalkan kan? Di hari ulang tahunnya awal tahun ini aku memang sengaja tidak memberi ucapan selamat. Ngetes ceritanya. Padahal aku ingat. Ingat banget lah, PIN atmku kan pakai tanggal lahir dia.

Siangnya di Line, dia kirim pesan.  Ini kutipannya, tanpa balon-balon. Udah dihapus soalnya. Jadi no screenshoot ya

Kamu jahat, Nuy aja ingat.

Aku jawab,

Jahat apaan?

Pokoknya jahat…

Ooooohhh…. ulang tahun ya? Oke deh…selamat ya!

Taukkk ahh..

Nah gitu deh. Dia sendiri mau diucapin selamat ulang tahun kan?

Dan kemarin aku nelepon Kevin.

“Heyy…sekarang kan tanggal 27″, kataku.

“trus?”

“kamu kok engga ngucapin selamat ulang tahun?”

“loh kan udah ulang  tahunnya?”

“tapi kan kamu nganggap aku ultah tanggal 27! kok tetap aja engga ngucapin selamat?”

“tapi kan aku ingat bulan! Juli! aku ingat kok! lahir tahun 72!”

“astaga! kenapa aku tua sekali?”

“ya sudah, 78!”

“Udah lah..sekarang ga penting deh kamu mau anggap aku lahir tahun berapa aja, tanggal berapa aja, TERSERAH! yang penting mana kadonya?”

Kevin tertawa…

“Aku mau kado aja!”

“Tapi aku belum ke Singapore!”

“apa hubungannya?”

“kata kamu kan kalau aku ke Singapore, kamu mau doakan aku menang judi, jadi bisa beliin handphone”

“engga..aku ga mau nunggu kamu ke Singapore, lagian dosa ah judi, duitnya gak halal!”

“yasudah,..mau handphone apa?”

“ES ENAM!”

“Ebuset..handphone cina aja ya?”

“loh kok handphone cina..?”

“bagus tau..udah 4G!”

“ok tapi sama gear bandnya!”

“engga bisa, kan ga masuk perjanjian. mintanya kan handphone, bukan seperangkat handphone plus gear band!”

“tapi aku mau gear band!”

“Ya sudah buat entar ulang tahun di tahun depan ya! entar hadiahnya gear band!”

“kok kado dicicil sih!”

Kevin tertawa.

Kevin, suatu hari akan kutulis buku. Untukmu. Hadiah ulang tahun.

6fb2e-dilandanmileafull

Saya sih suka telat pada semua hal. Walau saya follow akun twitter Mizan dan tau ada promosi gencar soal buku baru yang berjudul Dia Adalah Dilanku, Tahun 1990 dilanjut dengan Dia Adalah Dilanku, Tahun 1991 karya Pidi Baiq, yang mana medsos sudah heboh bahas, saya masih anteng-anteng aja. Gak buru-buru beli ataupun baca. Kenapa? Ya gak kenapa-kenapa. Kalem we bro.

Contohnya saya baru beli dan baca buku Harry Potter setelah terbit buku sampai ke-4. Demikian juga Baca Lord of The Rings setelah keluar filmnya. Itupun saya engga ikut nonton filmnya, tapi baca bukunya dulu. Demikian juga buku lain dan film lain. Dan saya juga suka baca buku dari belakang, buka yang tengah baca ke belakang, lalu baru baca dari depan. Kalau bukunya bagus, saya baca lagi. Sekali lagi dan sekali lagi, ada buku yang saya baca 10 kali bolak-balik tanpa saya bosan.

Nah balik lagi soal Dilan. Jujur saja yang menggerakkan ketertarikan saya awal adalah quote dari Pidi Baiq yang tercetak di jembatan pejalan kaki di jalan Asia Afrika. Tentang Bandung yang bukan sekedar masalah letak geografis tapi juga melibatkan perasaan. Eh, itu bener banget. Bandung dan soal perasaan. Bener deh, segala tentang Bandung itu melibatkan perasaan. Gak tau deh kalau kota lain, tanya saja mas Anang dan Mas Dhani.

Kemarin saya beli buku Dilan #1 dan Dilan #2. Saya bukan cenayang. Tapi saya punya feeling banget bahwa, 1. Buku ini pasti lucu, 2. Buku ini pasti mengandung nostalgia tahun 90-an. 3. Buku ini pasti banyak cerita tentang Bandung. 4. Akhirnya pasti sedih. Bukannya ge-er. Kalau baca quote-quote Pidi Baiq yang kepuitis-puitisan, saya jadi berani taruhan dia gak bakal bikin akhir cerita garing happy ending dengan pangeran dan puteri yang hidup bahagia selamanya. Biasanya orang-orang puitis mah suka senang cerita tragis. Like a poet needs a pain, ceuk Bon Jovi mah.

Jadi mengingat hal tersebut terutama nomor 4, saya menyiapkan mental. Da saya mah suka nangis ga jelas kalau baca buku atau nonton film. Sebel banget.

Saya menikmati membaca buku Dia adalah Dilanku Tahun 1990 dan lanjut dengan judul sama kecuali tahun buku kedua itu 1991, kebetulan saya bacanya bener, engga kebalik atau dari halaman terakhir.

Serasa masuk mesin waktu, nostalgia, dan segala hal tentang kehidupan SMA saya terputar terulang kembali dengan membaca buku ini. Saya ikut menangis, tertawa, dan bahkan ngakak, karena saya masuk ke dalam cerita itu. Bukan saya ngerasa diri saya Milea. Yah mirip sih, nama saya Mira Marsellia. Terdengar satu rima ya?. Tapi saya merasa kenal, merasakan perasaannya, dan saya juga merasa mengenal Dilan, bahkan melihatnya sebagai sosok nyata.

Setting cerita ini, masa SMA dan Bandung, adalah jaman saya juga. Saya sampai curiga Pidi Baiq satu sekolah dengan saya. Saya bersekolah di Bandung, dengan pohon besar sekali di halamannya, dan saya merasakan udara Bandung yang dingin setiap pulang sekolah dengan jalanan yang tidak terlalu ramai.

Sekolah saya pun tempat geng motor jaman dulu lagi musim, dan teman-teman saya pun demikian adanya. Selalu ada Dilan di teman-teman saya, ada Akew, ada Nandan, ada Wati, dan Piyan. Bahkan Susi. Dem, dulu juga ada yang mirip banget Nandan dan dia juga jadi cover majalah, dan ada juga cewek model Susi yang mengejar-ngejar cowok teman saya dengan gaya yang sama dan hadiah yang sama.

Soal gank motor ini jadi inget barudak MoonRaker, barudak GLZ yang katanya singkatan dari Galendoz (atau Gentle Boyz? Teuing). Tukang nongkrong maen gaple, bodor dan cileupeung kadang, tapi pinter-pinter di sekolah, garandeng dan tukang garelut.

Bedanya saya dulu gak ada yang naksir kayak Dilan. Hahaha. Teu payu. Saya terlalu cupu, padahal punya adik kelas semacam Dewi Lestari dan Candil Seuries, dan lain-lainnya yang keren-keren. Engga bikin saya ikutan keren ternyata. Tapi baelah.

Saya engga mereview tentang Pidi Baiq disini, kesatu karena katanya dia sendiri engga tau dirinya itu siapa. Lah apalagi saya dong. Kedua, ya tinggal search aja sendiri kalau emang pengen tau. Yang jelas saya bisa bilang disini, saya suka bukunya. Saya suka gaya bahasanya. Kalau yang lain mau ikut baca, gih deh, saya rekomendasikan.

Tentang Pidi Baiq yang mengatakan “Aku imigran dari sorga yg diselundupkan ke bumi oleh ayahku di kamar pengantin dan tegang”, saya pingin tanya kenapa tegang? tapi kayaknya jawabannya pasti, kalau engga tegang ya engga bisa diselundupkan. End of story.

Oh ya saya juga berhasil membuat anak saya yang ganteng dan kelas 2 SMA untuk baca buku ini. Sekedar bikin dia tahu, kalau jaman emaknya SMA itu, keren.

Tidak banyak restoran di Bandung yang khusus menyajikan makanan khas Timur Tengah alias Middle Eastern. Yang saya ingin bahas disini adalah restoran Qahwa salah satu dari yang tidak banyak itu yang menyajikan hidangan khas Timteng ini di kota Bandung.

Berlokasi strategis di Jl Progo No 1 yang notabene dekat dengan keramaian JL Laksamana Laut RE Martadinata, yang disebut Jl Riau dulunya. Ramai, karena banyak pusat belanja seperti Factory Outlet dan tempat-tempat makan. Saya pribadi suka seputar Jl Progo karena masalah romantisme saya pada jalan kecil berpohon kiri kanan dan kafe-kafe kecil yang menarik dan cantik. Dan di Jl Progo banyak pilihan.

20150721_140818

Roti Pita, buat cocol atau teman makan kambing

Balik lagi ke Qahwa, restoran Timur Tengah ini. Kemarin di siang panas bolong saya menculik suami saya yang lagi asik bekerja mengendali kuda supaya baik jalannya. Tepatnya sih lagi asik berkutat di balik layar laptopnya. Handphonenya tidak diangkat, mati karena sedang dicas. Jadi saya tau-tau nongol saja di jendela ruang kerjanya. Setelah ijin pada satpam di depan tentu saja.

Kantor suami saya berlokasi dekat Jl Progo, jadi ya saya ajak saja ke Qahwa. Saya yakin sih dia suka makanan disana, karena dia dan ortunya alias mertua saya, pernah tinggal di Syria untuk beberapa waktu lamanya. Saya sendiri bukan penggemar makanan Timur Tengah yang fanatik. Saya mah orang sunda asli yang senang sambal terasi dan ikan asin beserta dedaunan. Tapi engga nolak sih makan di berbagai tempat dengan makanan dari berbagai negara di Bandung dan manapun. Dan katanya kan jadi orang ga boleh fanatik, ntar susah hidupnya dan sulit menerima perbedaan dan adaptasi. Gitu.

Karena kami berdua pede kalau makanan Timur Tengah ini berat adanya, jadi engga berani pesan banyak-banyak. Saya membatalkan pesanan Um Ali saya, karena saya yakin pasti engga akan sanggup menghabiskannya nanti. Jadi saya memesan sebagai berikut:

Mandhi Laham
ini nasi campur daging kambing. Berasnya dari jenis beras Basmati yang panjang-panjang dan pera. Berbumbu rempah, saffron dan merica hitam dan entah apalagi, rasanya ringan tidak terlalu berat dengan rempah. Kalau ingin mencoba tiga rasa nasi sekaligus ada paket berisi nasi kebuli, nasi kapsah dan nasi mandhi. Tapi porsinya besar. Harus diserbu ramai-ramai. Kambingnya sendiri adalah kambing muda yang terasa sangat empuk dan mudah lepas dari tulangnya. Enak. Tidak ada bau kambing yang prengus sama sekali. Kalau yang tidak suka kambing bisa pilih ayam.

Satu porsi Mandhi Laham ini ukuran sedang, namun masih terlalu banyak buat saya, jadi saya ekspor sebagian ke piring suami saya. Kalau menurut cerita suami saya, porsi beginian mah engga ada apa-apanya dibanding di Syria. Dia pernah lihat perempuan kecil kurus memesan nasi dalam nampan yang besar tiga kali lipat besarnya dari piring saya ini, dengan seekor ayam utuh, dan itupun masih nambah lagi. Mungkin perempuan-perempuan Timur Tengah memelihara naga di perutnya. Makannya banyak, badannya biasa saja.

20150721_140810

Mandhi Laham

Mugalgal Laham
Ini semacam oseng atau tumisan daging kambing dengan paprika hijau dan bawang bombay serta tomat. Rasanya ringan terasa segar dengan tomat yang masam. Teman makan bisa pilih roti Pita atau nasi. Suami saya pilih roti.

20150721_140813

Mugalgal Laham. Tumis Daging Kambing

Muqobalat
Ini campuran dari 4 hidangan pembuka yang umum disajikan di timur tengah. Saya ingin coba semua makanya milih menu ini. Terdiri dari Tabbouleh, ini adalah daun parsley cincang, mint, bulgur dan tomat dengan kucuran lemon, lalu Baba Ghanoush, eggplant atau terong panggang yang dihancurkan dicampur bumbu. Hummus, yang sepertinya dari jenis lentil atau legume. Pokoknya kacang-kacangan yang dihaluskan. Dan Mutabal, dari warnanya sih terong juga. Abu-abu gitu soalnya. Cuma saya lupa itu satu lagi apa ya namanya, jadi mungkin Mutabal.

Makanan pembuka ini dicocol dengan roti pita panggang. Enak? Enak sih. Tapi kalau belum biasa ya rada aneh juga. Saya sih lebih suka Hummus dan Tabbouleh. Bukan berarti saya engga suka terong. Tapi terong ya..gitu deh. Terong. Dan ini terong, yang benyek. Bukan berarti lantas saya engga makan. Habis kok.

20150721_140235

Muqobalat. Empat jenis cocolan dengan minyak zaitun yang wangi.

Um Ali
tidak jadi dipesan. Tapi saya suka banget Um Ali disini. Puding roti hangat dengan almond dan kapulaga. Manis dan lembut. Konon Um Ali adalah puding yang dibagikan kepada rakyat Mesir saat perseteruan istri pertama dan kedua berakhirnya dengan kalahnya istri kedua. Mati. Untuk merayakannya sang ratu membagikan puding manis ini kepada seluruh rakyat. Nice story. Kalau saya sampai kejadian begini mungkin bagi permen saja deh. Gak senegera. Se-RT lah.

Red and Blue Sensation
Suami saya senang minuman dingin dengan warna elektrik. Makanya dia pesan ini.

Sahi Adane
Ini teh susu dengan rempah. Saya suka. Sebenarnya banyak sekali minuman khas timur tengah yang disajikan. Umumnya kalau yang panas-panas adalah teh susu dan kopi. Biji kopinya pilihan dan dicampur rempah seperti adas, kayu manis, jahe dan lain-lain. Minuman dingin juga banyak. Saya sendiri dulu sebelumnya pernah memesan susu dingin dari kacang almond. Sehat dan menyegarkan.

Jadi berapa kira-kira biaya makan di Qahwa ini,
ini perinciannya:

1 Mandhi Laham Rp 72.500,-
1 Mugalgal Laham Rp 72.500,-
1 Muqobalat Rp 35.000,-
1 Red and Blue Sensation Rp 25.000,-
1 Sahi Adane Rp 21.500,-

Total dengan service charge dan pajak sebesar Rp 262.185.

Sebagai gambaran harga untuk menu lain juga kisaran ini. Untuk paket nasi 3 rasa sepertinya di atas Rp 350.000,-

Tempatnya sendiri nyaman dengan berbagai pilihan tempat duduk. Ada kursi biasa dengan meja persegi, sofa untuk beberapa orang, lesehan dengan karpet besar. Dan ada juga beberapa ruangan privat yang bisa digunakan untuk acara yang membutuhkan ruangan yang lebih tertutup. Kemarin sih saya dan suami milih duduk dekat jendela besar karena bisa merokok disana.

Secara umum sih makanannya enak dan tempatnya nyaman. Tapi toilet dan wastafel kurang terlihat menyenangkan. Saya suka sensi sih soalnya sama toilet dan wastafel. Buat saya kalau restoran itu penting banget toiletnya bersih, rapi, keren dan harum.

11700888_1026133380738714_6200118602463477286_nSebelum membahas manfaat dari Kale sebagai pendahuluan saya ingin cerita dulu, makhluk jenis apa itu Kale. Soalnya Kale ini kurang populer di Indonesia. Padahal kalau di Eropa sih ngetop banget. Kale adalah keluarga sayur jenis kubis. Nama latinnya Brassica Oleracea. Jenis kubis yang sekeluarga dengan Kale adalah Brokoli, Kol, Kembang Kol, Kailan, Brussels Sporut dan Kohlrabi.

Menurut saya sih rasa Kale ini lebih enak dari Kailan yang lebih kita kenal. Soalnya Kale enak dimakan mentah, rasanya renyah sehingga bisa dibuat keripik dengan cara dipanggang. Bila dimasak cita rasanya renyah dan manis. Sehingga Kale pun enak dibuat jus. Sebagai salad bisa mentah atapun direbus terlebih dahulu.

Di Belanda, teman saya yang suka chatting di WA dan komen di FB bernama Hans De Graaf, bilang nama Kale disana adalah Boeren Kool. Saya tanya artinya apa, katanya Kol Petani. Baiklah. Mungkin ada juga yang namanya Kol Pedagang.

Sebagai tanaman hias menurut saya Kale ini cantik banget karena daunnya yang hijau kebiruan dan keriting itu bisa tumbuh lebar dengan warna gradasi yang menarik, menurut saya lebih bagus dari anthurium. Apalagi anthurium mah ga bisa disayur.

Oh ya untuk melangsingkan badan, katanya sih J-Lo suka banget salad Kale ini. Untuk resep membuat salad Kale yang enak ini saya bagi ya dibawah ini:

2 ikat kale segar
keju fetta untuk taburan
1 potong dada ayam panggang

1/4 cangkir balsamic vinegar
1/2 cangkir extra virgin oil
1 siung bawang putih dicincang halus
1 sendok teh merica merah tumbuk kasar
garam secukupnya
gula secukupnya

Kale dapat dimakan mentah atau dikukus dulu sebentar, potong-potong atau dicabik-cabik. Buang batang keras ditengah daun.
Dada ayam dipotong-potong, keju fetta dijadikan taburan.

Aduk semua bahan dressing sampai menyatu, beri sedikit perasan jeruk lemon sebagai penambah cita rasa harum segar. dapat diberi potongan cabe jalapeno segar bila suka sedikit pedas.

Saya sendiri sudah mencoba kale ini dengan berbagai varian, baik dimakan langsung, dijus dengan nanas atau dimasak santan, soalnya kabita liat gulai daun singkong, berhubung engga punya pohon singkong jadilah kale saya eksekusi.

Untuk jus Kale resep ini adalah untuk menurunkan berat badan:

Untuk membuat jus hijau ini, kamu butuh mempersiapkan :
• 3 buah apel hijau
• 4 batang seledri
• 1/2 mentimun ukuran sedang
• 1 ruas jahe
• 8 lembar daun kale
• perasan 1/2 buah jeruk lemon

15975597_xxl

Kale Blue Curled

images

Kale Red Russian

Semua bahan dijus dan diminum tanpa gula, apel bisa diganti nanas. Rasanya segar dan menyehatkan. Selain tinggi serat juga mengandung banyak vitamin. Sebagai sumber vitamin K dan C, Kale adalah tertinggi dibanding sayuran lain, makanya kale disebut sayuran super sehat, bahkan sekarang digunakan sebagai sumber makanan untuk mencegah kanker.

Jenis kale sendiri ada macam-macam. Kale Blue Curled Scotch, warnanya hijau kebiruan dan keriting, Kale Red Russian dengan semburat warna merah, ada juga Kale Lacinato atau Cavolo Nero. Semua rasa dan manfaatnya kurang lebih sama. Bentuk daunnya saja yang beda-beda.

Untuk yang membutuhkan kale segar atau benihnya dapat membeli di Rafina Green, tempat penjualan aneka benih herbs dan sayuran import di Bandung. Kontak saja melalui whatsapp atau sms di nomor 08112225222. Facebook di www.facebook.com/rafinagreen

images

Kale Lacinato

Daripada pusing dengan PPDB Bandung 2015 yang kacau balau akibat SKTM bodong mending saya cerita tentang menanam mint di media hidroponik.

Jadi balik lagi soal mint. Ceritanya saya dulu pernah matahin sebatang mint tidak sengaja. Jenis spearmint. Karena saya sayang kalau tanaman tersia-sia saya taruh di netpot dan ditempatkan di bak air hidroponik sistem sumbu yang kosong.

Untuk nutrisi saya gunakan kira-kira 10 ml larutan nutrisi berbanding 10 liter air. Seringnya memang saya tidaka pakai ukuran karena TDS meter saya diambil bapak saya.

Kalau air dan nutrisinya habis ya saya tambah lagi.

Dari sebatang mint patah nyaris tersia-sia itu kini tumbuh dengan suburnya. Bahkan subur banget! Sampai saya terheran-heran. Bahkan berbunga. Ini fotonya sekarang,

image

Netpotnya yang kecil sudah tidak keliatan lagi,

image

Subur banget sampai berbunga

image

Cakep kan?

Ini tempatnya cuma sepelemparan batu dari rumah saya. Enak banget buat nongkring, – nongkrong sambil ngegaring.

Bisa bengong disini. Main kartu. Atau debat sama temen yang ngeyel soal beda embe sam kuda. Nyaman dan sepi. Kue-kue manis yang lezat meruap untuk menemani berbagai jenis kopi dengan barista yang ramah dan mau jelasin apa itu v-drip dan aero press.

Dan ternyata v-drip cuma seuprit. Nyesel deh. Saya biasa minum kopi pakai gelas yang segede gayung sih.

image

Kopi yang enak tapi dikit. As bitter as unrequited love.

image

Orange sponge cake. Fluffy and sweet. As sweet as the first love.

PPDB Bandung 2015

Singkatan dalam blog ini:
PPDB: Penerimaan Peserta Didik Baru
SKTM: Surat Keterangan Tidak Mampu
UN: Ujian Nasional

Saya heran dengan kebijakan kota Bandung soal PPDB 2015. Naif dan tergesa-gesa saya pikir.

Apakah siapapun pembuat kebijakan ini tidak memikirkan resiko? Naif banget kalau berpikir semua warga Bandung ini baik jujur dan bijaksana. Oh c’mon.

Saya pikir positive thinking itu baik. Tapi berprasangka baik bahwa penggunaan SKTM ini tidak akan disalahgunakan sungguh terlalu naif. Ada yang gampang kenapa harus susah? Ada yang gratis kenapa harus bayar? Ada yang bisa bagus kenapa harus pilih yang jelek?

Saya kaget bahwa kebijakan dan kuota untuk pemilik SKTM ini tidak dibatasi nilai, jarak tempuh dan kuota. Atuh jelas saja..SKTM bodong bermunculan.

Dari jaman saya jadul saja temen-temen kuliah saya banyak yang pakai SKTM untuk dapetin uang beasiswa. Duitnya kemanain? Biaya sekolah? Bukan. Ada yang dipakai beli tape, main bilyar dsb.

Kasian kan sama yang miskin beneran. Haknya dirampas. Terus gimana dong?

Menurut saya kalau mau memberikan hak dan kuota agar yang tidak mampu bisa bersekolah ya jangan dadakan gini dong. Emang orang jatuh miskin pakai ngedadak? Ribuan pula. Setahun sebelumnya kan bisa didata. Berapa orang keluarga beneran tidak mampu yang punya anak usia sekolah yang bakal masuk smp atau sma.

Diverifikasi dulu dan dibagi secara merata berdasarkan kuota yang adil dan dibagi prorata di seluruh sekolah kota bandung baik yang swasta  maupun negeri. Berdasarkan jarak tempuh dan wilayah. Kan sekolah perlu ongkos walaupun gratis. Sukur sukur bisa jalan kaki. Kan banyak juga yang kudu ngojeg dan ngangkot.

Semangatnya sih baik dari kang Emil ini ya. Biar orang tidak mampu bisa bersekolah. Tapi semangat yang baik tanpa mikir resiko dan penerapan yang baik ya jadi senjata makan tuan begini lah. Itu tadi..naif banget mikir semua orang pada jujur dan baik hati. Yang kepengen nyogok aja banyak ini dikasih jalan pakai selembar keterangan.

Kriteria tidak mampu juga kudu jelas nih buat aparat pemerintahan yang keluarin surat. Yang pernah saya baca sih kategori tidak mampu itu salah satunya cuma makan 1 kali sehari. Rumah tidak layak huni, memiliki anak putus sekolah karena tidak ada biaya.

Dari wawancara  sekilas dari RT RW yang saya kenal, mereka banyak yang puyeng soal kriteria tidak mampu ini. Yang banyak cicilan dan hutang aja kan jadinya tidak mampu nyekolahin. Bukan karena miskin beneran. Tapi kudu bayar kontrakan dan cicilan motor.

Kebijakan blunder dan engga jelas ini pun bikin saya keder. Ada pengunduran waktu dan katanya verifikasi sktm yang tentunya makan waktu dan engga gampang.  Tapi waktu kan udah mefet. Lah siapa yang mau anaknya tidak sekolah gara-gara tidak keterima dimana-mana? Panik dong saya cari sekolah swasta. Daripada harap-harap cemas nunggu pengumuman yang tak pasti ntar gimana kalau engga keterima di negeri?

Udah bayar dengan empot-empitan dan ngorek celengan ayam buat masukin ke sekolah swasta yang layak dan yang penting dekat rumah, eh hari ini dapat pengumuman lagi di PPDB kalau anak saya keterima di pilihan 2. Lah gimana saya udah bayar di swasta.

Emangnya main judi apa untuk masukin anak sekolah. Masa kita kudu untung-untungan untuk masukin anak sekolah ini. Iya kalau keterima..kalau engga kan gigit sendal deh saya.

Jadi lain kali kalau buat kebijakan, cing atuh sing asak asak ngejo. Saya percaya kang Emil orang pinter. Wong dari SMA 3 dan ITB. Saya aja engga keterima disono. Masa iya bikin kusut hati orang tua se-Bandung Raya model begini.

Referensi: http://www.pikiran-rakyat.com/pendidikan/2015/07/09/334179/ridwan-kamil-dinilai-terlalu-ikut-campur-urusan-teknis-ppdb

http://regional.kompas.com/read/2015/07/08/16381251/Redam.Kisruh.PPDB.Kota.Bandung.Tambah.Kuota.2.274.Kursi.SMP-SMA

Rindu

Rasanya seperti dibelah
Dicongkel
Dan diiris
Lalu diparut
Diremas-remas lalu diperas

Aneh

Bila ternyata rindu itu berasa kelapa parut yang diolah menjadi santan

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 499 other followers

%d bloggers like this: