Feeds:
Posts
Comments

FYI

lonely-house-ellidaey-iceland-9Seperti halnya minggu-minggu lalu, bulan, tahun dan saat yang sudah lewat, bahkan terakhir di hari dimana kau duduk di depanku adalah kau sibuk sendiri dengan perangkat selularmu.

Sampai aku pada bagian, bahwa sebenarnya untuk apa eksistensiku. Mematung di depanmu melihat kening, tanpa kontak mata bahkan aku juga tak tahu pikiranmu apa. Lalu untuk apa?

Jadi kamu jadikan aku hanya sebagai bagian dari potongan waktu tersisa saat kau punya, itu pun saat yang kau curi saja, saat tak ada kegiatan lain dan mati gaya. Tanpa bicara tanpa emosi. Untuk apa kau tawarkan meja berhadapan ini di sebuah restauran yang hiruk pikuk, kalau hanya untuk begini? Aku bicara sendiri dan kau sibuk sendiri.

Kita bercinta tapi hati terisolasi. Seperti rumah di tengah laut, kau beri tempat tapi tak beri kau jembatan untuk menjangkau seberang. Hanya kadang melihat ombak menyentuh bibir pantai, sambil berharap perahu itu akhirnya datang untuk samudera jiwa agar menjelang.

Jasper von Viper

image

 

Nama Siberian Husky saya sesuai stamboom adalah Jasper Von Viper. Kok kayak nama uler ya? Viper Gabon. Tapi panggilannya adalah Josh atau Jose. Atau Joshie, Joe atau Joice (ini kalau Drea yang manggil). Kalau saya manggilnya Jojosh. Makin jauh aja dari nama Jasper.

Kesukaannya kabur ke depan pagar rumah tetangga dan menempelkan hidungnya pada Kana, anjing tetangga yang berbulu keriting itu. Saya tidak tahu jenis apa. Kalau dengan Kana, Josh bersahabat. Sepertinya beberapa kali mereka sudah mengobrol tentang gosip dunia anjing. Kalau dengan anjing tetangga sebelah, seekor Golden Retriever yang berisik dan tukang menggonggong, Josh tidak suka. Demikian sebaliknya.

Josh paling suka membalikan tempat minumnya sehingga becek di lantai lalu kemudian dia akan bermain guling-guling-ciprat-ciprat-serodotan dengan air tergenang tersebut. Hobinya yang lain adalah berebut bantal dengan saya. Bantal leher khusus untuk saya di mobil kalau bepergian, sekarang bentuknya sudah runyam.

Josh juga senang mengejar kecoak dan menginjaknya. Ini hobi yang saya setujui sekali. Pernah dia menunggui kecoak yang bersembunyi di balik printer sampai lama, dan kemudian mungkin karena bosan menunggu, printernya Josh jungkir balikkan.

Sebagaimana anjing Siberia atau Alaska yang doyan dingin, Josh pun benci panas. Siang-siang bila tidak menemukan tempat dingin dia akan bersembunyi di kamar mandi. Tiduran di lantai yang dingin. Untuk  itu biasanya Josh tinggal di kamar ber-AC. Bahagia banget dia berbaring di lantai dingin dengan AC yang diset 16 derajat Celcius.

Kami sekeluarga menyayanginya. Saat dia datang di bulan Oktober lalu, seisi rumah memeluknya dan menggendongnya. Saat itu dia terlihat gendut dan lucu. Masih menyusu, kasihan sekali sudah dipisahkan dari ibunya. Jalannya saja kadang sempoyongan dan terpeleset bila menemukan undakan. Tapi dia tidak pernah melolong sedih, karena selalu kami temani.

Sekarang Josh sedang nakal-nakalnya, tapi lucunya Josh sangat takut pada payung. Suami saya cemas, bagaimana kalau ada maling datang dan berpayung.

 

Bisma oh Bisma..

Saya ini penggemar Mahabharata garis keras. Dari yang namanya buku berbahasa Sunda jadul terbitan Balai Pustaka, ataupun terjemahan dari bahasa Sanskerta ke Inggris yang Krishna-Dwaipayana Vyasa version, ataupun komiknya RA Kosasih sudah khatam dibaca. Bolak-balik. Tengah depan, atau depan ke tengah. Tergantung kesukaan hati saat itu.

Filmnya juga nonton. Dan yang sekarang tayang di ANTV ini bisa jadi versi yang lumayan mirip aslinya, walau ada dikit-dikit yang melenceng, tapi gak parah amat lah, maklum dijadikan film, mungkin kudu ada bumbu Bollywoodnya. Lagipula yang produksi Startv ini yang jadi Karna alias Aham Sharma ganteng euy. Membuat hasrat saya bangkit (weitss, apapula ini).

Karena saya penggemar Mahabharata hardcore, tentu saja saya ingin bercerita pada anak saya mengenai kisah abadi sepanjang masa ini. Ibunya penggemar dan pembaca Mahabharata tingkat akut, masa anaknya tau juga engga kisah Pandawa Kurawa dan perang besar Bharatayudha? Memalukan pastinya. Ibu penggemar cerita macam apa yang tidak menularkan pada anaknya. Minimal tahu dong harusnya. Jangan cuma tau pelem Korea aja.

Nah suatu malam, Drea protes pada saya yang tidak berkedip memandang bulu dada Karna. Jelas ini bohong, karena dada Karna tidak berbulu. Dan semua pemain film Mahabharata ini ga ada yang berbulu kok dadanya, mungkin diwax. Eh bukan karena saya suka dada berbulu yah. Entah kenapa nih kok jadi bahas dada buluan.

Intinya Drea heran kenapa saya suka banget film Mahabharata. padahal sih ya efek-efeknya mengecewakan. culun gitu lah. Jauh banget sama efek-efek di filmnya Peter Jackson atau Christopher Nolan. Gustiii..yaiyalaaa.

Akhirnya karena saya merasa ini momen yang pas untuk mengenalkan pada Drea tentang kisah epik Mahabharata, maka mulailah saya bercerita tentang kisah Mahabharata. Dari awal dong. Dari nama asal Bharata dan Raja Santanu dinasti Kuru ini. Sampailah cerita saya tentang Dewi Gangga dan kelahiran Bheesma atau Bhisma Pitamaha.

Saya bercerita bahwa Bheesma dulu adalah salah satu dari Vasu, dewa yang menguasai elemen-elemen dari alam. Dan Bheesma dulu bernama Dewabrata. Bheesma harus lahir ke dunia sebagai manusia untuk beberapa lama. karena kutukan saat dia menjadi Vasu.

Pada saat saya bilang “Nah dan kemudian lahirlah Bhisma..”
Drea menjawab dengan nada datar “…ohhh..Bhisma Smash..”

Elegy di Bulan Basah

43175286Bulan-bulan basah bila datang seringkali membawa denting-denting aneh dan sendu yang mengiringi sepanjang hari. Sudut-sudut kota berubah muram. Langit kelabu memberat dengan muatan hujan yang siap tumpah di setiap penghujung senja. Abu-abu. Dimana-mana. Angin mengiris.

Kemarin aku lewat di sebuah jalan panjang yang kiri-kanan pohonnya tinggi menjulang. Kadang di musim gugur jalanan disana indah bukan buatan. Hijaunya malih rupa. Dedaunannya yang berbentuk oval dengan ujung yang lancip warna kuning dan coklat berguguran. Siapa bilang keindahan musim gugur cuma ada di Korea Selatan?

Di deretan rumah-rumah tua sepanjang jalan itu ada penginapan yang juga rumah tua. Penginapan rahasia kita, tempat mengabur dari dunia. Disana kita pernah berbaring seharian dan tertawa menatap langit-langit kamar yang ada di sudut itu. Bergelung di selimut hangat yang warna coklat muda. Pernah di bulan basah juga. Namun tidak ada warna kelabu saat itu.

Tahukah sayang? Penginapan itu sekarang sedang direnovasi. Kulihat catnya baru berwarna putih. Bata-bata disusun rapi dan paving di halaman diperbaiki. Lebih cerah, lebih megah, dan rapi. Tak suram seperti dulu. Tapi entahlah. Rasanya ada yang tercerabut dari diriku. Kenangan kita. Karena yang kumiliki dengan kamu hanya kenangan. Potongan-potongan masa lalu yang sering datang seperti bilah-bilah kaca tajam.

Atau sebagai mimpi-mimpi semalaman. Yang memutar adegan-adegan lama. Seperti film tua yang usang. Mimpi-mimpi penuh tawa. Saat itu kita muda, bodoh, tak ada uang, tapi serasa memiliki dunia.

Per singulos dies benedicimus te
Et laudamus nomen tuum in saeculum, et in saeculum saeculi
Dignare, Domine, die isto sine peccato nos custodire
Miserere nostri, Domine, miserere nostri
Fiat misericordia tua, Domine, super nos, quemadmodum speravimus in te
In te, Domine, speravi: non confundar in aeternum

Little Wood House at Dusun Bambu

image

Di penghujung kemarau yang lama berlalu di tahun ini, saya dan beberapa teman di minggu lalu menyempatkan diri meluangkan sejenak waktu di utara Bandung, yang sebenarnya sudah masuk daerah Cimahi. Dalam rangka meeting cantik yang diadakan departemen Legal. Dusun Bambu, sudah beberapa kali disebutkan banyak orang tempatnya menarik dan nyaman. Tapi saya walaupun tinggal di Bandung, belum berkesempatan untuk mencoba mendatangi tempat tersebut. Sudah biasa apabila orang-orang dari luar kota Bandung lebih dulu tahu tempat-tempat wisata atau kuliner yang baru dibuka di Bandung. Jangankan tempat wisata, warung nas i Barokah di Gedebage yang sambalnya pedas membara itupun saya tahu dari teman yang tinggal di Makassar. Semooga ini tidak menjadikan saya warga yang  masuk kategori kurang pengetahuan oleh Kang Ridwan Kamil.

Untunglah kami ke Dusun Bambu ini di hari kerja. Bukan di wiken. Tak terbayang deh macetnya pergi kesana lewat jalan Setiabudi di hari Sabtu dan Minggu. Sebetulnya malah kalau dari rumah saya bisa lewat jalan alternatif dari Cimahi, jalan Sangkuriang. Bisa nyampe dengan manis damai dan tenteram tanpa melalui Rumah Mode, yang sekarang jadi biang kemacetan menuju Bandung Utara (loh kok salah gue, kata Rumah Mode).

Perjalanan dari Bandung sampai dengan tkp membutuhkan waktu hampir dua jam ternyata. Jangan shock dulu, ini karena saya mampir ke kantor suami dulu di Jalan Cilaki. Kalau startnya dari Terminal Ledeng, Insya Allah akan lebih cepat. Jalanan melalui Sersan Bajuri dan Kolonel Masturi ini menanjak berliku-liku, sempit, dan berdebu. Menyebalkan sih. Apalagi di beberapa tempat jalannya sekarang bolong-bolong. Rumah-rumah di daerah Cihideung ini pun rasanya terlalu dekat dibangun dengan jalan. Itu dulunya bagaimana sih bikin jalan. atau perijinan bangun rumahnya. Kalau tempat sudah berkembang pesat kayak gini, nyuruh mundur rumah kan engga gampang. Emangnya baris-berbaris, bisa disuruh langsung balik kanan grak.

Saya masih ingat jaman saya masih lucu dan unyu, sekitar 20 tahun yang lalu, sekarang pun masih lucu dan unyu, tapi perlu sudut pandang yang berlainan untuk menyadari itu. Nah di jaman unyu itu yang namanya Cihideung atau Parongpong ini sungguh indah luar biasa walau tanpa restoran nasi liwet dan villa di kiri kanan jalannya. Kadang disana kabut turun dengan tebal, belum lagi bunga-bunga dimana-mana dan lembah yang menghijau. Sekarang? Wassalam. Udah jadi perumahan, restoran, villa, dan tempat rekreasi. Mata airnya? Konon sudah diborong perusahaan raksasa air minum yang mengemas air bening dalam kemasan, dan membuat ibu-ibu jarang merebus air dan menyimpannya dalam botol bekas orson.

Eh saya kan mau cerita Dusun Bambu ya? Kenapa jadi ngomel-ngomel.

 

 

Paket-Lombok-1

picture source: http://netadia.com

Kalau ada yang membuat trivia quiz dan bertanya pada saya apa yang terlintas di pikiran pertama saya saat mendengar kata Lombok, saya akan menjawab spontan “AYAM TALIWANG!!”. Buat saya ayam taliwang adalah makanan terenak di dunia, dan harus dimusnahkan ke dalam perut bersama-sama pasangannya, plecing kangkung. Level terpedas. Itu yang selalu saya pesan bila saya memesan ayam taliwang dan plecing kangkung atau plecing terong di restoran langganan khas makanan Sasak, Lombok.

Tapi saya pun tidak bisa untuk tidak memesan juga ayam Beberok, astaga…., makanan khas Lombok ini sungguh enak luar biasa. Rugi besar kalau tidak pernah mencoba. Bayangkan ayam muda bakar yang lezat, diberi lumuran sambal beberok yang harum, ada perasan jeruknya, nikmat sekali bila disantap dengan nasi hangat. Bila mulut kita mencicit-cicit karena kepedasan, kita bisa meminum air kelapa madu yang segar dan nikmat untuk menyejukkan lidah. Madunya juga dari Lombok.

Pedasnya plecing dan beberok ini, persatuan antara terasi, cabe dan lainnya adalah perpaduan sesuatu yang panas, menggairahkan, merangsang. Sesuatu yang erotis dan magis.

Walau bahan bakunya ternyata sederhana, cabe, tomat, kencur, bawang adalah bahan-bahan yang dipakai dan juga terasi khas lombok, saya tidak pernah berhasil membuat masakan khas Lombok ini seenak aslinya. Saya mencurigai terasi adalah kunci utama dan rahasia kelezatan masakan Lombok. Sampai-sampai saya memesan juga terasi ini, dipesan langsung dari Lombok. Eh tetap saja, saya tidak mendapatkan rahasia kelezatannya. Mungkin saya yang kurang berbakat. Atau, saya harus datang langsung ke Lombok untuk mempelajari kuliner ini dan menemukan rahasia resep masakan Lombok yang super lezat.

Datang ke Lombok?

Saya memiliki pemikiran bahwa makanan enak, pasti datang dari tempat yang menyenangkan. Bila tidak pergi berwisata adalah suatu dosa, maka tidak datang berkunjung dan berwisata ke Lombok, akan masuk kategori dosa besar. Mengapa Lombok? Mari kita telusuri Lombok berikut dosa-dosa kita bila kita tidak mencoba datang kesana.

Dosa Pertama
Tidak menikmati kenikmatan dan kelezatan kuliner Lombok adalah sesuatu yang salah. Sangat salah. Awful. Jelek. Rugi besar. Lombok terkenal dengan kelezatan kulinernya. Saya sudah menceritakan betapa saya tergila-gila dengan makanan khas Lombok. Menikmati langsung kelezatan kuliner Lombok DI TEMPAT ASLINYA, tentunya akan lebih menggairahkan. Jangan lupakan ayam bakar Taliwang, ayam beberok, plecing kangkung dan terong, sate pusut, sate rembiga, nasi balap pucung. Masukkan pula dalam daftar, terasi, madu dari Lombok dan kangkung sebagai oleh-oleh nanti. Kangkung? loh kok? Gini loh. Kangkung Lombok ini berbeda. Konon, kangkung Lombok ini lebih manis, lebih enak, dan lebih nikmat dibanding kangkung biasa. Bentuknya lebih kecil, dan batangnya empuk. Tak heran banyak orang pulang dari Lombok menjinjing kangkung.

pic source: http://theyogaplacegili.com

Pulau-pulau Gili

Dosa Kedua
Tempat-tempat indah di Lombok amat banyak. Titik panas atau hotspot wisata tempat indah di Lombok meliputi pantai sampai dengan gunungnya. Pantai indah di Lombok salah satunya adalah pantai Senggigi. Pantai dan bawah laut Senggigi sangat terkenal indahnya. Saya sendiri berencana untuk lari pinggir pantai bila saya berkunjung kesana. Pulau-pulau Gili pun tak kalah cantik, Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air, wajib adanya untuk dikunjungi bila ingin total menikmati Lombok. Surfing, snorkeling, menikmati matahari terbenam, semua kegiatan yang menyenangkan ada disana.

Dosa Ketiga
Menikmati senja di Pantai Senggigi adalah satu hal yang tidak boleh terlewatkan di Lombok. Tidak ada yang bisa mengalahkan semburat indahnya cahaya matahari sore di pantai ini. Semilir angin dan keindahan laut yang menakjubkan disana wajib dinikmati pengunjung yang berwisata ke Lombok.

Jadi untuk membebaskan diri dari dosa ini, kudu disempatkan untuk berlibur ke Lombok. Saya ingin dan akan. Bagaimana dengan Anda?

Jalan-Jalan Hemat Ke Singapura

Pergi ke Singapura buat sebagian orang identik dengan belanja. Atau juga komentar beberapa orang tentang jalan-jalan ke Singapura adalah, misalnya “Ngapain ke Singapura, sepulau cuma Mall”. Ya padahal engga gitu juga sih. Ke Singapura belum tentu buat belanja. Ada juga yang memang ingin jalan-jalan, melihat kondisi negara lain selain negeri sendiri. Sightseeing atau ngukur jalan-jalan, sah sah saja.

Bagi yang ingin mencoba jalan-jalan hemat ke Singapura, saya akan coba hitungkan budgetnya. Bukan yang sehemat mungkin, tapi sewajar mungkin. Kalau mau hemat banget sih ya nebeng aja di apartemen temen lah. Tapi kan engga begitu ceritanya buat sebagian orang lain sih.

Pertama-tama pesanlah penerbangan jauh-jauh hari agar mendapat tiket promo. Tigerair atau Airasia kerap mengeluarkan tiket promo. Sering-sering saja dipantengin. Biasanya kalau beli untuk setahun kedepan, bisa dapat harga yang lumayan. Untuk AirAsia, tiket bolak-balik dari Bandung ke Singapura, ditotal sekitar Rp 500.000-an kalau lagi promo. Itu tanpa bagasi. Bisa sampai Rp 400.000-an tapi tergantung hoki. Kalau lebih murah dari itu sekarang susah kayaknya.

Untuk biaya transportasi selama di Singapore, sangat saya sarankan untuk membeli Singapore Tourist Pass, untuk 3 hari harga kartunya $30 dan bisa direfund sebesar $10. Selama 3 hari bisa naik bis, MRT, LRT kemana suka. Ini murah banget, apalagi kalau sering salah jurusan naik bis atau MRT (seperti saya), bisa tekor jebol kalau tidak pakai kartu ini. Tiket sekali jalan kurang lebih antara $0.9 sd $1.2 bayangkan kalau seharian salah jurusan.

20141003_075650_resized

Hostel dengan ranjang bertingkat dan kamar mandi di dalam

STP ini bisa dibeli di Changi Airport di stasiun MRTnya, di Harbour Front, atau di Orchard MRT Station Exit E. Untuk detail lengkap cara pembelian dan fasilitasnya bisa dilihat disini. Kitapun bisa beli online dan nanti tinggal diambil di antara ketiga tempat tersebut sesampai di Singapore.

Menginap murah bisa di hostel tempat backpacker. Untuk muslim saya sarankan di daerah Bugis, ada mesjid soalnya dan mencari makanan murah dan halal juga gampang.  Tapi di daerah-daerah lain seperti Chinatown, Little India, dan lainnya juga banyak. Tarif untuk dorm baik campuran maupun perempuan saja dengan kurs dollar Singapore saat ini, kira-kira yang paling murah sekitar 120.000,-, kurang dari harga segitu, agak mencemaskan juga untuk lokasi dan kebersihannya.

about_home_top

stp

Singapore-MRT-Map

Saya sarankan sih daerah Bugis di jalan dekat Sultan Mosque, tempatnya nyaman soalnya. Hostel backpacker juga banyak disana. Lagipula dekat ke stasiun MRT Bugis yang gampang ke jurusan lainnya, dan ada pemberhentian bis juga yangn kalau jalan kaki tidak terlalu jauh.  Anggarkan budget Rp 200.000 sampai dengan Rp 250.000 untuk hostel yang aman dan nyaman. Kamar mandi dan toilet ada yang di dalam kamar, ada juga yang digunakan secara bersama. Kamar sudah dilengkapi dengan AC dan locker untuk barang pribadi. Biasanya hostel sudah menyediakan sarapan pagi berupa roti, sereal, buah dan susu. Untuk kopi dan teh juga sering disediakan secara gratis selama 24 jam, ambil sendiri tentunya. Mesin cuci, seterika, jemuran, kulkas untuk menitipkan makanan juga tersedia. Wifi  biasanya free dan PC untuk pengunjung diletakkan di common room dan dapat digunakan kapan saja.

Untuk kebersihan dan kenyamanan serta kemudahan akses bis dan MRT, saya sarankan 5Footway Inn. Ada 3 hostel ini, yaitu di daerah Bugis, China Town dan Boat Quay. Di Bugis yaitu di jalan Aaliwal Street, 5Footway bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 400 meter dari Bugis MRT dan Lavender MRT , dan 300 meter -an dari Nicholl Highway MRT.  Kalau naik bis turun di Stamford Primary School, Victoria Street dekat Jalan Kubor, pemakaman muslim kuno. Kalau turun malam-malam disitu, dan kita lagi apes bisa lihat orang pacaran di kegelapan. Haiayahh!. Itu sih saya hehehe. Beberapa kali turun disitu lihat melulu orang pacaran.

20141004_164834_resized

Hostel di Aaliwal Street dekat Sultan Mosque, Bugis

Terus ngapain dong di Singapore kalau minim budget? Nah kalau menginap di daerah Bugis, kita bisa berjalan-jalan di seputaran Kampong Glam. Daerah bersejarah di kawasan Bugis. Nama sebeneranya adalah Kampung Gelam. Dulunya adalah pemukiman orang Bugis dari Indonesia. Di daerah ini ada mesjid Sultan dan Istana Kampung Glam dan Taman Warisan Melayu. Seperti juga kawasan Little Indida dan China Town yang menjadi daerah bersejarah yang dilestarikan oleh pemerintah Malaysia, Kampong Glam pun demikian adanya. Menarik sekali untuk berjalan-jalan di kawasan Arab Street, Baghdad Street dan Bussorah Street ini. Banyak restoran dan kafe-kafe di sepanjang jalan, art gallery dan berbagai toko dengan dagangan khas.  Suasananya sangat nyaman. Saat saya duduk depan mesjid, saya melihat beberapa anak bule bermain skate board. Bersepeda di daerah ini pun menjadi acara menarik. Jalanan cenderung sepi. Mobil yang lewat tidak terlalu banyak.

PhotoGrid_1412512573403_resized

Kampong Glam

 

Penikmat suasana seperti saya bisa duduk-duduk depan istana dan melihat burung merpati yang iseng sambil membaca buku. Makanan pun menarik untuk dinikmati disini. Banyak makanan Timur Tengah yang tersedia, demikian juga makanan Melayu dan Padang.  Memang untuk biaya makan ini yang agak lumayan. Kita harus menyediakan $5 sd$10 untuk sekali makan. Minum pun berkisar $2. Saat ini kurs rupiah pun sedang cakep banget melawan dollar Singapore. Sekitar Rp 9200,- untuk kurs SGD 1. Nah hampir Rp 100.000 sekali makan. Kalau mau hemat bisa beli roti atau mashed potato di 7Eleven. Sekitar $2. Tapi kan masih lapaaar…. apalagi kalau tukang makan seperti saya. Susah deh berhemat kalau urusannya adalah perut.  Kalau mau menghemat minum, sering-sering saja isi botol minuman di tempat menginap atau di tap water yang biasanya ada di stasiun atau tempat wisata.

Jalan-jalan ke Chinatown dan Little India pun tidak kalah menarik. Banyak objek foto yang cantik untuk kita abadikan. Kalau mau lebih iseng lari sore sepanjang Marina Bay (dari statsiun MRT) sampai dengan patung Merlion bolak-balik juga asik dan bisa menjadi pilihan. Kalau cape nanti bisa duduk dekat Fullerton melihat perairan dan kapal boat wisata yang lalu lalang. Jangan lupa bawa tongsis buat difoto depan Merlion. Tapi kalau mau lari sore sih engga praktis bawa tongsis. Nanti disangka mau lari estafet.

Kalau mau jalan-jalan menyusuri Orchard Road dan mengukur lebarnya trotoar disana juga diperbolehkan. Lagian siapa juga yang mau larang. Kalau mau iseng masuk Lucky Plaza dan makan di food courtnya itu juga bisa jadi pilihan karena banyak makanan yang enak-enak dan halal. Bisa juga kalau mau iseng masuk ke House of Condom di Lucky Plaza dan melihat aneka ragam kondom berbagai warna dan kemasan. Barangkali saja mau beli untuk oleh-oleh buat suami di rumah. Ada yang glow in the dark loh..

Jadi berapa budget untuk jalan-jalan gak terlalu hemat ke Singapore? Yuk kita hitung bersama.

Tiket pesawat bolak-balik plus pajak bandara Rp 700.000 (bisa dapat Rp 500.000 kalau anda beruntung).

Kartu STP untuk 3 hari USD 30,- atau sama dengan  Rp 276.000 (bisa direfund SGD 10)

Biaya menginap di hostel 3 malam x SGD 25 atau Rp 230.000,- x 3 sama dengan Rp 690.000,-

Biaya makan dan minum 3 x SGD 10 untuk 3 hari per hari Rp 276.000 totalnya Rp 828.000,-

Biaya deposit kunci hostel SGD 20,- (dikembalikan saat check out) Rp 184.000,-

Beli oleh-oleh gantungan kunci SGD 10 dapat 36 pcs di Chinatown Rp 92.000,-

Biaya lain-lain (obat, balsem kalau kaki sakit karena jalan kaki, dll yang tidak terduga) SGD 20 atau Rp 184.000,-

Beli eskrim di Orhard (2 kali kalo masih penasaran) rasa kopyor dan chocolate mint saya sarankan SGD 1.2 x 2 jadinya Rp 22.000

Beli minuman sehabis jalan-jalan dan engga nemu tap water (3 x SGD 2) Rp 55.200,-

Nah kita lihat totalnya berapa, ternyata  Rp 3.031.200,-  nantinya dikurangi uang refund yang SGD 20 deposit kunci plus refund dari STP card SGD 10, jadi kembali sebesar SGD 30. Hmmm bisa buat beli fishball mee atau kopi dan roti sambil nunggu pesawat pulang di bandara atau beli oleh-oleh lagi.

Itulah hitungan jalan-jalan ke Singapore secara hemat tapi engga hemat banget. Kalau ingin masuk Universal Studio sediakan lagi biaya untuk tiket sekitar SGD 68 sd SGD 74 tergantung promo atau hari,- tiket masuk pulau Sentosa SGD 1, kalau jalan kaki. Pakai Skytrain dari VEVO City di Harbour Front, biayanya SGD 3 tapi kalau kita pakai STP ya tidak dihitung.

Kalau ingin jalan-jalan saja tanpa masuk wahana di Pulau Sentosa bisa berkeliling sampai gempor dan banyak acara-acara yang free untuk dinikmati tanpa bayar. Singapore Botanic Garden juga menarik untuk jalan-jalan, terutama yang suka wisata alam. Banyak tumbuhan unik khas tropis yang dikumpulkan sejak jaman penudukan Inggris disini. Cuma 5 menit dari Orchard Street, tempat belanja paling ngetop di Singapore.

 

 

 

 

 

untitledTiba di surga, Yudhisthira sang Maharaja Agung mengharapkan melihat saudara-saudaranya yang tercinta. Ia ingin bertemu Karna, memohon maaf dan menyentuh kakinya, penyesalan yang tiada akhir menerpanya bagai gelombang-gelombang kepedihan setelah Bharatayudha selesai. Ketidaktahuannya akan rahasia ibunda Kunti, rahasia Karna, membawanya pada nasib Karna tewas ditangan Arjuna adiknya sendiri. Teringat Yudhistira saat melihat kaki Raja Angga di peristiwa tragis judi dan Drupadi dipermalukan. Hatinya marah dan pikiran gelap melanda Yudhistira, namun tiba-tiba hatinya tenang saat melihat kaki Karna karena mirip dengan kaki ibunda Kunti. Saat itu di benaknya muncul tanda tanya kenapa kaki Karna persis dengan bentuk kaki ibunda. Namun sayangnya pertanyaan itu lewat begitu saja. Setelah perang selesai dan Karna tiada, dan Yudhistira tahu bahwa Karna adalah kakak tertua, penyesalan tentang ingatan pada kaki Karna kadang begitu pedihnya melibat dalam jantung Yudhistira.

Yudhistira mencari-cari dengan matanya yang masih dalam raga manusia, dimana adiknya yang perkasa Vrekodara. Kekuatannya menyamai 100 ekor gajah, kedahsyatannya warisan ayah Bayu, dan ketangkasannya ajaran Hanoman, kakak Bhima dari satu ayah. Saat mendaki Meru, salju, menyurutkan langkahnya. Bhima terbenam sampai ke pinggang,s ementara Yudhistira melangkah ringan di atas es. Bhima yang terakhir dari adiknya, jatuh dan tumbang ke tanah, sebelum mati Bhima menanyakan pada Yudhistira apa dosanya sehingga tidak bisa menemani Yudhistira hingga ke puncak. Perut, jawab Yudhistira. Perutmu yang menjadi dosamu. Kau tidak ingat orang lain saat menghadapi makanan lezat. Kau dahulukan kenyangmu dibanding perut orang di sekitarmu. Jawab Yudhistira sebelum Bhima menutup mata.

Arjuna yang perkasa, putra kesayangan Dewa Indra, adiknya yang terkasih. Dimana dia? Tak terlihat oleh Yudhistira kegemilangan Arjuna dimanapun. Begitu tampan dan gagah adiknya dalam kereta perang yang dikusiri oleh sang Khrisna. Tak pelak lagi, Arjuna adalah pahlawan perang. Musuh-musuh paling tangguh tewas di ujung panah Arjuna. Gandhiva yang dipentangkan oleh Arjuna, hadiah dari Dewa Agni, tak terkalahkan. Dimana dia? Kasih sayang Yudhistira begitu dalam pada saudara-saudaranya, tak terasa air mata kerinduan merebak mengingat kakak dan adik-adiknya. Masa susah dan senang terlintas dalam ingatan Yudhistira, kepedihan saat terbuang setelah permainan dadu, bagaimana Draupadi dan adik-adiknya telah ia jadikan taruhan membawa mereka empatbelas tahun dalam pembuangan di hutan belantara. Dimana Arjuna?

Tidak pula terlihat Nakula. Dari kelima Pandawa, Nakula adalah tertampan dan paling indah wajahnya. Kasih Yudhistira begitu dalam pada Nakula. Saat harus memilih dari keempat adiknya mana yang ia pilih untuk hidup saat mereka tewas meminum racun dari danau, Yudhistira memilih Nakula. Keadilan dan belas kasihnya membuat ia memilih adik lain ibu ini. Walau Bhima adalah perisai mereka, walau Arjuna adalah andalannya, tetap Nakula yang menjadi pilihan Yudhistira, agar keturunan Dewi Madri, ibu tirinya, tak selesai begitu saja.

Lirih Yudhistira pun memanggil nama Sahadewa. Sahadewa tak terpisahkan dari Nakula, dari mereka berlima. Paling bijaksana paling berpengatahuan, Sahadewa adalah bintang dari mereka, bagai petunjuk jalan ia pun seorang perencana yang ulung, ketangkasan pedang Sahadeva menggentarkan hati lawan-lawan mereka. Sahadewa yang bersumpah untuk membunuh Shakuni saat Draupadi dipermalukan. Karena dibalik angkara Duryudhana adalah otak licik Shakuni yang memainkan peran merangkai perangkap. Namun tak juga Yudhistira melihat Sahadewa, tidak pula bayangannya. Tidak ada.

Tak seorangpun dari mereka semua ada terlihat di swargaloka. Tak ada Karna, tak pula Draupadi. Draupadi putri tercantik yang lahir dari api pemujaan. Pinggangnya yang langsing dan matanya yang bagai kelopak teratai, gelap kulitnya sewarna gula yang manis. Draupadi adalah cahaya Hastinapura. Rindu Yudhistira untuk melihat kembali ratunya.

Perjalanan ke Macau sangat mengesankan dan satu di antara perjalanan yang tidak bisa saya lupakan. Kenapa? Karena Macau sangat unik. Saya akan ceritakan kenapa Macau begitu unik dan memiliki daya tarik luar biasa untuk dikunjungi.

Hari pertama saya tiba di Macau, dengan pesawat Viva Macau Arlines -yang pramugarinya tidak melulu berwajah oriental tapi juga ada yang berwajah barat. Wah malah ada satu pramugara yang cuakeppp banget euy, membuat perjalanan lima jam Jakarta – Macao serasa lima menit saja (ingat hukum Relativitas dari Om Albert Einstein!). Dimana dalam penerapan teorinya kalau ala saya, bila di perjalanan ada yang enak dilihat, lama pun tidak akan terasa.

Di Viva Macau ini, pemberitahuan dan pengumuman dikumandangkan/disuarakan/dibacakan dengan 4 bahasa; Inggris, Portugis, Mandarin, dan Cantonese. Portugis? Aha ternyata pas mendarat saya baru tahu bahwa Macau, ternyata dijajah selama 450 tahun oleh Portugis, lama sekali ya kolonisasinya. Pantas sajka Macau memakai dua bahasa dimana-mana; di papan penunjuk jalan, di toilet, judul gedung, pokoknya dimana-mana deh -yaitu Portugis dan Mandarin. Menurut Henry Wu; pemandu wisata kita yang berasal dari Shenzhen (yang ternyata bisa bahasa Sunda karena pernah tinggal di daerah Karasak di kota Bandung), dan juga menurut Ca Ca (pemandu wisata dari Macau yang suka tertawa heboh dan aneh sendiri); banyak penduduk Macau yang menguasai lebih dari dua bahasa selain Portugis dan Mandarin.

1345996390492504630

Sign Road. Wikipedia

Ternyata di Macau bahasa Portugis pun masih dipakai sebagai bahasa resmi di pemerintahan selain bahasa Mandarin tentu saja. Bahasa Inggris juga banyak dipakai untuk perdagangan, wisata, dan bisnis, untuk penduduknya Bahasa Cantonese dipakai sebagai bahasa sehari-hari dan digunakan secara umum. Jadi jangan heran bila penduduk kota Macau bisa berbagai bahasa. Keren ya.

Macau sendiri adalah kota yang cantik, romantis, banyak tempat judi dengan gedung yang indah, dan juga panas. Cantik, karena banyak bangunan khas Cina dan juga khas Eropa; yang berlengkung-lengkung indah seperti bangunan di Katedral itu. Romantis, karena mengingatkan saya pada Chow Yun Fat, si chubby cakep di film God of Gamblers itu. Juga karena jalanan berbatu-batu di antara bangunan-bangunan menjulang mirip lukisan tentang kota tua Eropa yang saya suka. Tempat judi, ya karena dimana-mana ada casino. Seperti layaknya Las Vegas, Macau adalah kota judi yang sangat besar. Macao juga banyak yang bilang adalah Monte Carlo-nya Asia, karena kotanya juga cantik, disana pariwisata judi menopang 50% dari perekonomian negara.

Hotel-hotel berbintang di brosurnya rata-rata menyebutkan siap sedia dengan casino yang berada di satu gedung dengan hotel. Mengenai cuaca, udara panas? hooi..memang panas banget! Tapi saking menariknya kota Macau ini, serius deh udara panas bahkan tidak terasa. Saya sibuk melihat-lihat berbagai objek disana, panas terik pun tak dirasa.  Pakaian yang digunakan sebaiknya memang yang tidak panas dan mudah menyerap keringat. Jangan lupa bawa payung dan kenakan sunblock.

Setelah jalan-jalan sedikit , saya selalu langsung ingin sekali makan es krim. Menarik sekali di Macau karena kita bisa menemukan Turkish Ice Cream yang enak sekali di Senado Square. Ini layak banget dicoba. Apalagi di udara panas Macau. Surga rasanya menemukan es krim yang dingin dan lezat.

O ya ternyata tulisan Macau sering tidak konsisten. Kadang Macau kadang Macao. Mana yang benar yah? Dua-duanya benar dari segi pelafalan, Menurut cerita penduduk, pendiri kota Macau adalah nelayan dari Fujian dan petani dari Guangding, dulu Macau masih disebut Ou Mun yang berarti ‘gerbang perdagangan’ karena lokasinya yang berada di mulut Sungai Mutiara yang mengalir dari Guangzhou (Canton).

Pada tahun 1550-an orang-orang Portugis mencapai Ou Mun yang oleh penduduk lokal disebut juga sebagai A Ma Gao ‘tempat A Ma’ sebagai penghormatan kepada Goddess of Seafarers -Dewi Para Pelaut- yang kuilnya berdiri tegak di jalan masuk pelabuhan. Orang Portugis mengadopsi nama Ma Gao yang kemudian secara bertahap berubah menjadi Macao atau Macau. Macao tidak luas, hanya sekitar 28,6 km persegi. Dimana luas tersebut sudah merupakan penjumlahan luas dari Macao Peninsula, Pulau-pulau Taipa, Coloane, dan COTAI; daratan hasil reklamasi, termasuk bandara Macao ternyata berdiri di atas tanah hasil reklamasi.

Mata uang Macao adalah ‘The Pataca’ (MOP$) terdiri dari 100 Avos dan merupakan mata uang resmi Macao, walaupun di sana, Yuan (RMB) dan Hongkong Dollar (HKD) tetap diterima. MOP 103,20 sama dengan HKD 100 dan berarti IDR 120.000 secara kasarnya. Nah untuk hitungan secara kasar, sebagai perbandingan 8 Patacas sama juga dengan USD 1. Silahkan itung-itungan deh. Hitungan ke dalam rupiah 1 Pataca sekitar IDR 1500,-. Ini penting kita tahu karena di Macau bisa menggunakan Pataca, Hongkong Dollar, Yuan dan juga US Dollar. Jadi sebenarnya tidak perlu repot menukar uang bila misalnya pergi ke Macau lalu lanjut pergi ke Hongkong dan ke Cina Daratan.

13459959731687174015

St Paul. Dokumen Pribadi

Bila pergi ke Macau, ada suatu landmark di Macau yang disebut bila tidak berfoto disana, sama saja tidak sah pergi ke Macau. Tour guide ngajak saya kesana heboh sekali. Saking hebohnya sampai kami berlari-lari berkeringat dari parkir bis di udara panas terik ini untuk datang kesana. Kami buru-buru karena waktu sudah mepet untuk kembali ke bandara. Tempat yang kamu tuju dan menjadi ikon Macau ini adalah reruntuhan St Paul.

Dibangun di tahun 1582, Katedral St Paul ini dahulu merupakan katedral terbesar di Asia. Namun karena badai topan di tahun 1835 katedral ini terbakar dan hanya menyisakan sepotong dinding fasade. Walaupun hanya sebelah, masih terlihat keindahan arsitektur dan relief yang tersisa disana. Reruntuhan St Paul ini adalah termasuk dari 20 lebih bangunan bernuansa gabungan Cina Portugis yang dilindungi disana, dan yang paling terkenal.

Penunjuk jalan kami mengatakan bahwa katedral ini tidak bernasib mujur dan seperti dikutuk, walaupun dahulu pernah ada usaha untuk memperbaikinya, namun usaha tersebut sia-sia, karena katedral kembali terbakar. Saya tidak tahu tingkat kebenaran informasi ini. Di brosur tidak ada yang menjelaskan sampai berapa kali terbakar. Yang jelas usaha merenovasi ini tidak dilanjutkan sehingga Katedral ini hanya sepotong saja. Namun itulah uniknya.

Lalu apalah artinya jalan-jalan tanpa makan? Macau walaupun terkenal sebagai kota judi tentu saja tidak semua orang ingin pergi berjudi pergi kesana. Seperti saya. Sepertinya saya tidak berbakat sama sekali untuk memenangkan uang besar dari hasil judi.

Bagi yang tidak ingin berjudi, jalan-jalan di Macau sangatlah menarik. Arsitektur di Macau sangat unik dan indah dipandang. Jalanan kecil berbatu-batu disana sangat Eropa. Suasana sore sangat menyenangkan dinikmati dengan berjalan-jalan dan menikmati makanan kaki lima.

3147922626_52499c3700

Portuguese Tart. WIkipedia

Nah bila ke Macau jangan lupa mencicipi Portuguese Egg Tart. Makanan ini luar biasa enak. Sekali mencicipi bakal ketagihan dan tidak cukup hanya satu! Makanan manis dan lezat ini konon diciptakan lebih dari 200 tahun yang lalu oleh suster Katolik di Jerónimos Monastery (Portugis: Mosteiro dos Jerónimos) di Belém di Lisbon Portugal dan dibawa resepnya untuk dikenalkan di Macau! Portugese Egg Tart tersedia di mana-mana di Macau dan sepotong harganya sekitar 5 Pataca.

Ada juga puding susu yang super rasanya. Nama penjualnya Yee Shun Milk Company. Kini jaringannya ada juga di Hongkong. Ini benar-benar makanan ringan yang lezat dan bikin ketagihan, rasanya halus dan lembut di lidah. Ada yang dingin ada yang hangat. Saya sih suka yang dingin. Bisa ditambah kacang merah atau sedikit jahe agar rasanya lebih mantap.

Yang saya inginkan bila saya berkesempatan pergi ke Macau lagi yaitu menyewa skuter! Saya ingin sekali berjalan-jalan keliling kota menikmati pemandangan dan berfoto-foto di tempat-tempat yang menarik dengan bepergian menggunakan skuter. Kalau naik bis atau kendaraan kayaknya engga praktis juga karena jalanan di Macau banyak yang kecil-kecil.

Selain itu menaiki gondola juga ada dalam daftar saya jika saya ke Macau. Gondola tidak cuma bisa dinaiki di Venesia ternyata. The Venetian Macau menawarkan Italia gondola Italia lengkap dengan pemain musiknya untuk menyusuri San Loco, Marco Polo, atau Grand Canals.

Romantis sekali ya Macau ini, siapa bilang terpukau di Macau cuma bisa dengan berjudi? Banyak sekali hal-hal yang menarik dan menyenangkan untuk ditelusuri dan dinikmati disana. Tahukah Anda bahawa ada 25 situs di Macau yang merupakan warisan kebudayaan dunia yang terdaftar di UNESCO? Wah makin ngebet deh untuk pecinta sejarah dan kebudayaan untuk bisa datang ke Macau, seperti saya tentunya.

screenshot-www facebook com 2014-09-22 13-09-43

screenshot-twitter com 2014-09-22 13-16-15

screenshot-twitter com 2014-09-22 14-02-13

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 141 other followers

%d bloggers like this: