Feeds:
Posts
Comments

Beesy Buzz

Saya punya peliharaan, bukan benar-benar dipelihara sih. Tapi dia memang datang dan pergi ke kebun belakang rumah saya. Anggaplah saya pelihara, karena saya khusus menanam bunga-bunga jenis “save the bees” dari Botanical Interest, untuk makhluk kecil yang berdengung itu, sebanyak 2 kontainer. Tadinya saya hanya menanam herbs, tapi karena senang dengan kedatangannya saya tambah koleksi tanaman saya dengan bunga-bunga yang disukai lebah.

Lebah kecil berwarna kehijauan itu saya beri nama Beesy Buzz, karena dia selalu sibuk berdengung. Awalnya dia datang saat Basil saya mulai berbunga, disusul Cilantro, Nasturtium, Calendula dan bunga-bunga lain. Rupanya dia jenis solitaire bee, karena dia selalu sendiri. Tapi pernah di suatu Minggu pagi yang cerah dia mengajak temannya, berdua mereka sibuk berdengung, dari satu bunga ke bunga lain, dengan kecepatan jet tempur.

Bentuk tubuhnya buntet, warnanya hijau metalic, dan saya sungguh menyukai dia dibanding lalat-lalat hijau yang selalu datang tiap saya menggoreng ikan asin peda. Dimana tinggal Beesy Buzz saya tidak tahu, karena sekitar rumah saya adalah komplek perumahan,dan dibatas tembok belakang adalah perkampungan padat penduduk yang tidak mengenal pentingnya menanam pohon, mengingat semua halaman kebanyakan senang diberi lapisan semen abu-abu, saya tidak yakin Beesy Buzz datang dari daerah sekitar sini. Mungkin dia terbang jauh-jauh dari pepohonan daerah entah mana, berkilo-kilo meter jauhnya dari rumah saya, kecapaian dan kelelahan. Lalu bersemangat setelah menemukan pollen dan sedikit nectar.

Lain kali saya akan menanam bunga-bunga yang disukai burung. Senangnya nanti  bila mereka berdatangan ke kebun belakang saya, menjadikannnya oase,  di tengah kota yang senang menebang pohon-pohon tua untuk memberi jalan pemuja dewa fashion di kuil factory outlet ini.

Nah setelah saya punya banyak persediaan kimchi, untuk hari-hari hujan yang sudah dimulai di Bandung ini, saya bisa membuat kimchi jjigae. Rasanya asam, pedas, gurih, pokoknya kaya dengan rasa. Kimchi Jjigae adalah sup khas Korea dengan bahan utama Kimchi yang sudah terfermentasi dengan baik. Kalau belum asam banget? ya ga apa-apa. Tapi rasanya akan lebih mantap (kata orang sih) kalau kimchinya sudah masam seperti yoghurt.

Yang bisa dicampur untuk Kimchi adalah tuna atau daging sapi tipis-tipis untuk yakiniku, jenis sirloin atau tenderloin kalau tidak ingin banyak lemak. Aslinya sih kadang pakai daging babi. Tapi kalau masakan saya sih, strictly no pork no lard. Membuat kimchi jjgae sangat mudah. Sayang saya tidak punya panci tanah liat ataupun panci batu. Jadi pakai panci yang ada saja.

Bahan-bahan yang disiapkan:

satu mangkuk kimchi yang sudah masam,

daging sapi sukiyaki atau sekaleng tuna tergantung selera

jamur (kalau ada, kalau tidak ada ya sudah, engga usah memaksakan diri)

tofu, tahu jepang atau tahu sutera (kalau tidak ada juga tidak usah memaksakan diri, saya pernah pakai tahu sumedang yang belum digoreng, beli ke tukang goreng tahu yang lewat)

setengah butir bawang bombay diiris-iris

beberapa siung bawang putih dicacah

setangkai bawang daun diiris halus untuk taburan

bubuk cabai kalau masih merasa kurang pedas

Setelah semua bahan siap, mari kita berdoa. Kenapa harus berdoa? Kalau saya sih baca Bismillah dst. Soalnya bagi saya memasak itu merupakan ritual yang bener-bener bisa menenangkan hati dan pikiran. Kalau kita memasak dengan jiwa yang sehat dan tenang, rasanya seperti meditasi. Setiap irisan setiap adukan akan kita lakukan dengan penuh kasih sayang dan terima kasih. Dijamin rasa masakan yang dibuat dengan damai dan bahagia menghasilkan masakan yang enak. Bener deh ga boong. Coba aja masak sambil marah-marah, kemungkinan gosongnya kan gede. Makanya saya kalau masak selalu hari Sabtu dan Minggu, karena kalau hari kerja jadinya buru, dan rasanya jadi tidak asyik.

Pertama-tama tumis cacahan bawang putih dan bawang bombay, gunakan grape seed oil kalau mau, biasanya di tempat masakan Korea tersedia. Kalau tidak ada, pakailah minyak zaitun agar lebih sehat, kalau masih tidak ada, pakai aja minyak kelapa yang ada tidak usah banyak-banyak, karena daging juga mengandung lemak. Intinya, jangan sampai tidak jadi masak kalau kita masih bisa menemukan substitusi bahan tertentu. Setelah harum dan daging tidak berwarna pink lagi, masukan kimchi. Tambahkan air dari kimchi, dan air biasa. Masak perlahan dengan api kecil, tambah gula atau cabe bubuk kalau rasanya masih kurang spicy. Tapi biasanya rasa dari kimchi sudah cukup. Karena kimchi yang saya buat sudah menggunakan potongan cumi, rasa Kimchi Jjigae ini gurih tanpa harus ada tambahan bumbu penyedap atau MSG. Tambahkan irisan tahu. Jangan diaduk nanti tahunya hancur. Biarkan beberapa saat sampai …. sampai kira-kira sudah enak dimakan deh. Lalu taburkan irisan bawang daun. Selamat menikmati!

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 39 other followers